
Millie Sudah kembali masuk sekolah..
Millie baru saja tiba di kelasnya dan melihat Dita sedang melamun din kursinya, Millie mengendap-endap dan mengejutkan Dita
"Doorrr.. " Dita sampai terlonjak dari duduknya
"Iihh.. Millie kaget tau"
"Haha.. sorry.. sorry" Millie tertawa lalu duduk di meja Dita
Dita kembali melamun menyangga dagunya dengan tangan, Millie menatap heran pada Dita yang biasanya lebih banyak diam
"Lo kenapa sih? ada masalah? " Tanya Millie
"Sini... Dita mau tanya" Millie mencondongkan tubuhnya ke arah Dita yang bicara dengan berbisik
"Kalo di cium bikin hamil gak? " Sontak saja Millie menahan tawanya
"Huffttt"
"Millie jangan ketawa ini serius" rengek Dita yang kelihatannya sedang panik
"Lo di cium siapa? " Dita langsung menutup mulut Millie dengan tangannya
"Jangan keras keras"
"Dengerin gue, siapa yang cium lo harus tanggung jawab nanti lo hamil bisa bahaya" Millie mengerjai Dita yang polosnya minta ampun
"Tuh kan.... Niko bilang gak apa apa, dia bohong"
"Jadi Niko? hahahaa... " Millie tertawa terbahak-bahak saat Dita keceplosan
"Mil.. kantin yok" Jason berdiri di dekat pintu masuk
"Tuh Niko datang, buruan minta tanggung jawab sebelum dia kabur" ucap Millie lalu berjalan ke arah Jason
"Hai uncle" Sapa Millie sambil cengengesan
"Hai" jawab Niko
Niko belum sempat duduk Dita sudah menarik tangannya dan membawanya ke belakang sekolah, Niko terheran-heran kenapa Dita menangis dan membawanya ke tempat sepi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sekarang gak asin kan? " Ucap Irene saat mereka sedang makan
"Enggak.. ini enak" ucap Ello
Tiba tiba Ello melihat beberapa helai rambut di piringnya namun dia tidak mengatakan apapun, Ello hanya diam diam mengambil rambut itu dan kembali makan
"Ini kok ada rambutnya? " ucap Arumi menarik rambut itu dalam piringnya
"Masa sih? iya kok bisa padahal gue iket rambut gue kok" ucap Irene juga menemukan rambut itu dari piringnya
"Punya lo gak ada rambutnya? " tanya Irene pada Ello
"Gak ada, buang aja lah makanannya masih bisa di makan kok" jawab Ello
"Tapi itu gak higienis Ello" ucap Arumi
__ADS_1
"Kalo lo gak mau gak usah makan''
" Tapi bener Ello ini gak higienis " Irene dengan wajah sedihnya menarik piring Ello
"Asal itu dari lo gak apa apa, Gue gak jijik sama sekali" Mendengar Ello mengatakan itu Arumi tidak bisa menahan kekesalannya
Arumi pergi ke kamarnya dan memukuli kepalanya sendiri sambil menggigit handuk agar tidak menimbulkan suara
"Ello sorry.. tiap gue masak gak pernah bener" lirih Irene
"Gak apa apa.. besok biar gue yang masak"
"Lo bisa masak? " tanya Irene
"Bisa dikit dikit, makan lagi kita harus berangkat" Ello menyuapi Irene dengan sendok yang di pakainya
"Ello itu sendok lo" ucap Irene
"Kenapa? jijik ya? " Tanya ello, Irene menggeleng sambil menutup mulutnya yang sedang mengunyah
"Kita baru aja ciuman secara gak langsung" bisik Ello membuat Irene tersedak
"Uhuk.. uhuk.. " Ello tertawa sambil memberikan segelas air
"Itu juga bekas gue" Ucap Ello membuat Ello kesulitan menelan air tersebut
Wajah Irene memerah dia berdiri tiba-tiba dan lututnya membentur kaki meja, Membereskan piring malah sendoknya berjatuhan saking salah tingkahnya dia karena Ello
"Lo lucu kalo lagi salting" ucap Ello sambil terkekeh
"Siapa yang salting, gue biasa aja" Ketus Irene lalu pergi membawa piring kotor ke dapur
Irene mematung tidak melanjutkan acara cuci tangannya hingga dia tersadar saat Ello mengambil tangannya dan mencuci busa sabun di tangan Irene hingga bersih
"Kenapa tegang gitu? lo takut? " Ucap Ello seraya menopang dagunya di bahu Irene
