Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 132


__ADS_3

Wajah penuh khawatir Pieter semakin menjadi ketika Adiknya terlihat begitu kesakitan. Sambil meringkuk di atas tempat tidur, Angel terus merintih sakit diiringi air mata Alexa merasa cemas.


" Berikan ini padanya,  Dia akan cepat sembuh " santai Brandon memberikan belalang pada sahabat yang menatapnya heran.


" Kau yakin? " aneh Pieter memegang hewan ditangan nya, dan hanya di jawab anggukan oleh lelaki yang masih berdiri di samping ranjang itu.


Mata membulat Alexa dan Angel melihat hewan yang paling mereka takuti,  membuat keduanya terperanjat dan lari begitu cepat meninggalkan kamar tamu. Ekspresi penuh heran di tunjukkan semakin kuat oleh Pieter melihat Adik yang tadi merintih kesakitan kini malah berlari begitu kencang.


" See? " santai Brandon berlalu pergi, meninggalkan sahabat yang masih duduk di atas tempat tidur dengan kebingungan.


Menyadari sudah berhasil di kerjai oleh Alexa juga Angel membuat Pieter merasa sangat bodoh.


" ANGEL,  ALEXA!  KEMARI KALIAN! "teriak kuat Pieter berjalan cepat keluar kamar tamu.


" Sudahlah,  percuma Kau berteriak sampai rumahku hancur. Mereka tidak akan turun sampai besok " santai Brandon sudah duduk kembali.


Kini Pieter sadar mengapa sahabatnya lebih sering terlihat frustasi setiap hari dan terus mengeluh tentang Angel juga Alexa.  Wajah kesal masih membalut jelas pada paras tampan lelaki yang sudah duduk bersama sahabatnya itu, perasaan masih merasa bingung dengan perubahan juga kenakalan kedua gadis yang kini sudah mengunci pintu rapat di kamar masing masing.


Keduanya sama sama menyandarkan siku pada sandaran tangan sofa, dengan  Pieter mulai mengurut lembut keningnya dan terus membuang napas panjang mencoba meredakan emosinya sendiri. Sementara Brandon hanya tersenyum melihat ekspresi wajah sahabatnya. Hal yang baru dihadapi sahabatnya, sudah hampir setiap hari Ia hadapi.


" Kenapa mereka seperti itu sekarang? apa mereka berdua salah minum obat? " tanya Pieter belum mampu menerima dengan akal sehat nya.


Pundak dinaikkan bersamaan oleh Brandon mengisyaratkan jika dirinya sendiri tak tahu mengapa keduanya begitu menjengkelkan. Bahkan hampir setiap hari selalu membuat dirinya marah.

__ADS_1


Pieter memutuskan untuk menginap di rumah sahabatnya malam ini,  sengaja menunggu kedua gadis itu hingga pagi.  Ia tak ingin di bodohi untuk kedua kalinya dan akan mencoba lagi esok hari.


Makanan yang sudah siap di atas meja makan,  mereka santap bersama. Hanya terdapat keheningan di meja makan panjang tersebut,  karena keduanya masih sama sama berpikir bagaimana cara bisa mengatasi kelakuan Alexa juga Angel.


Usai melahap habis makanan yang sudah di masak kembali oleh pelayan, mereka memutuskan untuk tidur bersama di kamar tamu. Karena hanya kamar tamu yang selalu menjadi tempat Brandon beristirahat ketika istrinya sudah mengunci pintu lebih dulu setelah mendapatkan amarah akan kenakalannya.


" Jangan menghadap kesini! " tegas Brandon ketika keduanya sudah selesai membersihkan diri dan tidur saling berhadapan.


" Apa Kau berani memunggungi ku sekarang?! " protes tegas Brandon ketika sahabatnya sudah beralih memunggungi dirinya.


" Brandon, tidurlah. Atau Kau mau Aku mencium mu lebih dulu baru Kamu mau tidur?!" jengkel Pieter membalikkan tubuh menghadap sahabat nya yang bergidik jijik.


Dua guling yang ada di atas ranjang big size itu, di letakkan Brandon di tengah tengah lalu memunggungi sahabat yang menatapnya tak percaya.


" Mungkin saja, Aku tampan juga seksi " gumam lelaki yang sudah menyelimuti dirinya, mengembangkan senyum sinis tak percaya Pieter yang kemudian ikut memunggungi sahabatnya.


" Brandon, Aku sangat penasaran bagaimana bisa Kau membelikan motor untuk Angel? apa Kau tak pernah berpikir tentang keselamatannya? " tanya Pieter mengingat sahabat juga bos nya selalu melakukan apapun dengan pertimbangan matang.


" Apa Kau tak pernah melihat mata Angel? banyak kesedihan yang Dia tutupi dengan sikapnya sekarang. Sebenarnya tidak pernah ada yang berubah darinya kalau Kita mengamatinya, semua hanya cara Dia menutupi semua kesedihan karena kehilangan anak Kami. Dia masih gadis rapuh dan suka menutupi masalahnya seperti dulu" jelas Brandon masih sering melihat istrinya menangis diam diam ketika sendiri, dan tetap merasakan cinta perhatian juga kedewasaan yang sama ketika berdua.


" Maksudmu? " tak mengerti Pieter akan maksud dari sahabatnya.


