
Alexa masih setia menguping pembicaraan antara Pieter juga Viena yang masih berada di teras untuk memeriksa tiap botol obat herbal dan memberinya tanda agar memudahkan Olivia untuk meminumnya nanti.
" Setelah ini Aku akan mengantarmu ke rumah Mama, kasihan Dia sendirian di rumah " ucap Pieter dengan menyusun beberapa botol obat herbal yang sudah mereka tandai ke dalam kardus.
" Baik Tuan " sahut Viena dengan nada tegas seperti biasanya.
Lelaki yang membawa kardus berisi obat ke dalam mobil miliknya itu, menghubungi Angel untuk berpamitan ke rumah Olivia sebentar dan akan segera kembali yang di iyakan oleh Adiknya sembari masih meladeni suami manjanya di dalam kamar.
Kedua orang yang sudah memasuki mobil tersebut mulai keluar dari halaman rumah Brandon dengan Alexa yang langsung berlari ke teras melihat kepergian orang yang Ia cintai selama bertahun tahun. Tanpa sekalipun berbicara dalam perjalanan ke arah rumah Olivia, Pieter terus melajukan kendaraannya sembari mata sesekali melirik ke arah bodyguard cantik berambut panjang dengan wajah dingin di sampingnya.
Lelaki yang dengan santai mengemudi itu tak menyadari jika dirinya sudah mulai mengagumi Viena semenjak melihat perempuan tinggi putih di sampingnya melawan banyak pria bertubuh besar suruhan Sasmita seorang diri dengan tenang ketika di Bali. Tak jarang Ia suka mencuri pandang ketika perempuan yang memiliki nada bicara tegas itu tersenyum pada Olivia ataupun Angel karena yang Ia tahu Viena jarang tersenyum dan selalu memasang wajah dingin.
Sampainya di rumah mewah Olivia, Pieter menyapa wanita dalam balutan celana kulot di bawah lutut berpadu kaos hijau muda yang menyambut kedatangannya. Dengan menggandeng wanita berumur namun masiph segar dan cantik itu, Pieter meminta Viena untuk makan karena Ia tahu jika perempuan yang terus menemani dirinya dari pukul 5 pagi ke bandara itu belum sarapan meski kini sudah sangat terlambat untuk sarapan. Olivia dengan penuh perhatian mengambilkan makan untuk Viena yang sudah mereka paksa untuk duduk di meja makan walau perempuan dalam balutan celana panjang serta kemeja hitam seragam bodyguard itu menolak karena merasa tak enak.
Pieter dan Olivia menemani Viena untuk makan demi memastikan perempuan yang enggan menyantap makanan karena rasa tak enak hati itu menghabiskan semua makanan yang sudah di ambilkan oleh Nyonya nya. Olivia yang sering memperhatikan putra angkatnya memperhatikan Viena tak lagi kaget saat kembali harus melihat lelaki yang duduk menyandarkan bahu di kursi meja makan tersebut menujukan pandangan tanpa kedip pada Viena yang melahap tiap suapan nasi ke dalam mulutnya.
" Apa Kamu sudah makan? " tanya Olivia mengejutkan lelaki yang tetap tenang walau sedikit terkejut di sampingnya.
" Sudah Ma tadi sama Angel, Mama sudah makan? " sahut Pieter lembut.
" Sudah nak, apa Kamu tidak bisa membawa Adikmu kemari? Mama sangat merindukannya" ucap Olivia dengan mata sendu berkaca kaca yang langsung membuat putranya melingkarkan tangan di pundak wanita tersebut.
__ADS_1
" Aku akan mencoba bicara pada Brandon setelah ini Ma " hibur Pieter lembut dengan menggenggam tangan Olivia yang Ia letakkan di atas meja dan dia angguki beriringan dengan senyum lebar oleh wanita yang amat merindukan putri cantiknya.
" Baiklah, Aku pergi dulu ya Ma " pamit Pieter mencium kening Mama angkatnya lalu berjalan menghampiri Viena yang langsung berdiri namun di tahan pundaknya oleh Pieter.
" Habiskan makanmu, jangan sampai telat makan lagi ! " pesan Pieter tegas pada perempuan yang kembali duduk karena pundak terdorong oleh tangan kuat majikannya.
