Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 201


__ADS_3

Pengumuman kemarin bukan karena baper ya kakak kakak, tapi emang aku selalu umumin kalau emang novel mau tamat tinggal berapa bab buat tamat gitu. Kedua novel sebelumnya juga aku umumin kurang segini bab tamat, jadi engga ada hubungan sama baper ataupun tuntutan reader ya kak. Aku engga mau ada yang salah tangkap untuk pengumuman kemarin. Karena emang banyak yang engga mau tamat, jadi 8 bab sisa aku jabarin lebih panjang lagi.


Dan untuk novel *Difficult Love* bukan lanjutan novel ini, tapi genre nya sama Action Romance, kalau mau baca ada tinggal klik ptofil aku aja. Makasih banyak kak, maaf kalau pengumuman kemarin ada yang salah tangkap. Karena engga semua masuk GC makanya aku sengaja buat pengumuman, biar waktu tamat engga kaget.


__________________________________________


Brandon mencoba menarik napas dalam untuk memulai berbicara pada istri terlihat cuek dan menatap ke arah TV. Berulang kali melirik, Brandon memejamkan mata kilas untuk meyakinkan dirinya memulai pembicaraan.


"Sayang, mau aku belikan es krim? coklat? atau balon berbentuk hello kitty?" rayu Brandon memasang wajah imut di samping istrinya, cepat di tatap Pieter.


"Dia bukan anak kecil, kenapa kau menawarkan hal kekanakan?" protes Pieter, diisyaratkan Brandon untuk diam dan dimengerti sahabatnya.


"Alexa, sepertinya boneka doraemon di kamar sudah tua, apa mau aku belikan yang baru?" tanya Pieter mengintip ke arah istrinya dan tersenyum.


"Kalau kau belikan dia boneka doraemon, maka kau akan ditendang tidur di luar!" protes Brandon menatap Pieter yang mengangguk membenarkan.


Keduanya berpikir keras akan cara untuk membuat istri mereka tidak lagi marah. Sementara Angel dan Alexa malah beranjak lalu pergi dengan sakit hati mereka masing masing. Bagaimana tidak kecewa dan sakit, jika mereka rela untuk hamil dan melahirkan, namun suami mereka malah berencana untuk menikah lagi.


"Sudahlah percuma jika di kejar, mereka akan tetap seperti itu" memelas Pieter menahan tangan Pieter yang hendak beranjak.


"Ini semua salahmu! kau yang merencanakan untuk menikah lagi, kenapa aku yang kena dampakny?!" jengkel Brandon.


"Kau juga setuju untuk menikah diam diam dengan Clara yng berdada besar dan seksi" jawab Pieter, membela diri.


"Kau yang mengatakannya!" kesal Brandon.


"Ah sial" seru kedua lelaki itu bersamaan, menyandarkan punggung kasar pada sandaran punggung sofa dan meletakkan kepala menghadap langit langit ruangan.

__ADS_1


Alexa memasuki kamar mertuanya dan tidur bersama Quen di sana, sedangkan Angel memasuki kamarnya sendiri dan langsung merebahkan diri menyelimuti tubuhnya. Pieter dan Brandon tetap dalam frustasi mereka masing masing di depan TV, tanpa berani mengganggu istri yang tengah membisu.


***


Pagi hari, Angel menghampiri Olivia dan Alexa di dapur untuk membantu menyiapkan makan sarapan. Ketika keluar, tak ada satupun melihat keberadaan Tuan muda juga tangan kanannya. Dini hari tadi, Pieter baru masuk ke dalam kamarnya di atas, dan Brandon tidur di kamar tamu.


Tepat pukul 08.00 Brandon sudah terbangun dan tampak segar usai mandi. Ia masuk ke dalam kamarnya untuk mengganti pakaian, karena keluar dengan pakaian sama seperti kemarin. Tak lama, Pieter pun turun dengan celana pendek dan kaos menghampiri Quen tengah berada di depan TV bersama pelayan. Viena belum kembali dari kemarin, dan sudah meminta ijin Brandon untuk menyelesaikan urusannya lebih dulu semalam, melalui sambungan telpon.


Olivia menghampiri Pieter untuk makan sarapan, lalu memanggil Brandon di kamar. Keduanya langsung ke arah meja makan yang sudah ada Angel dan Alexa di sana tetap diam dan duduk sudah lebih dulu mengambil makan.


"Angel, Alexa, ambilkan suami kalian makan" lembut Olivia ke arah kedua perempuan duduk berhadapan tersebut.


Alexa dan Angel mengambilkan makan dengan wajah tertekuk juga bibir cemberut. Olivia tidak mengetahui apa yang tengah terjadi, hanya mengamati dengan duduk diam. Brandon dan Pieter juga mengamati istri mereka masing masing, tanpa berani membuka pembicaraan.


