
" Satu langkah Kamu keluar dari rumah ini ke rumah Kenan, maka hubungan ini juga akan berakhir " ucap Brandon tetap dalam posisinya.
" Aku hanya ingin tahu keadaan Papaku, Aku berhak mengetahui semuanya " seru Angel menoleh ke arah lelaki yang menujukan pandangan ke arah meja di hadapannya.
" Pergi, dan bersiaplah menandatangani perceraian Kita" tambah kembali Brandon melukai dirinya sendiri juga Angel.
" Apa hanya itu pilihanku? baiklah siapkan saja surat itu " pungkas gadis dengan tangan mulai menekan handle pintu.
Bergegas Brandon berdiri dan melangkah menarik tangan istrinya. Genggamannya kuat menekan pada pergelangan tangan gadis sudah satu langkah keluar dari pintu kamar tersebut.
" Hubungan ini tidak berarti bagimu selain pria yang sudah menjual mu itu?! " geram Brandon menunjukkan sorot amarah dalam matanya.
" Dia Papaku! seperti apapun Dia tetaplah Papaku! " tegas Angel menatap ke arah mata suaminya tanpa gentar menekankan suaranya sendiri.
" Dia bahkan tidak pantas Kamu sebut seperti itu! orang tua mana yang tega menjual putrinya sendiri! " teriak Brandon menunjukkan amarah.
" Itu karena Kamu yang ingin membeli ku! " teriak Angel membalas.
" Oke! Aku memang ingin membeli mu! tapi sekarang Kamu istriku! dan tidak pantas untukmu melawanku! " tegas kembali dengan tatapan amarah itu seraya berteriak, menyeret ke dalam istrinya serta mengunci rapat pintu kamar.
" Aku tidak akan membiarkanmu menemui Kenan! Kamu istriku Angel! " tegas Brandon sudah menghempaskan kuat tubuh istrinya di sofa panjang kamar.
" Bukankah Kamu ingin bercerai?! ceraikan Aku! bebaskan Aku dari kehidupan ini! Aku tidak sanggup lagi menghadapi keluargamu juga amarahmu! " teriak Angel, di tatap tak percaya oleh lelaki masih memiliki sorot amarah dalam matanya.
" Baiklah, Aku akan melepaskan mu " lirih Brandon melepaskan tubuh istrinya dan beranjak.
" Pergilah, bawa semua barang mu " lirih kembali Brandon sendu sambil berdiri, mengatakan dengan mata terpejam merasakan hatinya semakin sakit usai kenangan saudaranya menghantui kembali.
Angel beranjak dan pergi ke kamar ganti untuk mengemas semua barangnya. Matanya berkaca kaca sembari terus mengemas semua barangnya sendiri. Pertemuan setelah satu tahun terpisah, hanya membawa kebahagiaan semalam saja untuknya. Dan kini harus rela pergi dari kehidupan suaminya, meski juga tak menginginkan.
__ADS_1
Kakinya melangkah keluar, menyeret dua koper miliknya. Tanpa menoleh ke arah laki laki sudah duduk di tepi ranjang itu, Angel terus melangkahkan kaki dan hendak keluar. Namun cepat Brandon mengejar, membius istrinya sendiri sampai tak sadar.
" Maafkan Aku, Aku tidak mau Kamu terlalu jauh terlibat dalam permusuhan ini " ucap Brandon, sengaja melakukan semuanya demi melindungi istrinya dari Kenan.
Tubuh sudah tak sadar, di angkat Brandon dan di letakkan di atas ranjang. Tas masih melekat, juga sepatu, dilepaskan oleh laki laki yang ingin secepatnya pergi menghampiri Kenan juga Carlos.
" Aku tidak mau kehilanganmu " tulus Brandon mencium kening istrinya dan bergegas pergi.
Pintu sudah di kunci dari luar, dan Brandon pun pergi tanpa mengatakan apapun pada Alexa ataupun Santos. Mobil cepat Ia pacu dengan kecepatan penuh menghampiri Kenan di rumahnya.
Di rumah Kenan sudah banyak keributan dengan Pieter, Viena juga Darell menghadapi semua anak buah Kenan. Tanpa membawa banyak pengawal, Pieter menghubungi Darell dan Vienna untuk cepat menghampiri di rumah Kenan.
" Vienna, cari Carlos!" perintah Pieter pada bodyguard cantik yang tengah berkelahi, dan di ambil alih Pieter.
