Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 137


__ADS_3

Alexa masih tak mampu mempercayai jika laki laki yang pernah Ia tolak untuk menikahinya, kini kembali berniat menikahinya lagi. Namun juga tak bisa menutupi rasa bahagia dalam hatinya, karena akhirnya Ia bisa hidup bersama lelaki yang sangat dicintainya.


" Bersiaplah, banyak yang harus dipersiapkan. Kita akan membeli cincin lebih dulu " ucap Pieter masih duduk saling berjauhan dengan Alexa.


" Apa Aku boleh mengajak Kak Brandon dan Kak Angel untuk membantu Kita memilih? " binar bahagia terlukis jelas pada wajah dan sorot mata Alexa.


" Baiklah, Aku akan menunggu di sini " senyum tipis mengembang dari wajah tampan Pieter.


Dengan berjalan cepat, Alexa menapaki setiap anak tangga untuk memanggil Kakaknya lebih dulu. Ruangan di samping kamarnya, diketuknya lirih dengan wajah Angel yang muncul di balik pintu tersebut tak lama setelah Alexa mengetuk. Kakak ipar yang sudah berusaha sebisa mungkin menyatukan Kakak juga Adik iparnya, mempersilahkan gadis dengan senyum bahagia tersebut masuk ke dalam.


" Ada apa? " santai Brandon duduk di sofa memangku laptop yang menyala usai menikmati sarapan.


" Kak, temani Aku pergi beli cincin " pinta Alexa seraya memohon pada Kakak yang langsung menatap istrinya.


Angel menganggukkan kepala, mengisyaratkan agar suaminya ikut pergi. Walau pun Angel tahu jika suaminya tengah sibuk dengan banyaknya laporan keuangan dari perusahaan dan harus memantaunya dengan teliti.


" Oke. Kakak ganti baju dulu " ucap Brandon mematikan laptop dan meletakkan di atas meja.


" Kak Angel, Kamu juga ikut " manja Alexa masih duduk di samping Kakaknya.


" Iya, Aku ganti baju ya. Kamu juga harus bersiap " sahut gadis yang masih berdiri di hadapan suami juga Adik iparnya.


" Oke " pungkas Alexa bergegas pergi dengan semangat.


Sepasang suami istri yang menatap kepergian Alexa, bisa merasakan bagaimana kebahagiaannya. Namun dalam hati keduanya juga menyimpan rasa khawatir, karena menilai jika keputusan Pieter seperti sebuah keterpaksaan. Bahkan sorot mata menahan amarah dari lelaki yang masih terduduk diam menunggu di bawah itu, menimbulkan kekhawatiran lebih dari Brandon yang sangat mengenal baik sifat sahabatnya.

__ADS_1


Beberapa menit mereka gunakan untuk bersiap, karena tak ingin mengulur waktu mengingat pernikahan akan dilangsungkan lusa. Dengan menggunakan kendaraan masing masing, Brandon juga Pieter membawa gadis mereka melaju membelah jalanan. Dalam perjalanan, Brandon menghubungi tempatnya dulu membeli cincin untuk istrinya, agar menyediakan beberapa cincin pernikahan terbaiknya. Walaupun pernikahan akan di gelar seperti dirinya dulu demi melindungi Adiknya, Ia juga menginginkan yang terbaik bagi Adik satu satunya.


Dibelakang, Pieter mengikuti mobil Brandon dengan Alexa. Keheningan tercipta kuat diantara calon pasangan itu, hingga Alexa berusaha memecahkan keheningan di antara mereka dengan mengungkapkan banyak pertanyaan yang menghinggapi benaknya.


" Apa Kakak terpaksa dengan pernikahan ini? apa yang Kak Angel katakan sampai Kakak mau menikah secepat ini? " tanya Alexa menatap ke arah lelaki yang fokus ke jalan.


" Bukan, tak ada hubungannya dengan Angel. Aku memang ingin menikahi mu, kalau saja hari itu Kamu tidak menolak mungkin Kita sudah menikah sekarang " jelas Pieter panjang lebar tanpa melihat ke arah Alexa.


Walau tak menginginkan pernikahan terlalu cepat, Pieter juga tetap harus bertanggung jawab. Dulu Dia sudah mempersiapkan diri untuk menikah, namun penolakan Alexa membuatnya mengendurkan niat untuk menikah dan menunggu hingga benar benar ada kesiapan di antara keduanya. Perkataan Angel juga terus terngiang tentang dirinya yang tak pernah menunjukkan perasaan ke Alexa, dan perubahan cepat dari sikap Adiknya yang terus diam tanpa ingin menatapnya juga membayangi benaknya kini.


