
"Berhenti... kak berhenti" Millie seperti melihat sesuatu di jembatan yang sudah terlewati
"Kamu mau kemana? " tanya Rafael namun Millie sudah lari kebelakang
"Hei... turun.. ngapain lo naek ke sana? " teriak Millie saat melihat seorang gadis naik ke pembatas jembatan
Gadis tersebut menoleh dan semakin menaikkan kakinya ke atas pembatas, Rafael berlari menghampiri Millie dan melarangnya mendekat karena bisa saja gadis itu lompat tiba-tiba
"Turun dari situ, semua masalah pasti ada jalan keluarnya jangan bertindak bodoh" ucap Rafael
"Mundur kalian.. kalian gak akan tau apa yang gue rasain, kalian gak akan ngerti" Gadis itu menangis berpegangan pada tiang di sampingnya
"Kalo niat bunuh diri kenapa pegangan? lo ragu kan? lompat dong" Ucap Millie, Rafael langsung membekap mulut Millie karena bisa saja gadis itu semakin terprovokasi dan melompat
"Lepasin... " Millie melepaskan tangan Rafael dari mulutnya
"Lompat sekarang, ayo dong.. Tapi mungkin kalo lo gak mati paling lumpuh seumur hidup"
"Lo akan membuat nyokap lo kepikiran menderita dan sakit hati melihat anaknya terkapar lemah tak berdaya, lo udah jadi beban buat dia setidaknya jangan melakukan hal bodoh untuk menambah bebannya lagi, kalo lo kenapa napa nyokap lo gak bisa kerja karena harus jagain lo dan dari mana nanti nyokap lo dapet duit buat bertahan hidup?" lanjut Millie
Gadis itu berhenti bergerak dia mematung kaki serta tangannya gemetar, Millie menyuruh Rafael menurunkan gadis itu
"Jangan lakuin hal gila lagi, gue akan bantu lo asal lo bisa bekerja sama" ucap Millie
"Sekarang gue anter lo pulang dan besok pulang sekolah gue ke rumah lo" Millie membawa gadis itu ke dalam mobil
Millie menatap Millie dengan bangga meskipun mulut Millie pedas namun dia peduli pada orang lain, Millie tidak mengajukan pertanyaan apapun untuk menenangkan gadis tersebut
"Lo jangan macem-macem lagi, hidup lo berharga buat nyokap lo, jangan buat dia sedih" ucap Millie ketika mengantarkan gadis itu ke rumahnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Millie kemaren pulang sama siapa? gue udah takut banget lo kenapa napa bisa di bejek-bejek bokap lo nanti"
"Kemaren ketemu temen lama jadi sekalian temu kangen gitu, thanks ya buat kemarin" ucap Millie
"Oke.. kapan kapan kalo ada film bagus gue aja lagi" Millie hanya menangguk
Millie sedang berjalan berdua bersama Aldi tiba-tiba saja dari belakang Anggia menabrak bahu Millie membuatnya tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya, beruntung Aldi menahan tubuh Millie hingga dia tidak jadi jatuh ke depan
"Lo gak apa apa? " tanya Aldi
__ADS_1
"Gak apa apa.. thanks" Millie kembali berdiri
"Dia kenapa sih? bukannya dia sodara lo tapi kenapa kayaknya dia gak suka sama lo? "
"Dia suka sama lo makanya dia sering cemburu sama gue karena lo selalu deketin gue, padahal kita cuma temen dianya aja yang berlebihan" jawab Millie
"Cuma temen... ya" batin Aldi, dia berharap bisa dekat dengan Millie lebih dari sekedar teman
Aldi dan Millie jalan berdampingan menuju kelas tanpa dia tahu sebenarnya Rafael sudah berada di dalam kelas, Tatapan Rafael tajam pada Millie namun Millie hanya melihatnya sekilas lalu duduk
"Millie tolong hapus papan tulisnya saya masih kurang sehat" ucap Rafael
"Biar saya aja pak" siswi lain berdiri
"Ya.. lo aja yang hapus tangan gue lagi sakit" ucap Millie
Setelah pelajaran selesai Rafael mengumpulkan buku para murid untuk dia lihat semua yang telah mereka kerjakan, Lagi lagi Rafael memerintah Millie untuk membawa semua buku bukunya
