
"Kapan lo balik? "
"Beberapa hari yang lalu, Gue datang kesini bukan buat basa basi sekarang lo tinggal bilang apa rencana lo buat balas dendam kematian kakak gue? " tanya Arumi
"Gak perlu lo turun tangan, biar gue yang urus semuanya"
"Lo yang urus semuanya? bahkan sampai saat ini lo belum bisa balas dendam kakak gue, Jasad kakak gue udah tinggal kerangka tapi lo belum juga bertindak"
"Lo tau apa sih? gak bertindak gimana? gue udah sering coba celakain dia tapi dia bisa lolos dengan mudah" Memang benar yang di katakan Rafael
"Itu karena lo suka sama dia, ya kan? gue ikutin lo beberapa hari dan ini.. bukannya balas dendam buat temen lo sendiri tapi lo malah memperlakukan anak itu dengan manis" Arumi meletakkan beberapa lembar foto yang dia potret diam diam ketika mengikuti Rafael
Foto Rafael menggoda Millie, membelikan Millie ice cream, mengantar serta menjemputnya sekolah, bahkan foto Rafael memeluk Millie meskipun gadis itu berontak
"Lo gak tau apa apa, ini salah satu taktik gue buat mengecoh dia, dia gak akan sadar kalo orang yang mengincar nyawanya adalah orang yang paling deket sama dia"
"Gue berusaha deketin dia biar lebih mudah singkirin dia" lanjut Rafael
"Gue rasa ini cara yang salah, pada akhirnya malah lo yang akan di hancurkan perasaan lo sendiri"
"Apa maksud lo? " Rafael berdiri dari duduknya
"Gue yakin lambat laun lo akan beneran punya perasaan sama dia, dan bukannya balas dendam tapi malah lo yang akan lindungin dia"
"Gue gak akan jatuh cinta sama dia sampai kapanpun, lo bisa pegang janji gue"
"Jangan salahin gue kalo suatu saat lo jatuh cinta sama dia, gue yang akan turun tangan sendiri buat singkirin dia.. gue gak peduli walaupun gue harus mati pada akhirnya" wanita itu pergi meninggalkan Rafael
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Minta" Millie baru saja datang dan langsung mengambil makanan di tangan Jason
"Minta" Millie juga mengambil minuman Abra
"Kalian tau gak? " ucap Abra tiba-tiba
"Apaan? " Mereka berkumpul mendekati Abra
"Gue tadi liat si Anggia sama Aldi, kayaknya si Anggia suka sama si Aldi tapi malah di cuekin"
"Pantesan Anggia ngejauhin gue, ternyata gara-gara Aldi" batin Millie
"Gue ke kelas duluan ya" Millie berdiri merapihkan baju seragamnya
"Ehh.. Millie nanti mau ikut pergi gak? " teriak Jason ketika Millie mulai berjalan menjauh
__ADS_1
"Liat nanti aja" Millie balas teriak
Millie menuju kelas untuk menemui Anggia karena dia benar-benar merasa tidak nyaman Anggia mendiamkannya, Ketika Millie menghampirinya Anggia berdiri hendak pergi
"Tunggu" Millie menahan tangan Anggia
"Lepasin tangan gue" Anggia menarik tangannya
"Diem atau gue patahin tangan lo" Anggia langsung duduk karena takut pada Millie
"Lo kenapa jauhin gue? karena Aldi? " Anggia hanya diam saja
"Hah.. dengerin gue, Gue gak suka sama Aldi sama sekali dan asal lo tau dia yang ganggu gue, kalo lo mau lo tinggal cegah dia biar gak ganggu gue, mungkin gue akan berterimakasih kalo lo lakuin itu" Millie menghela nafas sebelum bicara
"Bukannya lo yang selalu cari perhatian? "
"Gue? cari perhatian? sikap gue yang mana yang lo bilang gue cari perhatian? Jangan tutup mata lo karena lo cemburu dan nyalahin gue"
