
Pieter memegang kening sahabatnya yang masih duduk dengan menikmati makan tanpa merasa aneh sedikitpun. Lelaki yang melirik tajam ke arah Pieter pun langsung menghempas kan tangan sahabatnya.
" Apa Kau butuh Dokter sekarang? " tanya Pieter dengan tatapan aneh ke arah lelaki yang terlihat jengah tersebut.
" Kenapa? " sahut Brandon jengah.
" Aku rasa Kau sedikit kurang sehat hari ini, bicaramu ngelantur " ucap Pieter sedikit tertawa bersama Angel.
" Kau yang butuh Dokter! apa Kau tak pernah dengar orang orang memanggil pasangannya dengan mesra? tidak ada yang aneh untuk gal itu, benar kan Angel? " jawab Brandon mengarahkan pandangannya pada Angel yang masih heran akan ucapan suaminya.
" Aneh " sahut Angel dengan polos mengembangkan tawa kecil Pieter yang membuat Brandon merasa jengah.
" Jangan tertawa! " protes lelaki yang menatap tajam sahabat yang mencoba mengatupkan bibir menahan tawanya.
__ADS_1
" Apa Kamu tidak pernah punya pacar sebelumnya? bukankah anak anak seusia Kamu lebih pintar memanggil sayang saat pacaran? " jengah Brandon menatap tajam ke arah Angel yang masih terlihat begitu heran dengan wajah polosnya.
" Gimana Aku mau pacaran, Kamu menikahi ku lebih dulu sebelum Aku bisa merasakan pacaran " sahut Angel polos mengembangkan senyum suaminya yang tadi jengah.
" Harusnya Kau tak menikahi Angel lebih dulu, biarkan Dia merasakan masa remaja dengan pacaran dulu dengan anak seusianya bukan om om sepertimu" ucap Pieter diiringi tawa kecilnya.
" Coba saja kalau tidak ku bunuh mereka berdua sebelum pacaran " sahut lelaki yang semakin menunjukkan wajah jengah nya.
" Om om apanya, kalau cuma jadi pacar juga Aku bisa " gerutu Brandon jengah sambil melanjutkan makannya.
Usai makan, Brandon meraih ponselnya dan mencari tahu di internet tentang cara pacaran karena ingin merasakan juga bagaimana pacaran yang tak pernah Ia rasakan selama ini. Baginya Angel adalah gadis pertama yang bisa memikat hatinya tanpa pernah merasakan cinta sebelum Ia bertemu dengan gadis yang langsung Ia nikahi tersebut. Dengan begitu serius membaca setiap artikel yang memuat kiat kiat menjadi seorang pacar, Ia memiringkan tubuh bersandar pada sandaran tangan sofa agar Pieter yang masih duduk di sampingnya tak bisa melihat apa yang tengah Ia buka dalam ponsel pribadinya.
" Angel, semalam mama telfon, lebih baik Kamu telfon mama balik Dia terdengar sangat khawatir semalam " ucap Pieter berjalan menghampiri Angel dengan Brandon yang melirik sembari mengubah posisinya semakin membuat Pieter aneh dengan tingkah sahabatnya.
__ADS_1
" Apa Kakak bilang Aku sakit? " tanya Angel lirih begitu kakaknya duduk di samping ranjangnya.
" Tidak, Kamu tenang saja. Kakak cuma bilang semalam Kamu sudah tidur sama suami Kamu " sahut lelaki yang tersenyum membelai ujung kepala Angel yang masih duduk bersandar pada bantal.
" Ini " tambah Pieter yang sudah menghubungkan panggilan pada nomor Olivia agar Adiknya bisa berbicara dengan wanita yang begitu ingin bertemu dengan putri kesayangannya.
Gadis yang terus mengembangkan senyum serta berbohong atas kondisinya terus berbicara pada Olivia dengan di dampingi oleh Pieter. Lelaki yang masih duduk di ranjang Adiknya tersebut menangkap rasa rindu yang teramat dalam dari sorot mata juga setiap kata yang di ucapkan Angel pada Ibunya. Kehamilan yang sudah membentuk perutnya karena bayi kembar yang Ia kandung membuat Angel tak berani untuk menemui Olivia karena takut membuat Ibu kandungnya kecewa dengan kelakuan yang membuatnya begitu hina karena harus harus hamil di luar nikah meski semua itu adalah perbuatan Carlos dan demi membayar biaya operasi Olivia. Namun Angel tak kuasa jika harus mengatakan yang sejujurnya jika kehamilannya bukan sengaja Ia lakukan dengan dasar cinta ataupun pergaulan bebas, Angel tak ingin Ibunya merasa bersalah atas apa yang menimpa dirinya hingga harus mengemis dan di jebak demi keselamatan sang Ibu.
Lelaki yang menyandarkan kepala di sandaran sofa sembari terus menatap ponsel juga sesekali melihat ke arah Pieter dan Angel mengembangkan senyum begitu Ia mempelajari tentang cara cara berpacaran yang akan Ia lakukan pada istrinya.
****
Beberapa hari setelah di rawat di rumah sakit, Brandon juga Pieter membawa kembali Angel untuk pulang ke rumah usai memastikan kondisi Angel juga janinnya sehat. Adiyaksa juga Sasmita yang sudah lebih dulu kembali ketika Angel masih di rumah sakit langsung menemui putri mereka yang ada di Amerika atas keinginan Sasmita yang hendak meminta anak keduanya membujuk brandon dan mengembalikan semua yang seharusnya menjadi miliknya karena tak siap jika harus hidup tanpa adanya uang juga kemewahan serta kuasa yang selama ini Ia miliki.
__ADS_1
Pieter yang begitu kembali dari Bali langsung menemui Olivia dan menginap di rumahnya atas keinginan Olivia yang di setujui oleh Pieter karena ingin merasakan kembali rasanya memiliki seorang Ibu yang begitu perhatian dan siap memasak untuk dirinya dengan penuh cinta serta kasih sayang.
Begitu sampai rumah, Brandon memerintahkan Santos agar memasang lift di rumah demi memudahkan Angel agar tak perlu naik turun tangga namun dilarang oleh istrinya karena di anggap terlalu berlebihan jika hanya untuk digunakan sebagai aksesnya naik turun lantai rumah yang hanya 3 lantai saja. Tapi karena kerasnya Brandon yang tetap tak mau istrinya lelah, Ia tetap memasang lift untuk istrinya di dalam rumah.