Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
Bab 239


__ADS_3

Melihat Alexa mendengus kesal, Adiyaksa hanya tertawa senang bisa menyaksikan kembali kedua anaknya. Kebahagiaan yang ditunjukkan anak anaknya bersama pasangan mereka masing masing, melegakan Adiyaksa dan akan lebih berusaha lebih keras untuk membuat istri dan mamanya memberikan restu.


Pria masih terlihat segar juga tampan dalam usianya itu, tidak pernah berhenti untuk memberikan pengertian pada Gaida juga Sasmita. Tanpa lelah ia meyakinkan jika kebahagiaan kedua anaknya berada di pasangan yang telah dipilih sendiri.


Terutama Brandon, semenjak bersama dengan Angel ia mampu untuk tersenyum kembali. Seakan kehidupan baru lebih berwarna menghapus segala warna hitam juga putih yang menyelimutinya selama ini. Setelah apa yang terjadi beberapa tahun pasca meninggalnya saudara kembarnya, kebahagiaan itu baru muncul kembali dalam sebuah pernikahan yang entah kapan akan mendapatkan restu.


Santos yang tadi lebih dulu meminta ijin masuk, kini kembali lagi menghampiri keluarga masih saling melempar tawa bersama. Berdiri memegang tongkat karena usia sudah semakin menua, Santos merasakan kebahagiaan yang sama dan mengharapkan jika itu takkan pernah lagi pudar.


Mengatakan jika kamar sudah dipersiapkan untuk mereka beristirahat malam ini, Santos mengatakan dengan nada sopan dan hormat. Tidak satupun mengetahui akan kehadiran Brandon juga istri dan kedua anaknya, untuk itulah Santos segera memerintahkan pelayan untuk menyiapkan kamar.


Dua orang pelayan diminta Brandon untuk membawa putra mereka ke kamar Adiyaksa, agar bisa tidur lebih nyaman dengan tubuh di atas ranjang. Adiyaksa langsung mengikuti pelayan dan ikut masuk bersama dua cucunya. Kelima orang tetap duduk itu menatap kepergian pria bercelana pendek sampai lutut juga kaos kerah santai.


"Dimana Quen?" tanya Brandon pada adiknya.


"Jangan menanyakan dia, mana pernah dia diam di rumah. Sekarang dia sedang bersama maya, tidak mau pulang" cerita Alexa kesal, karena putri yang lebih dekat dengan neneknya daripada dirinya.


"Ckckckck" menggelengkan kepala, Brandon menatap adiknya.


Pieter dan Angel hanya tersenyum melihat kedua saudara yang menjadi pasangan mereka. Alexa memang tak pernah bisa rukun dengan putrinya, membuat Quen juga tak pernah nyaman dengan dengan dirinya. Untuk itulah ia meminta untuk di antar ke rumah Olivia oleh Papanya sendiri.

__ADS_1


Walaupun memprotes, sikap keras turunan dari dirinya pada AQuen hanya menimbulkan perdebatan yang berujung kesal pada dirinya sendiri. Alexa hanya bisa mengiyakan tanpa melawan, entah bagaimana seorang anak bahkan tak pernah ingin dekat dengan Ibunya sendiri.


Pieter selalu memberikan pengertian pada istrinya agar tak terlalu memusingkan sikap Quen yang lebih menyukai tinggal di rumah neneknya. Berusaha meminta agar memberikan ruang pada putri mereka untuk bisa merasa nyaman tanpa sebuah tekanan keras.


Bagaimanapun juga Quen masih kecil dan menyukai siapapun yang mampu membuat dirinya nyaman dan senang. Sedangkan Alexa terkadang selalu melarang putrinya untuk tak makan ini itu, tak melakukan ini itu, sehingga membuat Quen benar benar tak nyaman dengan dirinya.


Olivia juga melakukan hal sama, namun dengan cara berbeda. Sikap lembut penuh kasih sayang dan kesabaran ketika membatasi makanan serta hal hal membahayakan untuk dilakukan, tetap membuat Quen merasa nyaman dan mudah mengerti.


