Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
Bab 232


__ADS_3

Semalam, Angel yang meragukan suaminya memberanikan diri untuk bertanya. Tampak sangat percaya akan akal bulus suaminya, ternyata ibu dua orang anak itu menyimpan keraguan dalam hati.


Tidur bersama satu ranjang, dengan tangan Brandon tak berhenti bermain pada dada. Bahkan bibirnya juga tak ingin terlepas dari sesuatu indah milik istrinya. Selalu saja seperti itu sebelum tidur, dan tidak berani Angel untuk menolak.


"Benar kakak tidak melindungi mu sampai kamu terluka?" tanya Angel memainkan rambut mulai panjang milik suaminya.


"Tidak, dia melindungi ku. Aku bisa terluka karena memang aku melarangnya ikut campur saat menghadapi seseorang" jelas santai Brandon, tetap dengan jari bermain.


"Aku sudah menduga hal itu, lalu kenapa kamu mengatakan lain?" sahut perempuan cantik sudah tak beraturan pakaian atasnya.


"Aku tidak ingin kamu marahi" tersenyum mengangkat wajah menghadap istrinya.


Angel membuang napas panjang akan ekspresi dibuat polos suaminya dalam senyum. Menggeleng tak percaya jika lelaki telah menikahi dirinya beberapa tahun itu masih bisa bermain seperti anak kecil.


"Sayang, besok pasti kakakmu akan membalas. Bisakah kamu bekerjasama?" manja Brandon, tetap mengangkat wajah berpindah jari memainkan bibir istrinya.


"Hm" singkat Angel merasa risih.


"Serius!" kesal Brandon seperti anak kecil, memajukan bibir dan duduk menggoyangkan tubuh istrinya.


"Jangan menggoyang tubuhku seperti itu!" protes Angel, malah ditertawakan suaminya.


"Kalau kamu jatuh pasti rumah ini roboh, badanmu besar seperti kerbau" tawa Brandon, melirik kesal Angel ke arahnya dan memunggungi


"Sekalian saja taruh kakimu di atas bantal, jadi aku bisa mencium kakimu!" jengkel Brandon menatap punggung istrinya dan mendorong.


Menoleh kasar dengan tatapan tajam, Angel menarik selimut ke atas dada dan mendekapnya. Brandon masih saja tak terima dan menggerutu, mendorong berulang punggung tertutup selimut tebal berwarna coklat tua.


Semakin mengantuk namun tangan suami tak bisa diam, perempuan juga menggerutu tersebut merubah posisi. Menarik lengan suaminya dan memeluknya agar diam dan lekas istirahat.


"Pantas kamu aku panggil kerbau, tenagamu kuat sekali" ucap Brandon dalam dekapan istrinya, mencoba menarik selimut menutupi diri dan mengeratkan pelukan.


Tertidur bersama, menembus alam mimpi indah untuk di satukan menjadi sebuah keindahan. Keduanya terasa nyaman saling mendekap dalam kehangatan.


***

__ADS_1


Karena sudah mendapat penjelasan juga permintaan dari suaminya, untuk itu saat Pieter mulai melancarkan aksi pembalasan sudah bisa di mengerti Angel dan merubah permainan.


"Selesaikan urusanmu, aku akan memberi ASI untuk baby twins" ucap Angel setelah mencium bibir suaminya, tanpa menghiraukan keberadaan mereka.


"Bilang pada mereka untuk menyisakan, jangan boleh dihabiskan. Daddy mereka juga butuh asupan" tersenyum menggoda, lalu menggigit bibir bawah seolah membayangkan sesuatu.


Angel menggeleng ringan kepala akan ucapan suaminya, berjalan menemui putranya untuk memberikan ASI. Dari semenjak bersama suaminya, Angel belum memberikan ASi sama sekali sampai terasa keras dan sakit.


Kala Brandon menemui Viena, Darell dan Yudha untuk mempertanyakan akan perintahnya, Pieter sudah bersusah payah membujuk istrinya agar tidak sampai marah dan mengadu akan foto dalam galery ponsel.


"Alexa, hapus semuanya dan anggap tidak ada apapun" memohon Pieter,menarik tangan istri sudah berhasil dikejar.


"Aku kenal siapa mereka! tidak aku sangka ternyata kamu menyukai mereka!" tegas Alexa, menghapal betul wajah wajah model luar dalam ponsel.


"Mereka memang temanmu, dan itu sudah lama. Kakakmu yang mengirim itu untuk aku mencari tahu siapa saja yang dekat denganmu waktu di Amerika" jelas Pieter, tertegun Alexa mendengar.


"Iya, Brandon yang mengirim semua itu untuk aku cari tahu. Bukan aku yang mengkoleksi foto foto itu, tapi kakakmu yang mengirim" tambah kembali Pieter.


