Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 91


__ADS_3

Meskipun harus menggigit kecil bibirnya dengan kepala terarah ke atas serta mata terpejam, Brandon terus membiarkan istrinya duduk dengan menciumi dada bidangnya.


" Aku bisa mati hari ini " lirih Brandon bergumam yang langsung membuat Angel berhenti dan menatap ke arah suami yang masih mengangkat kepala ke atas menunjukkan jakun naik turun di leher putih dengan buliran keringat.


" Kamu bilang sesuatu? " tanya Angel polos seakan mendengar suara suaminya namun terdengar samar.


" Tidak " singkat Brandon masih memejamkan mata ke atas.


" Punyamu bangun " bisik Angel dengan polosnya.


" Itu karena Kamu terus bergerak! Apa Kamu sengaja mendekatkan milikmu?!" tegas Brandon sedikit berteriak hingga harus ditutup mulutnya dengan tangan Angel sembari berusaha turun dari pangkuan suaminya dan berjalan ke arah rumah.


" Mau kemana?! " teriak Brandon melihat istrinya berjalan dengan cepat.


" Masuk " seru Angel tanpa menghentikan langkahnya sama sekali.


" Enak saja, tanggung jawab! " teriak lelaki dengan langsung berlari cepat menghampiri istrinya.


Kaki panjang yang mampu melangkah lebih lebar ketika Ia berlari mampu mengejar Angel dan langsung menggendong tubuh istri yang berusaha meronta minta turun.


" Jangan bergerak, Kamu jatuh! " tegas lelaki yang sudah menggendong istrinya dengan kaki berayun minta di turunkan.


" Tanggung jawab jangan asal kabur!" tambah Brandon menggendong Angel ke arah rumah.


" Kamu mesum, Aku tidak mau Kamu gendong " rengek Angel tak ingin meladeni suaminya pagi ini karena tak akan pernah cukup satu atau dua kali suaminya meminta hingga Ia harus merasa sangat lelah usai meladeni semua keinginan suami yang tak pernah bosan ataupun capek.


" Kakak! " teriak seorang perempuan dengan balutan jaket hitam kulit terbuka dipadukan bersama celana jeans panjang juga kacamata hitam yang turun dari mobil dan berlari ke arah Brandon.


" Kenapa datang di saat tidak tepat " gumam Brandon lirih membuat istrinya tersenyum lega karena bisa lolos pagi ini dari tangan suaminya.


Perlahan Brandon menurunkan tubuh istrinya begitu melihat Alexa berlari ke arahnya.

__ADS_1


" Stop! jangan mendekat! " tegas Brandon ketika Adiknya mulai mendekat dan hendak memeluknya.


" Why? I miss you " sahut Alexa berjalan mendekati Kakaknya yang sudah berlari menjauh karena tak ingin ketika Adiknya memeluk akan tahu jika keperkasaannya tengah bangun dengan keras.


" Alexa! Aku bilang jangan mendekat! " teriak Brandon tegas berlari menghindar ke kamar lalu menguncinya dari dalam.


" Dasar orang gila " gumam perempuan dengan rambut curly sebahu tersebut sembari menuruni anak tangga.


Adiyaksa, Pieter, Viena juga Angel menatap heran pada Brandon yang berlari begitu cepat seperti seorang anak kecil dengan Alexa yang terus mengejar memajukan kedua tangan ingin memeluk lelaki yang takut ketahuan itu.


" Daddy " sapa Angel langsung dipeluk oleh Adiyaksa dan mencium kening menantunya tersebut.


" Apa Dia mengganggumu? " tanya Adiyaksa sempat melihat putranya menggendong paksa Angel.


" Tidak Daddy " sahut Angel tersenyum dengan menggelengkan kepala.


Adiyaksa merangkul kan tangan pada pundak Angel yang juga melingkarkan tangan pada pria tampan tersebut berjalan memasuki rumah dengan di sambut oleh Santos dan beberapa pelayan begitu mereka tahu kedatangan Alexa yang berlari mengejar Tuan muda mereka. Pieter juga Viena mengikuti keduanya lalu duduk di ruang tamu yang sudah ada Alexa menggerutu kesal di sana.


" He's crazy Dad " jawab Alexa singkat menunjukkan wajah amat kesal.


" Apa Kamu baru tahu kalau Kakakmu gila? Beri salam dulu pada Kakak ipar mu " pinta Adiyaksa lembut dan dengan cepat Alexa mengulurkan tangan untuk memperkenalkan diri pada Angel yang tersenyum manis dengan tatapan heran Alexa pada Kakak ipar yang terlihat begitu imut layaknya anak kecil.


" Apa Kamu sudah makan? " tanya Pieter yang duduk di samping Angel dengan mengusap lembut ujung kepala Adiknya membulatkan mata Alexa.