"Gue bukan takut di jauhin sama lo, cuma karena kita sodara gue jadi gak enak aja, gue gak masalah kalo kehilangan satu orang yang punya prasangka buruk sama gue" Ucap Millie lalu pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Hai.. gue Ellia, mau ikut makan siang gak? " Ellia mengulurkan tangannya ketika menghampiri Arumi yang sedang duduk sendiri di kelas
"Gak"
"Hmm.. " hanya jawaban singkat yang keluar dari mulut Arumi
"Ayo sayang" Dirga menarik tangan Ellia keluar
"Gak usah terlalu baik sama orang lain, kamu liat aja tadi ekspresinya.. dia gak punya temen karena sikapnya sendiri" ucap Dirga
"Berbuat baik itu sama siapa aja, gak perlu minta balasan dari orangnya langsung karena nanti akan ada orang lain yang membalas kebaikan kita" Jawab Ellia
"Ohh.. ya? siapa yang bilang? " Dirga menarik pinggang Ellia
"Mama aku, Jangan gini malu di liat orang" Ellia sedikit mendorong tubuh Dirga
"Hei.. tungguin dong" Dirga berlari kecil mengejar Ellia yang kabur karena Dirga terus memeluk pinggangnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Millie sedang makan siang di kantin bersama teman-teman, Millie merasa tidak nyaman saat Aldi dan Rafael ikut bergabung dan berlomba menunjukkan perhatian
"Makan yang bener dong" Rafael mengusap sudut bibir Millie dengan ibu jarinya membuat semua orang tercengang
__ADS_1
"Gak bagus seorang guru menunjukan perhatian lebih sama muridnya" Celetuk Aldi
"Emangnya kenapa? kamu cemburu sama saya? "
"Kalian bisa pindah gak sih? " Millie benar-benar kesal dengan keduanya yang selalu berlomba-lomba menunjukkan perhatian meskipun di hadapan orang lain
"Jangan marah dong Millie, saya gak ribut lagi deh" Ucap Rafael
"Kenapa mereka suka sama Millie sih"
"Pak Rafael mode nurut gemes banget"
"Jadi pengen ngarungin pak Rafael"
"Gue gak suka yang lebih tua, Aldi lebih manis" murid lain mulai berisik menatap ke arah meja Millie
"Uhuk.. uhuk..." Millie tersedak tapi dia lupa tidak memesan minum
Aldi dan Rafael bersamaan mengulurkan gelas namun Millie lebih memilih mengambil gelas milik Dita, keduanya kembali menarik gelas tersebut
"Millie.. itu kan punya Dita" protes Dita karena air minumnya di teguk sampai habis
"Lo pesen lahir gue bayar" ucap Millie, Dita tidak bisa protes lagi di kembali memesan minumannya
.
.
Saat pulang sekolah Millie menunggu Ello menjemput di depan gerbang, melihat Aldi dan Rafael berjalan ke arahnya dengan cepat Millie berlari naik bus yang kebetulan berhenti di hadapannya
"Hampir aja gue darah tinggi lagi" Millie mengelus dadanya setelah bus pergi meninggalkan halaman sekolah
Millie menyandarkan kepalanya di jendela mobil dan seseorang duduk di sampingnya ketika mobil berhenti sejenak ketika ada penumpang lain hendak naik
"Kamu sengaja kabur ya? " mendengar suara bariton itu Millie terlonjak
"Kamu kenapa bisa naik? " Millie terheran heran karena jelas jelas tadi Rafael dan Aldi tertinggal
"Aku ngejar bus nya pake ojek" Millie sampai cengo mendengar perkataan Rafael
"Ojek? terus mobil kamu mana? "
"Aku tinggal di sekolah, aku mau pulang sama kamu tapi kamunya kabur" Ucap Rafael seraya menyandarkan tubuhnya di bahu Millie
"Berat geser sana" Millie mendorong kepala Rafael
__ADS_1
Millie menghalangi keningnya dengan satu tangan saat cahaya matahari begitu terik menyinarinya, Tangan Dirga terulur di hadapan Millie menutupi jendela tersebut dengan buku yang ada di tangannya
Millie menoleh ke arah Rafael wajah mereka begitu dekat, Tanpa mereka sadari mereka saling menatap seperti itu sampai bus berhenti di halte berikutnya