Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
Bab 219


__ADS_3

Like dulu baru baca ya....tengkiss.


Seakan tak ingin terpisah dari kedua pewarisnya, Brandon menggendong keduanya bersamaan bersama Angel mengikuti dari belakang. Terus saja ia menciumi putra kini sangat harum aroma khas bayi, lelaki tinggi tampan itu tak kuasa untuk pergi yang mungkin takkan kembali.


"Kalau aku tidak kembali dalam satu minggu, jangan pernah mencariku lagi" ucap Brandon pada istri yang kini sudah berdiri di sampingnya.


"Kenapa? apa kamu akan meninggal kali ini? sudah memberi kami warisan yang pantas?" tanya Angel tanpa ekspresi, di tatap tak percaya suaminya.


"Kuasai semuanya! ini semua untuk kalian! dasar kerbau jelek!" seru Brandon jengkel, namun Angel malah berkaca kaca.


"Aku tidak membutuhkan lainnya, aku membutuhkanmu. Kami membutuhkanmu ada di antara kami setiap hari" sendu Angel, semakin jelas air mata terlihat dalam dua mata indahnya.


Brandon memberikan kedua putranya pada Ria dan Via lalu memeluk istrinya erat. Ia mendekap perempuan seketika menumpahkan air mata dalam dekapannya.


"Kamu lebih jelek dari kerbau kalau menangis" ucap Brandon mengusap punggung istrinya.


"Jangan tinggalkan aku" sahut lirih Angel dalam tangis, mengeratkan kedua tangan pada tubuh suaminya.


Melepaskan pelukan istrinya, Brandon menarik dagu Angel hingga wajahnya menghadap ke atas. Ia mencium lembut bibir istrinya lama, menumpahkan segala perasaan berat untuk meninggalkan. Namun ia tak bisa untuk menjanjikan sesuatu yang tak tahu akankah sanggup untuk menepati.


"Jaga dirimu dan anak anak, aku sangat mencintai kalian" tulus Brandon menatap dalam mata perempuan masih mengangkat wajah menatapnya.


"Pakai ini, kamu bilang ini adalah keberuntunganmu" ucap Angel melepaskan gelang yang selama ini melingkar pada pergelangan tangannya.


"Tidak, jangan melepaskan itu biar kamu selalu mengingatku" sahut Brandon mencegah istrinya, namun Angel menunjukkan ekspresi memohon yang tak bisa ditolak.


"Baiklah, pakaiakan untukku" tersenyum Brandon mengulurkan tangan.

__ADS_1


Sebuah gelang yang di anggapnya sebagai keberuntungan, gelang sama yang juga dimilikki oleh saudara kembarnya. Selalu bisa memenangkan banyak perkelahian tanpa terluka, gelang itu telah lama melindungi istrinya.


Namun Angel yang sangat ingin suaminya kembali, meminjamkan sementara gelang keberuntungan berwarna hitam dengan hiasan perak di tengah. Pergi walau berat hati, Brandon melangkahkan kaki menuju mobil sudah siap mengantarnya di depan rumah.


Pieter yang juga enggan melepaskan istrinya, masih berdua saling meluapkan rasa cinta. Alexa tak mau melepaskan walau sedetik, dan bergelayut indah pada tengkuk suaminya.


"Aku mohon kembali dengan selamat" seru Alexa tulus.


"Aku tidak berjanji, tapi aku pasti berusaha untuk kita" sahut lelaki masih mendekap pinggang ramping istrinya.


"Sudah! seperti anak kecil saja!" tegur Brandon melewati keduanya.


Pieter melepaskan Alexa, mencium kening serta bibir istrinya. Melangkah mengikuti Brandon dari belakang, Pieter satu mobil siap mengemudi untuk sahabatnya. Sudah lebih dulu Viena dan Darell menunggu, berdiri di samping mobil hitam yang akan mereka gunakan.


"Tunggu!" teriak Angel, berlari lalu melompat ke arah lelaki yang hendak memasuki mobil dan menoleh ke arahnya.


"Aku juga mencintaimu Angel" sahut Brandon mengeratkan kembali tangan pada tubuh istrinya,


"Dia bilang aku seperti anak kecil, lalu dia apa?" gumam lirih Pieter hendak masuk kedalam mobil, mengamati adik juga sahabatnya berpelukan.


