Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 80


__ADS_3

Setelah acara pernikahan Sonya selesai dan memastikan jika Sonya beserta suami dan orangtuanya pergi menjauh bersama pengawalan dari Pieter langsung yang membawa mereka ke bandara untuk kembali ke tempat mereka. Brandon juga Pieter kembali memberi peringatan kepada mereka sebelum mereka dibawa pergi oleh Pieter agar tak kembali berurusan dengan Brandon lagi karena tak segan untuk menyakiti mereka lebih dari apa yang mereka lihat sebelumnya. Kedua orangtua Sonya memang sudah tak ingin berurusan kembali dengan iblis kejam seperti Brandon berjanji tak akan pernah mau untuk kembali mengenal orang seperti Brandon ataupun Pieter, namun Sonya yang masih memiliki dendam pada Brandon juga Pieter masih ingin membalas mereka suatu saat nanti melalui Angel juga anaknya.


Lelaki yang begitu santai berjalan menghampiri wanita dengan rasa amarah terlukis jelas diwajahnya itu mengembangkan senyum sinis dan duduk di samping Samita yang ada Adiyaksa juga di sana.


" Apa lagi ? apa sekarang Kamu mau membalasku ?" tanya Sasmita dengan nada jengah menatap putranya yang duduk dengan angkuh di sampingnya.


" Tentu, semua yang menyakiti anak istriku pasti mendapat balasannya jadi silahkan tunggu giliran Mami " sahut Brandon santai dan lagi lagi sikap santai juga tenang Brandon membuat Adiyaksa merasa akan adanya hal yang besar.


" Dasar sakit jiwa ! " tegas Sasmita berlalu pergi meninggalkan putranya yang tersenyum.


" Apa Kamu akan menyakiti Mami mu ?" tanya Adiyaksa begitu penasaran akan apa yang hendak dilakukan putranya untuk membalas Ibu kandungnya.


" No Dad, Aku lebih suka menghancurkan kebangaan orang lain daripada menyakiti mereka " sahut Brandon santai melebarkan senyum untuk meyakinkan Adiyaksa jika dirinya tak akan menyentuh orang yang telah melahirkan dirinya.


" Apapun itu, Daddy minta sama Kamu untuk tidak keterlaluan karena bagaimanapun juga Ia tetap orangtuamu " ucap Adiyaksa lembut sembari menepuk lembut pundak Brandon yang mengangguk masih melebarkan senyum.


Brandon berpamitan pada Adiyaksa untuk kembali kerumah sakit menemui istrinya dengan Adiyaksa yang berjanji akan datang esok hari untuk menjenguk Angel di rumah sakit. Lelaki yang lebih suka mengemudi sendiri itu diikuti dua pengawal tepat di belakang mobilnya menuju ke rumah sakit. Dalam perjalanan, Ia mendapat telpon dari salah satu pengawal yang menjaga Carlos dan memberitahu jika pria yang telah Ia sekap tersebut menunjukkan kondisi tak stabil dan semakin melemah. Brandon tak ingin jika sampai Carlos mati karena pasti membuat istrinya bersedih karena bagaimanapun juga pria kejam itu adalah Papa kandungnya. Ia meminta pengawal untuk menghadirkan Dokter serta memindahkan Carlos di rumahnya yang kosong dengan penjagaan ketat tak ingin jika pria dengan kondisi lemah itu kabur dan kembali melukai Angel ataupun Olivia.


Sampainya di rumah sakit, Lelaki yang di sambut senyuman oleh istrinya itu langsung memeluk tubuh Gadis yang duduk bersandar dengan infus masih terus menyalurkan cairan kedalam tubuhnya.

__ADS_1


" Apa Kamu lebih baik sekarang ?" tanya Brandon penuh perhatian menatap wajah istrinya yang mengangguk.


" Iya, bisakah Kita pulang ke rumah ? Aku tidak ingin terus berada di sini " sahut Angel.


" Kita akan kembali setelah Kamu sehat " ucap lelaki tersebut sembari mengusap lembut rambut istrinya penuh perasaan.


" Angel, bisakah Kamu berjanji kalau Kamu tidak akan pergi kemana mana sendirian lagi ? paling tidak Kamu bisa pergi bersamaku atau Pieter " tambah lelaki yang menggenggam erat tangan istrinya dan menatap dalam mata indah di hadapannya.


" Aku janji " singkat Angel tersenyum manis pada suaminya.


Karena hari yang sudah larut, Brandon meminta Viena untuk beristirahat dan memberitahu pada pengawalnya agar berganti berjaga di luar atas keinginan dari Angel yang merasa kasihan pada semua pengawal yang masih setiap menjaga dirinya.


" Kenapa Kamu tidur di sini ? ini sempit " seru Angel melihat suaminya tidur di samping dirinya berbagi ranjang pasien yang hanya cukup untuk satu orang.


