Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 109


__ADS_3

Tepat pukul setengah tujuh, Angel menghampiri Alexa di kamar untuk mengajak Adik iparnya bergabung menikmati makan di ruang tamu karena Pieter meminta mereka tak keluar dulu takut akan Gery yang mungkin masih ingin mengincar Brandon.


" Keluarlah, Kita makan malam dulu " bujuk Angel lembut pada Alexa yang masih merebahkan diri di tempat tidur usai sore hari Ia di marahi oleh Brandon.


" Tidak Kak, Aku tidak ingin bertemu Kakak " seru gadis dengan rasa jengkel dalam hatinya.


" Kalau Kamu tidak makan, Dia akan marah lagi. Ayo Kita keluar " bujuk lagi Angel menuturkan kata dengan gaya bicara lembutnya.


Kelembutan Angel masih tetap bisa meluluhkan siapapun dengan ketulusannya, termasuk Alexa yang beranjak dari tempat tidur keluar bersama Kakak iparnya.


Meskipun jarak usia di antara mereka terpaut 5 tahun, Alexa tetap menghormati Angel sebagai Kakak iparnya seperti Ia menghormati Brandon.


Masih memasang wajah jengkel, Alexa langsung duduk bersandar dengar memainkan ponselnya langsung diiringi tatapan Brandon juga Pieter yang lebih dulu duduk menunggu mereka.


" Ale... " seru Brandon terputus dengan cubitan pedas Angel pada perutnya karena nada bicara Brandon.


" Sakit " gerutu Brandon mengusap perut sampingnya dengan tatapan tajam Angel mengisyaratkan agar Dia tak memarahi Alexa lagi.


Ketika lelaki dengan perut panas tersebut hendak bicara, sudah dulu di dahului Alexa mengangkat telpon masuk dari sweet heart lagi, dan membuat Pieter menatapnya curiga karena nada bicara lembut Alexa dalam bahasa inggris.


" Apa itu Darell? " ingin tahu Brandon menatap Adiknya yang mengangguk.


" Apa Kalian serius? suruh Dia menemui Kakak jika memang kalian serius " tambah Brandon mengejutkan Pieter yang memilih menunduk untuk menyimak obrolan keduanya.


" Kakak, Aku mencintai orang lain dan bukan Dia!" tegas Alexa kembali memasang wajah jengkel ke arah Kakaknya.


" Kalau Kamu mencintai orang lain, kenapa dua tahun ini kalian terus bersama? bahkan Kamu memberinya nama sweer heart" sahut santai Brandon dengan di suapi oleh Angel atas keinginannya, tanpa menyadari tatapan terkejut Pieter yang duduk di kursi samping Angel.


" Apa Kakak memata matai Aku?!" tegas Alexa di jawab dengan kedua bahu terangjat oleh lelaki yang mulutnya penuh itu.


Tanpa menyadari jika Pieter sudah mengubah ekspresi terkejut, Alexa mengambil makan di atas meja sambil menggerutu kesal pada Kakaknya.


" Kakak! berhentilah bersikap manja! disini ada dua orang yang belum menikah! " teriak kesal Alexa memperhatikan Kakaknya yang terus minta suapi sambil bergelayut pada pundak istrinya, dengan tangan tak bisa berhenti mengusap perut Angel yang tersenyum melihat suaminya bengong mendengar teriakan Alexa.


" Makanya bawa Darell kemari dan menikah! " tegas lelaki yang tak ingin mengubah posisi nyaman nya.


" Tidak! Aku akan menikah dengan Kak Pieter! " tegas Alexa menyuapi mulutnya dengan makanan yang sudah Ia tata di atas sendok.

__ADS_1


Mendengar perkataan tegas Alexa, kedua lelaki yang tengah mengunyah makanan itu sama sama tersedak dan langsung di berikan air minum oleh Angel bersamaan. Sementara Alexa seakan tak perduli dengan apa yang Ia katakan sambil terus menikmati makanannya.


" Alexa, apa Kamu sadar yang Kamu katakan? " tanya Brandon masih merasa sakit pada tenggorokannya.


" Sadar " singkat Alexa terus menundukkan wajah menikmati makanan di pangkuannya tanpa melihat tatapan kedua lelaki di ruang tersebut.


" Kenapa? apa Dia sudah menghamilimu? " santai lelaki yang mulai minta suapi kembali oleh istrinya.


" Apa Kamu gila?! " tegas Angel memukul keras lengan suami yang bicara sekenanya sendiri.


