Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
Bab 237


__ADS_3

Esok hari...


Seperti apa yang telah dikatakan oleh Darell mengenai kedatangan Adiyaksa, pria berkacamata itu telah tiba di kediaman lama Brandon. Hanya ada Pieter juga Alexa serta Santos yang menyambut, sedangkan Brandon tetap di rumah berdebat dengan istrinya.


Brandon tak mau menunjukkan istri juga kedua anaknya, namun Angel bersikukuh untuk bertemu dengan mertuanya. Angel juga merindukan mertua baik hatinya, ia hanya mau membagi kebahagiaan yang dirasakan. Karena yakin jika Adiyaksa juga pasti bahagia dengan kehadiran kedua cucunya.


Akan tetapi Brandon tetap pada pendirian untuk menyembunyikan pernikahan masih berjalan juga menyembunyikan kedua anaknya. Ia tidak ingin hidupnya terusik oleh Gaida dan Sasmita yang mungkin saja akan segera mengetahui, ketika Adiyaksa tahu.


Berdiam diri usai perdebatan yang dilakukan, Angel bersama kedua anaknya di atas ranjang tidak mau memperdulikan Brandon. Lelaki tampan masih membalut tubuh dengan setelan jas hitam setelah bekerja, terlihat meletakkan tangan kiri di pinggang dan tangan kanan di kening.


Ia menatap ke arah istri saat ini memunggungi dirinya, merangkul bersama Nicko dan Nathan. Berulang kali Brandon membuang napas kasar, sikap terkadang keras kepala dari Angel selalu membuatnya kualahan. Walaupun tahu sikap itu hanya ditunjukkan untuk beberapa situasi baik saja, namun tetap terkadang situasi itu bertentangan dengan pola pikirnya.


"Apa kamu akan terus seperti ini? mengajari anak tidak benar!" kesal Brandon, berdiri di samping ranjang menatap punggung istri memejamkan mata.


"Aku yang salah? aku mengajari mereka tidak benar? lalu bagaimana dengan kamu? mereka berhak tahu keluarga mereka, kakek mereka!" sahut Angel lekas menoleh dan duduk, menahan suara agar tak mengganggu putranya.


"Kamu tidak mengerti tujuanku Angel, semua ini aku lakukan demi kebaikan mereka juga" jawab laki laki langsung duduk di samping istri tengah merasa kesal.


"Oke, apapun Tuan muda!" geram Angel, ingin kembali merebahkan diri di samping putranya namun bergegas Brandon mencegah.


"Aku tidak menyukai pertengkaran ini!" sangat tegas Brandon mengatakan, menatap dalam mata istrinya menunjukkan banyak rasa tak suka.


"Aku mau tidur!" tegas Angel melotot, menepis tangan menggenggam erat lengannya.


Teramat geram akan sikap ditunjukkan istrinya, ucapan dengan nada menakan, Brandon kuat menarik kembali lengan Angel. Merebahkan paksa tubuh istri di samping dua anak asik memasukkan ibu jari ke mulut bersama. Brandon mengunci paha istrinya, meletakkan dua tangan di atas dan ditahan kuat.

__ADS_1


"I hate you!" ucap Brandon, mengeratkan kedua rahang.


"I hate you too" sahut Angel saling menatap bersama lelaki di atas tubuhnya.


Brandon menikmati bibir istrinya, menetralkan hawa panas yang terjadi di antara mereka berdua. berbicara dalam kondisi sama sama emosi dan tidak mau mengalah, jelas bukan suatu keputusan yang baik. Untuk itulah Brandon mengambil cara lain untuk bisa berbicara.


"Kita pergi, tapi hanya satu malam" lirih Brandon setelah melepaskan bibir istrinya.


"Iya" sahut Angel mengangguk tetap dalam posisi semula.


Brandon mendekatkan tubuh di atas istrinya tanpa celah, memeluknya dan mengakhiri perdebatan yang ada. Sedikit saja pertengkaran yang ada di antara dirinya dan Angel, mampu merupah mood nya menjadi sangat buruk. Menjadikan hari terlalu berat untuk dilalui, apalagi ketika sikap membisu ditunjukkan istrinya.


"Mereka melihat kita, jangan seperti ini" ucap Angel melirik ke arah dua putranya.


"Kita berangkat sekarang?" lirih Angel bertanya.


