
Selama satu minggu Brandon terus berusaha mencari Angel dan menunggunya di depan sekolah hingga membuat Pieter tak habis pikir dengan kegigihan sahabatnya tersebut meski tak pernah membawakan hasil apapun karena Pieter yang menyewa seorang pengawal perempuan untuk menjaga Angel selama di sekolah yang selalu siap menjadi tembok penghalang bagi Brandon karena ia yang tak mungkin berkelahi dengan seorang perempuan membuatnya kembali setiap hari hanya demi melihat wajah Angel di sekolah. Ketika tiba liburan usai ujian sekolah, Angel meminta ijin pada Pieter untuk menemui Brandon karena sudah sangat terganggu dengan hadirnya Brandon yang menarik perhatian satu sekolah juga tak ingin membuat Pieter dalam masalah ketika Brandon menemukan jika Ia tinggal bersama dengan Pieter yang suatu saat pasti akan ketahuan meski mereka selalu bisa mengelabui Brandon dengan selalu berputar putar lebih dulu untuk menghindari Brandon yang selalu mengikuti dari belakang ketika pulang sekolah.
Berbekal ijin dari Pieter yang mengajukan syarat agar pengawal pribadi yang sengaja Ia sewa untuk adiknya tersebut ikut ke rumah Brandon demi menjaga keselamatannya ketika amarah lelaki yang tak pernah mengurusi bisnis dan hanya menghabiskan waktu untuk minum minum demi menghilangkan rasa stress itu memuncak kembali.
Angel dan Viena yang tiba di rumah Brandon menapakkan langkah mereka memasuki rumah penuh dengan kenangan yang menyakitkan ketika Angel harus terpaksa meninggalkan rumah tersenut, dengan Santos dan pelayan yang bahagia melihat Angel kembali mereka duduk di ruang tamu dan mulai menanyakan kabar masing masing.
" Dimana Tuan Brandon? " tanya Angel tak mendapati adanya Brandon pagi ini.
Dengan menghela napas, Santos mempersilahkan Angel untuk naik dan melihat sendiri kondisi suaminya.
Dengan tetap di ikuti oleh Viena, Angel menghampiri Brandon di kamarnya dan meminta Viena menunggunya di luar dan apapun yang terjadi Ia melarang pengawal dengan tubuh ramping dan tinggi tersebut untuk masuk jika Angel tak memanggilnya.
Wanita dengan pakaian serba hitam dan ikat rambut ekor kuda menjuntai panjang tersebut menyetujui permintaan nona dengan balutan dress biru muda serta tas bahu itu.
Dengan ragu, Angel memasuki kamar Brandon dan melihat suaminya yang masih tertidur di atas ranjang dengan banyaknya botol bekas minuman berserakan di lantai. Barang barang yang pecah menambah kesan berantakan yang menggambarkan suasana hati pemilik kamar tersebut.
" Bangunlah, Kita perlu bicara " seru Angel menggoyangkan pundak Brandon yang tidur miring.
" Bangun " tambah Angel menguatkan suaranya kepada lelaki yang tak memakai atasan dengan aroma alkohol yang menyengat.
" Berisik! pergi! " seru Brandon dengan nada orang mabuk melemparkan bantal ke arah Angel.
Angel menghela napasnya panjang dan meraih bantal yang Ia gunakan untuk membangunkan suaminya dengan memukul berulang tubuh lelaki yang hanya mengenakan selimut di bagian pinggang ke bawah.
" Apa Kau cari mati? Aku bilang pergi! " bentak Brandon kuat lalu berusaha membuka mata sayu nya melihat siapa yang berani mengganggu tidur lelap yang baru Ia mulai pukul 5 pagi ini.
__ADS_1
Mata yang tadinya sayu seketika terbelalak tak percaya melihat gadis dengan ikat rambut setengah ke belakang menatapnya dengan lekat seraya menghembuskan napas panjang dan tangan yang terlipat di depan dada.
" Angel? " seru Brandon dengan sekuat tenaga mencoba untuk sadar dan bangkit dari tidurnya langsung memeluk tubuh istri yang begitu Ia rindukan.
Seketika Angel merasa mual dengan aroma alkohol dalam tubuh suaminya dan berlari menuju kamar mandi dengan di ikuti oleh Brandon yang berjalan sedikit sempoyongan karena efek alkohol membuatnya pusing dan hilang keseimbangan tubuh.
