Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 142


__ADS_3

Sebuah pernikahan sederhana sudah di gelar dari pukul 16.00, dengan hanya ada keluarga yang datang dan menjadi saksi, kecuali Brandon. Tuan muda tersebut harus menghadiri sebuah meeting penting bersama rekan bisnis dari Jepang. Yang rencananya akan Ia hadiri bersama Pieter, namun karena pernikahannya dengan Alexa, Ia tak bisa iku dan digantikan oleh Darell.


Hingga pukul tujuh malam, Brandon tak juga tiba dan mengharuskan semua mendahuluinya untuk makan malam bersama demi merayakan bersatunya Pieter dan Alexa. Istri yang tengah merasa kesepian itu, sudah mencoba menghubungi suaminya namun tak terangkat. Karena Brandon selalu mengubah ponsel dalam mode silent ketika meeting.


Sengaja gadis bergaun biru tosca tersebut tak ikut makan dan hanya menikmati salad sayur saja, karena ingin menunggu suaminya lebih dulu. Usai makan, Alexa dan Pieter di minta Adiyaksa untuk beristirahat. Sementara dirinya mengerjakan beberapa pekerjaan di kamar, dan Olivia menemani Angel di ruang TV untuk menunggu Brandon kembali.


" Aku mandi sebentar " ijin Pieter sudah memasuki kamar milik istrinya, tepat di samping kamar Brandon.


" Iya, Aku akan mandi setelah Kamu " jawab Alexa sambil membersihkan make up.


Gaun putih masih dikenakan Alexa usai acara pernikahan sederhana, karena Brandon ingin menjaga Adiknya dari beberapa orang yang telah coba Ia dan Pieter hancurkan. Seorang Kakak yang juga sangat menyayangi Adiknya itu, tak ingin sesuatu buruk terjadi padanya dan meminta untuk tetap merahasiakan pernikahannya bersama Pieter hingga waktunya tiba.

__ADS_1


Cukup satu jam, Pieter membersihkan diri dan sudah keluar hanya melilitkan handuk pada pinggang membiarkan rambut basahnya kering dengan sendiri. Usai lelaki dengan perut sixpack tersebut keluar, Alexa bergegas untuk memasuki kamar mandi dan membersihkan dirinya.


Sudah berganti dengan celana pendek dan tetap membiarkan dadanya terbuka, Pieter duduk di tepi ranjang berusaha menghubungi Brandon namun tak terangkat hingga empat kali. Lalu mencoba menghubungi Darell yang kala itu tengah duduk berdampingan dengan Tuan muda yang mencoba memahami semua isi perjanjian. Darell diijinkan Brandon untuk mengangkat telpon, dan menyatakan jika dirinya dan Brandon akan pulang hingga tengah malam, karena belum juga mencapai sebuah kesepakatan dari klien ketiga yang mereka temui.


Sengaja Brandon meminta untuk dibuatkan jadwal pada hari yang sama karena tak ingin mengulur waktu untuk bisnisnya. Tanpa Ia tahu di awal jika hari dimana Ia harus sibuk dengan klien adalah hari dimana Adiknya harus menikah. Penyesalan tak bisa menghadiri pernikahan Adiknya, menghantui pikiran Brandon gang tak bisa lagi mengubah jadwal.


Senyum dikembangkan lelaki yang sudah menutup telpon tersebut, kearah gadis dengan piyama satin berbalut kimono yang baru keluar dari kamar mandi.


" Aku akan berusaha untuk merubah semua itu Kak, Aku janji padamu " jawab Alexa menatap wajah lelaki di hadapannya.


" Aku tidak ingin Kamu berubah demi Aku tapi berubah lah demi dirimu sendiri. Aku mencintaimu Alexa jadi Aku tidak ingin Kamu terus berada di dalam sebuah jalan yang salah " tambah kembali lelaki dengan nada lembut tersebut, masih menggenggam kedua tangan istri yang baru dinikahinya beberapa jam.

__ADS_1


Tak ingin membuat Alexa merasa jika pernikahan yang sudah dijalani adalah sebuah keterpaksaan seperti pertanyaannya dulu, tanpa menunggu lagi Pieter mencium lembut bibir gadis di hadapannya. Tangan tangannya perlahan menarik tali kimono dan merebahkan perlahan tubuh istrinya.


Sebelumnya, mereka telah membahas masalah keturunan dan di setujui oleh Alexa untuk menundanya. Alat penunda kehamilan sudah terpasang usai mereka membeli cincin pernikahan, juga atas persetujuan Brandon ingin jika Adiknya lebih dulu lulus baru memiliki anak.


Kewajiban suami, dijalankan Pieter begitu lembut. Walaupun bukan malam pertama karena memang mereka sudah lebih dulu melakukannya. Sebuah hubungan dimana keduanya telah hanyut bersama, menjadi sebuah awal indah dalam hubungan baru mereka. Hanya suara kenikmatan yang terdengar dalam ruangan penuh pernak pernik doraemon tersebut.


Kebebasan melakukan sebuah hubungan karena adanya ikatan suci, mengantarkan mereka pada sebuah puncak kenikmatan. Peluh juga napas memburu masih saling beradu pada tubuh yang masih saling menempel tersebut. Kebahagiaan serta kepuasan terukir jelas pada ekspresi wajah kedua orang yang kini sudah saling memeluk dalam selimut.


Walaupun pikirannya masih kacau akan hubungan dengan Adiknya, Pieter tak ingin membawa serta istrinya dalam sebuah kecemasan akan kehilangan keluarga. Ia tetap menjalankan kewajibannya sebagai suami yang tak ingin menuntut apapun pada istrinya, dan membiarkan semua berjalan sesuai dengan iringan waktu tanpa ingin memaksakan apapun.


Wajah cantik yang merebah pada dada bidangnya, tak henti untuk dibelai dan dikecup lembut keningnya. Perasaan cinta pada Alexa seharusnya sudah Ia tunjukkan dari dulu, tanpa harus membuat Angel menyadarkan dirinya dengan amarah. Penyesalan memang datang di belakang dan tak pernah Ia pikirkan sebelumnya. Tak ingin lagi membuat gadisnya cemburu dan curiga. Ia masih ingin membiarkan Angel tetap dalam diam hingga dirinya bisa meyakinkan Alexa nanti

__ADS_1


__ADS_2