" Sebentar lagi akan Aku buat Dia menghamiliku! dan Kakak harus pegang janji Kakak! " tegas Alexa berdiri dan berlalu menuju dapur untuk mengambil air es di lemari es.


" Oke! " teriak keras Brandon agar terdengar oleh Adiknya.


" Brandon, jangan bicara macam macam atau Dia akan menganggap nya serius " tegur Pieter mengingatkan sahabatnya.


" Apa Kamu pikir mereka kucing liar?! " tegas Angel menghentikan tangannya untuk menyuapi lelaki dengan tamoang santai merasa tak ada yang salah di sampingnya.


" Angel, suapi lagi Aku masih lapar " rengek Brandon.


" Apa Kau serius mau Aku menghamili Alexa? " tanya Pieter santai ketika mereka hanya tinggal berdua di ruang tamu.


" Kenapa? apa Kau mau menghamili Adikku? bahkan Kau saja tak pernah ingin menatapnya bagaimana bisa Kau menghamilinya " ucap santai Brandon.


" Ah Aku tidak nafsu makan lagi! " gerutu Brandon melemparkan sendok ke atas piring kasar.


Dengan kesal karena ditinggalkan istrinya, Brandon menyandarkan diri pada sofa diiringin hembusan napas Pieter yang Ia buang kasar sambil menggelengkan kepala.


Angel dan Alexa sama sama pergi ke kamar mereka masing masing tanpa ingin kembali ke ruang tamu, untuk mendengarkan ocehan Brandon.


Hampir satu jam Brandon menunggu Angel tak kunjung datang dan memutuskan untuk menyusul istrinya ke kamar. Sementara Pieter sudah lebih dulu duduk di teras untuk menghubungi Olivia yang tak kunjung pulang.


Terdengar suara teriakan kencang Alexa beriringan dengan suara Angel karena listrik tiba tiba padam.


" Angel, apa Kamu sendirian? " teriak Pieter yang sudah masuk menggunakan ponsel sebagai senter.


" Dia bersamaku " sahut Brandon sudah memeluk istrinya di dalam kamar.

__ADS_1


" Alexa! " seru lirih Pieter dan bergegas menemui Alexa di kamarnya.


" Alexa, Kamu dimana? " tanya Pieter mencari ke dalam kamar Alexa dengan menggunakan penerangan ponsel.


" Kakak, tolong Aku " lirih Alexa sudah menngis di dalam kamar mandi.


Dengan langkah ragu, Pieter menuju ke arah kamar mandi dan membuka perlahan pintu yang masih tertutup.


" Kakak" seru Alesa langsung memeluk Pieter dengan rasa amat ketakutan.


" Sudah tenang lah, Aku di sini " sahut Pieter memeluk Alexa yang seketika membulatkan hebat matanya dalam kegelapan.


Suara pintu terbuka terpaksa membuat Pieter mendorong tubuh gadis yang memeluknya ke dalam kamar mandi dan menutupnya dari dalam.


" Alexa, Kamu dimana? " terdengar suara Brandon sudah memasuki kamar.


" Aku mandi Kak " sahut Alexa berteriak masih memeluk Pieter erat.


" Diam di sana, Kakak akan minta orang menyalakan genset " ucap lelaki dengan menggunakan ponsel sebagai penerangan dan bergegas pergi.


Ketika sudah terdengar pintu kamar tertutup tanpa adanya lagi suara Brandon, Alexa kembali bernapas lega setelah merasa begitu gugup tadi.


" Aku akan keluar dulu " ucap Pieter merasa tak nyaman bersama dengan Alexa.


" Aku takut, tunggu sampai listriknya menyala " pinta lirih Alexa membuat Pieter membuang napasnya kasar.


tanpa membalas pelukan Alexa, Pieter mematikan senter pada ponselnya sambil Alexa terus menggelayutkan tangan di tengkuk lelaki tersebut.


Sementara Brandon sudah marah marah pada pengawal di depan karena listrik yang padam.


" Maaf Tuan, sepertinya pemadaman dari pusat " ucap Salah seorang pengawal yang mengahampiri lelaki tinggi dengan membawa ponsel di tangan sebagai senter.


" Nyalakan genset! " perintah Brandon.


" Baik Tuan " sahut pengawal tersebut dan berlari pergi menghampiri oengawal lain yang sudah mengambil genset di samping villa.


Angel yang sudah diminta suaminya duduk di ruang tamu memanggil lirih lelaki yang masih berdiri di depan meminta pengawal bersiaga di depan pintu. Usai memerintah, Ia kembali masuk dan duduk memeluk istrinya kembali agar gadis di sampingnya tak lagi merasa ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2