Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 116


__ADS_3

" Mandi lah, Aku akan keluar " ucap Pieter sudah kembali mengenakan pakaian kerja nya dengan wajah lebih segar.


" Iya " sahut Alexa pada lelaki yang berdiri di samping ranjang tanpa menghampiri Alexa kembali, karena sudah memutuskan tak lagi menyentuh gadis yang tengah duduk di tepi ranjang itu.


Gerakan lincah hanya bertumpu tangan digunakan Pieter untuk melompat dari jendela, karena mendengar suara Adiyaksa di luar kamar.


Ia memilih ke villa pribadi Adiyaksa untuk menemui beberapa pengawal di sana, sekedar untuk menunggu rambut setengah basah nya kering.


" Om mencari siapa? " tanya seorang anak kecil usia empat tahunan ketika Pieter mulai memasuki villa Adiyaksa.


" Kamu siapa? kenapa ada di sini? " tanya Pieter sudah berjongkok memegang pundak bocah laki laki itu dengan nada lembut mengembangkan senyum.


" Aku Dio, Om kenapa kemari? apa Om mau mencuri? " ucap polos bocah kecil di hadapan lelaki yang merasa begitu gemas mencibit pipinya.


" Dio jaga bicaramu, beri salam pada Tuan Pieter " tegas perempuan dalam balutan setelan kemeja dan celana hitam berjalan menghampiri.


" Maafkan anak Saya Tuan, Saya baru tahu Dia di sini karena Tuan besar meminta Adon menjeputnya " tambah Viena meraih tubuh Dio.


Dengan terkejut namun masih terlihat tenang, Pieter berdiri menatap Dio yang sudah di gendong oleh Viena. Dio adalah anak dari Viena yang tak di ketahui siapa Ayahnya, karena dulu Ia sempat dijual oleh Ayah kandung nya sendiri untuk membayar hutang karena kebiasaan judi Ayah nya.


Viena yang tak menyadari kehamilan nya ketika di tolong oleh Adiyaksa, mengikuti pelatihan bodyguard dan berhenti karena Adikya meminta Viena untuk membesarkan kandungan hingga melahirkan putranya, atas bantuan Adiyaksa untuk segala biayanya.


" Kenapa Kamu tidak cerita masalah ini Viena? " tanya Pieter menatap wajah perempuan dingin di hadapannya.


" Maaf Tuan, Saya kira Tuan besar sudah memberitahu Anda " jelas Viena.


" Baiklah, nanti Kita bicarakan ini " ucap Pieter ingin mengetahui segalanya, namun tak ingin membahasnya di depan Dio.

__ADS_1


" Dio, apa mau ikut Om main bola? " lembut Pieter membungkukkan sedikit tubuhnya menghadap bocah kecil yang mengangguk dalam gendongan Viena.


" Tidak Tuan, biarkan Dia di sini saja " tolak Viena segan.


" Biarkan Dio bermain bersamaku, Kamu istirahat lah wajahmu begitu terlihat lelah " sahut Pieter meraih tubuh Dio untuk Dia gendong.


Viena tak bisa menolak keinginan Pieter yang langsung pergi menggendong putranya, meski Ia amat segan.


" Om ganti baju dulu ya " ucap Pieter berjalan menuju villa Brandon untuk melepas pakaian kerja dan menggantinya dengan pakaian lebih santai.


" Baik Om " sahut Dio masih melingkarkan tangan pada pundak pria dengan hiasan senyum di wajah nya.


Adiyaksa yang sudah duduk bersama Alexa di ruang tamu untuk membahas masalah Darell, melihat kehadiran Pieter dengan ekspresi bahagia menggendong bocah laki laki. Sengaja Pieter tak menatap Alexa ataupun menyapa ny, karena merasa sedikit canggung akan apa yang sudah dilakukan oleh Aleza di kamar.


" Pieter, Kamu sudah kenal dengan anak Viena? " tegur Adiyaksa begitu Pieter menghampiri dirinya, mengejutkan Alexa.


" Tuan besar " seru Dio menyapa Adiyaksa.


" Om, ayo " rengek Dio di cubit gemas pipi nya oleh Pieter.


" Panggil Dia Papa, jangan Om " goda Adiyaksa melirik Pieter yang terus mengembangkan senyum.


