
Hati dan pikiran Brandon memerintahkan tubuh nya menghampiri Angel yang masih mematung tak bergerak. Brandon meminta Yudha menghentikan laju kendaraan yang masih berada di dalam pom dan meminta agar supir nya tersebut mengantar kedua perempuan yang ia bawa kembali ke bar lalu menjemput Brandon kembali.
Dengan langkah yang ia percepat meski sedikit berduyun karena pengaruh alkohol, Brandon menghampiri Angel dan langsung menarik lengan gadis yang menitikkan air mata tersebut ke dalam pelukan nya erat. Hati nya yang sakit seketika terobati ketika ia mendekap erat tubuh gadis yang ia rindukan. Brandon mulai memejamkan mata nya memeluk tubuh Angel untuk merasakan kembali keberadaan Angel.
" Aroma ini " gumam Angel dalam hati mencium aroma tubuh Brandon yang selalu mampu menenangkan dirinya.
" Apa kamu masih menyukai aroma tubuhku sepulang kerja? " tanya Brandon ketika Angel mulai menenggelamkan wajah cantik nya di dada bidang Brandon yang seketika menyadarkan Angel menjauh dari tubuh pria yang selalu membuat nya nyaman ketika pria tersebut mendekap hangat tubuh nya.
" Pergilah, ini bukan tempat yang cocok untuk Anda " seru Angel menjauhkan tubuh dari lelaki yang terus menatap nya.
" Lalu, apa kamu pikir tempat ini cocok untuk mu? Lagipula bagaimana bisa seorang gadis pada jam segini masih ada di luar rumah? " teriak Brandon ke arah Angel.
" Saya bukan lagi seorang gadis, karena Tuan telah mengambil semua itu dari saya " ucap Angel mengangkat kepala nya dan menatap ke dalam mata Brandon.
" Berhenti memanggilku seperti itu " seru Brandon tak suka ketika gadis yang di cintai nya memanggil dengan sebutan Tuan.
" Kenapa? Bukankah seorang budak layak memanggil Tuan nya seperti itu? " seru Angel ke arah Brandon.
" Kamu benar benar membuatku gila " gumam Brandon langsung menarik Angel dan mencium bibir nya lama lalu menikmati bibir gadis yang sangat ia rindukan tersebut di iringi tatapan ketiga pegawai pom yang duduk memperhatikan mereka dari kejauhan.
Tubuh Angel yang memang sangat merindukan Brandon menggiring kedua tangan nya melingkar pada tengkuk pria tinggi yang membungkukkan tubuh menikmati bibirnya dengan sangat lembut. Angel yang mulai membalas setiap bibir Brandon tanpa memperdulikan lagi dimana mereka berada sekarang, usaha nya melupakan sosok pria yang mampu memberi nya rasa aman itu seketika menjadi usaha yang sia sia. Angel menghentikan aksi mereka lalu memeluk erat tubuh Brandon.
" Aku merindukan mu " gumam Angel pelan seketika membuat Brandon merasa sangat bahagia dan mengeratkan tangan di pinggang Angel hingga tubuh gadis tersebut terangkat.
__ADS_1
" Aku mencintaimu Angel, sangat mencintaimu " ucap Brandon dengan perasaan lega dan bahagia di samping telinga Angel.
Angel meminta Brandon untuk menurunkan diri nya begitu ia menyadari jika mereka berdua berada di tempat umum.
" Kembalilah ke rumah " seru Brandon yang sudah duduk bersama Angel di pinggir pom bensin dengan tangan menggenggam erat tangan Angel.
" Tidak, aku tak ingin kembali ke rumah mu lagi dan menjadi seorang budak yang terkurung" sahut Angel yang tak mau lagi tinggal satu atap tanpa ada nya ikatan bersama Brandon.
" Aku mencintai mu, dan kamu bukanlah budak. Aku berjanji tak akan melakukan hal itu lagi padamu " ucap Brandon sangat ingin Angel kembali dan melewati hari hari bersama lagi.
" Tolong mengertilah " pinta Angel menatap lembut mata Brandon.
" Baiklah, tapi paling tidak berhentilah bekerja dan menyiksa tubuh mu " seru Brandon.
" Menikahlah dengan ku " pinta Brandon dengan serius mengejutkan Angel yang langsung membelalakkan mata nya.
" Apa? Aku masih 17 tahun " jawab Angel terkejut.
" Aku tahu, kita bisa menikah diam diam karena aku tak ingin lagi berpisah darimu " jelas Brandon yang tak mau lagi kehilangan Angel dan ingin melindungi gadis tersebut sepenuh nya.
" Aku akan menemui Olivia besok dan memintamu untuk menjadi istri ku " tambah Brandon menatap serius ke arah Angel.
" Tapi " sahut Angel tak tahu harus berkata apa lagi.
__ADS_1
" Tunggulah aku besok di rumah mu " ucap Brandon meraih pundak Angel dan meletakkan nya bersandar dalam pelukan nya.
" Baiklah " seru Angel bahagia dan tersenyum.
" Tapi bukankah kamu orang kaya, kenapa melamar ku di tempat seperti ini? " tambah Angel menggoda Brandon yang langsung tertawa.
" Aku tak ingin membuang waktu dan menunggu mu pergi lagi" kilah Brandon di sela tawa bahagia karena Angel menerima untuk menikah dengan nya.
" Apa nanti setelah kamu sadar dari alkohol semua ini juga berakhir? " tanya Angel yang merasakan aroma alkohol kuat dari bibir Brandon ketika mereka berciuman.
" Aku minum, tapi aku sadar dengan apa yang aku katakan sekarang karena itu tulus Angel " jelas Brandon yang memang tak begitu mabuk hari ini.
" Aku takut jika semua ini hanyalah pengaruh dari minuman mu " sahut Angel yang masih tak percaya lelaki yang tengah memeluk nya kini meminta nya untuk menjadi pendamping hidup meski dengan perbedaan usia yang terlalu jauh.
" Kalau begitu kita pulang ke rumah ku sekarang dan datang ke rumah mu bersama besok " ucap Brandon tak ingin Angel bimbang.
" Tidak, aku masih harus bekerja sampai nanti pukul lima " sahut Angel menggelengkan kepala.
" Apa kamu tak pernah istirahat? " tanya Brandon terkejut.
" Hanya satu sampai dua jam saja sebelum aku berangkat sekolah terkadang juga sepulang sekolah sebelum aku bekerja aku meluangkan waktu sebentar untuk istirahat lalu bekerja ke kafe dan pulang nya langsung ke sini" jelas Angel yang semakin membuat Brandon tak percaya mendengar cara hidup Angel.
" Apa kamu bukan manusia ? Kenapa kamu begitu suka menyiksa dirimu ?" seru Brandon menatap ke arah Angel.
__ADS_1
" Karena tidak semua orang bisa hidup seperti mu, aku harus bekerja keras jika masih mau hidup " jelas Angel dengan ekspresi wajah sedih membayangkan hidup nya yang keras karena perbuatan Carlos.