
Setelah puas dengan permainan jet ski dan telah menepi, Brandon membantu istrinya turun dan mengajaknya ke atas pasir untuk membantu istrinya melepas jaket pelampung yang masih melekat menutupi tubuh Angel. Kulit putih dengan beberapa percikan air yang membasahi seakan memantulkan cahaya kemilau ketika sinar mentari menyorot kulit mulus Angel yang membuat suaminya mendengus kesal karena pakaian minim istrinya membuat semua mata dengan leluasa menikmati.
" Apa Kamu sengaja memakai seperti ini untuk menggoda lelaki lain ?" seru Brandon sembari membuka jaket pelampung istri yang menatapnya dengan senyum mengembang.
Lelaki yang melingkarkan tangan di pinggang ramping gadis dengan balutan dress biru tanpa lengan dengan panjang di atas lutut tersebut melangkah menjauh dari pantai dengan terus menggerutu kesal karena istrinya menjadi pusat perhatian ketika dressnya tersibak keatas karena angin hingga menampilkan celana hitam pendek di dalam rok tersebut.
" Belikan celana panjang serta baju untuk Nyonya " tegas Brandon memerintah salah seorang bodyguard yang menghampiri mereka dengan membawakan air mineral.
" Baik Tuan " sahut lelaki dengan pakaian hitam tersebut segera menjalankan perintah dari Tuan yang tengah merasa kesal tersebut.
Mendapati suaminya tengah merasa kesal, Angel mulai menggodanya dengan pasir pantai yang sengaja Ia letakkan di atas kaki suaminya sembari tersenyum meski Ia tahu sorotan mata tajam tengah mengarah padanya. Brandon menahan tangan istrinya yang hendak meletakkan pasir di atas kakinya lagi dengan menatapnya tajam.
" Seksi " goda Angel berbisik di telinga suami dengan wajah sinis disampingnya.
__ADS_1
" Menyebalkan " sahut Brandon tersenyum ketika bibir lembut istrinya sengaja menempel pada telinga yang merupakan titik sensitif suaminya.
" Dasar gadis kecil nakal " tambah Brandon menggelitik pinggang istrinya hingga membuatnya menggeliat sampai terhempas ke atas pasir dengan tawa terbahak.
Dengan tatapan tajam serta bibir bawah mulai Ia gigit melihat istrinya tertawa begitu puas membuat Brandon gemas hingga menikmati bibir istrinya tanpa mempedulikan dimana mereka berada. Wajah dengan paras mirip bule tak membuat orang di sekitarnya menatap heran dengan tingkah Brandon juga Angel yang terlihat begitu biasa melakukan hal seperti itu.
" Kenapa ?" tanya Brandon penuh kekhawatiran ketika Angel menahan tangannya seakan menahan rasa sakit seraya menggigit bibir bawahnya.
" Perutku sakit " seru Angel lirih makin membuat suaminya khawatir akan terjadi sesautu pada istri juga anaknya.
" Langsung ke penginapan, hubungi Dokter kandungan terbaik di sini minta Dia datang ke penginapan sekarang " perintah Brandon pada Viena yang ikut membantu Angel naik ke atas mobil dengan wajah takut akan terjadi sesuatu pada Nona yang Ia jaga atas perintah Pieter dengan pertaruhan nyawa dalam pekerjaannya.
" Saya akan menghubunginya Tuan " sahut tour guide yang sudah duduk di depan samping kemudi.
__ADS_1
Dengan cepat mobil melaju menuju penginapan karena Angel yang terus merintih sakit pada bagian perutnya. Dokter yang telah di hubungi dengan segera bergegas ke tempat Tuan besar yang begitu terkenal tersebut menginap. Butuh waktu sekitar satu jam setengah untuk bisa sampai kembali ke penginapan membuat Brandon tak sabar dengan rasa cemas ketakutan terukir jelas pada wajah tampannya. Tubuh tegap serta lengan lengan kokoh terus menopang tubuh Angel yang masih memegangi perut dengan mata terpejam menahan rasa sakit. Bibir Brandon mulai bergumam lirih untuk menenangkan istrinya agar bisa kuat hingga mereka sampai penginapan nanti karena jarak ke rumah sakit terlalu jauh.
Pieter yang sedari tadi sudah berada di penginapan Brandon membuat perhitungan pada pemilik resort dengan sangatntenang namun menggunakan beberapa nada ancaman yang membuat pemilik resort ketakutan karena telah salah berurusan dengan Pieter atau Brandon meski hanya berniat untuk mengundang orang tua Brandon bertamu ke tempatnya yang tak Ia duga akan mengakibatkan masalah besar padanya. Penyesalan seakan tak akan ada gunanya ketika Brandodon mendengar jika Ia adalah penyebab liburan akan hancur kali ini.
Tak lama mobil yang mengantar Brandon juga Angel telah tiba di penginapan yang dengan cepat Brandon menggendongnya ke dalam bersama Dokter yang sudah menunggu dari tiga puluh menit lalu. Dering ponsel Viena dari Pieter tak bisa langsung Ia angkat karena harus membantu Angel hingga sampai di kamar membuat pikiran Pieter tidak karuan. Ia keluar dari ruang kerja manager resort dimana ada pemilik yang masih menyesali akan apa yang telah Ia lakukan dengan menghubungi sekretaris Sasmita. Wajah takut dari pemilik penginapan mewah tersebut tak mampu di sembunyikan karena bisa saja Dia kehilangan segalanya ketika Pieter memberitahu Brandon dan di perintahkan untuk bergerak. Langkah yang Ia percepat dengan perasaan tak enak mendera batinnya seraya terus mencoba menghubungi Viena yang tak di jawab sekalipun membuatnya begitu geram.
" Dimana Tuan kalian ?" tanya Pieter ketika Ia melihat bodyguard Brandon berjalan menuju kamar Brandon.
" Tuan ada di dalam bersama Nyonya, Tuan " sahut seorang lelaki bertubuh tinggi besar dengan beberapa otot menghiasi badannya.
Dengan cepat Pieter melangkah menuju kamar Brandon yang tertutup dengan adanya Viena di depan pintu berdiri sembari memegang ponsel hendak menghubungi kembali Pieter, namun lelaki yang menyewanya sudah lebih dulu datang dan membuatnya merasa bersalah karena tak mengangkat satupun panggilan yang masuk dari Tuan yang melangkah cepat bersama tatapan tajam mengerikan menghampiri dirinya.
" Tuan, maafkan saya tidak menjawab panggilan Anda karena... " ucap Viena begitu Pieter mendekat dengan gagahnya yang terpotong oleh suara berat Pieter yang langsung menanyakan Angel.
__ADS_1
" Dimana Angel ?" tegas Pieter pada Viena yang langsung membuka pintu dibelakangnya.
Lelaki dengan balutan kemeja biru muda yang Ia gulung sampai siku berbalut waistcoat biru tua tersebut melangkah masuk ke dalam kamar dimana Angel dan Brandon berada bersama Dokter setelah Viena membukakan pintu untuknya. Mata dengan warna biru tersebut seketika membulat melihat Adiknya terbaring di atas ranjang bersama dokter memeriksa, juga Brandon duduk di dekat kepala Angel menimbulkan rasa khawatir yang besar dalam diri lelaki yang langsung menghampiri ranjang tersebut dengan cepat.