
"Apa kamu tidak melihat anak Brandon tadi?" tanya Gaida tiba tiba, usai melamun begitu lama.
"Aku tidak peduli, aku hanya tidak mau cerai dan jatuh miskin!" tegas Sasmita, bejalan mondar-mandir dalam kekalutan.
Gaida menggelengkan kepalanya kasar, meninggalkan Sasmita seorang diri. Ia berjalan menyusuri rumah, menapaki setiap anak tangga dengan Santos memperhatikan. Gaida ingin melihat kedua anak cucunya yang mengingatkan dirinya akan bayi Brandon juga saudara kembarnya dulu.
Hatinya seolah tersentuh melihat bayi mungil memiliki wajah seperti cucunya, ia pun berusaha mengetuk pintu dimana Angel dan dua putranya berada tanpa sepengetahuan dari Brandon. Tuan muda tersebut masih duduk menunggu pengacara di ruang tamu bersama Adiyaksa.
"Mau apa, Oma?" tanya Angel begitu membuka pintu.
Gaida tidak menjawab, namun langsung masuk ke dalam kamar. Sikap waspada dari seorang Ibu membuat Angel berjalan cepat untyk melindungi kedua putranya karena takut jika sesuatu buruk terjadi.
"Jangan sakiti anak anakku atau aku akan.." kata Angel terputus, melihat kedua mata berkaca kaca sembari menatap dua bayi mungil di atas ranjang.
"Mereka memang mirip sekali," sendu Gaida, menyentuh sisi wajah cicitnya bersamaan lalu membelai lembut.
Angel tidak tahu apa yang terjadi hingga air mata menetes pada wajah Gaida seraya menatap cicitnya. Ia duduk peelahan di atas rajang, membungkuk lalu memberikan ciuman bergantian. Hatinya seolah merasakan sebuah perasaan aneh ketika melihat Nathan juga Nicko kini, matanya tak bisa menghentikan keharuan yang di amati oleh Angel dengan tetap waspada.
"Angel!" terdengar suara keras mwmbuka pintu, menoleh Angel ke arahnya.
"Oma, apa yang Oma lakukan disini?! keluar!" bentak Brandon kasar, berjalan memasuki kamar.
"Oma, keluar kataku!" bentak kembali Brandon menarik bahu wanita tetap menatap ke arah ranjang.
"Oma.." seru Brandon tak percaya.
Air mata terakhir menetes ketika kepergian salah satu cucunya dulu, kini menetea kembali dan membuat Brandon bingung. Gaida mengarahkan dua tangan pada cucunya lalu memeluk, melampiaskan kasih sayang ingin diluapkan sedari dulu. Sikap kerasnya hanya untyk menutupi luka sama halnya Brandon, menatap wajah tampan cucunya terasa luka itu semakin dalam dirasakan.
"Maafkan, Oma." Gaida berucap lirih, mengusap punggung cucunya.
__ADS_1
Tak lantas percaya, Brandon melepaskan pelukan cepat dan berdiri dengan gagah di samping istrinya. Angel sendiri masih kebingungan atas apa dilihatnya sekarang, semua seperti hal mustahil. Adiyaksa yang juga mendengar kabar dari Santos akan kepergian Gaida ke kamar Brandon, ikut menyusul dan masuk kedalam kamar masih terbuka lebar pintunya.
"Ada apa ini?" tanya Adiyaksa.
"Aku bukan tidak menyayangimu, tapi aku yidak sanggup melakukan apa yang ingin aku lakukan. Wajahmu terlalu menyakitkan untuk aku lihat kembali setelah kepergian saudaramu. Bukan berniat menentang kebahagiaanmu, tapi aku mau kamu mendapatkan yang terbaik dalam hidup agar kamu bahagia dan tidak lagi terluka seperti dulu.Maafkan Oma," tulus Gaida tertunduk, Brandon menoleh ke arah Daddy juga istrinya dengan tatapan sangat bingung.
"Kenapa sebenaranya ini?" tanya Adiyaksa.
"Kau tidak melihat jika wajah mereka mengingatkan kita pada Brandon juga saudaranya dulu?" tanya Gaida sendu.