Vienna cepat berlari ke atas mencari di setiap sudut rumah, menghajar siapapun yang mencoba mencegahnya menjalankan tugas. Tak segan segan bahkan Vienna, menghempaskan begitu saja tubuh tiga kali lipat lebih besar dari nya.
Kenan tak ingin sampai Carlos kabur, karena hanya laki laki tak berdaya itulah yang bisa membuat Angel menjadi miliknya. Untuk itu Ia bekerja keras mendapatkan Carlos melalui penjagaan ketat Pieter.
" Siapa Kau?! " tanya Carlos melihat Vienna memasuki kamar.
" Maafkan Saya " sopan Vienna dan memukul Carlos hingga pingsan.
Viena tahu jika pria yang tengah dilepaskan ikatannya itu adalah mertua dari Tuan mudanya, untuk itu Vienna sengaja meminta maaf lebih dulu.
Di bawah, Brandon sudah tiba dan melihat semua anak buah Kenan bisa dikalahkan oleh kedua tangan kanannya. Brandon sudah memerintahkan untuk tak membuat lumpuh atau tiada siapapun dalam pertarungan kali ini, Karena tak mau melibatkan banyak orang tak bersalah ikut menanggung.
" Dimana Kenan?! " tegas Brandon pada Pieter juga Darell.
" Dia sudah pergi Tuan " jawab Darell mendapat laporan kepergian Kenan ke AS bersama Ricko menggunakan jet pribadinya.
__ADS_1
" Bawa Carlos ke tempatku! " perintah kembali Tuan muda dengan wajah dingin tersebut.
" Baik " sahut Pieter juga Darell bersamaan.
Brandon lebih dulu pergi, di susul Darell juga Kenan serta Vienna dengan membawa serta Carlos. Pieter mengemudi sendiri tepat di belakang Brandon, sementara Vinna bersama Darell menjaga Carlos di jok belakang mobil Darell.
Dalam rumah pribadi yang tak pernah diketahui siapapun, Tuan muda masih tetap memasang wajah dingin itu sudah duduk. Meminta ketiganya membawa Carlos ke kamar dan tetap mengikat di atas ranjang sampai Dia sadar. Setelah selesai ketiganya berdiri menghadap Tuan muda duduk dengan angkuh tersebut.
" Kalau Kau sudah tidak sanggup dengan pekerjaan ini, maka mundur dan urus anak juga istrimu! " tegas Tuan muda tak pernah mencampur urusan pribadi dengan pekerjaan tersebut ke arah Pieter.
" Tidak, maafkan Aku. Aku janji hal ini takkan pernah terulang lagi " sahut Pieter tetap berdiri.
" Semenjak menikah, Kau sudah tak fokus dengan pekerjaanmu sendiri! berhenti dan serahkan semua pada Darell! " tegas kembali Brandon menatap ke arah Pieter.
" Aku minta satu kesempatan saja, setelah itu Anda bebas melakukan apapun " ucap Pieter, langsung membuat Brandon berdiri tepat di hadapan kaki kanan yang tak di anggapnya saudara ketika sedang bersama lainnya.
" Oke! sampai ini terjadi lagi, maka nyawamu taruhannya! " tegas Brandon di sanggupi oleh Pieter.
" Terimakasih banyak " sahut Pieter.
" Tidak ada satupun dari kalian mengatakan hal ini pada Olivia! jika sampai Dia tahu, bersiaplah menerima hukuman dariku! jaga Carlos, dan hubungi ketika Dia sudah sadar! " tegas Brandon memerintah.
" Satu lagi, laporkan setiap menit tentang Kenan juga Carlos! " tambah kembali Tuan muda tersebut penuh peringatan keras.
" Baik Tuan " sahut ketiganya.
Brandon pergi meninggalkan ketiganya untuk tetap mengawasi Kenan, juga Carlos agar tak lagi kecolongan. Kekecewaannya pada Pieter tak bisa di sembunyikan. Pasalnya memang setelah menikah, Pieter tak begitu mengurusi tentang Carlos hingga tak tahu kalau Kenan sudah mengambilnya. Bahkan pekerjaan pun lebih banyak di bebankan Brandon pada Darell semenjak Pieter menikahi Alexa.
Berulang kali Tuan muda itu mengatakan agar tak pernah mencampur urusan pribadi dengan pekerjaan. Karena memang Brandon tak pernah menyukai hal itu. Perjanjian seluruh orang orang Brandon memang adalah nyawa ketika mereka mulai bergabung, untuk itu Ia tak pernah segan meminta untuk siapapun yang melanggar aturan juga mengecewakannya harus mengakhiri hidup mereka sendiri.
__ADS_1