Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 100


__ADS_3

" Ada apa ini? " tanya seorang laki laki yang keluar dari kamar dan menutup kembali pintu tersebut rapat dengan wajah datar dan nada dingin ke arah empat orang yang masih berdiri di balik pintu kamar.


" Tidak ada apa-apa hanya lihat kecoa tengkurap tadi " sahut Alexa berlari ke ruang tamu takut akan tatapan dingin Brandon.


" Alexa! Kamu sebut Kakak kecoa?! " teriak kuat Brandon membingungkan ketiga orang yang masih berdiri di hadapannya.


" Kamu kecoa tengkurap? Kamu habis ngapain di dalam sampai Adik Kamu histeris gitu? " tanya Adiyaksa .


" Tidak ada Daddy " sahut Brandon berjalan menuju ruang tamu menyusul Alexa mengembangkan senyum Pieter yang tahu akan kenakalan sahabatnya.


Melihat Kakaknya datang menghampiri, dengan cepat Alexa meraih ponsel dalam tas dan memainkan ponsel tersebut. Dengan santai lelaki tersebut duduk di samping Adiknya begitu dekat hingg membuat Alexa memiringkan tubuh perlahan sambil mendekatkan layar ponsel ke wajahnya.


" Lihat Kakak! " tegas Brandon di samping Adik yang sudah memunggungi dirinya.


" Alexa! " tambah Brandon tak kalah tegas melihat Adiknya tak menghiraukan sama sekali.


Gadis yang masih mendekatkan ponsel ke wajahnya itu bergegas pindah ke samping Pieter demi mencari perlindungan dari amarah Kakaknya karena telah menghentikan niat Kakaknya tadi. Merasakan ada benda bulat menempel di lengannya, Pieter mencoba melepaskan diri dari tangan Alexa yang sudah melingkar kuat pada lengannya.


" Sebentar saja, Aku bisa di bunuh hari ini sama Dia kalau Kamu pergi " lirih Alexa menyusupkan wajah dibalik lengan Pieter.


" Alexa! " teriak kuat Brandon melihat Adiknya menempel pada sahabatnya yang memalingkan wajah.


" Apa Kau kira ini hutan? jangan berteriak Dia sudah ketakutan " sahut Pieter santai.


" Alexa lepas! " tarik kuat lelaki yang sudah berdiri di hadapan sahabat juga Adiknya.

__ADS_1


Tangan yang masih melingkar di lengan Pieter dengan kuat di tarik Brandon hingga Adiknya merintih kesakitan merasakan kuatnya genggaman Kakak yang terlihat begitu kesal dan emosi.


" Jangan seperti ini, kasihan Dia " ucap Pieter menarik lengan Alexa yang satunya ketika Brandon hendak menyeret Adiknya keluar.


" Pieter, jika Kau tidak mencintai Dia maka jangan memberinya harapan! lepaskan tangannya! " tegas Brandon tak ingin jika Adiknya menyalah artikan semua sikap Pieter.


" Aku hanya tidak suka melihat Kau kasar pada perempuan " sahut Pieter menarik Alexa kuat hingga terjatuh dalam pelukannya.


Pieter membawa Alexa pergi sampai amarah sahabatnya mereda dan meninggalkan lelaki tersebut sendirian di ruang tamu. Perasaan tak karuan menghampiri Alexa dengan begitu kuat ketika lelaki di hadapannya memegang lengannya seraya berjalan cepat membawanya ke arah anak tangga menapaki tiap anak tangga dan berhenti di sebuah kursi balkon rumah Olivia.


" Tunggulah di sini sampai amarah Kakakmu mereda " seru dingin lelaki yang melepaskan tangannya dan berjalan meninggalkan Alexa sendiri di balkon.


" Jangan pergi " lirih Alexa sudah menahan Pieter dengan memeluk lelaki tersebut dari belakang.


Tangan kuat Pieter mencoba melepaskan pelukan Alexa yang malah semakin kuat dengan menyatukan kedua tangan di depan perut lelaki yang amat Ia cintai.


" Lepas! " tegas Pieter menarik kedua pergelangan yang masih menyatu di perutnya.


" Tidak mau " seru Alexa semakin erat memeluk lelaki yang terus berusaha melepas pelukan pada dirinya karena punggung yang mampu merasakan dua benda besar Adik sahabatnya membuat lelaki tersebut risih.


