
Keempatnya masih asik di ruang tamu dengan ponsel mereka masing masing. Pieter yang diam diam mengikuti Adiknya di akun sosial media, mengamati semua obrolan gadis dengan rambut tergulung ke atas menyisakan poni depan itu.
Senyumnya terus terlukis membaca setiap obrolan Adiknya di kolom komentar. Diam diam tanpa diketahui Angel, Pieter memberikan komentar dan mengejutkan Adiknya yang langsung membulatkan mata ke arahnya.
" Kakak, memata matai Aku? " tanya Angel dibalas senyuman oleh Pieter menurunkan ponsel sejenak.
" Apa Kamu tidak pernah tahu Kakak selalu ada di setiap apa yang Kamu posting? " senyum laki laki masih nyaman menyandarkan kepala di pangkuan istrinya.
" Apa? kalian bicara apa? " tak mengerti Alexa.
Segera Pieter memainkan mata ke arah Adiknya agar tak memberitahu, karena dalam postingan Angel pernah terdapat makian untuk Brandon yang mengatai dirinya belalang panda. Tapi secepatnya di mengerti Pieter jika yang di maksud adalah sahabatnya, karena terdapat foto punggung Brandon dalam postingan tersebut.
" Lihat " seru Alexa mencoba meraih ponsel suaminya, namun segera di matikan dan tersenyum.
" Privasi Alexa, Aku juga tidak pernah melihat ponselmu " senyum Pieter mengarahkan pandangan ke arah istrinya dengan tetap memegang ponsel di atas dada.
" Kalian benar benar menjengkelkan, bahkan mainan kalian seperti anak kecil " seru Brandon melihat pasar saham pada ponselnya.
Brandon sudah tahu lebih dulu jika keduanya memang bermain game on line dan juga sosial media bersama. Tapi Angel ataupun Pieter tak mengetahui hal itu.
Seorang perempuan dengan celana leging abu abu di bawah lutut dan kaos hitam pendek menghampiri Angel sopan.
" Apa Nyonya ingin berlatih sekarang? " sopan Viena berdiri tak jauh dari tempat duduk Angel.
" Oh, baiklah Aku ganti baju dulu " seru Angel penuh semangat.
" Apa? " singkat Brandon ke arah Viena.
" Nyonya meminta Saya mengajari bela diri Tuan " jelas Viena malah mengembangkan senyum Brandon dengan acungan jempol, namun mengejutkan Pieter dan Alexa.
" Cepat ganti baju dan berlatih, gunakan pakaian yang nyaman " ucap Brandon bangun dari posisi santainya.
" Oke " seru Angel tersenyum membentuk bulatan dengan ibu jari dan jari telunjuk, seraya mengedipkan satu mata.
" Saya siapkan peralatan dulu Tuan " pamit Viena berlalu pergi bersama dengan Angel ke kamarnya.
Pieter masih tak mengerti begitu juga Alexa dan menatap heran pada laki laki yang kembali menatap layar ponsel dengan tatapan tanya.
__ADS_1
" Apa Kau meminta Angel berlatih? " penasaran Pieter karena sahabatnya hanya mendukung.
" Tidak, tapi jika Dia mau itu lebih baik. Paling tidak Dia mengerti dasar dasar untuk melindungi diri " santai Brandon tak melepas pandangan dari ponsel.
" Kenapa? bukankah Kakak ada untuk melindungi Kak Angel? "tanya Alexa.
" Aku tidak bisa bersamanya setiap waktu, Aku juga memiliki pekerjaan sendiri " jelas Brandon santai.
Tak lama Angel sudah kembali dengan celana pendek dan kaos. Lebih dulu gadis yang sudah merapikan kembali gulungan rambut itu, berpamitan pada suaminya walau hanya berlatih di taman samping rumah saja.
Setelah mencium sejenak bibir suaminya, Angel bergegas menghampiri Viena yang sudah menyiapkan handwrap juga punch mitt yang akan mereka gunakan untuk latihan.
Lebih dulu Viena mengajak Nyonya muda dengan wajah antusias tersebut untuk melakukan pemasanan. Di dalam rumah Brandon langsung mematikan ponsel dan berganti pakaian miliknya, yang memang sengaja ditinggal beberapa di rumah Olivia.
Brandon berencana ikut melatih sendiri istrinya, dan mengajarkan beberapa hal yang perlu dilakukan Angel ketika berada dalam situasi seperti saat Ia di serang Kenan.
Pieter sebenarnya juga ingin melihat Adiknya berlatih, namun adanya Viena sebagai pelatih mengurungkan niatnya. Ia tak ingin membuat Alexa kembali cemburu dan berpikiran tak masuk akal.
" Ambilkan tali skipping milikmu " ucap laki laki sudah mengenakan celana pendek santai dengan kaos putih berdiri di dekat sofa yang di tempati sahabat juga Adiknya.
" Apa Kau juga ingin berlatih? " tanya Pieter melihat ke arah sahabatnya dan beranjak duduk.
" Sebentar " pamit Pieter masih dan beranjak pergi ke kamarnya mengambil tali skipping.
Di taman, Angel sudah menyelesaikan pemanasan. Dilihatnya Viena mencoba mengenakan hand wrap pada tangan Angel dan diraih pelan oleh Brandon.
