
Sore hari, ketika Angel usai merawat keponakannya sembari mengajarkan Alexa, Ia mendengar alunan merdu piano yang menggema indah dalam rumah mewah berlantai tiga tersebut. Seakan tersirat sebuah luka juga kerinduan dalam setiap nadanya.
Alexa yang juga mendengar hal itu, mulai berkaca kaca sambil tetap memberikan ASI putrinya dengan bantuan Angel. Seorang Kakak ipar yang selalu setia mendampingi dari Ia kembali itu, memahami betul bagaimana cara merawat bayi, karena sempat membantu Olivia dulu ketika merawat anak tetangga mereka.
Keduanya terdiam mendengarkan denting piano yang mengalunkan lagu Lara Fabian * broken vow *. Terdengar lembut juga menyedihkan, sebuah perasaan kesedihan terasa jelas ketika mendengarkannya.
" Siapa yang bermain piano ?" tanya Angel duduk di hadapan Alexa memegangi tubuh bayi mungil yang tengah menikmati ASI.
" Kak Brandon " lirih Alexa dengan mata berkaca kaca, mengejutkan Angel yang tak pernah mengetahui suaminya bisa bermain piano dalam watak dingin dan kejamnya.
" Dia bermain piano ?" tak menyangka Angel dengan mata membulat, di jawab anggukan oleh Adik iparnya.
" Lusa peringatan kematian Kakak Kami, mungkin Kak Brandon sedang merindukannya. Dia akan memainkan piano ketika merindukan Kakak " jelas Alexa menitikkan air mata, cepat di usap lembut oleh Angel.
__ADS_1
Angel terdiam mendengar cerita Adik iparnya. Ia bahkan tak mengetahui jika lusa adalah peringatan kematian Kakak iparnya, karena memang Brandon sendiri tak pernah bercerita apapun padanya. Bukan karena tak ingin terbuka, namun Tuan muda yang sengaja menyimpan kepedihannya dalam itu, tak ingin mengungkit apapun tentang saudara kembarnya itu.
Dibawah, Santos mendampingi Tuan mudanya yang menatap ke arah tuts piano dengan terdiam. Santos adalah orang yang selalu mendampingi Brandon dari kecil, hingga sangat memahami bagaimana perasaan Tuan mudanya walau tanpa bertanya.
Pieter dan Adiyaksa menunduk mendengarkan, Adiyaksa tak sanggup membendung air matanya. Ia sendiri masih amat bersalah akan kepergian putranya, karena sebuah persaingan bisnis. Gaida dan Sasmita pun hening di ruang tengah sama sama merasakan kerinduan.
Pieter terbiasa menemani sahabatnya itu ke panti asuhan ketika peringatan kematian saudara kembarnya. Hanya tempat itu yang membuat jiwa Brandon tenang, tawa dari anak anak panti asuhan selalu menjadi obat akan kerinduannya. Seharian Brandon hanya akan duduk mengamati tawa ceria anak anak polos tanpa dosa di panti, sambil mengenang sendiri masa masa dirinya bersama Kakaknya yang terlahir hanya berjarak menit saja.
Takkan ada satupun yang berani menghampiri ketika Tuan muda itu tengah sendiri usai memainkan piano. Santos tak pernah mengijinkan siapapun mendekat, walau untuk hal yang sangat penting. Kepala pelayan yang sangat menyayangi Tuannya itu, hanya akan berdiri di tengah pintu dan menatap lurus pada Tuan muda yang hanya akan menundukkan wajah.
Alexa menceritakan kebiasaan Kakaknya pada Angel dan meminta Kakak iparnya itu ke balkon. Alexa sendiri tak mengetahui apapun, jika bukan Pieter dan Santos yang menceritakan. Karena memang Alexa dan Brandon tak pernah tinggal bersama.
Matanya sendu melihat lelaki yang di cintai, terduduk diam menunduk masih tetap mengenakan pakaian santainya tadi. Ingin menghampiri, namun tak berani karena adanya Gaida juga Sasmita. Angel tetap diam memperhatikan suaminya dari atas.
__ADS_1
Tak tahu apa yang dipikirkan suaminya saat ini, berapa besar luka dan rasa sakit yang di alami, seberapa kuat kerinduan mengusik batinnya, air mata Angel mengalir begitu saja membasahi wajah cantiknya.
Dalam diam, Brandon meraih ponsel dimana terdapat rekaman yang Ia salin dari laptop Daddy nya dulu. Rekaman ketika Ia tengah bermain bola bersama saudara kembarnya, tak pernah hilang dari memori ponselnya.
Tersenyum, namun mata berkaca kaca melihat video tersebut. Terlihat jelas kebahagiaan serta keakraban dirinya juga saudara kembarnya dalam video lama di tangannya.
" I miss you " lirih Brandon beriringan air mata yang jatuh pada layar ponsel.
Tuan muda yang menutupi kesedihan juga kesendirian dalam wajah dingin juga sikap keras dan angkuh itu, tak menyadari jika istrinya memperhatikan dirinya. Bahkan Santos masih berdiri di tengah pintu bersama Adiyaksa memperhatikan sedari tadi.
Baik Gaida ataupun Sasmita yang seakan tak memiliki perasaan itu pun, mengetahui betapa Brandon sangat menyayangi saudara kembarnya. keduanya tak beranjak dari duduk di ruang tengah, tetap terdiam tanpa ingin mengusik Brandon sedikitpun.
Pieter pun merasakan kesedihan sahabatnya, sama sama pernah kehilangan juga memiliki kerinduan dalam batinnya. Mungkin takkan pernah ada yang tahu seberapa rapuh hatinya juga Brandon sebenarnya, karena tak pernah sekalipun mereka tunjukkan. Namun ingatan akan orang yang di sayangi, tetap membelenggu jiwa mereka dalam kehampaan.
__ADS_1