" Cintai Aku Kak, Aku sudah dewasa sekarang dan bisa jadi pasanganmu " tambah Alexa dengan nada tulus.


" Alexa, jika Kamu sudah dewasa maka lepaskan Aku dan bersikaplah dewasa jangan seperti anak kecil " ucap Pieter.


Perlahan Alexa melepaskan pelukannya pada Pieter dan menundukkan wajah menutupi air mata yang mulai menetes tanpa Ia inginkan. Lelaki yang kini sudah membalikkan tubuh menatap wajah menunduk gadis yang tak pernah berhenti mengejarnya menarik lengan Alexa dan memeluk tubuh gadis dengan uraian air mata itu.

__ADS_1


" Maaf, Aku tidak pernah ingin menyakitimu selama ini. Kamu baik dan cantik pasti banyak lelaki di luar sana yang mencintai Kamu, berhentilah mengharapkan ku " ucap Pieter memeluk tubuh gadis yang masih menangis tersebut.


Meski tak pernah ingin menyakiti Alexa dan hanya ingin membuat gadis itu menyerah, namun Ia juga menyadari jika sikap dingin dan kerasnya telah melukai Alexa. Pieter menyadari segalanya usai Adiyaksa menghubungi dirinya jika Alexa tak ingin makan juga minum selalu mengurung diri di kamar. Ucapan Adiyaksa yang meminta Pieter menolak Alexa dengan cara baik baik agar putrinya mampu melupakan semua perasaannya itu membuat lelaki tersebut sadar jika semakin Ia bersikap buruk maka Alexa akan semakin mencintai dirinya.


" Lupakan Aku, karena semua tidak mungkin untuk Kita " tambah Pieter melepaskan pelukannya pada Alexa yang masih menundukkan wajah.


" Jangan menangis, Aku tidak pantas untuk itu " tambah lelaki yang kini mengangkat dagu Alexa dan menyeka air mata yang membasahi pipi lembut berhias lesung pipi itu.


" Aku akan menyerah dan berhenti mencintai Kamu. Aku harap Kamu bisa bahagia dengan siapapun pilihan Kamu" lirih Alexa tulus menyunggingkan senyum manisnya.


Mendengar perkataan tulus gadis yang mencintainya selama bertahun tahun, perasaan Pieter seakan tak tega jika harus kehilangan perasaan dari gadis tulus tersebut. Meski Ia berharap jika Alexa meninggalkan dirinya dan menghapus semua perasaannya, namun terasa menyakitkan mendengar langsung dari bibir yang menyunggingkan senyum manis di hadapannya.


" Alexa " seru Pieter menarik Alexa yang berjalan melewati tubuhnya hendak kembali turun.


Dengan lembut Pieter mencium bibir gadis yang membulatkan matanya hebat tersebut. Hati dan tubuh lelaki tersebut seakan tak rela kehilangan gadis manja itu, meski Ia tak pernah menyukainya bahkan lebih menyukai Viena karena karakter bodyguard cantik tersebut. Perlahan Pieter mendorong tubuh Alexa ke dinding dan menikmati penuh perasaan bibir yang kini sudah mengimbangi setiap perlakuan lembut lelaki yang membuatnya bingung karena perlakuannya untuk pertama kali dalam hidupnya.


" Kak " seru Alexa menghentikan Pieter yang semakin memburu menikmati bibirnya hingga membuat lelaki itu tersadar seketika akan apa yang Ia lakukan.


" Ma... maaf " seru Pieter memundurkan tubuh yang tadi amat dekat dengan Alexa.


" Apa maksud semua ini? " tanya Alexa lirih dalam perasaan yang seakan ingin meledak.


" Ada apa denganku? apa yang sudah Aku lakukan? k gumam Pieter dalam hati seraya memejamkan kedua matanya dalam kebingungan.


" Itu hanya ucapan perpisahan, bukankah hal itu biasa di luar negri? " kilah Pieter masih merasakan kebingungan atas apa yang Ia lakukan.

__ADS_1


" Baiklah Kak, Aku juga ingin mengucapkan perpisahan padamu " ucap Alexa menarik kaos Pieter hingga wajahnya berhadapan dengan tubuh membungkuk lelaki yang kini Ia nikmati bibirnya dengan penuh perasaan dan kelembutan.


__ADS_2