Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
Bab 243


__ADS_3


Tolong bantuannya mba, bisa di klik seperti contoh sampai ada tulisan sukses. Terimakasih banyak mbak.


Beberapa hari tinggal dirumah dulu ditempati, Brandon dan Angel tak menyangka jika dua orang tak pernah diharapkan muncul akhirnya menunjukkan batang hidung di depan mereka berdua.


Sedang asik menggendong dua putra mereka sepulang kerja, Brandon belum mengganti setelan jas hitam dikenakan dan duduk di teras rumah bersama sang istri tadi membawakan minuman.


"Kalian?!" membulat hebat mata kedua orang baru turun dari mobil.


Brandon menatap santai, sedangkan Angel terperanjat dari duduknya dan menghampiri seraya memberikan senyum tercantik dimiliki. Lelaki hanya menatap kilas tersebut kembali menundukkan wajah melepas rindu dengan menatap dua putranya.


"Mommy, Oma." Angel menyapa sopan, seperti dulu ia tak dihiraukan sama sekali.


"Anak siapa itu?!" tegas Gaida.


"Kalian tidak melihat wajahnya mirip denganku juga Angel?" santai Brandon.


"Tidak tahu diri!" tegas Gaida dan Sasmita bersamaan, hendak meraih tubuh dua bayi mungil dalam dekapan Daddy nya.


"Jangan pernah menyentuh anak anakku!" tegas Angel menahan tangan Gaida kuat, dilepaskan kasar oleh wanita tua tersebut.


"Wanita murahan! kau dan anakmu tidak pantas disini!" kasar Gaida, mengarahkan tangan hendak menampar tapi ditahan kembali oleh Angel.


"Saya bukan lagi Angel yang dulu! saat Anda bersikap kasar, maka saya bisa lebih dari itu! dan jangan pernah melampiaskan kemarahan Anda pada anak anak saya!" geram Angel mengatakan mantap setiap katanya, semakin membuat Gaida ingin marah.


Dari dalam terlihat Adiyaksa keluar mendengar keributan, tak ada Pieter yang langsung menjemput istri juga anaknya di rumah Olivia. Alexa lebih dulu pergi tadi siang untuk membujuk putrinya pulang, namun kesusahan akhirnya meminta suaminya untuk datang.

__ADS_1


"Sudah aku bilang jangan pernah mengusik hidup anakku!" amarah Adhiyaksa memuncak, melihat keributan di teras rumah.


"Kau memang tidak berguna, dasar anak kurang ajar!" bentak Gaida pada putranya, mengarahkan tongkat tepat pada wajah Adiyaksa.


Brandon menyunggingkan senyum santai, ia berdiri dan menyerahkan kedua putranya pada pelayan sedari tadi mendampingi di dekat pintu. Tuan muda itu tak mau anaknya terusik dengan keributan terjadi saat ini.


"Kenapa? ingin dihormati? maka hormati orang lain lebih dulu!" tegas Adiyaksa pada Ibunya.


Tongkat tadi menunjuk ke arah wajah, kini dijauhkan oleh Gaida hendak memukul putranya sendiri. Tapi tangan Brandon meraih tongkat tersebut lalu mematahkan menggunakan kedua tangan kosongnya, lalu membuang ke arah samping mobil terparkir di depan.


"Tidak akan ada yang bisa kalian sakiti sekarang, bahkan aku bisa berlaku sangat kejam dari apa yang pernah kalian duga!" melirik tajam kedua mata Brandon.


"Brandon! apa ini balasanmu setelah aku besarkan?!" teriak Sasmita.


"Kau membesarkanku hanya untuk memanfaatkanku, tidak ada kasih sayang yang kau berikan. Bahkan saat anakmu meninggal, apa yang kau lakukan?! berbelanja! kau bahkan lebih buruk dari binatang!" murka Brandon, menyiratkan amarah terpendam selama bertahun tahun.


"Kau!" mengangkat tangan Sasmita ke arah putranya, tapi diraih Angel dan menariknya kebelakang tubuh sang mertua.


Ancaman diberikan sebagai peringatan awal oleh Angel pada mertua membulatkan mata terkejut tak menyangka. Seseorang dulu dianggap lemah tidak berguna mampu mengancamnya sangat kasar, tanpa gentar.