"Ah, berarti kamu sudah menjagaku waktu aku di Amerika? kamu sudah mencintaiku?" tersenyum Alexa menggoda dan membanggakan diri.


"Bohong sekali saja apa kamu tidak bisa?!" jengkel Alexa.


"Untuk apa aku bohong? aku memang tidak mencintaimu waktu itu, kalau sekarang jangan ditanya lagi" gumam Pieter lirih.


"Sekarang kenapa?!" teriak Alexa masih kesal.


"Sekarang aku mencintaimu, takut kehilanganmu, mau bersama denganmu" jawab Pieter, mendapat cubitan di pipi kiri oleh istrinya.


"Ouh, so cute" gemas Alexa tersenyum, dibalas senyum gemas juga oleh suaminya.


Mendekap tubuh gadis telah menjadi pengganggu selama ini, kini yang dirasakan hanya sebuah cinta dan takut kehilangan. Rela melakukan apapun demi kebahagiaan juga ketenangan Alexa, walaupun harus mengorbankan nyawa sekalipun.


Brandon memang sengaja mengirimkan foto foto model untuk digali informasinya lebih dalam. Bukan sembarang foto yang dikirim, semua adalah pose pose seksi yang sempat membuat protes Pieter.


Namun kenakalan juga fantasi liar seorang lelaki membuat Brandon sengaja meminta orang untuk mencarikan foto semacam itu untuknya, bertujuan agar Pieter bisa bekerja dengan mata cemerlang juga bagian lain terasa menyiksa.

__ADS_1


Di saat Pieter sedang berjalan menuju ruang makan bersama istrinya, terdengar keributan cukup mengusik telinga dari arah luar. Tampak jelas suara perlawanan dari seorang pria memiliki suara tegas dan besar.


"Ada apa itu?" tanya Olivia pada putra baru saja mencium keningnya untuk menyapa.


"Tidak tahu, Ma. Aku akan melihatnya" sahut Pieter hendak berjalan, ditahan tangannya oleh Olivia juga Alexa bersamaan.


"Tidak akan terjadi apa apa, kalian berdua tenang saja" lembut Pieter menenangkan kedua orang terlihat mencemaskan dirinya.


"Aku panggil kakak" ucap Alexa, di angguki suaminya.


Dengan jantan lelaki tinggi berbadan tegap itu berjalan ke depan seorang diri. Tidak tahu akan apa yang terjadi, Alexa meminta orang untuk tak meninggalkan Olivia seorang diri.


Ia berlari cepat untuk memanggil kakaknya, agar mengetahui apa yang sedang terjadi di depan. Alexa berekspresi cemas juga ketakutan, terengah engah begitu tiba di hadapan kakaknya.


"Kamu pikir ini lapangan bola?!" tegas Brandon bertanya pada adik sedang mengatur napas.


"Kakak, ada keributan di depan rumah. Sekarang kak Pieter sedang melihat ke sana" jelas Alexa, tampak santai Brandon melihat adiknya.


"Diam disini apapun yang terjadi, jangan katakan apapun pada Angel" ucap lelaki tampan dengan rambut terarah sepenuhnya kebelakang itu pada adiknya.


"Hati hati, jangan sampai terluka" pinta Alexa tulus, tersenyum lelaki di hadapannya dan mencium keningnya.


"Vienna, tetaplah disini!" perintah Brandon.


"Baik, Tuan!" tegas Vienna menjawab.


Langsung berdiri begitu Tuan mereka berdiri, Vienna, Yudha dan Darell mengerti harus bagaimana walau tanpa perintah. Alexa tampak cemas, berjalan ke arah dimana putrinya berada dan menggendongnya.


"Vienna, suruh orang membawa Maya kemari" pinta Alexa dalam kegelisahan.


"Baik, Nona!" sigap Vienna.


Belum sampai Vienna menjalankan perintah, terlihat dari kejauhan Olivia sudah berjalan bersama pengawal. Alexa dan Vienna tampak senang melihat kehadiran wanita cantik juga tampak gelisah tersebut.


Eits, kemaren yang suudzon sama aku juga bang Jovan bilang eneg sama qt.. i just want to say, tengkis baby😘suriyanti suriyanti, nani bundaaska, eva siburian (jangan baca lagi karya kami satu tim kalau kalian tau artinya eneg😘). Master saya ninggalin nomor reader waktu pindah, jadi bukan baper ato gak tanggungjawab. Kami satu tim open bgt buat krisan, sampai kita rela dulu ngerubah alur karena krisan reader yang membangun. Berhenti judge orang pakai nyalahin reader juga, karena gak ada kita baca kritik pedas di novel yang dipindahkan master, oke?

__ADS_1


__ADS_2