
Angel yang baru terbangun pukul dua siang tak mendapati siapapun dirumah kecuali pelayan yang tangah sibuk mempersiapkan acara untuk nanti malam. Dengan masih mengenakan piyama tidur, Angel yang sengaja tak di bangunkan oleh Mamanya itu langsung menuju ke dapur dan mengambil air minum di sana.
Tidur lelap yang amat nyenyak tanpa Ia sadari sudah membuatnya terbangun amat siang untuk pertama kalinya. Ponsel yang ada di saku piyama Ia raih dan langsung menekan nomor suaminya karena ketika terbangun Ia mencium adanya parfum melekat kuat di atas bantal dan sangat di kenal jika itu milik ayah dari anaknya.
Namun suami yang tengah memimpin meeting penting sengaja mematikan ponsel yang membuatnya jengkel seketika. Dengan kesal, Angel kembali ke kamar untuk membersihkan diri sebelum membantu asisten rumah tangga mamanya untuk menyambut kedatangan Daddy mertuanya malam ini.
Sementara di rumah Adiyaksa, Ia mencoba membujuk putrinya agar mau ikut datang acara makan malam bersama Kakak iparnya agar tak terus teringat Pieter di rumah. Lelaki yang tak mungkin mencintai dirinya meski Ia sudah begitu keras mencintai lelaki tersebut bertahun tahun.
****
Pukul 18.30, Brandon besama Daddy dan Adiknya sudah tiba di rumah Olivia dan melihat Pieter tengah duduk di teras membantu Viena melanjutkan untuk membetulkan radio milik Olivia yang membuat Alexa menghentikan langkan dan ingin kembali namun ditahan oleh sang Kakak agar Adiknya tak terlihat seperti seorang pecundang.
Viena dan Pieter menyambut ketiga orang yang berjalan begitu santai ke arah teras dan menjabat tangan mereka bergantian.
" Apa Kau sakit? " tanya Pieter pertama kalinya lada Alexa melihat wajah murung gadis yang menggandeng lengan Adiyaksa.
Alexa hanya menjawab dengan gelengan kepala tanpa menatap ke arah lelaki yang amat Ia ingin dapatkan cintanya. Pieter mengajak ketiganya untuk masuk dan meminta Viena memanggip Olivia.
Di ruang tamu gaya klasik tersebut, Adiyaksa duduk bersama Alexa yang tak ingin melepaskan tangan serta wajah terus tertunduk di samping Daddy nya hingga membuat Kakaknya amat geram dengan sikap yang ditunjukkan Alexa di depan Pieter.
Wanita cantik dalam balutan rok terusan sepanjamg lutut berwarna hijau tua tersebut menghampiri empat orang di ruang tamu yang langsung berdiri dan menjabat tangan wanita dengan balutan atasan berlengan panjang tersebut.
" Dimana Angel? kenapa Dia tidak kemari? " tanya Brandon dengan mata mencari cari namun tak mendapati istrinya.
__ADS_1
" Angel sedang di kamar, silahkan Anda menyusul kesana " sahut Olivia masih dengan nada sopan dan segan terhadap menantunya.
" Permisi sebentar " pamit lelaki yang berdiri langsung merapikan jas nya tersebut dan pergi meninggalkan semua orang untuk menemui istrinya.
Pieter memulai obrolan agar Mamanya terlihat santai dengan menceritakan tentang Adiyaksa seraya membanggakan pria berkaca mata yang terus mengembangkan senyum pada besan yang baru pertama Ia temui dan terlihat begitu cantik dan anggun tak jauh beda dari menantunya yang cantik. Tutur kata lembut Olivia yang sama seperti putrinya membuat Adiyaksa mengagumi Ibu dan anak tersebut hingga tak henti memuji menantunya sendiri dan membuat Olivia amat malu juga segan.
Brandon yang sudah duduk di ranjang Angel dengan membuka buka beberapa album lama milik istrinya yang ada di atas meja kamar sembari menunggu istrinya yang masih asik di kamar mandi. Seketika senyumnya mengembang melihat gadis kecilnya berbalut handuk yang hanya melilit di dada sampai lutut menunjukkan putih tubuh dengan sedikut air masih terlihat membasahi pundak istri yang menggulung semua rambutnya ke atas.
