Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 27


__ADS_3

" Apa kau akan menikahi gadis kecil itu ?" tanya Pieter yang masih tak mampu mempercayai perubahan sikap Brandon.


" Mungkin " singkat Brandon dengan memainkan ponsel di tangan nya tanpa memperhatikan ke arah Pieter yang tengah mengemudi.


" Apa kau serius ? bagaimana jika orang tua mu dan Sonya tahu hal ini ?" tambah Pieter bertanya.


" Ini hidup ku, kenapa aku harus memikirkan orang lain " sahut Brandon dengan nada sangat santai sembari mata yang masih saja fokus ke layar ponsel.


" Apa kau benar benar mencintai gadis itu ? ayo lah Brandon usia kalian berbeda sangat jauh " seru Pieter yang langsung membuat Brandon menatap sahabat nya itu sinis.


" Apa kamu pikir aku sudah tua ? " sahut Brandon menunjukkan wajah nya agar Pieter memperhatikan paras tampan Brandon.

__ADS_1


" Tidak, hanya saja mungkin saat kalian menikah dan punya anak kau akan terlihat seperti seorang kakek kakek sedangkan Angel akan masih terlihat seperti seorang wanita muda yang dewasa 10 tahun ke depan " jelas Pieter agar Brandon menyerah pada Angel yang sudah pasti tak akan membuat mama serta tunangan nya tinggal diam begitu mengetahui hubungan mereka.


" Kau benar juga, kalau begitu aku akan menikahi nya nanti sepulang kerja " sahut Brandon santai yang sangat mengejutkan Pieter hingga menghentikan mobil dengan menekan pedal rem mendadak.


" Apa kau sudah gila ?" teriak Brandon terkejut.


" Maaf, maaf aku hanya terkejut mendengar ucapan mu " seru Pieter dengan wajah bersalah ke arah Brandon yang sudah berekspresi dengan wajah marah.


" Jangan sering marah marah, itu akan membuat mu lebih cepat tua. Lagipula bagaimana bisa kau menikahi gadis simpanan mu begitu saja " sahut Pieter mulai menyusuri kembali jalanan untuk bertemu dengan klien bersama Brandon.


" Simpanan ?" tanya Brandon emosi menatap Pieter.

__ADS_1


" Ya, bukankah ia lebih mirip simpanan sekarang ? kau memiliki tunangan tapi kau tidur dan tinggal bersama tanpa suatu ikatan dengan gadis itu " jelas Pieter mencoba menyadarkan Brandon yang tengah mabuk dengan cinta.


" Apa dia terlihat seperti itu ? seperti seorang simpanan buat ku ?" tanya Brandon tak mempercayai ucapan Pieter karena ia menganggap wajar tinggal bersama gadis yang ia cintai.


" Ya tentu. Apa kau pernah berpikir bagaimana jika dia sampai hamil tanpa adanya sebuah pernikahan ? bagaimana dia akan mampu mengangkat kepala nya untuk menghadapi dunia dan tatapan semua orang yang akan menganggap nya hanya sebagai wanita hina yang hamil di luar nikah dengan status simpanan mu? " jelas Pieter tegas untuk membuka mata Brandon agar sahabat nya tersebut mulai berpikir untuk melepaskan Angel.


Brandon terdiam mendengar perkataan Pieter yang membuat nya berpikir jika memang apa yang tengah di katakan oleh sahabat nya itu juga ada benar nya. Meski Brandon mencintai Angel, namun apa gadis tersebut sanggup menghadapi dunia dengan cemoohan serta tatapan merendahkan dari semua orang. Karena Brandon yang lahir dan di besarkan di luar negri dengan budaya yang sangat bebas menganggap semua itu hal biasa dan wajar dilakukan oleh sepasang kekasih, namun ini bukan lah luar negri dengan budaya yang sama dimana lelaki dan wanita tinggal satu rumah tanpa adanya ikatan pernikahan adalah sebuah hal yang salah dan menjijikkan. Walau tujuan Brandon untuk melindungi Angel dan tetap dekat dengan gadis yang ia cintai, tapi ia juga tak ingin jika gadis polos yang di cintai nya harus di anggap sebagai wanita simapanan. Ia mulai memikirkan bagaimana cara agar ia dapat bersama dengan Angel tanpa adanya tatapan miring dari semua orang, jika harus membiarkan Angel keluar dari rumah nya maka itu sama saja ia tengah memasukkan Angel ke dalam tangan Carlos dan mungkin saja akan bisa melakukan banyak hal buruk untuk Angel. Pemikiran serta pertimbangan yang kini menghinggapi isi kepala pria yang tak mampu lagi jauh dari Angel membuat nya kembali merasakan kebingungan.


" Kenapa ? apa pikiranmu mulai kembali sekarang ?" tanya Pieter yang mendapati Brandon dengan tatapan lurus ke arah jalanan dengan bibir yang menggigit kuku ibu jari kanan nya layak nya orang sedang berpikir keras.


" Diamlah atau kita akan mati bersama pagi ini " seru Brandon masih berpikir.

__ADS_1


Pieter hanya menghela napas panjang seraya menggelengkan kepala nya pelan dengan sikap Brandon. Meski sangat memahami pria kejam di samping nya selama ini, namun ketika ia mulai merasakan jatuh cinta seakan semua pikiran Brandon tengah rusak hingga ia harus bersikap di luar wajar semenjak mengenal dan mencintai Angel membuat Pieter merasakan jika dia tengah menghadapi orang lain sekarang. Akan lebih mudah bagi Pieter menghadapi Brandon dengan segala amarah dan sifat dingin nya daripada harus mengahadapi Brandon yang sudah mulai menggunakan perasaan.


__ADS_2