"Tidak mau!" sahut Brandon seperti anak kecil.


"Bukannya kamu bilangĀ  oleh? kenapa berubah lagi?" bertanya Angel menyipitkan kedua mata.


"Aku mau itu dulu, kalau kamu tidak mau ya sudah kita tidak perlu berangkat" kata Brandon, memajukan bibir dan menatap malas.


"Malam ini sepuasnya" goda genit Angel memainkan kedua alis naik turun, tersenyum seketika Brandon mendengar.


"Aku yidak bisa menolak rayuanmu, menyebalkan" senyum tampan terukir dari wajah Brandon.

__ADS_1


Bangkit perlahan dari tubuh istrinya, Brandon menyerah dari rasa ingin memiliki. Sedikit saja rayuan genit dari Angel, selalu bisa meruntuhkan segala pada dirinya. Membiarkan istrinya bersiap, dirinya sendiri membantu bergantian kedua putranya sebelum berangkat bersama.


Mempelajari cara merawat bayi dari istri juga mertuanya, Branon sudah bisa membantu menggantinpopok juga pakaian walau terlihat masih kaku. Namun itu bisa meringankan Angel ketika malam si kembar rewel karena popok yang basah. Tanpa jijik sedikitpun, Brandon telaten membantu mengganti popok putranya.


Seperti apapun sikap kejam ketika diluar, Tuan muda tampan tersebut kerap menunjukkan sisi lain pada istri juga kedua anaknya. Tak jarang ia meluapkan rasa cinta pada keluarga kecilnya dengan sikap manja, turun tangan sendiri untuk menggendong bahkan menenangkan ketika buah hatinya rewel.


Bahkan Brandon rela meninggalkan semua pekerjaan yang dikerjakan saat mendengar tangis putranya. Sebuah sisi lain yang tak pernah dilihat oleh siapapun, dan hanya bisa dirasakan istri juga kedua anaknya saja. Daddy serta suami terbaik yang selalu dibanggakan oleh istrinya, membuat semakin mencintai tanpa ada batas juga akhir.


Nathan, Nicko, Angel dan Brandon sudah siap untuk menemui Adiyaksa. Tuan muda yang menggendong sendiri putranya itu memilih menggunakan sopir, agar bisa membantu istrinya ketika di perjalanan.


Brandon sengaja tak mengajak pengasuh kedua anak kembarnya, dan meminta mereka untuk tetap di rumah memantau beberapa orang yang masih harus mengerjakan banyak hal.


Darell dan Vienna juga ditempatkan dirumahnya, guna mengawasi langsung pengecekkan pengamanan yang telah terpasang. Olivia sudah kembali pulang dan tidak mau ikut menemui Adiyaksa.


Apa yang pernah dilontarkan Gaida dan Sasmita mengenai dirinya, membuatnya enggan menemui pria baik selalu menolong dirinya. Kedekatan yang terjadi antara Olivia dan Adiyaksa, telah membuat masalah baru dalam hidupnya.


Sasmita dan Gaida mendatangi rumahnya secara pribadi, memaki dan memperingatkan. Menuduh jika Olivia memiliki niat buruk memiliki Adiyaksa untuk kehidupan pribadinya sendiri.


Tidak ada yang mengetahui hal itu, orang orang di rumah Olivia pun dimintanya bungkam agar tak menimbulkan banyak konflik melebar. Rela menanggung sendiri semua hinaan dan tak mengatakan pada putrinya, Olivia tak mau jika sampai ada keributan diantara putri juga menantunya.


Beberapa hal mungkin telah dipikirkan Olivia mengenai beberapa sisi baik juga buruk, sama halnya Brandon yang banyak menimbang sampai harus membohongi semua akan pernikahannya bersama Angel.


Desakan untuk dirinya menikah dari Gaida juga Sasmita, memaksanya berbohong bahkan pada Daddy nya. Selalu berkilah ketika ingin ditemui, Brandon tak mengatakan dimana dirinya tinggal.


Hanya demi sebuah kedamaian hidup bersama istri juga anak anaknya, Brandon memilih menutup rapat kehidupan pernikahannya. Jika saja Angel tak memaksa untuk menemui Adiyaksa, mungkin sampai waktu yang tepat ia takkan membuka status telah ditegaskan pada semua sudah berakhir.

__ADS_1


__ADS_2