" Pieter, tidak ada yang bisa merubah seseorang hanya dalam waktu beberapa bulan. Tanyalah Olivia, Dia akan menjelaskan semua padamu dan cobalah temui Angel sekarang jika Kamu ingin tahu yang sebenarnya. Awalnya Aku hanya mengikuti perubahan Angel, namun lama lama menjadi jengkel tapi setiap melihat matanya Aku tidak bisa untuk memarahinya untuk itu Aku membiarkan Dia melakukan apa yang Dia suka " jelas kembali Brandon.

__ADS_1


" Apa Aku boleh menemuinya sekarang? " penasaran Pieter akan alasan dibalik sikap Adiknya saat ini.


" Silahkan, cari tahu sendiri apa yang ingin Kau tahu " ijin Brandon tak pernah mencurigai kedekatan keduanya yang saling menyayangi sebagai saudara.


Mendengar semua penjelasan Brandon, lelaki yang masih tak bisa menangkap apapun dari sikap Adiknya bergegas untuk menemui gadis kecil manjanya di kamar. Ia berharap akan menemukan jawaban dari pertanyaan dalam benaknya.


Sampainya di depan pintu kamar Adiknya, Ia mencoba mengetuk pintu dan memanggil Angel dengan lembut. Walau harus menunggu lama, Ia bersedia karena ingin mencari tahu sendiri alasan dari perubahan sikap Angel.


Begitu pintu sudah dibuka, matanya terkejut melihat wajah Angel seperti seseorang usai menangis. Pergelangan tangan Adiknya, Ia raih dan membawanya untuk berbicara di ruang tengah, karena itu tempat paling dekat dengan ruang tamu agar tak menimbulkan masalah dengan Brandon seperti kesalahpahaman Alexa, yang membuat gadis itu memilih pergi dan menikahi orang lain.


Dengan duduk bersebelahan, Pieter mencoba berbicara menggunakan nada lembut dan tulus seperri biasa. Matanya masih mampu melihat Adiknya yang sama seperti dulu, bukan gadis bandel yang Ia lihat beberapa waktu lalu.


" Angel, Kakak tahu bagaimana Kamu bertahan hidup dengan Mama dulu tapi Kakak juga tahu Kamu bukan orang seperti ini. Bisakah Kamu menjelaskan pada Kakak kenapa Kamu bisa berubah seperti ini? " tanya laki laki yang sama sama tak suka bertele tele seperti sahabatnya.


Pieter mengetahui pasti jika Adiknya tak pernah beristirahat demi mendapat uang, bahkan pernah melihat Angel mengikuti balap liar ketika Olivia tengah berada di rumah sakit, namun menggunakan motor matic bukan motor besar yang Ia sendiri tak tahu jika Angel juga bisa mengendarai motor besar. Ketika itu Ia hanya bisa mengamati gadis malang yang selalu mondar mandir melakukan banyak pekerjaan, hingga tidur di tempat kerja. Setiap hari Ia mengikuti Angel diam diam atas perintah dari Brandon yang sudah mulai mencintai gadis kecilnya.


" Kakak apa Aku salah berusaha terus hidup dengan caraku sendiri? Aku merindukan mereka Kak, Aku masih tidak bisa melupakan mereka. Bagaimanapun juga mereka anak anakku, dengan bersikap seperti ini paling tidak Aku bisa sejenak melupakan penderitaan ku sendiri. Aku juga ingin suamiku tak melihatku terus bersedih, dengan membuatnya jengkel dan terus marah padaku itu akan membuatnya melupakan apa yang terjadi. Kak, Dia juga sering bersedih ketika sendiri dan Aku rela berubah seperti apapun untuk membuatnya melupakan kesedihannya walau harus selalu mendapat amarahnya tiap hari " jelas Angel panjang lebar dengan air mata terurai.


" Kakak Aku sangat mencintai suamiku, lebih baik Aku membuatnya marah daripada melihatnya bersedih dan terpuruk. Dia sangat menginginkan anak, tapi Aku tidak bisa menjaga anak Kami dengan baik. Dan untuk motor, Aku rasa Kakak sudah tahu jika Aku sangat menyukai motor dari dulu " tambah kembali Angel.


Seorang suami yang mendengar diam diam di balik pintu, tanpa sadar sudah mengurai air mata. Meski Ia sudah lebih dulu mengamati perubahan istrinya, namun mendengar langsung dari mulut gadis yang Ia cintai membuatnya tak mampu menahan air mata. Kesedihan juga mampu ditangkap Pieter dari penjelasan serta binar mata gadis yang tak henti mengurai air mata. Melihatnya menangis dalam beban begitu besar, mengingatkan dirinya yang juga sama sama sengaja mengubah sikap setelah kedua orangtuanya tiada begitu juga Brandon yang berubah menjadi orang kejam dan dingin setelah kepergian saudara kembarnya.


Pieter dan Brandon sama sama orang hangat yang memiliki banyak kasih sayang juga kemanjaan dulu, namun kepergian orang orang yang mereka sayangi membuat keduanya mengubah sikap menjadi orang lain, sama halnya dengan Angel yang sengaja mengubah dirinya menjadi gadis bandel dan urakan hanya untuk menutupi kesedihan. Perubahan sikap yang di sengaja secepatnya di mengerti oleh Pieter yang juga mencoba bertahan hidup dengan pribadi baru nya sekarang.

__ADS_1


__ADS_2