Youth Love

Youth Love
eps 97


__ADS_3

Sony baru saja pulang kerumahnya sebelum masuk kamar dia mendengar sesuatu di dalam kamarnya, Sony membuka pintu kamarnya dan semua isi kamarnya berantakan


Sony melihat ke bawah jendela lagi lagi seseorang sepertinya telah masuk dan mengobrak-abrik isi kamarnya, Sony penasaran apa yang orang itu cari karena barang barang berharganya masih utuh


Tiba-tiba dia teringat dengan flashdisk yang di berikan temannya, flashdisk itu berisi video detik-detik kematian Roshie


Dia segera mencarinya namun tidak menemukannya ditempat yang biasa dia simpan, Sony terus mengobrak-abrik isi kamarnya mencari flashdisk tersebut


"Sial... gimana nih" Sony mengacak rambutnya kasar


"Apa itu Rafael? gak mungkin kalo William dia lumpuh" gumamnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Papa... " Rafael melihat papa tirinya di sebuah pusat perbelanjaan


Papa tirinya bersama seorang wanita dan seorang anak yang berusia kira kira lima tahun, mereka begitu terlihat seperti keluarga yang harmonis


"Papa... aku mau itu" ucap si anak kecil yang di gendongnya


"Papa? " gumam Rafael


"Sayang kita harus beli tas baru untuk sekolah Ziva"


"Ya.. kalian lihat lihat dulu" ucapnya sambil menurunkan gadis kecil itu


"Kurang ajar" Rafael menghampirinya, menariknya kebelakang lalu memukul wajahnya hingga dia terhuyung


"Lo... tua bangka gak tau diri, lo kuras habis harta keluarga gue dan lo pergi senang senang sama keluarga baru lo, bedebah" belum dia menjawab Rafael kembali memukulinya bertubi-tubi


Rafael di amankan oleh security setelah papa tirinya tergeletak tak berdaya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kenapa bisa luka? kamu jatoh ya? " mami Rafael sedang membersihkan tubuh William dan menemukan luka di sikutnya


Tiba-tiba terdengat suara bising motor di luar rumahnya, setelah selesai memakaikan baju pada William lalu mami Rafael pergi untuk membuka pintu


"Maaf ada perlu apa ya? " mereka tidak menjawab pertanyaannya dan menerobos masuk lalu mulai mencari sesuatu dan mengobrak-abrik setiap ruangan


"Mau apa kalian? kalian ini siapa? " pekik Mami Rafael saat sekelompok orang itu masuk ke rumahnya


"Diam atau kalian akan tamat" Mereka mengikat mami Rafael di samping William yang hanya tergeletak


"Cari flashdisk itu" ucap Sony


"Emangnya apa isi flashdisk itu sampe kita harus melakukan ini? " Tanya temannya yang lain


''Flashdisk itu penting.. Rafael merekam setiap kita melakukan kejahatan dulu, kita mendapatkan itu " jawab Sony


"Halo William.. hidup lo udah gak berguna, kematian lebih baik dari hidup seperti mayat" bisik Sony di telinga William

__ADS_1


"Coba lo berpihak sama gue semua ini gak mungkin terjadi, lo memilih memihak gadis yang gak lo kenal dari gue temen lo sendiri" lanjutnya


Mereka membuat rumah mami Rafael hancur berantakan, mami Rafael bisa menangis dengan mulut tertutup lakban


"Gak ada juga, jangan jangan dia membawanya"


"Cari dia" Sony dan teman-temannya pergi meninggalkan rumah Rafael yang sudah berantakan


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kenapa sampe bisa di tangkap polisi? " Millie datang ke kantor polisi untuk membebaskan Rafael


"Papa tiri aku, aku ketemu dia dan dia bersama keluarga barunya"


"Kamu ketemu dia? kenapa gak bawa dia ke hadapan mami? " tanya Millie


"Aku kebawa emosi, aku gebukin dia"


"Tapi mami harus tau ini, papa tiri kamu itu jahat banget" ucap Millie


"Makasih kamu bantuin aku, jangan jauhin aku lagi"


"Aku gak jauhin kamu, aku cuma gak bikin mami terluka, aku juga gak kamu durhaka sama mami kamu karena gak nurut kata-katanya" lirih Millie


