Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 13


__ADS_3

Malam hari Brandon yang sudah berbaring di atas ranjang tak mampu untuk memulai mimpi karena pikiran yang sangat merindukan kehadiran Angel. Dengan aroma tubuh gadis yang semalam menemani nya tertinggal begitu kuat menusuk hidung mancung pria tampan tersebut yang semakin membuat nya sangat menginginkan kehadiran gadis berparas cantik nan lugu itu di samping nya.


" Kenapa aku mengijinkan nya tinggal di rumah sakit " gumam Brandon lirih dengan tangan yang ia letakkan di atas bantal menyangga wajah putih bersih nya menatap lurus ke arah bantal Angel yang kosong.


Hati nya begitu gusar atas perasaan yang masih saja belum ia temukan jawaban nya. Setiap kali mata coklat nya mencoba terpejam, bayangan ekspresi Angel seolah seperti hantu yang bergentayangan jelas membuat nya merasa frustasi karena sedikit pun tak mampu membuang bayangan indah gadis cantik dengan berbagai ekspresi wajah yang telah ia lihat.


Hingga pukul 3 dini hari, ia masih belum mampu menutup kedua mata nya yang sesekali melihat ke arah ponsel berharap jika Angel akan menghubungi diri nya. Tangan Brandon mulai menekan nomor Yudha karena ia tak memiliki nomor kontak Angel. Setelah dua kali mencoba menghubungi akhir nya Yudha yang terbangun langsung menjawab panggilan dari Brandon yang langsung berteriak keras hingga hampir membuat telinga Yudha tuli saat itu juga.


" Kenapa baru angkat telfon ?" teriak Brandon kencang.


" Ma...ma..maaf Tuan saya tertidur. Ada yang bisa saya lakukan Tuan ?" seru Yudha terbata dengan kesadaran yang belum penuh.


" Mana Angel ?" tambah Brandon masih dengan nada keras dan marah karena baru kali ini ia harus menunggu orang mengangkat telfon dari nya.


" Nona Angel sedang tertidur di samping ranjang Nyonya Olivia Tuan, apa perlu saya bangunkan ?" sahut Yudha dengan mata mengintip dari samping pintu yang ia buka sedikit.


" Tidak, biarkan ia tertidur " pungkas Brandon lalu mematikan sambungan telfon nya sepihak.


Ia mulai melemparkan ponsel milik nya ke samping tubuh yang masih berada di atas ranjang.


" Bagaimana ia bisa tidur sementara aku di sini sangat merindukan nya ? apa dia tak merindukan ku sama sekali ?" gumam Brandon dengan mata yang menuju tajam ke arah langit langit kamar berwarna putih yang terhias lampu lampu kecil di sana.

__ADS_1


Brandon yang tak mampu memejamkan mata sama sekali memilih untuk mengambil laptop nya dan melihat lihat tentang file pemindahan hak milik yang di kirimkan Pieter pada nya. Ia menginginkan Angel secepat nya memiliki kuasa atas perusahaan dan segala aset Carlos begitu juga dengan rumah yang Carlos tempati bersama Erina, istri muda yang ia nikahi hanya karena harta. Brandon yakin jika Angel dan Olivia mengambil semua itu maka Carlos akan merasa sangat tidak terima dan merasakan sakit yang lebih parah dari yang di alami Angel dan Olivia. Ia memastikan jika sebelum hari Olivia keluar, rumah Carlos beserta isi nya akan sudah menjadi milik Angel hingga Olivia bisa menempati rumah tersebut bersama Angel.


****


Pagi hari pukul 06.00 Angel tengah bersiap dengan seragam putih abu abu beserta tas ransel pink yang sudah menggelayut di balik tubuh sintal nya mulai berpamitan pada Olivia yang sudah terbangun di atas ranjang.


" Ma, Angel berangkat ke sekolah dulu ya " pamit Angel mencium tangan Olivia dengan tersenyum.


" Iya sayang, apa nanti kamu akan kembali ke sini ?" tanya Olivia menatap ke arah putri yang telah mengikat rambut nya terarah ke belakang.


