Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 106


__ADS_3

" Apa Tuan muda memintamu kemari? " tanya Pieter pada Santos begitu Ia turun dan berjalan mengantongi satu tangan dengan tangan satunya menyalakan ponsel.


" Iya Tuan, Saya mengirimkan barang barang Nyonya juga Tuan muda " sahut Santos sopan dan tersenyum.


" Sepertinya Dia sedang di kamar bersama Angel, duduklah dulu " ucap Pieter berbicara dengan nada santun.


" Tidak perlu Tuan, Saya akan meninggalkan ini di sini. Saya pamit dulu " jawab Santos di angguki oleh Pieter dengan mengembangkan senyum.


" Baiklah, hati hati " pungkas Pieter mengantar kepala pelayan rumah sahabat juga bos nya itu hingga pintu.


Pieter menghampiri pengawal di depan untyk meminta mereka ikut ke puncak beberapa dan lainnya tinggal di rumah. Tak lupa Ia meminta supir untuk membantunya mengecek mobil yang akan mereka gunakan ke puncak agar tak terlalu banyak menggunakan kendaraan nantinya yang akan sangat mencolok ketika di jalan dan membahayakan Brandon sewaktu waktu.


Lelaki dengan balutan celana panjang sampai mata kaki berwarna krem serta kemeja pendek dark grey itu mulai memeriksa dengan seksama dari ban, oli, rem, lampu dan seluruh bagian mobil yang tak lupa juga Ia memeriksa wiper mengingat kini tengah musim hujan. Ia begitu memahami mesin jadi tak pernah meminta orang lain untyk mengecek kendaraan yang akan digunakan oleh sahabatnya demi memastikan keselamatan Tuan muda tersebut.


Alexa yang sudah bersiap dengan celana hotpant serta kaos yang Ia lapisi outwear panjang warna biru navy juga sepatu kets mengahmpiri Pieter yang masih sibuk mengecek kondisi kendaraan.


" Apa ada masalah? " tanya Alexa berdiri di samping Pieter yang melihat kondisi mesin mobil.


" Tidak " singkat Pieter terus menatap ke arah mesin mobil dengan tangan mengutak atik bagian dalam kap mobil putih yang sudah terbuka.


" Apa Kakak tahu? pria yang membetulkan mobil terlihat lebih seksi " ucap Alexa mengembangkan senyum Pieter dan menghentikan tangan nya.


" Belajar darimana? " tanya Pieter tersenyum menghadap Alexa.


" Dari teman " singkat Alexa tersenyum.


" Kalau begitu semua montir juga seksi " ucap Pieter tak henti mengembangkan senyum setuap kali gadisnya mulai bertingkah polos.


" Ya, tergantung wajah dan tubuh juga. Kalau seperti Kakak gini boleh lah di kategorikan seksi sekarang " goda Alexa pada lelaki yang menatapnya dengan ekspresi mengukir senyuman tampan.


" Apa Aku boleh mencium Kakak? " polos Alexa manja.


" Tidak, masuklah nanti ada yang melihat " ucap Pieter kembali membungkukkan wajah dan mengecek kondisi mesin lagi.

__ADS_1


Dengan membuang napasnya kasar, Alexa berjalan masuk ke dalam rumah diiringi tatapan Pieter yang menoleh ke arah gadis tersebut masuk seraya tersenyum gemas.


Usai mengutak atik mesin dan memastikan semuanya siap untuk perjalanan jauh, Pieter kembali kedalam rumah untuk mencuci tangannya yang kotor sambil berpesan kepada pembantu rumah agar langsung menghubungi jika ada apa-apa dan tak membiarkan siapapun masuk rumah tanpa ijin darinya.


" Apa Kakakmu belum keluar? " tanya Pieter pada Alexa yang duduk menonton acara TV.


" Belum " singkat gadis yang tertawa melihat Tom and Jerry itu.


Pieter duduk di samping Alexa untuk menunggu Angel juga Brandon yang tak seorangpun berani mengetuk pintu kamar yang masih tertutup itu. Dengan perlahan, Pieter meraih tangan Alexa dan mengisi sela sela jari gadis yang menatapnya tersenyum.


" Jangan bersandar, Kakakmu akan tahu kalau seperti itu " tegur Pieter ketika Alexa mulai memiringkan kepala ke bahunya.


" Oke " singkat Alexa mendaratkan ciuman kilas di pipi Pieter yang masih menujukan pandangan ke arah TV.


" Love you " lirih Alexa mengembangkan senyum Pieter.


" Love you too " sahut Pieter mencium punggung tangan Alexa kembali memerahkan wajah gadis yang mengembangkan senyum bahagianya.


Meski harus menjalani hubungan dengan sembunyi sembunyi karena Pieter tak ingin jika keluarga Alexa tahu yang entah akan menyetujui atau menentang hubungan keduanya, mereka masih bisa merasakan kebahagiaan di tengah perasaan terus tumbuh setiap waktunya.


" Kita pergi sekarang " terdengar suara Brandon dengan langkah mendekat memaksa keduanya cepat melepaskan tangan dan menciptakan jarak begitu jauh.