" Baik Tuan " sahut Viena mengembangkan senyum Olivia melihat putra yang terlihat memiliki perasaan khusus pada bodyguard yang diminta Brandon untuk menemani dirinya kini.
Dengan langkah santai, lelaki yang memiliki kebiasaan sama dengan Brandon itu mengantongi tangan ke dalam saku celana dan meminta salah seorang penjaga mengambil kardus berisi obat di dalam mobil lalu membawanya pada Olivia sebelum Ia kembali menemui Adiyaksa di rumah sahabatnya.
Di istana megah Brandon, Tuan muda serta istrinya itu sudah turun dan menemani Adiyaksa juga Alexa yang tak henti menggoda Kakak iparnya diiringi oleh tatapan dingin Brandon pada Adik cerewetnya.
" Kak Angel, apa Kak Pieter memiliki pacar saat ini? " tanya Alexa tiba tiba membuat Brandon dan Adiyaksa menatap ke arah gadis yang duduk melipat satu kaki di bawah paha.
" Dia sudah punya, bahkan banyak ! " tegas lelaki yang duduk di samping istrinya sembari menyandarkan kepala pada bahu calon ibu muda itu.
" Bukankah Kakak yang suka punya banyak kekasih? " sahut Alexa santai namun membulatkan mata Angel yang terkejut mengingat pengakuan suami yang tak pernah memiliki perempuan sebelumnya.
" Mana ada? " sahut Brandon santai terus bersandar pada bahu Angel sambil mengusap perut istrinya manja.
" Bukankah Kakak selalu membawa perempuan berbeda setiap malam usai minum minum? entah apa yang mereka lakukan di kamar " ucap Alexa mengejutkan Angel dan langsung membuat Kakaknya terperanjat dari bahu istrinya beriringan dengan mata melotot ke arah Alexa.
__ADS_1
" Alexa..... " tegur Adiyaksa lembut mengingatkan putrinya akan keberadaan Angel.
" Bukankah Kamu bilang kalau Kamu tidak pernah berkencan? " tanya Angel polos dengan ekspresi wajah kesal.
" Jangan dengarkan Dia, apa Kamu tidak bisa merasakan Aku masih perjaka saat melakukannya denganmu?! " tegas Brandon membulatkan mata Adiyaksa juga Alexa yang kemudian mengembangkan senyum geli mereka mendengar ucapan Brandon ketika membela diri.
" Mana Aku tahu, bukankah Kamu membuatku mabuk waktu waktu itu? " jawab Angel polos langsung ditutup mulutnya oleh tangan suami dengan tatapan membulat kearahnya karena jawaban polos Angel mengejutkan Daddy serta Adik dengan tatapan tajam mengarah padanya.
" Kakak, ternyata Kamu memang seorang yang licik " seru Alexa menggelengkan kepala.
" Brandon, Daddy tidak menyangka ternyata Kamu seperti itu " tambah Adiyaksa.
" No Dad, Angel hanya bercanda. Iya kan? " ucap Brandon memaksa senyum pada istrinya mengisyaratkan agar Angel mengiyakan.
" Kamu pembohong " gerutu Angel lirih dengan tatapan jengah menghempaskan tangan suami yang masih menutup mulutnya menggelakkan tawa Alexa.
" Kemari! Aku habisi Kamu! " teriak Brandon tegas melihat Adiknya berlari sambil tertawa puas.
Alexa yang berlari karena berhasil mengerjai Kakaknya itu tanpa sengaja menabrak dada bidang dengan aroma maskulin menyegarkan membuat hidungnya betah mencium aroma dari lelaki yang cepat memundurkan tubuhnya itu.
" Hey, sadar! " tegur Brandon melempar sandal dan mengenai kepala Alexa yang langsung menggerutu memegangi kepalanya.
__ADS_1
Tanpa ingin mempedulikan Alexa, Pieter dengan wajah dinginnya langsung duduk di samping Adiyaksa usai membalas senyuman Angel lebih dulu. Lelaki yang langsung duduk bersandar itu tak ingin memberikan harapan pada gadis yang dengan jelas mengutarakan perasaannya karena Pieter tak ingin memiliki hubungan dengan Alexa selaku Adik dari sahabat karibnya.