"Kita jalani sama sama, biar nanti aku yang jelasin sama Mami, maaf ini semua gara-gara aku.. kalo aja saat itu aku gak balas dendam sama kamu"


"Udah lewat juga.. kalo kita memang gak di takdirkan untuk bersama mau gimana lagi? " Rafael menggenggam tangan Millie


"Aku juga sayang sama kamu, tapi aku gak bisa deket sama kamu, aku takut itu akan melukai mami" Millie hendak pergi Namun Rafael tidak melepaskan genggamannya


"Ayo.. aku antar pulang" Millie menarik tangan Rafael, Rafael memeluk Millie dari belakang membuat Millie mematung


"Walaupun kita gak pacaran tapi kita masih bisa temenan kan? " ucap Millie sambil mengelus tangan Rafael yang melingkar di depannya


"Aku gak mau... " Rafael mengeratkan pelukannya


"Gak mau apa? maksudnya mau musuhan? " tanya Millie


"Aku gak mau putus" Rafael memutar tubuh Millie agar menghadapnya


"Sebelum mami kamu maafin aku, kita break aja dulu"


"Nanti kamu pacaran sama temen sekolah yang suka deketin kamu itu kan? "


"Enggak... aku tunggu kamu sampe masalah ini selesai, aku janji" Rafael hanya bisa pasrah menerima keputusan Millie


"Tapi aku boleh ketemu sama kamu kan? "


"Boleh asal di belakang Anna, aku gak mau sampe bikin mami kecewa sama kamu" jawab Millie


"Janji kamu gak deket sama cowok mana pun" Rafael mengulurkan jari kelingkingnya

__ADS_1


"Kayak anak kecil aja" Millie terkekeh menautkan jari kelingkingnya dengan Rafael


"Sini kuncinya aku yang bawa mobil " Millie menyerahkan kunci mobilnya pada Rafael


"Sayang.. emm.. Millie tolong telepon mami dari tadi aku telepon gak di jawab" Millie menoleh dengan tatapan sendunya ketika Rafael memanggilnya dengan sebutan sayang


Millie menelpon mami Rafael namun kini handphone tidak dapat di hubungi, sesampainya di dekat rumah Rafael, Millie meminta Rafael menghentikan mobil sebelum rumah Rafael


"Kenapa? " tanya Rafael


"Kamu turun disini, maaf aku gak bisa anter sampe rumah" Jawab Millie


"Makasih" Ucap Rafael, melepaskan sabuk pengamannya lalu mencium Pipi Millie dan turun dari mobil


Millie mematung memegang pipinya yang baru saja di cium Rafael, Rafael tersenyum sambil menutup pintu mobil


"Kenapa? biasanya juga cium bibir, kenapa sekarang cium pipi aja kaget gitu? "


"Inget ya.. temenan gak boleh cium cium" ucap Millie


"Gak apa apa dong, kita kan teman tapi mesra"


"Hiiis.. udah pulang sana" Millie menyembunyikan senyumnya


"Aku yakin nanti kalo aku udah pergi kamu pasti senyum senyum sendiri"


"Sok tau.. udah pulang sana"


"Hati hati ya.. " Rafael melambaikan tangannya lalu pergi, benar saja setelah Rafael pergi Millie tersenyum kembali menyentuh pipinya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Mami... mami.. astaga ini kenapa? " Rafael mencari keberadaan maminya dan menemukannya terikat di kamar William


"Ini kenapa? siapa yang melakukan ini? " tanya Rafael


"Mami.. mami gak tau, mereka bilang cari flashdisk punya kamu" Mami Rafael menangis tersedu


"Flashdisk? flashdisk apa? aku gak punya flashdisk"


"Katanya isinya kejahatan mereka" Rafael mengeluarkan handphonenya


"Apa mereka yang datang ke sini? " Rafael menunjukkan foto geng werewolf


"Iya.. iya.. mereka"


"Ayo bangun mi... kita harus membereskan kekacauan di rumah ini" Rafael membangunkan Maminya


"Kamu kemana aja? Anna juga belum pulang"


"Aku ceritain nanti aja, kita beresin ini dulu" Rafael takut maminya drop sebelum rumah selesai di bersihkan

__ADS_1


__ADS_2