" Apa Kamu sengaja? " seru lelaki yang masih mengembangkan senyum dengan tatapan tak henti pada istrinya yang terkejut hendak kembali lagi ke kamar mandi begitu melihat suaminya.
" Apa Kamu pikur Aku hantu?!" tegas Brandon menahan tangan istrinya kuat usai Ia berlari menghampiri gadis kecil yang memutar tubuhnya ke arah kamar mandi tanpa mengatakan apapun hanya menunjukkan mata membulat terkejutnya.
" Kenapa Kamu kemari? " tanya polos Angel tak tahu jika suaminya akan datang bersama mertuanya.
" Apa dibalik ini tidak ada apa apa lagi? " tambah Brandon mengusap handuk belakang istrinya.
Dengan cepat Angel melepas pelukan suami yang kini sudah tersenyum genit dengan tatapan mesumnya. Segala pikiran yang ada di kepala calon Ayah tersebut sudah bisa terbaca oleh gadis yang berjalan cepat ke arah tempat tidur mengambil pakaian yang sudah Ia siapkan lebih dulu di atas sana.
Perut yang kini sudah melingkar tangan di atasnya membuat Angel membuang napasnya kasar sembari membuka pelukan suaminya dari belakang.
" Jangan macam macam, Aku mau ganti baju "ucap Angel merasakan sentuhan bibir suami di pundaknya.
" Memangnya Kamu pikir Aku mau apa?! " tegas Brandon menghentikan kelakuannya dan memutar tubuh istri yang sudah di hiasi tatapan jengah tersebut.
__ADS_1
" Apa lagi? punyamu sudah seperti itu " gumam lirih Angel merasakan sesuatu di balik tubuhnya ketika suaminya memeluk dari belakang tanpa adanya jarak.
Keinginan yang sudah muncul dari lelaki yang kini menggigit bibir bawahnya tersebut tak bisa di elaknya lagi. Dengan lembut Ia menarik pinggang istrinya mendekat dan menikmati bibir yang sudah dari kemarin tak Ia sentuh sedikitpun.
" Angel, sebentar saja " pinta lelaki yang kini sudah berada di atas istrinya berusaha membuka handuk yang terselip di samping tubuh dengan aroma sabun menyegarkan.
" Jangan menekan perutku, sakit " ucap Angel mengingatkan suami yang tak henti memulai aksinya agar tak lupa jika kini sudah ada anak mereka di dalam perutnya.
Tangan tangan kokohnya tak henti menari di atas tubuh yang masih terbalut handuk tanpa sedikutpun melepaskan bibir mereka. Ketika tangan tersebut mulai menarik sisipan ujung handuk di samping tubuh istrinya tiba tiba pintu kamar terbuka beriringan teriakan memekik telinga keduanya yang langsung menghentika semua aktifitas mereka.
" Kakak! " teriak Alexa kuat melihat adanya Brandon di atas tubuh kakak iparnya dengan bibir saling menyatu.
Alexa yang terkejut langsung menutup kembali pintu kamar, hingga membuat Adiyaksa bersama Olivia juga Pieter menghampiri gadis yang menutup matanya di balik pintu sudah tertutup.
" Ada apa? " tanya Adiyaksa khawatir.
" Tidak ada apa-apa" sahut Alexa gugup dan merasa bodoh karena tak mengetuk pintu kamar kakak iparnya lebih dulu.
Brandon dengan napas kasar nya duduk di samping istrinya yang sudah berliput wajah memerah karena malu, namun suaminya terus terdengar menggerutu kesal pada Adiknya.
" Kenapa tidak mengunci pintu?!" tegas Angel menepuk lengan suaminya keras.
" Mana ada kunci?! Kamu juga menggodaku dari tadi! " tegas Brandon jengah sembari mengusap lengannya yang terasa panas akibat pukulan Angel.
__ADS_1
" Dasar mesum! " jengah Angel berdiri dan meraih pakaian langsung berjalan ke kamar mandi meninggalkan suaminya yang masih menggerutu kesal dan suara ribut di depan kamarnya.