"Millie.. bawa semua bukunya dan jangan menyuruh orang lain membawanya" ucap Rafael lalu pergi
"Pengen gue potek aja kepalanya" ucap Millie sambil memeragakan tangannya memelintir sesuatu
Millie membuka pintu ruangan Rafael dengan buku buku di tangannya, tiba tiba saat menutup pintu Rafael sudah ada di belakang memeluk Millie
"Kamu selalu deket sama temen temen cowok kamu" Millie bersandar di pintu sementara Rafael mengukungnya
"Emang kenapa? aku juga gak masalah kalo kamu... " belum selesai Millie bicara Rafael sudah menarik kedua rahang Millie dan menciumnya
"Maka dari sekarang kamu harus mempermasalahkan itu, Aku gak tahan liat kamu deket sama cowok lain"
"Kalo aku gak mau gimana? "
"Aku gak akan lepasin kamu sampe kamu setuju" Rafael mengambil buku-buku dari tangan Millie dan memeluknya erat, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Millie
"Jangan gini nanti ada yang liat , Aku harus ke kelas ada pelajaran lagi setelah ini"
"Setuju dulu baru aku lepasin" ucap Rafael
"Oke aku setuju, cepet lepasin" Rafael melepaskan Millie lalu mengecup bibirnya
"Tapi boong" ucap Millie seraya menutup pintu
__ADS_1
"Dasar nakal" gumam Rafael seraya terkekeh, senyuman itu memudar seketika ketika mengingat sesuatu
"Kenapa gue jadi cemburu liat dia sama temen-temen cowoknya? padahal bukan ini yang gue mau, gue pacaran sama dia cuma buat balas dendam" Gumam Rafael
Kini Rafael malah jadi mulai posesif pada Millie namun Millie tampak biasa saja saat melihat Rafael bersama wanita lain, Rafael tidak tahu saja dada Millie juga sesak melihat dia bersama wanita lain hanya dia bisa menyembunyikan itu
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Thanks.. " ucap Ello ketika seseorang mengambilkan nya kado kado yang terjatuh
"Biar gue bantu"
"Gak perlu" Ello pergi begitu saja, gadis itu mengikuti Ello dari belakang
Dia melihat Ello memberikan kado tersebut pada pemulung serta pengemis dan tukang sapu jalanan, Setelah selesai memberikan kado tersebut gadis itu kembali menghampiri Ello
"Kalo lo gak suka kadonya kenapa lo Terima? "
"Banyak orang yang membutuhkan, gue kasih aja biar orang yang ngasih itu ke gue jadi bersedekah buat orang lain" jawab Ello
"Kenapa gak lo kasih lagi sama orangnya? apa lo gak mikir mungkin mereka juga bersusah payah buat beli itu"
"Dan biarkan cara gue memberi mereka pelajaran, jangan bersusah payah memberi apapun pada orang yang salah" jawab Ello lalu pergi masuk ke dalam mobilnya
"Cih... sok ke gantengan banget" gumam Arumi tersenyum smirk
"Kemarin katanya Rafael maen ke rumah ya? " tanya Dirga
"Iya..dia nunggu lama lama tapi dia di tinggal nonton sama Millie, Millie emang bener bener" jawab Ellia
"Aku mau ikut ke rumah kamu"
"Mau ngapain? " tanya Ellia
"Emang kenapa? gak boleh? Michelle kemarin telepon katanya Rafael lebih jago dari pada aku, aku mau buktiin aku gak kalah sama dia"
"Ya ampun.. kayak anak kecil deh" ucap Ellia
"Biarin.. aku gak mau kalah sebagai kakak ipar" Ellia hanya terkekeh karena Dirga cemburu saat Michelle dekat dengan Rafael
"Ya udah ayo.. tapi nanti jangan nangis kalo kalah lagi sama Michelle" ucap Ellia sambil terkekeh
__ADS_1
"Kamu ngeledekin mulu" Dirga mencubit perut Ellia, Ellia hanya tertawa karena memang benar Dirga selalu di kalahkan oleh Michelle namun Rafael berhasil mengalahkan Michelle maka dari itu Michelle membanggakan nya pada Dirga