
Pagi hari, cahaya mulai menyingsing indah di balik celah celah jendela. Tetap dalam posisi sama tanpa berubah sedikitpun, Brandon membuka matanya dan teekejut saat kepalanya bersandar tepat di atas dada istrinya.
"Sudah bangun?" tanya Angel sudah terbangun dari tadi namun tetap mematung tidak ingin mengganggu tidur suaminya.
"Dari semalam seperti ini? kamu tidak berat?" melihat ke arah istrinya, mengangkat kepala.
"Berat, tubuhku seperti tertimpa bangunan dan sekarang sangat sakit. Cepat bangun aku harus ke kamar kecil" coba Angel mengangkat pundak suaminya.
"Tidak mau, aku mau seperti ini dulu sebelum mereka bangun dan menangis" manja Brandon mengeratkan pelukan dengan kembali meletakkan kepala di atas dada istrinya.
"Kamu pakai parfum? bukannya sudah aku bilang jangan pakai parfum, aku tidak suka" protes Brandon mengendus tubuh istrinya.
"Itu bau alkohol dari tubuhmu, mana mungkin kamu tidak suka?! minum saja terus setiap hari! kenapa semalam minum?! ke bar?! bukankah kamu bilang mengurus pekerjaan?! kamu lupa pernah bilang kalau jantungmu sakit?!" kesal Angel, memjamkan mata Brandon menyesal akan ucapan yang memancing istrinya untuk cerewet.
"Kamu ingin aku menjadi seorang janda?! baik kalai begitu minuk saja sampai kamu tiada dan aku akan menikah dengan laki laki lain yang lebih segalanya darimu! sekli kali berpikirlah tentang aku juga anak anak saat kamu mau minum, jangan hanya memikirkan keinginanmu!" tambah Angel, terasa panas di telinga Brandon.
"Aku harus ke kamar kecil" cepat Brandon beranjak melangkahi tubuh istrinya dan melangkah lebar ke arah kamar mandi.
"Baguslah, selalu saja kabur!" geram Angel menatap punggung suaminya.
"Ha? kamu bilang apa? aku tidak dengar!" teriak Brandon sengaja, makin membuat Angel kesal.
Menggerutu kesal sambil beranjak dari ranjang karena dadanya terasa nyeri. Semalam memang si kembar sama sekali tidak rewel seperti biasa, mungkin mereka tahu jika Daddy nya tengah manja dalam lelap.
Tidak pernah suka saat istrinya mulai cerewet dan bicara tanpa henti, Brandon selalu saja menghindar untuk pergi. Berulang kali sellu diingatkan akan kesehatan jantungnya, namun Brandon seolah tak ingin mendengar karena hasil rumah sakit menyatakan dirinya baik baik saja.
Beberapa jam bersiap juga merawat kedua anaknya, sepasang sumi istri itu turun ke bawah dengan menggendong anak mereka masing masing. Di bawah sudah ada Pieter, Alexa, Quen juga Olivia bersama dua orang wanita tampak asing bagi Angel.
__ADS_1
"Siapa mereka?" berbisik pada suami di sampingnya sambil tetap menuruni anak tangga.
"Pengasuh anak anak" santai Brandon, ditatap cepat istrinya dengan mata terkejut.
"Kamu memilih pengasuh secantik itu?! apa kamu cari pengasuh untuk mengasuhmu?!" jengkel perempuan berbalut dress hijau tosca itu menatap suami yang malah tersenyum.
"Paling tidak saat kamu cerewet seperti ini, aku bisa ke kamar mereka" menggoda dengan tersenyum dan melangkah lebih dulu.
"Aku membencinya!" geram Angel terdengar oleh Brandon dan langsung menoleh.
"Aku juga sangat mencintaimu" menyeringai dan berlalu meninggalkan.
Lelaki sudah terlihat tampan dengan wajah segar itu menghampiri ke ruang tengah. Kedua wanita yang tengah duduk langsung berdiri, memberikan hormat dengan sedikit membungkuk pada lelaki dengan celana panjang juga kemeja panjang berwarna hitam. Terlihat menawan dengan pakaian membentuk tubuh kekarnya, Brandon mempersilahkan kembali mereka duduk.