" Belum Kak sebentar lagi ya " sahut Angel tersenyum manja pada Pieter


" Jangan telat makan, Kakak tidak mau sampai Kamu sakit, oke? " ucap pria yang masih menatap penuh perhatian dengan suara begitu lembut pada Angel yang tersenyum amat manis padanya.


Alexa yang tak mengetahui apapun hanya bisa membulatkan mata memperhatikan Kakak ipar juga sahabat Kakaknya terlihat begitu dekat dan akur. Karena yang Alexa paham jika Pieter tak pernah memperhatikan perempuan selain adik kandungnya ketika masih hidup. Sementara Adiyaksa yang sudah mengetahui semua ceritanya menyunggingkan senyum ketika banyak yang memperhatikan menantu kecilnya.


Lelaki yang telah kembali dengan balutan kaos serta celana santai menampakkan wajah segar dan rambut setengah basah berjalan menghampiri semua orang yang masih asik mengobrol ringan di ruang tamu dan sudah di sediakan minum juga camilan di meja tersebut.

__ADS_1


" Minggir " singkat Brandon ke arah istrinya dan meminta untuk Angel bangun dari tempat duduknya.


" Kamu kan bisa duduk di sebelah sana " seru Angel menatap suaminya seraya menunjuk tempat duduk di sebelah Alexa tepat di hadapannya.


" Brandon, biarkan istrimu duduk di situ jangan Kamu ganggu terus " seru Adiyaksa melihat putranya terus meminta istrinya pergi karena ingin agar istrinya duduk di pangkuannya kembali.


Dengan mendengus kesal Brandon terpaksa pergi dan duduk di samping Adik yang tak ingin menatapnya karena jengkel harus di kunci oleh Kakaknya hanya karena ingin memeluk lelaki itu tadi. Lelaki yang menyilang kan kaki di hadapan Angel juga Pieter itu terus menatap ke arah keduanya yang terlihat akrab dengan melipat kedua tangan di depan dada.


" Angel, apa Kamu selingkuh dengannya sekarang? " tanya Brandon santai terus menatap istrinya yang dekat dengan Pieter dan di balas dengan tatapan sinis oleh istrinya membuat Alexa kembali membulatkan mata melihat Angel begitu berani menatap Brandon seperti itu.


" Apa tidak terlalu terlambat kalau Kamu harus cemburu pada mereka sekarang? " goda Adiyaksa tersenyum melihat tingkah putranya.


" Daddy benar, sepertinya sudah sangat terlambat " sahut lelaki yang tak mengedipkan mata melihat ke arah istrinya karena jengkel atas perbuatan Angel yang membuat miliknya begitu keras pagi ini namun tak bisa menyalurkannya.


" Apa Kamu cemburu sekarang? kalau begitu Aku akan membawanya pergi dari sini " goda Pieter menahan senyum sebisanya.


" Dia tidak akan mau, Dia tidak bisa tidur tanpa bau tubuhku " sahut Brandon percaya diri membuat Alexa mengeluarkan kembali minuman dalam mulutnya terkejut mendengar ucapan Kakaknya.


" Benarkah? " tanya Adiyaksa tak percaya.


" Benar Dad, bahkan pagi ini Dia terus naik ke pangkuanku dan menciumi dadaku tanpa henti sambil merayuku sayang " seru Brandon sengaja dan seketika mendapat semburan air dari mulut Angel yang tengah menikmati jus mengejutkan semua orang apalagi ketika Brandon hanya memejamkan mata sambil mengusap jus di wajahnya tanpa marah sedikitpun sedangkan Angel langsung menghampiri suaminya usai mengambil tisu di atas meja.


" Tidak bisakah Kamu punya malu sedikit? " gumam Angel lirih mengusap wajah basah suaminya dengan tisu.


" Cuci muka dulu sana " tambah Angel lirih dengan mata Brandon yang menatapnya dengan senyum tipis.


" Panggil sayang dulu " pinta Brandon manja sekali lagi membuat Adiknya tak percaya akan apa yang Ia lihat dari tadi hingga membuatnya terus membulatkan mata.


" Tidak mau " singkat Angel dan berdiri di samping suaminya.


" Maaf Saya ijin ke belakang dulu " ijin Angel ramah dengan senyum serta wajah memerah malu akibat ucapan suaminya.

__ADS_1


Brandon tersenyum dengan ekspresi puas karena bisa membuat istrinya begitu tersipu hingga wajahnya memerah seperti tomat. Adiyaksa juga Pieter mengembangkan senyum serta menggelengkan kepala melihat Brandon terus senyum senyum sendiri sembari mengusap wajahnya dengan tisu, namun Alexa tetap pada posisi melongo menatap Kakaknya yang tak pernah tersenyum dan dingin kini begitu terlihat manja dengan senyum tak pernah hilang dari wajah bertambah tampan itu.


__ADS_2