
"Sayang.. papa bawain ceker mercon kesukaan kamu" Max memeluk Millie dari belakang ketika anak gadisnya itu sedang menonton televisi
"Gak mau"
"Kenapa? bukannya Millie suka? "
"Pa.. ini terakhir kalinya aku mohon sama papa kembaliin lagi perusahaan papa Rafael seperti semula" Millie melepaskan tangan Max yang melingkar di bahunya
"Gak bisa, kalo perusahaannya udah merosot total sulit di kembalikan lagi.. lagi pula papa gak melakukan apa apa " ucap Max
"Apa? gak melakukan apa apa tapi kenapa perusahaan itu bisa bangkrut seketika? "
"Papa tirinya Rafael korupsi, papa cuma bongkar busuknya dia aja.. sebenarnya Rafael sama mamanya dalam bahaya kalo pria itu di biarkan" Millie tidak percaya papa Rafael melakukan itu
"Memangnya kamu pikir kenapa papa gak mau kerja sama lagi sama perusahaan papa Rafael setelah ganti pemimpin? papa gak suka cara kerja papa tirinya dan benar saja firasat papa gak salah"
"Tapi... "
"Ya udah kalo gak percaya, ini kalo gak mau biar papa buang aja" Max membawa kembali plastik di tangannya
"Sini biar aku aja yang buang" Millie membawa plastik itu ke dapur, namun bukannya di buang Millie malah memakannya
Millie duduk di lantai di balik meja makan agar tidak terlihat oleh orang lain, Max sudah tau ceker itu akan di makan oleh Millie dan dia pun mengintip di pintu dapur
"Kamu lagi ngapain? " tanya Allea
"Lagi liat kucing makan ceker" jawab Max tanpa menatap Allea
"Kucing? " Allea penasaran dan berjalan ke depan beberapa langkah
"Kamu tega banget anak sendiri di bilang kucing"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Mi... aku mau buka bengkel, gimana menurut mami? "
"Terserah kamu aja, selama kamu senang, selama kamu bisa dan mampu mengelolanya ya silahkan" Ucap mami Rafael seraya mengusap kepala anaknya yang tidur di pangkuannya
"Tapi modalnya kurang"ucap Rafael sambil terkekeh
" Mami gak bisa bantuin sayang, kamu kan tau sendiri mami udah gak punya uang kita makan sehari hari aja dari orang tua William "
"Aku gak minta sama mami aku cuma curhat"
"Ehh.. kamu gak balikan lagi sama Millie? " Tanya Mami
"Enggak mi.. dia kayaknya benci sama aku"
"Emang gara gara apa sih? tapi Millie masih baik tuh sama kamu" Rafael bangun dan duduk menghadap mami nya
"Ada salah paham aja, dia baik karena ada mami.. dia sayang banget sama mami" ucap Rafael
"Kamu mabuk karena gak bisa lupain Millie kan?"
__ADS_1
"Tau aja mami, hehe.. Aku sengaja karena pengen tau gimana reaksinya Millie waktu denger aku gak sadar di club malam dan ternyata dia masih peduli, menurut mami dia masih ada perasaan sama aku atau enggak? " tanya Rafael
"Kayaknya sih masih tapi.. dia pintar menyembunyikan perasaannya, lagian siapa yang bisa tahan sama cowok nyebelin kayak kamu" Cibir mami Rafael
"Jangan salah mi.. anak mami bisa menaklukkan cewek manapun, mami gak tau aja kemaren Millie sampe nginep aku peluk semaleman" Rafael langsung mendapat pukulan di kepalanya
"Kamu apain anak orang? jangan macem macem kamu ya kalo sampe dia tekdung mami coret kamu dari kartu keluarga"
"Sakit mami.. aku gak apa apain cuma peluk doang sumpah mi" Rafael menutupi kepalanya ketika maminya memukuli dengan bantal sofa
"Bohong.. mami gak percaya"
"Cium dikit" Rafael mengernyit wajahnya ketika mengatakan kata dikit
"Dasar bocah gemblung, sini kamu" pekik mami Rafael ketika Rafael lari ke kamarnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Ello.. ini punya lo jatoh" Arumi mengambil dompet Ello yang terjatuh di halaman kampus