Meninggalkan bekas merah ketika memeluk istrinya, Brandon ingin ketika kekasihnya melihat bekas di leher kirinya maka akan mengingat dirinya selalu. Dadanya terlalu sesak akan perasaan yang terlampau kuat, bertekad kuat dalam hati untuk bisa kembali dalam kondisi apapun.


Perlahan melepaskan suaminya, Angel mencium seluruh wajah suaminya tanpa terlewat. Menunggu bersama Alexa ketika lelaki terus menatap ke arahnya itu menaikki mobil dan berlalu pergi.


Angel mengetahui segalanya dari apa yang ia dengar semalam di ruang kerja, namun ia tak mengutarakan apapun. Menangis dalam doa ketika suaminya sudah terlelap semalam, Angel berharap jika lelaki yang ia cintai dapat kembali dengan selamat tanpa kekurangan apapun, begitu pula kakaknya juga semua orang suaminya.


Bersembunyi ketika melihat semua orang keluar dari ruang kerja suaminya, Angel kembali menunggu di balik pintu. Dimana lelaki kala itu tengah menatap potret dirinya dalam renungan. Bertngkah seperti tak mendengar apapun, Angel tak ingin suaminya khawatir.

__ADS_1


Di waktu yang sama, Jackson membagi tugas bersama Kenan untuk menikam Brandon. Berencana lebih dulu menghilangkan perisai musuhnya, yaitu Pieter, Darell dan Viena. Mereka tahu jika masih ada ketiganya melindungi, maka takkan sanggup menyentuh Brandonn walau seujung rambutnya saja.


Semalam Yudha sudah berhasil menghabisi lima anak buah Jackson yang tengah mengintai lokasi untuk mereka bersiaga. Hal itu jelas sudah diketahui oleh ketua kelompok gelap tersebut, dan semakin geram karena tenyata persiapan Brandon lebih matang dari apa yang ia pikirkan.


Tidak lagi menganggap remeh semua orang yang ikut bergabung dalam tim Brandon kali ini, Jackson sudah mempelajari satu persatu dari semua data yang ia terima dari Kenan juga Sonya.Mereka takkan bisa gegabah untuk menyerang, karena tahu dimana saja tempat anak buah Brandon berada.


Namun satu hal yang takkan pernah diketahui oleh Jackso, Kenan juga Sonya adalah snipper tersembunyi andalam Bradnon. Sengaja memang Tuan muda telah menjadi target tersebut menempatkan mereka pada titik yang tak mungkin terpikirkan oleh Jackson.


Dalam hal siasat dan kekuatan, Brandon menang segalanya dari semua musuh yang ada. Tapi meski memiliki penjagaan siap berkeliling melindungi, Brandon tak bisa untuk berpangku tangan atas nyawanya pada semua orang orangnya.


dalam perjalanan, Brandon melengkapi dirinya dengan anti peluru yang tak mungkin ia kenakan dirumah, karena kini Angel sudah bisa mengetahui detail tentang segalanya. Bukan lagi Angel yang dulu, Angel yang kini sudah banyak dibekali Darell dengan ilmu bela diri juga kelihaian menggunakan senjata ketika di Jerman.


"Jaga istriku kalau aku tidak kembali, kau tahu kan target mereka adalah aku? jadi pergilah ketika aku dalam bahaya dan tetap hidup untuk Alexa, Maya juga Angel juga anak anak" pinta lelaki kini tengah mengancingkan kembali kemeja hitam miliknya.


"Aku tidak akan meninggalkanmu sedetik pun, kalaupun harus ada yang pergi maka aku yang akan pergi bukan kau" sahut Pieter tetap mengemudi.


"Jangan melawan perintah! ketika bertugas kau hanya bisa patuh!" tegas Bradnon ingin agar sahabatnya selalu selamat.


"Apa kau pikir mereka akan bahagia tanpamu?!" kesal Pieter menoleh.


"Paling tidak ada kau yang menjaga mereka dan memberi kebahagiaan" sahut Brandon memasang earphone pada telinganya.


 


Buat yang suka genre action romance, bisa baca karya saya "Difficult Love". 


Baca juga karya Abang saya Muh Iqram Ridwan yang berjudul "Oh My Ghost" dijamin keren dan bikin ketagihan.

__ADS_1


Terimakasih banyak, please like nya ya...


__ADS_2