" Menjauh lah " tegas Angel masih berdiri di depan wastafel kamar mandi dengan perut mual.
Brandon yang masih tak percaya mencoba membuka matanya yang berat untuk memastikan jika itu bukanlah halusinasinya sambil terus memandangi Angel yang mencoba memuntahkan isi perutnya namun tak bisa.
Ketika perutnya mulai enakan, Angel menarik tangan suaminya yang masih berdiri layaknya patung ke arah shower dan mengguyur kepala lelaki yang mengumpat dingin tersebut dengan air untuk menyadarkannya.
" Bersihkan tubuhmu lalu Kita bicara " tegas Angel meletakkan gagang shower ke telapak tangan Brandon lalu pergi.
" Sepertinya Aku sudah gila " gumam Brandon menggelengkan kepalanya kasar lalu beranjak pergi.
Angel merasa heran dengan tingkah Brandon lalu menahan tangan suaminya yang sudah berdiri hendak melangkah tersebut.
" Kamu mau pergi? oke Aku pulang " ucap Angel mengarahkan pandangan nya pada Brandon.
Lelaki yang membiarkan dada bidang dan kekarnya terbuka itu semakin terkejut hingga melangkahkan kaki ke belakang tak mempercayai jika orang yang Ia anggap sebagai halusinasinya itu mulai berbicara. Ia memukul keningnya mencoba menyadarkan diri semakin membuat Angel menatapnya heran dan beranjak dari duduknya.
" Apa Kamu gila sekarang? " tanya Angel melihat ke arah Brandon yang terus memukul kepalanya agar tersadar.
" Seperti nyata " gumam Brandon dengan telunjuk menekan pipi Angel.
__ADS_1
" Huh dasar gila " gumam Angel lirih lalu mencubit kasar perut suaminya agar tersadar hingga membuat lelaki tersebut memekik kesakitan dan mengusap perutnya.
Rasa sakit di perutnya membuat Brandon tersadar dan menatap kembali Angel lalu memeluk erat istri yang telah pergi meninggalkannya itu.
" Kamu pulang? Ini benar benar Kamu kan? " seru Brandon masih tak percaya.
Ia melepas pelukannya dan mulai menikmati bibir Angel hingga tubuh perempuan yang membelalakkan matanya itu terhempas ke atas sofa dengan tubuh kekar yang menekan di atasnya.
" Hentikan" tegas Angel mendorong tubuh Brandon yang malah menyeringai bahagia tersebut.
" Aku bahagia Kamu kembali, Aku sangat merindukanmu " ucap Brandon gembira dengan menatap ke arah Angel.
" Aku mohon berhentilah mencari ku dan juga berhenti minum. Perhatikan kesehatanmu " ucap Angel khawatir tak ingin suaminya mengalami hal yang sama seperti Olivia karena alkohol.
" Untuk apa Aku sehat kalau Kamu meninggalkan Aku, lebih baik mati daripada hidup tanpa Kamu " sahut Brandon sendu.
" Oke, teruslah minum dan mati dengan minuman mu! " tegas Angel kuat dan berdiri karena jengkel mendengar jawaban suaminya.
Brandon menarik tangan Angel hingga duduk di pangkuannya lalu memeluk dengan erat perut istri dengan janin hasil dari cinta mereka di dalam.
" Jangan pergi " sendu Brandon menenggelamkan wajah di punggung Angel yang membuat Angel tergoyahkan karena perasaannya sendiri.
" Aku minta maaf atas kesalahan yang Aku perbuat, tolong maafkan Aku dan kembalilah padaku dengan anak Kita. Aku mencintaimu Angel, Aku tak sanggup tanpamu " tambah Brandon dengan ketulusan hatinya.
Air mata yang tiba tiba membasahi wajah polos nan cantik perempuan yang masih duduk diam di pangkuan Brandon tersebut beriringan dengan perasaan yang benar benar goyah karena perkataan tulus suaminya. Luka yang diberikan suaminya menggerakkan hatinya untuk pergi namun tubuh yang selalu tak pernah berkompromi dengan hatinya ketika bersama Brandon ingin untuk tetap tinggal dengan lelaki yang teramat menyesali perbuatannya.
__ADS_1