"Melihat mereka aku merasa sangat berdosa pada keluargaku, demi menutupi semua luka ini aku sudah menjadi orang jahat. Tapi mengertilah jika aku ingin mereka bahagia setelah kita kehilangan duli, aku tidak mau membuat Alexa juga Brandon kembali menderita. Jika memang kebahagiaan Brandon ada pada Angel, maka akan aku ijinkan begitu juga Alexa." Gauda berucap panjang lebar, tersentak ketiganya kembali saling tatap.
"Mungkin kalian tidak akan percaya, tapi.." lanjut Gaida terhenti ketika seseorang lamgsung memeluknya.
"Maafkan kami," tulus Angel.
Gaida mengusap lembut rambut Angel penuh kasih sayang, bukan seperti dulu selalu menolak. Brandon dan Adiyaksa berharap jika semua yang mereka lihat adalah sebuah kebenaran, bukan kepalsuan. Mereka memang tak mempercayai sepenuhnya, tapi cukup bahagia melihat apa yang terjadi di depan mata saat ini.
"Oma mau menggendong mereka?" senyum Angel bertanya, mengakhiri kata maaf terucap berulang kali.
"Boleh?" tanya Gaida ragu.
"Tentu boleh," masih tersenyum Angel meraih tubuh Nathan.
"Baby, ikut Oma buyut ya?" kata Angel menggendong tubuh Nathan dan memberikan pada dekapan Gaida.
"Kenapa Oma buyut? tidak ada yang lebih buruk lagi?" tanya Brandon.
"Apa harus memanggil tante cantik?" goda Adiyaksa.
__ADS_1
"Tante cantik akan datang selanjutnya, Daddy." Brandon tertawa kecil, menoleh cepat Angel ke arahnya tajam menundukkan wajah suaminya seketika.
"Tante cantik tapi dipelototi langsung takut," tawa Adiyaksa meledek.
"Brandon, bukankah kamu tidak takut pada siapapun?" tanya Gaida.
"Dia beda, Oma. Di luar tidak ada yang bisa membunuhku, tapi dia bisa membunuhku setiap hari." Brandon berucap lirih namun dapat di dengar.
"Kapan aku melakukan itu?" tanya Angel setelah meletakkan Nicko dalam satu lengan Oma nya.
"Setiap hari bukankah kamu sudah membunuhku di atas ranjang?!" ucap Brandon, mendapat pukulan pada lengan oleh pria disampingnya.
"Dia selalu membuatku kualahan, Daddy. Seperti kuda liar," bisik Brandon, diinjak keras kakinya oleh sang istri.
"Au, sakit!" protes lelaki menaikkan kaki dan memeganginya seraya membungkuk, tertawa Gaida juga Adiyaksa melihat.
Angel merasa malu dengan ucapan tanpa filter suaminya, tersenyum paksa ke arah Gaida juga Adiyaksa sembari perlahan mencubit pinggang suaminya seraya memutarnya kecil
"Apa kamu tidak malu?!" geram Angel sembari mencubit.
"Ah! ah! sakit!" protes kembali Brandon memeiringkan tubuhnya.
"Kalian lihat kan? selalu saja seperti ini!" kesal Brandon, dipelototi kembali istrinya.
Adiyaksa dan Gaida masih tertawa seraya menggelengkan kepala. Adiyaksa duduk di samping Mamanya dang meminta satu cucunya untuk di gendong, mengamati wajah membuatnya juga tersentuh ketika pertama melihat.
Kehadiran baby twins telah meruntuhkan gunung es dalam diri Gaida, menyadarkannya akan sebuah kelembutan dulu hilang. Semoat terdiam dikamar setelah oerdebatan terjadi, wajah dua bayi itu tak lepas dalam benak Gaida dan membuatnya sangat sesak mengingat kejadian beberapa tahun lalu ketika tubuh cucunya hancur tak berbentuk akibat ledakan mobil.
Keajaiban tangan Tuhan menghadirkan Natahan juga Nicko untuk memberikan warna baru dalam hidup Brandon juga istrinya, kini berlaku pada Adiyaksa serta Gaida. Mereka berdua seolah kembali pada masa dimana pertama kali menggendong tubuh Brandon juga saudaranya ketika baru dilahirkan.
__ADS_1
Sepasang suami istri yang melihat anak anaknya mendapatkan kasih sayang pun saling tatap dan melingkarkan tangan pada pinggang, Angel bersandar pada pundak suami lalu menikan air mata. Doa terus tericap tanpa henti kini sudah terjawab dengan segala keajaiban terjadi.