" Serigala" gerutu Alexa kesal karena Kakaknya mengganggu kesenangannya.


Pieter lebih dulu berjalan mengahmpiri Brandon yang sudah siap dengan Angel. Ia meminta pengawal untuk memasukkan semua barang ke dalam mobil lalu masuk ke dalam mobil menyusul Brandon juga Angel yang sudah lebih dulu duduk nyaman di dalam.


" Pieter, Kita makan dulu " ucap Brandon mengingat mereka belum sarapan meski Pieter sudah lebih dulu minum kopi yang membuatnya tak merasa lapar lagi.


" Oke " sahut lelaki yang duduk di jok paling belakang di susul oleh Alexa duduk di sampingnya dengan jarak yang jauh.


Mobil putih yang membawa mereka mulai berjalan keluar halaman rumah Olivia diikuti oleh mobil pengawal di belakang. Lebih dulu Yudha membawa mereka ke restoran untuk menngisi perut yang tengah lapar. Pieter sengaja meminta Yudha untuk mengemudi karena Ia pernah mengikuti pelatihan khusus sehingga mampu melindungi Brandon dengan satu pengawal yang duduk di sampingnya.


Musuh Brandon selalu menunggu kesempatan untuk membalas dendam pada lelaki yang dengan santai menggenggam tangan istrinya meski jok mobil yang terpisah. Brandon selalu merasa nyaman jika pergi bersama sahabatnya si raja tega dan siap memangsa siapapun yang berusaha menyentuh sehelai rambutnya.

__ADS_1


Setelah hampir dua jam mengisi perut, mereka kembali melakukan perjalanan dan mulai memasuki tol untuk bisa cepat sampai menemui Olivia. Namun begitu beberapa kilo meter mereka melaju, dering ponsel Pieter dari pengawal menghancurkan keheningan di dalam mobil yang memang hampir tak ada suara karena Brandon tak perbah suka sesuatu yang berisik.


" Ada apa? " tanya Pieter dingin pada orang yang ada di ujung telpon.


" Ada yang mengikuti Kita dari tadi Tuan " sahut seorang pengawal yang mencurigai sebuah mobil van putih selalu mengintai semenjak di restoran.


" Baiklah, Aku turun sekarang " sahut Pieter menutup sambungan telpon membingungkan Alexa yang ada di sampingnya.


" Ada apa? " tanya Brandon santai sambil terus menggenggam tangan Angel.


" Burung jalanan " sahut santai Pieter dan di mengerti oleh Brandon.


" Turunkan Aku " pinta Pieter pada Yudha membuat Alexa menahan lengan lelaki dengan raut wajah tenang itu.


" Baik Tuan " sahut Yudha menepikan kendaraan.


Pieter mengembangkan senyum pada wajah penuh tanya Alexa dan perlahan melepas tangan gadis yang menahan lengannya untuk pergi.


" Cepat kembali " ucap Brandon dengan artian agar sahabatnya selamat dan berhasil melawan orang orang yang mengikuti mereka.


Pieter yang sudah turun mengetuk jendela pengawal yang ada di samping kemudi dan berbisik agar mereka langsung membawa Brandon dan lainnya ke puncak melalui jalur lain agar tak sampai terbaca rutenya oleh orang yang mungkin tak hanya satu mobil itu. Pieter meyakini jika akan ada beberapa kendaraan yang sengaja menunggu di beberapa titik hingga meminta pengawal untuk terus mengubah rute mereka setiap saat sampai mereka tiba di puncak.


Alexa juga Angel tak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan merasa sangat bingung melihat Pieter turun dan berbisik pada pengawal.


" Kakak mau kemana? " tanya Angel khawatir usai Ia membuka pintu mobil.


" Angel, Kakak ada perlu sebentar. Kamu tunggu Kakak di puncak ya " sahut Pieter lembut mengusap ujung kepala Angel.


" Apa Kakak akan berkelahi lagi? " tanya Angel menghapal setiap Kakaknya bilang ada perlu pasti akan membahayakan nyawa lelaki baik penuh kasih sayang di hadapannya dan membulatkan mata Alexa terkejut meski sudah tahu jika pekerjaan Pieter juga bertaruh dengan hidupnya.


" Tidak, Kakak hanya ingin mengambil beberapa berkas Mama yang tertinggal di kantor " kilah Pieter mengembangkan senyum dengan nada lembut.


" Hati hati " seru Angel penuh rasa khawatir dan dicium keningnya oleh Pieter yang menjadi pemandangan biasa bagi Brandon namun mengejutkan Alexa mengingat mereka bukanlah saudara kandung.

__ADS_1


Usai meninggalkan senyum manisnya yang perlahan lenyap karena pintu mobil perlahan menutup menghilangkan wajah tampan dengan senyuman yang masih berdiri di samping mobil.


Alexa dan Angel tak menghentikan tatapan mereka pada Pieter yanh sudah di hampiri mobil sedan pengawal Brandon di tempatnya berdiri. Mereka berharap tak akan terjadi sesuatu pada Pieter dan segera kembali tanpa sedikitpun luka.


__ADS_2