" Alexa jangan berpikir apapun, yang terpenting sekarang Kita akan menikah dan hidup bersama " tambah Pieter tak ingin membuat Alexa kembali salah paham, dan meraih tangan gadis itu untuk Ia isi sela sela jarinya.


" Terimakasih Kak " senyum Alexa membalas senyuman Pieter dengan menoleh kilas ke arah nya.


Senyum kembali di kembangkan Pieter mencium punggung tangan Alexa, meyakinkan gadisnya jika pernikahan yang akan mereka jalani bukanlah keterpaksaan semata.


" Maaf Tuan, bisa lepaskan masker juga kacamata Anda? " tegur seorang keamanan mall menghentikan langkah Brandon dan istrinya.


" Apa Kau bosan hidup?! " tegas lelaki yang membuka sedikit kacamatanya menatap tajam kearah pegawai keamanan dihadapannya.


" Maaf Tuan, Saya tidak mengenali Anda. Tolong ampuni Saya kali ini " mohon petugas pria bertubuh tinggi tersebut begitu mengenali sorot mata dan suara bosnya.


Tanpa peduli, Brandon masih menggandeng tangan Angel diikuti oleh Pieter dan Alexa menuju lantai atas tempat toko perhiasan. Sengaja mereka tak menggunakan lift khusus karena ingin berjalan seperti orang biasa hari ini, karena adanya Angel juga Alexa.


" Keluarkan yang Aku minta" ucap Brandon melepas kacamata begitu memasuki toko dengan desain gold mewah tempat yang Ia hubungi tadi.

__ADS_1


" Baik Tuan " sahut pemilik Toko hanya melihat mata saja bisa dikenali siapa lelaki angkuh dihadapannya.


" Alexa, pilihlah yang Kamu mau apapun itu " lembut Brandon pada Adiknya.


Angel tak ingin mendekati Pieter dan memutuskan menjaga jarak dengan Kakak angkatnya, agar tak menimbulkan masalah nanti dengan Alexa. Ia memilih duduk bersama suaminya dan membiarkan Alexa memilih dengan Pieter. Kecurigaan Alexa waktu itu sudah cukup menjadi alasan Angel menjauh dari lelaki yang terlihat mendampingi calon istrinya dalam diam.


" Ini? " tunjuk Alexa pada sebuah cincin berlian di atas tempat kaca toko.


" Baiklah, jika Kau suka " senyum Pieter memasrahkan segalanya pada pilihan Alexa tanpa ingin berdebat.


" Selera Anda benar benar bagus Nona " ucap pemilik toko melihat pilihan gadis yang tersenyum penuh bahagia melihat cincin pilihannya.


" Oh ya Tuan, milik Anda juga sudah siap " tambah pemilik Toko meminta pegawai mengambil pesanan Brandon beberapa waktu lalu.


Sebuah gelang cantik dengan inisial huruf depan Angel dan Brandon diberikan oleh pemilik toko yang sudah dipesan oleh Brandon dengan menggambar sendiri desainnya. Tanpa melupakan hello kitty di ujung gelang putih dengan tatanan berlian pada bentuk hello kitty dan inisial nama mereka, kilauan tersebut juga tersusun pada lingkaran gelang yang sudah di kenakan Brandon di pergelangan istrinya.


" Sayang ini berlebihan dan juga mahal " ucap Angel tak terbiasa dengan semua kemewahan dari suaminya.


" Diamlah " singkat Brandon tak ingin mendengar penolakan lagi dari istrinya.


Alexa melihat gelang mewah melingkar pada pergelangan tangan Kakak iparnya seraya memuji keindahan desainnya. Brandon juga tak melupakan Adiknya dan memesan satu untuk gadis kecilnya itu. Emas putih tersusun berlian dengan bentuk doraemon juga dikenakan Brandon pada Adiknya. Karena Alexa sangat menyukai karakter kartun tersebut. Lagi lagi kebahagiaan terlukis tajam pada wajah dan binar mata Alexa merasakan kasih sayang Kakaknya.


" Kakak, Aku menyayangimu " manja Alexa memeluk Kakaknya diiringi tatapan Pieter.


" Kakak ingin Kamu selalu bahagia seperti ini " harap Brandon memeluk pinggang Adiknya.

__ADS_1


Brandon memang tak pernah menunjukkan secara langsung semua kasih sayangnya pada Alexa tak seperti Ia menunjukkan cinta pada istrinya. Tapi dalam hati terdalamnya, Ia begitu mengharapkan kebahagiaan juga kehidupan terbaik untuk Adiknya, hingga rela menuruti semuanya walaupun itu sebagai seorang model, yang tak pernah Ia suka.


__ADS_2