Angel dan Brandon sendiri terkadang merasa anh akan sikap yang ditunjukkan Quen semenjak tumbuh besar. Ada sedikit kekhawatiran dari Brandon tentang sikap keponakannya, ia tak mau hubungan Alexa dan quen sama seperti Alexa dengan Sasmita.


Tak jarang Brandon juga menasehati adiknya agar tak terlalu kerass dalam mendidik anak. Namun watak manja Alexa memang belum bisa dirubah total, sehingga belum bisa sepenuhnya menempatkan diri menjadi seorang Ibu. Semua itu dapat dimengerti Brandon juga Pieter, yang sama sama berusaha perlahan membantu Alexa bersikap lebih dewasa lagi.


Brandon mengajak istrinya untuk meninggalkan orang masih mencoba menyambungkan panggilan. Berdiri dan menggendong istrinya tanpa segan menuju kamar menjadi saksi bisu cinta mereka berdua. Kamar yang sama dimana benih cinta itu mulai tumbuh. Pieter dan Alexa hanya menatap tingkah Brandon dan menggelengkan kepala, seakan mengerti apa yang dimaksud dari tingkah Tuan muda tersebut.


"Aku tidak berat? turunkan saja" ucap Angel, melingkarkan kedua tangan di tenguk suaminya.


"Siapa bilang? kamu tidak pernah melihat tubuhmu sendiri?! kerbau!" jawab Brandon, tetap berjalan menaiki anak tangga.


"Menyebalkan! kalau begitu turunkan aku!" sahut Angel, menjauhkan wajah dari suaminya.

__ADS_1


"Tidak mau! anggap saja aku sedang latihan beban" santai Brandon menjawab.


Terus melangkah tanpa mau menurunkan tubuh istrinya, tatapan pelayan terarah pada keduanya. Senyum mengembang begitu saja dapat melihat Tuan muda dengan segala sikap manja pada istrinya. Sikap keras nan tegas yang terkadang konyol, memang dirindukan lebih oleh semua penghuni rumah mewah bak istana itu.


"Senang sekali bisa melihat Tuan muda seperti dulu" ucap salah seorang pelayan pada pelayan lainnya.


"Iya, sepertinya rumah ini kembali bernyawa" sahut pelayan berdiri di samping pelayan yang berucap tadi.


Santos berdiri di balik keduanya tanpa sengaja mendengar apa yang terlontar. Menganggap benar semua yang diucapkan oleh pelayan barusan. Rumah memang tampak hidup semenjak Brandon kembali memasuki rumah, entah mengapa tanpa adanya Brandon dengan segala teriakannya seakan rumah itu mati.


Tiba di depan kamar pernah di tempati dulu, Angel melepaskan tangan kiri dari tengkuk suaminya dan menekan handle pintu untuk membuka. Satu langkah kaki lebar digunakan Brandon untuk masuk ke ruangan ia amati sekeliling. Tidak ada yang berubah sedikitpun, keduanya seakan kembali pada memori dimana pertengkaran , tawa, air mata, kebersamaan terjadi dalam ruangan tersebut.


"Semua masih sama" ucap Angel, menatap ke setiap sudut kamar.


Brandon tersenyum, ia tidak pernah menyangka jika hubungan selalu saja terpisah dan hampir kandas masih bertahan hingga saat ini. Pertengkaran pertengkaran itu seakan terngiang kembali beriringan dengan canda tawa menghiasi.


"Kamu ingat waktu pertama kali kamu kemari?" tanya Brandon, mengangguk Angel mengiyakan.


"Terima kasih sudah bertahan selama ini denganku, terima kasih sudah menjadi seorang istri terbaik untukku. Terima kasih juga untuk semua sikap sabar yang kamu tunjukkan, untuk anak anak yang sudah kamu lahirkan" tulus Brandon berucap, menatap dalam mata perempuan masih di gendongnya.

__ADS_1


"Aku tidak membutuhkan terima kasih, aku hanya membutuhkan kamu di sampingku juga anak anak. Kamu suami juga Daddy terbaik, kami sangat mencintaimu jadi tetaplah hidup untuk kami" tidak kalah tulus Angel menjawab.


__ADS_2