" Iya juga " gumam Angel melihat kaki suaminya dan membiarkannya tidur bersama di ranjang sempit rumah sakit.


" Ah, kenapa ranjang sempit ini lebih menyenangkan " gumam Brandon mendekatkan diri hingga tanpa jarak sembari mendekap erat tubuh istrinya.


" Sepertinya Kita harus mengganti ranjang di rumah " tambah Brandon menyusupkan wajah di leher istrinya membuat Angel menghela napas panjang dan hampir jatuh karena tubuh kekar suaminya terus di dorong mendekat.

__ADS_1


" Kalau Kamu terus mendorongku, Aku bisa jatuh " protes Angel mnyadarkan suaminya yang asik menciumi lehernya.


Mendengar ucapan Angel mengembangkan senyum lelaki yang menghentikan kenakalannya itu lalu meundur dan menarik istrinya mendekat.. Karena ranjang yang sempit, Angel memiringkan tubuhnya hingga kini saling berhadapan dengan mata saling memandang di atas bantal rumah sakit yang menahan kepala mereka.Mata berwarna biru keabu abuan itu terus bergerak menyusuri setiap senti wajah cantik di hadapannya seraya menggigit ujung bibir bawah miliknya. Brandon memalingkan wajhnya seraya membuang napas kasar dengan mata terpejam sekilas melintaskan tanya di kepala Angel melihat suaminya seperti itu.


" Kenapa ?" tanya Angel bingung melihat suaminya.


" Kalau seperti ini, Aku tidak tahu berapa lama bisa menahannya " gumam Brandon merasakan hasratnya muncul ketika melihat wajah itri dengan tubuhnya yang begitu dekat.


Angel mencium lembut bibir suaminya dengan mengucapka terimakasih karena telah datang tepat waktu untuk menyelamatkan dirinya hari ini. Ia tak tahu bagaimana nasibnya jika suami telat sedikit saja. Lelaki yang menggelengkan kepala tersebut meminta agar istrinya tak kembali mengingat apapun yang telah terjadi dan menganggap semua hanya mimpi buruk yang datang dan berlalu tanpa perlu diingat kembali. Gadis yang memang ingin melupakan hal tersebut mengangguk dengan senyum paling manis miliknya yang dengan cepat dinikmati lembut oleh Brandon bibir terdapat luka di ujungnya itu. Ketika merasakan sentuhan semakin meningkat dari suaminya, Angel menghentikan aktifitas Brandon karena merasa sakit pada ujung bibir yang langsung di cium lembut dan hangat luka tersebut oleh Brandon.


Angel memiringkan tubuhnya karena selang infus yang tertarik dan di ijinkan oleh suami yang mendekapnya erat dari balik tubuhnya. Sepasang suami istri yang tidur dengan mendekatkan tubuh mereka memasuki alam mimipi bersama hingga tak menyadari adanya Pieter yang masuk dengan melebarkan senyumnya menatap sahabat juga gadis kecil Ia anggap sebagai Adik begitu tak terpisahkan meski dalam tidur. Mendapati mereka telah terlelap setelah mengalami hari begitu panjang bagi gadis kecil yang tidur dengan begitu polos di ranjang, Pieter keluar untuk menghubungi Olivia karena banyaknya panggilan tak terjawab dari orang yang Ia anggap sebagai ibu dan menganggap dirinya anak dengan sangat tulus.


Dalam panggilan telpon, Olivia mengutarakan semua yang Ia rasakan juga hatinya yang merasa tak enak seharian ini hingga membuatnya terus menghubungi Pieter karena ponsel Angel tak aktif. Lelaki yang terus tersenyum dengan mengantongi satu tangannya di saku celana itu mencoba menenangkan Olivia yang mungkin nalurinya sebagai Ibu mampu merasakan jika putrinya dalam baghaya hari ini. Ia mengatakan jika Angel ada bersama dengan dirinya dan Brandon dalam keadaan baik baik saja membuat Olivia merasa tenang dan lega karena pikiran buruk terus menghinggapi kepala Olivia dengan penuh tanya akan keadaan putrinya.


Meski tak menceritakan apapun yang terjadi demi menjaga kondisi kesehatan Olivia, Pieter sama sekali tak berbohong ketika mengatakan jika Adiknya baik saja dan tengah tidur bersama suaminya. Usai menghubungi Olivia, lelaki dengan kemeja biru muda tersebut kembali masuk ke dalam kamar rawat inap Adiknya lalu duduk di sofa sembari memegang ponsel untyk mengirim pesan pada pengawal Brandon yang menjaga Carlos juga beberapa orang kepercayaan yang menjaga Erina di rumah Brandon yang ada di luar negri. Pieter terus memantau semua setiap hari meski pekerjaan perusahaan Brandon juga tderus membuatnya sibuk.


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2