"Angel kemari, kenapa kamu berdiri di sana?" tegur Olivia melihat putrinya berdiri jauh dari tempatnya duduk.
"Aku keluar dulu ma, Nathan butuh sedikit sinar matahari" lembut Angel, lalu pergi usai mlirik sadis pada suami yang menyeringai menatap.
Sekilas melirik kesal pada Adiknya, Brandon menitipkan putranya pada Olivia dan mengikuti langkah perempuan dengan jumpsuit salem tersebut ke dalam. Begitu sampai kamar tamu, Alexa langsung memutar tubuh dan menatap ketus pada kakaknya.
"Apa?!" tegas Brandon kesal karena cubitan pedas Adiknya masih terasa dan di usapnya.
"Kakak, akal kakak sudah hilang?! kenapa kakak mempekerjakan dua wanita cantik dan seksi untuk baby sitter?! mereka di sini untukmu dan kak Pieter atau untuk baby twins?!" amarah Alexa ke arah laki laki sudah duduk di sofa bawah ranjang.
"Hei, hanya satu orang yang bisa memarahiku dan itu istriku!" tegas kesal Brandon menatap adiknya yang berdiri di hadapannya dengan bertolak pinggang.
"Jawab saja!" merengek Alexa kesal sembari berjingkrakan sendiri.
__ADS_1
"Aaahh..." seru Brandon memalingkan wajah ke samping kiri.
"Kakak!" semakin jengkel dan berteriak Alexa, menghentakkan kaki kanan keras ke lantai.
Terlihat pintu kamar terbuka usai mengetuk, Pieter mulai memasuki kamar dan duduk di samping adiknya. Alexa melipat kedua tangan di depan dada, siap memaki suami juga kakaknya yang masih saja suka jelalatan.
"Ini lagi! apa tidak puas menatap mereka dari tadi?! matamu sudah hampir keluar!" jengkel Alexa ke arah laki laki berkemeja biru tua di samping kakaknya.
"Ini dia yang mencari pengasuh, jadi marahi dia saja" santai Brandon menunjuk sahabatnya, cepat menoleh Pieter terkejut.
"Bukan, kamu tahu aku terkejut kan tadi? aku tidak tahu menahu soal ini, aku berani sumpah" membela diri di hadapan istrinya sambil melambaikan tangan memasang wajah ketakutan.
"Lihat saja aku akan mengatakan pada kak Angel kalau ini rencana kalian, kalian akan menyelinap ke kamar mereka saat kami tidur!" melangkah pergi dengan wajah kesal dan keluar membanting pintu.
"Ah, tabiatnya sangat keras" gumam Pieter menoleh ke arah istrinya.
"Tapi kenapa kau memilih mereka untuk menjadi pengasuh?" tanya Pieter menatap laki laki sudah melipat siku menyandarkannya di ranjang belakang.
"Cantik? seksi?" tersenyum Brandon memainkan alisny, di balas senyum gila oleh Pieter.
"Luar biasa" ucap Pieter masih dengan senyum bersama Brandon.
"Kau yang berambut panjang, dan aku yang berambut pendek, setuju?" mengulurkan tangan membuat kesepakatan ke arah Pieter.
"Setuju!" sahut Pieter berjabat tangan dengan tersenyum bersama.
Kedua laki laki yang tak pernah kapok dengan amarah istri istri mereka itu, masih saja suka bercanda tentang wanita. Meskipun harus mendapat amarah dan sikap diam dari pasangan masing masing, kedua sahabat yang paham betul kelemahan istri mereka itu tetap suka menggoda walau tak pernah melakukannya.
__ADS_1
Sedangkan Alexa sudah keluar mengadu pada kakak iparnya yang duduk di ayunan, tepat di taman depan rumah. Dengan kesal juga melebih lebihkan, Alexa bercerita tanpa henti dan membuat kakak iparnya juga geram.
Tanpa mengetahui alasan di balik keputusan mempekerjakan pengasuh cantik juga seksi, Angel dan Alexa memiliki rencana tersendiri untuk menghadapi kenakalan suami mereka.