Setelah mengambilkan makan, Angel dan Alexa menyodorkan di hadapan kedu laki laki teatp menatap tersebut. Tidak satu patah katapun terucap, kedua istri masih dengan perasaan kesal itu langsung duduk dan menikmati makan. Suasana makan pagi ini sangat hening, tanpa satu suara pun terdengar.


Alexa kembali duduk, dengan Pieter membuang napasnya panjang diiringi tatapan aneh Olivia menyimpan banyak pertanyaan. Saat makan, Brandon tiba tiba memekik kesakitan. Laki laki tidak berselar makan itu, perlahan beranjak pergi kembali ke kamar memegangi dada, membuat khawatir semua di meja makan.


Angel bergegas menyusul suaminya, dan memasuki kamarm Di sana dilihatnya Brandon duduk di tepi ranjang. Angel menutup pintu perlaham, dan melangkah mendekati suaminya dengan wajah khawatir.


"Kenapa? mana yang sakit?" sendu Angel berdiri di depan dada sudah ia pegang.


"Hatiku yang sakit, sampai kapan kamu akan diam seperti ini?" sahut Brandon menahan pergelangan tangan istrinya.


"Kamu berbohong?! apa kamu tidak tahu seberapa takutnya aku saat kamu merasa kesakitan seperti tadi?!" jengkel Angel.


"Aku tidak tahu harus menggunakan cara apa agar kita bisa berbicara" jawab Brandon tetap menahan kuat pergelangan coba untuk terlepas.

__ADS_1


"Angel, aku tidak pernah ingin menikah lagi. Jangankan menikah, aku bahkan tidak terpikirkan untuk mengenal wanita lain" tambah kembali laki laki tetap duduk mengangkat wajah menatap istrinya.


"Aku sudah mendengar ucapanmu dengan kakak semalam, dan kamu setuju untuk menikah diam diam! tidak ada lagi yang harus kita bicarakan!" tegas Angel mengejutkan Brandon.


Semalam Angel sempat kembali dan mengambil ponsel tanpa sepengetahuan kedua laki laki tengah berbincang bersama. Mendengar suaminya ingin menikah diam diam terlalu menyayat hatinya malam itu. Dalam kondisi hamil, Angel memang sensitif dan mudah sekali untuk menangis. Ia pun hanya menangis di dalam kamar semalam terngiang semua pembicaraan sempat di dengarnya.


"Sekarang aku tahu kenapa kamu tidak pernah lagi menyentuhku, bukn karena kamu kesusahan dengan perut besarku tapi karena kamu sudah memiliki orang lain di luar sana, yang siap untuk dinikahi!" tambah kembali Angel, memperanjatkan Brandon dari duduk.


"Tidak, aku memiliki alasan lain kenapa tidak menyentuhmu dan tidak ada hubungan dengan wanita lain. Jangan menuduhku melakukan apa yang tidak aku lakukan! aku tidak menyukai hal itu!" ucap Brandon dengan nada semakin tegas.


"Sudahlah, aku sadar seberapa buruk tubuhku saat ini" lirih Angel hendak melahkah pergi.


"Kenapa saat hamil kamu sulit di tangani? Angel dengar, aku hanya mencintaimu dan tidak ada orang lain lagi dalam hidupku. Kita akan memiliki anak jadi jangan seperti ini, lagipula setiap emosimu akan berpengaruh pada mereka" ucap Brandon menatap mata istrinya.


"Memang lebih muda mengatasi wanita seksi dan berdada besar daripada aku yang bertubuh besar" jawab Angel, mendorong pergi suaminya dan berjalan ke arah pintu.


Cepat Brandon menarik. pundak Angel lalu menangkupkan kedua telapak tangan pada kedua sisi wajah istrinya, mencium lembut bibir yang ia rindukan dan menikmatinya. Lagi lagi dada itu terasa amat sakit, tapi tak bisa dihentikan Brandon yang akan membuat Angel semakin marah. Mencoba bertahan dalam debaran jantung yang menyebabkan rasa sakit teramat, Brandon sudah tak sanggup lagi dan menghentikan cumbuannya.


"Jangan memaksa melakukan apa yang tidak kamu inginkan! semua jelas untukku, kalau cintamu sudah tidak ada lagi" kecewa Angel menitikan air mata langsung dipeluk suaminya walau menahan sakit pada dada.


"Aku sangat mencintaimu juga anak anak kita, jangan mengatakan itu. Aku sangat mencintamu Angel" ucap Brandon, di cengkeram kuat pinggangnya oleh Angel.


"Angel ada apa?" khawatir Brandon melepas pelukan dan memegang kedua pundak istrinya.


"Maya!" teriak Brandon menggelegar, melihat cairan bening mengalir di kaki istrinya.


Mendengar teriakan sangat keras, Olivia, Pieter dan Alexa segera berlari ke arah kamar tertutup tersebut. Cepat Olivia membuka pintu, dan dilihatnya Brandon masih memegang kedua pundak Angel, menopang istri tengah kesakitan agar tak terjatuh.

__ADS_1


__ADS_2