Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 90


__ADS_3

" Sayang, bangun " lirih Angel di telinga suami yang masih amat lelap.


" Sayang " lirih kembali Angel menghembuskan napas lembut di telinga suami yang mengusap telingaya geli.


Istri yang terus mencoba membangunkan suaminya itu mendaratkan ciuman lembut pada bibir Brandon dan seketika menyadarkan lelaki yang selalu tidur tanpa mengenakan kaos itu dan mulai membuka mata perlahan lalu memeluk tubuh istrinya dengan manja.


" Kamu tidak kerja? " tanya Angel lembut.


" Ini hari libur " sahut Brandon dengan suara parau khas bangun tidur sambil tetap memeluk tubuh istrinya.


" Kalau begitu sekarang Kamu mandi dan berdandan yang wangi " pinta Angel mengejutkan suami yang langsung melepas pelukan menatap heran padanya.


Brandon meraih jam tangan mewah di samping tempat tidurnya dan melihat jika masih pukul lima lalu Ia kembali menarik selimut menutupi seluruh tubuh dan memunggungi istrinya mencoba kembali tertidur sebelum istri hamilnya meminta sesuatu yang aneh lagi.


" Oh jadi Kamu tidak mau bangun ya? " seru Angel jengkel karena suami yang memunggungi dirinya.


Lelaki yang mencoba memejamkan mata di tengah gerutuan jengkel istrinya tak ingin sedikitpun membuka mata dan semakin menarik tinggi selimut hingga menutupi seluruh kepalanya membuat Angel semakin jengkel.


" Anak anak Mommy lihat itu Daddy Kamu jahat sama Mommy, mau buat Mommy nangis. Daddy memang tidak pernah sayang sama Mommy juga kalian, apa sebaiknya Mommy cari Daddy baru untuk kalian yang lebih perhatian dan tampan?" ucap Angel berusah menggunakan senjata terakhirnya sambil memelas mengusap lembut perutnya.


Dari balik selimut suami yang mendengar seruan istrinya itu membuang napas kasar dan membuka selimut sekuat tenaga lalu duduk dengan tatapan begitu jengkel namun mengembangkan senyum Angel yang meliriknya.

__ADS_1


" Apa lagi sekarang? kalian mau Aku lakukan apa? " ucap Brandon kesal menatap istri yang memasang wajah memelas membuat suaminya merengek sambil menutup mata menggelengkan keras kepala sambil kaki Ia tendang tendang layaknya anak kecil merengek minta permen pada Ibunya, membulatkan mata Angel terkejut melihat tingkah suaminya.


" Apa? " tanya Brandon dengan nada frustasi karena permintaan Angel selama hamil selalu membuatnya seperti orang bodoh namun tak pernah bisa untuk menolaknya.


" Mandi, pakai parfum yang wangi terus Kamu lari pagi keliling rumah " pinta Angel manja dengan wajah yang Ia pasang penuh harap membuat suaminya tak bisa menolak meski harus menggerutu dan berjalan ke kamar mandi malas seraya menghentak hentakkan kaki kasar.


" Lama lama Aku caesar juga Kamu " gerutu Brandon berjalan ke kamar mandi terpaksa.


Angel tersenyum gemas dengan tingkah suaminya sembari menaikkan kedua bahu bersamaan lalu pergi ke ruang ganti dan mengambilkan setelan training panjang berwarna hitam dengan list putih di bagian samping lengan jaket juga celana panjang tersebut.


Setelah 30 menit menyelesaikan cepat acara mandinya, Brandon keluar dengan melilitkan handuk di pinggang dan rambut setengah basah terarah ke belakang seperti biasa. Ia memasuki ruang ganti yang sudah ada istrinya di dalam mengahampiri dirinya dengan senyum menggoda.


" Pakai ini " tambah Angel menyerahkan pakaian yang telah Ia siapkan dan menunggu suaminya hingga selesai mengganti pakaian lalu keluar dari ruang ganti.


" Gendong " manja Angel mengulurkan kedua tangan dengan wajah Ia pasang amat manja.


" Untungnya Kamu istriku " gumam Brandon lirih dan kembali untuk mengangkat tubuh istri manja yang semakin hari semakin menjadi.


