Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 131


__ADS_3

Perut keroncongan Angel karena belum makan dari siang hari,  membuat Brandon memutuskan untuk mengajak semuanya makan di luar. Namun Angel juga Alexa yang lebih menyukai makanan rumah meminta untuk langsung pulang saja, dan di setujui oleh lelaki yang tak ingin berdebat dengan Adik juga istrinya itu.


Rencana Alexa yang akan langsung ke butik dan toko perhiasan usai menonton,  terpaksa batal karena adanya Kenan terus siap mengintai, dan mungkin sudah mulai menyebar anak buah nya demi mencari gadis yang Ia suka.


" Baby,  tidak apa apa kan kalau Kamu ke butik sendiri? nanti Aku akan menghubungi mereka supaya Kamu tinggal mengambilnya saja " manja Alexa pada Darell karena perintah Brandon harus Ia turuti untuk kembali pulang.


" Oke,  Aku akan mengambilnya sendiri.  Kamu pulang saja, begitu selesai Aku akan mengabarimu " sahut Darell yang fasih berbahasa Indonesia itu dengan nada lembut, diiringi tatapan Brandon.


" Thanks baby,  love you " manja kembali gadis yang masih duduk di samping calon tunangannya itu.


" Love you too baby " senyum Darell mengembang pada gadis manja di hadapannya, mengembangkan senyum sinis Brandon.


Darell lebih dulu pamit karena jarak butik dan toko perhiasan cukup jauh.  Disusul oleh keempat orang yang rencananya akan langsung menuju rumah Brandon.


Alexa memilih untuk naik motor bersama Angel karena mobil sport Brandon hanya mampu menampung dua orang saja.  Dengan bantuan dari Angel,  maka suaminya hanya bisa menurut saja.


Dalam perjalanan,  Angel lebih dulu bersama Alexa diikuti mobil Brandon di belakang yang di kemudikan oleh Pieter. Peringatan suami juga Kakaknya untuk tak mengebut di jalan,  sudah terlupakan begitu saja ketika gadis yang pernah ikut balap motor demi menghidupi Mama nya dulu itu sudah duduk di atas motor sport miliknya.


" Apa Dia selalu seperti itu kalau mengendarai motor? " terkejut Pieter di balik kemudi menyaksikan untuk pertama kalinya Angel menaikki motor sport,  yang bahkan tak pernah Ia tahu jika Adiknya bisa mengendarai motor.


" Lihat saja betapa gilanya Dia kalau sudah di atas motor " santai Brandon sering memarahi istrinya.


" Ambil saja kembali motor itu,  dan biarkan Dia kemana mana dengan ku atau denganmu " usul seorang Kakak yang amat menghkawatirkan nyawa juga keselamatan Adiknya.

__ADS_1


" Coba saja Kau yang ambil jika Dia mau menurut. Dan satu lagi,  ambil juga mobil Alexa karena Dia juga sama gila nya " sahut lelaki yang sudah hampir putus asa untuk menghadapi keduanya, selalu bertengkar tanpa ujung bersama mereka setiap hari.


Motor Angel sudah tak mampu lagi untuk dilihat Brandon atau pun Pieter,  yang membuat lelaki di balik kemudi itu memacu cepat kendaraannya agar bisa menyusul Angel. Bibirnya terus saja bergumam akan cara Adiknya menaiki motor,  seraya memaki sahabatnya karena membelikan Angel sebuah motor sport.


Sampainya di rumah,  ternyata Angel dan Alexa sudah menikmati makan malam mereka bersama tanpa menunggu Brandon ataupun Pieter.


" Bagus sekali kalian,  Aku belum makan dan kalian makan lebih dulu " berdiri Brandon di samping meja makan melipat kedua tangan seraya mengangguk anggukan kepala.


" Aku pikir Kamu tidak langsung pulang,  karena biasanya kan Kamu pulang malam " polos Angel dengan mulut penuh.


" Apa Kamu tidak lihat mobilku di belakangmu dari tadi?! " tegas Brandon menatap istrinya.


" Kami tidak melihatnya " santai Alexa sambil mengunyah.


" Duduklah, akan Aku ambilkan makan untukmu " Ucap angel kembali masih dengan mulut penuh.


Brandon meminta pelayan untuk membuatkan makanan baru untuknya dan Pieter, lalu beranjak ke ruang tengah meninggalkan kedua gadis rakus itu terus mengunyah.