" Aku lebih suka Kamu memakai seperti ini " senyum Brandon mengenakan handwrap berwarna hitam pada tangan istrinya yang tersenyum.
" Ternyata Kamu lebih suka wonder woman daripada cat woman? "senyum Angel menggoda, langsung di balas senyum lebar Brandon menampakkan gigi putihnya dengan tatapan masih tertuju pada tangan istrinya.
" Wonder woman diluar dan cat woman di dalam " genit Brandon menatap istri yang mengarahkan pandangan ke atas, karena tinggi tubuh berbeda.
Senyum seraya menggigit bibir bawah di kembangkan Brandon ke arah istrinya. Sama seperti Pieter, Ia juga menyukai gadis yang bisa melindungi diri. Tapi bedanya, Brandon juga menyukai gadis liar dan Pieter menyukai seseorang yang biasa saja.
Karakter Angel yang memiliki sisi liar selalu membuatnya tergoda untuk mendekat, terlebih kini istrinya memutuskan sendiri untuk bisa bela diri makin membuatnya senang. Karena semua tipe yang Ia suka ada dalam diri Angel, tanpa meninggalkan sikap manja kesukaannya.
Angel mulai berlatih dengan Viena mengenakan punch mitt pada kedua tangannya. Sesuai aba aba Viena, Angel mulai memberikan pukulan juga tendangan tepat ke arah punch mitt yang ada di depan tubuh Viena.
__ADS_1
" Seksi " gumam Brandon memperhatikan istrinya sembari tersenyum tipis.
Pieter sudah menghampiri dan memberikan tali skipping pada lelaki yang berdiri tak jauh dari Adiknya berlatih. Melihat Angel dan Viena berlatih, membuatnya tak ingin berpaling sedikitpun dari pemandangan di hadapannya.
Tetap saja perasaan kagum pada sosok Viena masih ada, walau Ia terus mencoba membuangnya dan lebih fokus pada Alexa. Tapi melihat Viena hari ini, semua rasa kagum itu kembali hadir. Terlebih tubuh yang selalu tertutup pakaian hitam, kini terlihat lebih menarik saat mengenakan pakaian bebas yang menunjukkan lekuk tubuhnya.
Viena memang memiliki tinggi tubuh hampir sama dengan Brandon ataupun Pieter, kulitnya putih dan bersih dengan paras sangat cantik. Rambut hitam yang lurus, serta sorot mata tajam memiliki daya tarik sendiri dari bodyguard dingin tersebut.
" Berhenti menatap, kalau tidak Kau akan di bunuh Alexa " goda Brandon tersenyum memperhatikan sahabatnya yang langsung tersenyum dengan menundukkan wajah.
" Lebih baik Aku masuk kalau begitu " senyum Pieter dan berbalik kembali ke dalam rumah.
Brandon sudah bermain skipping, sedang Pieter sudah kembali menemani Alexa. Di dalam, Alexa masih saja duduk diam di atas sofa dengan ponsel di tangan.
" Kamu tidak mengantuk? apa Kamu mau tidur sebentar sampai menunggu makan malam? " tanya Pieter duduk di samping istrinya.
" Tidak Kak ini sudah sore, Kak Pieter istirahat saja kalau lelah " sahut Alexa.
" Mau tetap di sini atau ke kamar saja? " tanya kembali laki laki masih duduk di samping istrinya itu.
" Di sini saja Kak, Aku sudah nyaman tidak ingin beranjak " sahut Alexa bermain game pada ponsel.
" Baiklah " singkat laki laki mulai menyandarkan kepala pada sandaran atas sofa sambil meletakkan kedua telapak tangan sebagai penyangga.
Melihat mata laki laki dengan pakaian kerja dan melebarkan kaki itu terpejam, Alexa mematikan ponsel dan langsung mencium bibir suaminya. Terkejut dengan apa yang dilakukan Alexa ketika Ia mencoba tertidur, Pieter langsung membuka mata memdapati wajah Alexa masih dekat di atas wajahnya.
" Kenapa? " lembut Pieter.
" Hanya merindukanmu saja " jawab lirih Alexa.
Senyum dikembangkan Pieter dan meraih pinggang Alexa untuk menikmati sejenak bibir istrinya, lalu meletakkan kepala Alexa pada dadanya bersandar.
" Aku mengantuk, Aku ingin tidur sejenak " seru Pieter lirih, masih melingkarkan tangan pada pinggang istrinya.
Mata kembali di pejamkan Pieter sambil menyandarkan kepala di ujung sandaran sofa, sedangkan Alexa masih melingkarkan tangan pada perut suaminya dan bersandar di atas dada bidang tersebut.
Angel, Brandon dan Viena masih melanjutkan latihan mereka bersama. Dengan Brandon sudah ikut mengajari istrinya perlahan. Sedikit demi sedikit, Angel mengerti dengan teori yang coba di sampaikan Viena dan Brandon untuk dasar melindungi diri. Tak lupa, Brandon juga merelakan dirinya menjadi sasaran Angel untuk berlatih.
__ADS_1
Paling tidak dengan membiarkan istrinya berlatih bela diri, selain mendapat kesehatan juga bisa melindungi dirinya. Bagaimanapun juga, Kenan pasti takkan berhenti begitu saja untuk mendapatkan Angel. Hingga pelatihan dasar benar benar di butuhkan gadis yang selalu nyaman hanya dengan kaos dan celana pendek setiap hari.