"Gue udah lemes ini, jantung gue kayak abis maraton" batin Irene
"Udah siang, ayo pergi" Ello menarik tangan Irene yang hanya diam saja
"Arumi.. kita berangkat" Arumi keluar dengan wajah sembab
"Lo nangis? " tanya Irene
"Gue cuma inget sama nyokap bokap gue" Jawab Arumi
"Besok orang tua gue balik, lo masih mau di sini atau pulang? ''
" Kalo gue tetep disini orang tua lo marah gak? gue kesepian di rumah sendiri" lirih Arumi
"Kayaknya orang tua gue oke oke aja, ayo berangkat"
"Sampe kapan dia mau tinggal sama kita? " bisik Ello
"Sampe dia tenang dulu, depresi bukan penyakit main main loh.. berbuat baik sama orang besar pahalanya" ucap Irene
"Jadi istri lebih besar pahalanya kalo mau nurut sama suami, apa lagi kalo melakukan kewajibannya" mendengar ucapan Ello raut wajah Irene menjadi berubah
"Kenapa mukanya jadi berubah gitu? lo pasti mikir yang aneh aneh" ucap Ello
__ADS_1
"Kewajiban istri itu banyak pikirannya kesitu mulu"lanjut Ello di barengi tawa membuat Irene malu plus kesal
Arumi yang jalan lebih dulu menoleh kebelakang dimana Ello merangkul bahu Irene sambil tertawa, tidak pernah Ello tertawa seperti itu selama mereka mengenal Ello
Melihat Arumi menatapnya tawa di wajah Ello berubah kembali menjadi wajah datar, Ello membukakan pintu untuk Irene
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Millie terus menggoda Dita dan Niko sampai-sampai membuat keduanya malu
" Millie juga gitu sama pak Rafael, iya kan? " ucap Dita
"Ahhahaha udah SMA masih aja odob, kita kan udah belajar alat reproduksi lo emang polos apa once sih? " Millie tidak berhenti tertawa
"Millie... udah jangan ngetawain terus" rengek Gita
"Iya enggak.. gue juga capek, sakit perut gue" Millie mengambil handphonenya dan membuka akun media sosialnya
Tara anugrah : gue mau ketemu pulang sekolah
"Siapa nih? " diantara semua pesan Millie tertarik membuka pesan tersebut dan melihat profilnya
"Anggota werewolf" gumam Millie
Millie Alexandra : enggak
Tara anugrah : penting, flashdisk itu kayaknya ada hubungannya sama lo
Millie Alexandra : gue gak percaya sama lo
Tara anugrah : flashdisk itu ada di gue, lo bisa ajak bang Rafael juga
Tara mengirimkan foto flashdisk tersebut
Millie Alexandra : lo bohong kan? gue gak akan percaya
Tara anugrah : gue berani sumpah, terserah lo mau ketemu dimana pun gue pastiin gue datang sendiri
Millie Alexandra : buat gue percaya
Tara anugrah : gue liat foto lo di laptop Sony, gue punya kecurigaan sama dia.. apa lo pernah deket sama dia?
Millie Alexandra : dia pernah nembak gue sebelum dia pacaran sama kakak gue tapi gue tolak
Tara anugrah : Itu dia, pasword Flashdisk itu ada hubungannya sama lo.. lo tentuin aja tempatnya ajak bang Rafael sekalian
Millie Alexandra : cafe om gue jalan xxxx blok x
Millie memberikan alamat cafe Dito cs yang masih berdiri sampai saat ini
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Millie masih memakai seragam sekolah berjalan di pinggir jalan sambil bermain handphone, di depan sebuah cafe seseorang memanggilnya dan tiba-tiba sebuah mobil melaju cepat menabrak tubuh Millie hingga terpental
"Millie awas" Rafael berteriak saat melihat Millie di tabrak sebuah mobil
Rafael berlari menghampiri Millie yang tergeletak berlumuran darah, Rafael memangku tubuhnya sambil mengguncang tubuh Millie
Mata Millie sedikit terbuka sambil tersenyum tangannya terulur menyentuh wajah Rafael lalu tangannya terjatuh bersamaan dengan matanya yang tertutup
__ADS_1
"Millie... Millie bangun.. Millie" teriak Rafael sejadi-jadinya