" Saya permisi dulu Om, mau ganti baju " pamit Pieter berjalan menuju kamar nya bersama Dio, meninggalkan tatapan tak suka Alexa ketika Adiyaksa meminta Dio memanggil Pieter dengan sebutan Papa.


" Kenapa Daddy memintanya memanggil Papa? " kesal Alexa usai Pieter meninggalkan ruang tamu.


" Karena memang Dia akan menjadi Papa Dio, jadi tidak ada salah nya mulai membiasakan diri dari sekarang. Bukankah Pieter akan menikahi Viena? " sahut santai lelaki yang kembali menyilangkan kaki seraya bersandar.

__ADS_1


" Apa Kak Pieter masih ingin menikahi Viena? " ingin tahu gadis dalam balutan rok terusan biru muda dengan tatapan penuh tanya itu.


" Iya, Daddy sudah bertanya tadi padanya " sahut santai Adiyaksa membulatkan mata Alexa yang terkejut dengan rasa jengkel dalam dirinya.


" Di depanku Dia bilang ingin menikahiku, tapi di belakang Dia bilang ingin menikahi Viena bahkan begitu menyayangi anak Viena " batin jengkel Alexa.


Rasa jengkel Alexa tak bisa Ia tutupi dari sorot mata juga ekspresi wajah yang segera di mengerti oleh Adikya. Pria dengan pakaian santai rumahan itu, menyadarkan putrinya agar berhenti berharap pada lelaki yang bahkan tak mencintai dirinya dan hendak menikah dengan wanita lain.


Tanpa di ketahui kebenaran nya oleh Adiyaksa, Ia terus membujuk Alexa agar tak lagi terlalu berharap pada cinta pertama yang tak mungkin Ia raih. Dalam hati Alexa semakin yakin, jika lelaki yang terus menolak menyentuhnya itu tak benar benar mencintai dirinya. Dn menganggap Pieter hanya mempermainkan perasaan nya saja.


Celana pendek juga kaos sudah membalut tubuh tegap Pieter yang berjalan keluar kamar dengan masih menggendong Dio. Alexa memperhatikan setiap langkah lelaki yang terus mengukir senyum tanpa menatapnya itu dengan begitu jengkel. Hatinya seakan teriris melihat sikap dingin Pieter yang semakin meyakinkan jika lelaki yang kini sudah keluar menuju taman itu hanya mempermaikan nya.


" Daddy tidak tahu jika Pieter menyukai anak kecil, bukankah Dia terlihat begitu bahagia? " ucap Adiyaksa melihat tawa lepas Pieter yang ada di taman bersama Dio bermain bola.


Tak ingin menjawab apapun ucapan dari Adiyaksa, mata Angel masih tertuju pada Pieter, Dio juga Viena yang baru menyusul untuk menjaga putranya namun di ajak oleh bocah kecil itu bergabung bermain bola.


" Kenapa Dio di sini? " tanya Branfon duduk di samping Adiyaksa meninggalkan istrinya yang tengah membersihkan diri di kamar.


" Kakak tahu? " terkejut Alexa mendekar pertanyaan lelaki tampan berkarisma itu.


" Tentu " singkat lelaki yang selalu mendalami sendiri latar belakang pekerja nya demi keamanan.


" Om Brandon " seru Dio melihat lelaki yang tengah meneguk softdrink di tangan nya dengan tatapan keluar.


Dio berlari ke arah Brandon yang menyambutnya dengan senyuman, karena Ia juga menyukai anak kecil sama seperti sahabatnya. Viena dan Pieter menyusul Dio yang berlari ke dalam memeluk Brandon.


" Hay, give me five" seru Brandon tersenyum dengan mengangkat telapak tangan nya ke arah Dio yang langsung di balas bocak tersebut.

__ADS_1


" Good job " senyum Brandon mengacak ujung kepala Dio penuh kasih sayang.


Viena dan Pieter yang di persilahkan duduk oleh Adiyaksa, membuat Alexa cemburu dan tak suka ketika mereka duduk berdampingan meski berbesa sofa. Tanpa melihat Alexa yang terus menatap nya, Pieter meraih tubuh Dio dan memangku bocah yang amat menyukai lelaki dengan hati tulus itu.


__ADS_2