"Oh.. thanks" Ello mengambilnya dan pergi begitu saja
"Pagi... Ello ini buat lo" Irene mengulurkan sebuah kotak makanan pada Ello
"Ini kue yang gue bikin sama mama" ucap Irene
"Kue apa? " tanya Ello dingin
"Kue Black Forest"
"Kalo gitu ini aja, cake keju" seorang gadis juga memberikan sebuah kotak
"Gue lagi diet jadi gak makan kue, kalian makan aja"
"Ya udah kita taruh di sini aja ya" mereka menaruh semua kue dan kado di meja Ello
"Kenapa tuh muka pagi pagi udah cemberut? " tanya Dirga yang baru saja datang
"Diem lo" ketus Ello
"Wiihh.. apa nih? " Dirga membuka salah satu kotak
"Kalo mau ambil aja semua"
"Beneran nih? bukannya lo paling suka black forest? " Tanya Dirga, seketika Irene di buat senang dengan ucapan Dirga
"Gue lagi diet"
"Ya udah gue ambil ya.. yang mau gak? " Dirga beralih ke meja Ellia dengan kue nya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Dita..... " Millie berlari lalu memeluk Dita dari belakang
__ADS_1
"Millie jangan kenceng kenceng"
"Gue kangen sama lo, sama lo juga" Millie hendak memeluk Niko namun di tepis tangannya
"Gak usah peluk peluk" ucap Niko
"Pelit banget sih, gue kan kangen uncle juga" Millie tetap memeluk Niko meskipun dia berontak
"Sama kita gak kangen" Jason dan teman-temannya masuk ke kelas Millie
"Kagak.. ketemu hampir tiap hari juga ama lo pada" Millie memang sering bertemu dengan Jason, roy, dan Rian saat di skors
"Lo udah tau belum? " tanya Niko
"Belum.. orang lo belum ngomong" Jawab Millie
"Anggia pindah ke sekolah asrama gara gara foto itu, gue jadi curiga sama lo" ucap Niko
"Emang gue, kenapa? sekali kali dia harus di kasih pelajaran"
"Kalo gitu lo sama aja dong kayak dia, kejahatan jangan di balas dengan kejahatan" ucap Niko
"Dia biarin keenakan, gue gak pernah balas dia tapi dia selalu cari gara-gara sama gue lagian hidup kok suka ngumbar aib orang kayak diri sendiri gak punya aib aja"
"Jangan marah marah Millie masih pagi" cicit Dita
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Hai Abra... gue kangen sama lo" Sepulang sekolah Millie pergi ke makam Abra
"Banyak hal yang terjadi sama gue setelah lo pergi, tapi gue merasa lega sekarang karena orang yang pengen lo tolong masih hidup meskipun dia sekarang lumpuh"
"Lo denger gue kan? dia bersaksi kalo bukan gue pelakunya, tapi gue masih kesel sama si Rafael pengen gue bejek-bejek kepalanya" orang yang di sebut namanya ternyata ada di belakang Millie
Rafael mendengarkan Millie mengumpat dan menghardik dirinya, Rafael masih berdiri mendengarkan Millie yang berdialog sendiri
"Ehem.... " suara Rafael mengejutkan Millie
"Da.. dari kapan di sini?" tanya Millie dengan wajah terkejut
"Dari awal kamu mengumpat dan menghardik aku sampai akhir" Millie memalingkan wajah lalu memejamkan mata
"Gawat.. dia denger semuanya dong" batin Millie
"Aku dengar semuanya, jadi menurut kamu aku tengil dan menyebalkan? tapi dari semua kata kata itu aku suka kamu bilang kangen sama aku"
"Ihh pede banget, siapa yang bilang gue kangen sama lo? "
"Tadi.. kamu bilang aku nyebelin tapi kamu kangen kalo gak ketemu, iya kan? "
"Tau ah.. gue mau pulang" Millie berdiri berniat pergi tidak ingin mendengar Rafael lagi
"Kenapa gak jujur aja? aku ada di hadapan kamu loh? mau peluk juga boleh" goda Rafael
__ADS_1
"Ihh.. gak sudi" Millie pergi dari sana dan Rafael pun mengejarnya sambil terus menggodanya