Tangan kanan terus melingkar pada tengkuk suami yang tak berdaya di hadapan istrinya sembari tangan kiri terus membelai lembut wajah tampan nan segar suaminya. Jari lembut terus membelai sisi wajah, hidung hingga bibir suaminya dengan sesekali mencium bibir tersebut membuat Brandon tersenyum gemas akan kelakuan istri yang tak pernah mampu Ia protes.


Brandon menurunkan Angel di kursi taman dengan pelayan mengikuti dibelakang membawakan makanan untuk calon ibu muda yang lebih dulu mandi dan mengganggu tidur suaminya demi sebuah aroma keringat yang Ia inginkan pagi ini.

__ADS_1


" Semangat sayang " teriak Angel sambil duduk di kursi taman ketika suaminya mulai pemanasan sebelum berlari.


" Semangat untuk Kamu siksa? " gerutu Brandon lirih memaksakan senyum ke arah istrinya.


Brandon memulai acara lari paginya dengan mengenakan topi jaket hitam dan mengelilingi rumah mewahnya yang hanya satu putaran saja sudah membuatnya amat lelah. Baginya lebih baik bertarung dengan banyak orang dari pada harus berlari mengitari rumah berulang kali demi mendapatkan keringat yang banyak karena Angel tak akan membiarkan suaminya berhenti sebelum aroma keringat bercampur parfum yang Ia sukai bisa tercium oleh hidung mancungnya.


Sembari menunggu suaminya selesai berlari, Angel terus menikmati camilan dari mangga muda yang di buatkan oleh pelayan karena Brandon tak mengijinkan istrinya memakan mangga muda dengan garam juga cabai takut jika perut istrinya akan bermasalah nantinya.


Setelah tiga kali putaran, Brandon menghentikan lari paginya lalu duduk di samping Angel sembari mengatur napas yang terengah engah dan meraih segelas air putih di atas meja taman.


" Kemarilah cepat sebelum keringatku mengering " seru Brandon dengan nada terbata karena napas yang hampir habis.


" Kasihan sekali suamiku " sahut Angel melihat suaminya begitu terlihat lelah lalu membuka resleting jaket hitam lelaki yang duduk di sampingnya dan mulai memcium dada dengan aroma parfum juga keringat.


" Naiklah kesini biar lebih mudah, perutmu akan tertekuk kalau seperti itu" ucap Brandon menepuk lembut pahanya agar Angel naik ke atas pangkuan untuk lebih leluasa menciumi dada penuh keringatnya.


Dengan pelan Brandon membantu istrinya naik ke atas pahanya lalu menyandarkan tubuh juga kedua tangan pada sandaran kursi taman membiarkan istrinya mencium dengan puas aroma yang hampir setiap hari Ia inginkan semenjak hamiltanpa bosan ataupun jijik. Melihat Angel begitu suka akan aroma tubuhnya, membuatnya kembali berpikir jika gadis kecil yang dulu belum Ia nikahi selalu nyaman berada dalam pelukannya ketika pulang kerja sebenarnya sudah mulai mengandung benih cinta yang Ia tanamkan namun tak satupun dari mereka menyadari hal itu.


Angel yang setiap hari bekerja hingga kurang tidur ketika pergi dari rumah dulu membuat Brandon bersyukur karena istrinya tak sampai keguguran waktu itu. Jika saja dari awal Ia tahu Angel sudah hamil dari hubungan pertama mereka, mungkin sudah lama Ia menikahi gadis kecil yang suka menyiksa diri sendiri itu karena perasaan cinta sudah mulai tumbuh beriringan dengan rasa ingin memiliki yang kuat dari awal pertemuan mereka di kantor Carlos.


Meski sangat ingin menunjukkan kebahagiaannya pada dunia akan istrinya yang tengah hamil, namun Ia harus terus menutupi semua kenyataan tentang pernikahan juga calon buah hatinya demi menjaga keselamatan mereka bertiga agar tak sampai menjadi sasaran pelampiasan dendam oleh orang orang yang tidak menyukai Tuan muda arogan dengan segudang kekuasaan dan selalu bertindak sesuka hati itu.

__ADS_1


__ADS_2