" Kapan Santos akan kembali?  rumah benar benar kacau tanpanya" gumam lirih Brandon karena kepala pelayannya ijin untuk kembali ke rumahnya sendiri sudah hampir satu minggu.


" Angel,  Alexa selesai makan kalian kemari!  ada yang harus Aku bicarakan pada kalian! " tegas Pieter seraya berteriak dari ruang tengah dan hanya di acungi jempol oleh kedua gadis gang masih sangat menikmati makanan mereka.


Sikap Angel juga Alexa membuat Pieter tak habis pikir akan apa yang telah mengubah keduanya menjadi sangat nakal.  Walaupun bukan nakal yang melewati batas,  namun tetap saja perubahan mereka terlihat menakutkan.  Terlebih Angel yang dulu begitu kalem,  kini seakan berubah seratus delapan puluh derajat walu masih menyisakn sikap kalem dan manjanya.

__ADS_1


Mendengar nada bicara Pieter terlihat kesal, keduanya dengan cepat menyelesaikan makan dan menghampiri kedua lelaki yang duduk di ruan tengah.


" Duduk! " tegas lelaki yang sudah di beri wewenang oleh sahabatnya agar membantu mengatasi Adik serta istrinya. 


" Angel,  apa begitu caramu naik motor selama ini?  apa Kamu sama sekali tidak peduli dengan nyawamu juga keselamatan mu? " tanya Pieyer langsung pada intinya pada Adik yang sudah duduk di sofa bersama Alexa menundukkan wajah.


" Dan Kamu!  bukankah harusnya Kamu menjadi contoh karena usiamu lebih tua? kenapa Kamu malah bertingkah seperti anak kecil? Kamu sudah akan menikah jadi bersikaplah dewasa! " berganti Pieter menanyai Alexa.


Melihat keduanya masih menundukkan wajah tanpa menjawab apapun,  Brandon menarik lengan jas sahabatnya dan mengarahkan jari ke telinga.  Mengisyaratkan agar Pieter melihat telinga kedua gadis di hadapannya.


Napas kasar di buang oleh Pieter diiringi senyum sahabatnya.  Brandon begitu memahami jika keduanya tengah mendengarkan lagu melalui earphone di kedua telinga mereka.  Karena Brandon juga sering kesal ketika memarahi keduanya tapi hanya mendapat anggukan,  yang ternyata sama sekali tak di dengar oleh mereka.


Pieter berjalan ke arah keduanya yang masih menunduk menutupi telinga dengan rambut. Tangan kokohnya menarik kasar earphone di telinga Alexa dan Angel bersamaan,  membuat keduanya amat terkejut dan menatap lelaki di hadapan mereka.


" Tuhan... " frustasi Pieter duduk di atas meja menghadap keduanya,  dan membuat lelaki yang masih melipat kaki dan bersandar di sofa itu tersenyum memperhatikan bagaiman cara sahabatnya mengatasi kedua gadis itu.


" Angel,  Alexa,  Aku benar benar tidak mengerti kenapa kalian seperti ini.  Tapi tolong berhenti bersikap kekanakan seperti ini,  jika ada orang bicara dengarkan bukan malah mendengarkan lagu dengan keras " ucap Pieter dengan nada frustasi yang tak henti membuang napasnya kasar.


" Sekarang serahkan kunci motor pada Kakak,  dan Kamu serahkan kunci mobilmu padaku " tambah Pieter merasakan hal yang sama seperti sahabatnya.


" Ah Kakak,  perutku sakit sekali " rintih Angel memegangi perut sambil membungkuk,  mengkhawatirkan Kakak yanh sudah sangat cemas melihat Adiknya.


" Kak Angel,  apa luka operasimu sakit lagi?  ah bagaimana ini? jangan pingsan lagi Kak " khawatir Alexa memegangi Kakak iparnya.

__ADS_1


" Angel,  tahanlah Kakak akan membawamu ke kamar " seru Pieter begitu cemas dan ketakutan lalu menggendong tubuh Adiknya ke kamar tamu.


Usai mengacak kasar wajahnya,  Brandon menyusul ke kamar tamu usai lebih dulu meminta pelayan mengambilkan sesuatu yang Ia simpan di dekat dapur.


__ADS_2