" Entahlah Ma, sepulang sekolah Angel harus bekerja lebih dulu. Mungkin besok pagi sebelum ke sekolah Angel akan menemui mama lagi " jelas Angel karena setiap sepulang sekolah ia selalu menghabiskan waktu nya hingga malam menjadi seorang pelayan restoran di dalam sebuah mall demi menghidupi Olivia serta membiayai sekolah nya. Ia sendiri tak merasa yakin jika Brandon akan mengijinkan nya kembali ke rumah sakit malam ini.


" Baik ma, Mama juga ya " pungkas Angel dan melangkah keluar ruangan untuk menghampiri Yudha yang dengan setia menemani nya bersama dua pengawal utusan Brandon.


Olivia menatap kepergian Angel dengan persaan bersalah karena tak mampu memberikan kehidupan layak untuk putri semata wayang nya. Ia hanya mampu memberi Angel penderitaan semenjak carlos meninggalkan mereka dan mengusir mereka dari rumah. Setiap hari Angel hanya menghabiskan hidup nya untuk bekerja demi sesuap nasi yang dimana seharus nya anak seusia Angel lebih sering berkumpul dan bermain bersama teman teman nya. Olivia bertekad jika ia keluar dari rumah sakit, ia akan memulai sebuah usaha makan mengingat keahlian memasak nya yang sangat baik agar putri yang kini masih duduk di bangku SMA tak perlu lagi merasakan keras nya hidup dengan perjuangan mencari sepeser rupiah.


Angel yang sudah berada di depan ruangan Olivia dan menutup kembali pintu tersebut langsung di sambut oleh Yudha dan dua pengawal di depan ruang inap rumah sakit.


" Pak, saya mau ke sekolah. Lebih baik bapak kembali ke rumah siapa tahu Tuan Brandon membutuhkan Bapak di sana " pinta Angel sopan pada Yudha.


" Tidak Nona, Tuan hanya memerintahkan saya untuk selalu berada di sekitar Nona " sahut Yudha yang tak ingin meninggalkan Angel tanpa perintah dari Brandon.

__ADS_1


" Bisakah saya meminjam ponsel bapak dan menghubungi Tuan Brandon ?" tanya Angel yang ingin meminta ijin pergi ke sekolah pagi ini.


" Baik Nona tentu saja " jawab Yudha mengeluarkan ponsel milik nya dan menekan nomor Brandon hingga tersambung baru ia berikan pada Angel.


Brandon yang pagi ini sudah mulai marah marah pada seluruh pelayan yang menghidangkan makanan di meja makan rumah nya mengangkat telfon dari nomor Yudha dengan ketus dan nada tinggi .


" APA ? " teriak Brandon ketika sambungan telfon nya mulai terhubung dengan Angel.


" Orang ini apa urat leher nya tidak pernah putus selalu berteriak seperti itu ?" gumam Angel pelan sembari menjauhkan ponsel dari telinga nya yang mulai berdenging akibat suara keras Brandon.


" Maaf Tuan saya hanya mau memberitahukan Anda jika saya akan langsung pergi ke sekolah dan kembali pada malam hari nanti " jelas Angel yang membuat hati Brandon merasa lega mendengar suara gadis yang sangat ia rindukan dari kemarin.


" Kenapa ? apa sekolah mu sampai malam ?" tanya Brandon mencoba menata emosi nya agar lebih tenang berbicara dengan Angel.


" Tidak Tuan, saya hanya bersekolah hingga pukul dua tapi saya harus bekerja setelah nya hingga pukul sembilan malam " jelas Angel membuat Brandon kembali berteriak dari ujung telfon.


" Pulang !! siapa yang mengijinkan mu bekerja ? " tegas Brandon seraya berteriak yang kembali harus membuat Angel menjauhkan ponsel milik Yudha jauh dari telinga kemudian menutup nya sepihak.


" Dasar singa " gumam Angel pelan yang membuat Yudha tersenyum tipis mendengar Angel berani mengatai Brandon seperti itu.


" Ini pak, terimakasih " ucap Angel memberikan ponsel milik Yudha dan mengajak pria yang masih mengenakan seragam kerja itu pergi ke sekolah karena waktu yang semakin siang.

__ADS_1


__ADS_2