Meskipun harus di anggap kurang ajar, tapi permintaan Brandon agar dirinya menjadi lebih kuat juga melawan tanpa memandang siapapun lawannya tanpa menundukkan wajah sedikitpun.


Terutama melawan Gaida juga Sasmita yang akan semakin menindas ketika tidak dibalas dengan cara lebih gila, apa yang dilakukan kini sudah mendapatkan ijin dari suaminya lebih dulu juga atas keinginan dari seseorang yang ingin menjadikan istrinya seorang kuat tanpa penindasan seperti dulu.


Perdebatan dalam emosi terus saja terjadi, dengan sikap tenang mematikan ditunjukkan Brandon. Sikap selalu membuat orang merinding, begitu juga Adiyaksa hang langsung menghentikan Mama serta istrinya saat tahu ketenangan dari putranya.


Adiyaksa tak mau ada pertengkaran lebih besar yang berujung saling menyakiti fisik, Brandon takkan segan melukai ketika istri dan anaknya terus dicerca makian oleh Oma juga Mommy nya. Sama halnya Angel yang tak tinggal diam ketika suami harus mendapat makian melukai perasaannya juga.

__ADS_1


"Kembalilah, jangan membuat keributan! jika mungkin berubahlah!" tegas Adiyaksa pada dua orang diseretnya paksa ke kamar tamu.


"Brandon dan Alexa sudah sangat bahagia, buka pintu hati kalian dan terima semua kenyataan! kalian sudah kalah, semakin kalian berulah maka tidak akan baik! terutama kamu!" tambah Adiyaksa menekankan kata kamu dan menunjuk wajah istrinya.


"Kenapa aku?! mereka anak kurang ajar tidak pernah bisa membuat bangga orang tua!" kesal Sasmita, menyunggingkan senyum Adiyaksa tak percaya.


"Tidak membuat bangga?! bercerminlah! apa yang kamu nikmati sekarang semua dari putramu! dan Alexa, kamu memperalatnya untuk mendapatkan apa yang kamu mau! kalau kamu bilang mereka kurang ajar, kamu Mommy paling kurang ajar di dunia!" kata Adiyaksa, berdiri Sasmita tak terima hendak menampar.


"Aku akan menceraikanmu!" membukat hebat mata Adiyaksa ke arah istri berubah wajah khawatir.


Adiyaksa keluar dari kamar, membanting kuat pintu. Sedangkan Sasmita tetap mematung akan ucapan dilontarkan suaminya, ucapan tidak pernah terpikir akan di dapatkan. Gaida terdiam sedari tadi, matanya tertuju lurus kedepan tanpa ada yang tahu apa tengah dipikirkan.


Sikap buruk Sasmita sudah membuatnya tak sanggup bertahan, apalagi kebahagiaan anak anaknya menjadi taruhan atas keserakahan juga sikap buruk selama bertahun tahun. Ia keluar dan menyendiri di ruang tamu, melebarkan kaki dan bersandar memijat kening.


"Daddy," tegur Brandon ingin tahu.


"Dimana Angel?" tanya Adiyaksa, tadi sempat meninggalkan keduanya di depan.


"Bersama baby twins, are you okay?" sahut lelaki tampan duduk disamping Daddy nya.


"No!" singkat Adiyaksa.


"Jangan pikirkan apapun, aku akan menyelesaikannya. Jaga kesehatan Daddy," tulus Brandon menatap pria tersenyum disampingnya.


Apa yang dikatakan pada Sasmita tak mungkin diungkapkan sekarang pada putranya, putra yang selalu mengorbankan banyak hal demi kebahagiaan dirinya juga sang adik.


Brandon cukup melihat ekspresi Daddy nya, ia tak melanjutkan pertanyaan apapun karena memahami betul sifat dari seseorang selalu mendukungnya. Adiyaksa takkan pernah bercerita apapun dan memberikan beban pada kedua anaknya, kerap kaki ia menanggung sendiri setiap apa yang dirasakan meski itu tentang kematian putranya dulu.

__ADS_1


Sementara Angel diminta oleh suaminya mengambil putra mereka dan menunggu di kamar, Brandon tidak mau jika istrinya mendapatkan banyak hinaan karena bukan hanya Angel, dia juga terluka.


Memilih menghubungi pengacara dengan surat surat penting diminta usai meminta istrinya pergi, Brandon ingin menyelesaikan semua permasalah bersama dua orang gila harta itu dengan caranya sendiri.


__ADS_2