
Pagi harinya Angel yang tengah merasakan mual memaksanya terbangun dari tidur lelap dalam dekapan hangat suaminya. Tangan yang begitu kuat menghempaskan lengan yang masih melingkar di perutnya mengejutkan mimpi indah suami dengan dada terbuka tersebut. Langkah Angel begitu cepat menuju kamar mandi diikuti dengan Brandon serta kekahawatirannya melihat kondisi Angel seperti itu. Dalam kamar mandi Ia terus mencoba mengeluarkan semua isi perut namun tak ada sedikitpun yang keluar. Tangan kekar suami yang masih memijat tengkuk mulus gadis dengan balutan kimono tersebut beriringan dengan tatapan mata tak tega.
Setelah cukup lama Angel bergelut dengan rasa mual, gadis yang mengeluarkan air mata dengan begitu tersiksa karena mual itu masih berdiri di depan wastafer untuk mencuci mulut dan tersenyum pada lelaki dengan begitu khawatir masih setia berdiri di samping tubuh sintalnya. Brandon mengangkat tubuh istrinya untuk Ia letakkan di atas tempat tidur dan membuatkannya segelas air hangat yang Ia masak melalui teko listrik berwarna putih yang berada di atas meja tak jauh dari ranjang.
" Apa masih sakit? " tanya Brandon memegang perut istrinya dengan tatapan pilu yang di balas dengan gelengan kepala serta senyum manis oleh istri yang sudah bersandar di atas ranjang bersama tumpukan bantal di punggung.
" Apa Kamu sering seperti ini? berapa lama? " tambah lelaki yang duduk di samping tubuh lemas itu dengan wajah begitu khawatir.
" Hanya setiap pagi dan saat mencium aroma tertentu dari Aku hamil " sahut Angel meletakkan telapak tangan pada sisi wajah suaminya.
" Maaf sudah membuatmu hamil lebih awal. Aku tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya, harusnya Aku menggunakan pengaman dari awal Kita melakukannya " ucap Brandon menunduk penuh penyesalan.
" Apa Kamu menyesal Kita memiliki anak sekarang? " tanya Angel dengan nada lembut mengangkat wajah suaminya seraya memegangi kedua sisi wajah yang menunjukkan rasa bersalah tersebut.
" Tidak, Aku bahagia akan memiliki anak. Tapi Aku tidak mau melihatmu tersiksa seperti ini " jelas Brandon menatap pilu kedalam mata istrinya.
" Yang terpenting Kamu bahagia dengan anak ini, itu sudah cukup " sahut Angel memeluk suaminya.
" Terimakasih Angel, Aku akan menjaga dan membahagiakan kalian " ucap Brandon seraya berjanji pada diri sendiri tak akan pernah menyakiti istri juga anaknya kembali.
" Istirahatlah dulu, akan Aku pesankan sarapan untuk Kita " tambah Brandon mengangkat gagang telepon yang ada di samping ranjang.
__ADS_1
" Aku akan mandi sebentar " tambah Brandon kembali usai menutup sambungan telepon lalu menyelimuti tubuh istrinya dan beranjak pergi.
Meski harus tersiksa dengan rasa mual setiap hari, gadis yang sudah mulai menerima takdir hidupnya tersebut tak mempermasalahkan hal itu selama mampu membuat suaminya merasa bahagia dengan anak yang Ia kandung. Pendidikan yang pastinya akan terhambat seiringan dengan semakin membesar perutnya, kini sudah tak Ia pikirkan lagi karena Ia masih bisa mengulang kembali sekolahnya.
Brandon yang masih tak mampu melepas alkohol selalu saja mencuri kesempatan untuk menikmatinya di kamar mandi, bahkan ketika semalam istrinya sudah terlelap Ia masih mengendap untuk meminta bodyguard nya membawa satu botol anggur ke kamar dan dinikmatinya sendiri di pinggir kolam renang.
" Apa Kamu belum selesai? Aku mau pakai toilet " teriak Angel dari balik pintu kamar mandi yang terkunci rapat dari dalam.
" Ya, sebentar " sahut lelaki yang dengan cepat menyimpan botol minum portable miliknya di dalam sebuah almari kecil di bawah wastafel.
Tak lama setelah menyimpan botol minumnya serta berkumur, Brandon membukakan pintu untuk Angel yang sudah menahan untuk buang air kecil karena suaminya yang tak kunjung keluar lebih dari 30 menit di dalam kamar mandi terkunci. Hidung yang terlalu sensitif akan bau alkohol kembali membuat Angel mual karena masih terdapat bau alkohol di dalam kamar mandi itu.
" Apa mual lagi? " tanya Brandon sedikit menjauh dari istrinya karena tak ingin tercium bau alkohol yang mungkin masih melekat pada napasnya.
Angel tak mempercayai begitu saja ucapan suaminya dan memilih untuk mencari tahu sendiri dengan berpura pura manja bergelayut pada lelaki yang duduk di ujung bathup tersebut. Sebisa mungkin Brandon diam dan menghindar dari Angel yang terus menempel pada tubuhnya.
" Kamu bohong " seru Angel dan berlalu pergi meninggalkan suami yang dengan cepat mengejarnya keluar kamar mandi.
" Angel maaf, Aku hanya minum sedikit. Aku tidak bisa langsung berhenti semua butuh proses dan Aku sudah berusaha " jelas Brandon menarik tangan istrinya.
" Kenapa Kamu tidak memahami Aku? Aku takut kehilangan Kamu, Aku tidak ingin anak ini tidak memiliki Ayah! Aku benci Kamu seperti ini " sahut Angel seraya berteriak kecil sembari menitikkan air matanya.
__ADS_1
" Maafkan Aku, tolong jangan bilang Kamu membenciku. Aku sakit setiap kali mendengar itu darimu " ucap Brandon mendekap tubuh istri yang terus mengurai air mata itu.
" Lanjutkan saja, Aku akan pergi agar tak mengganggumu " seru Angel melepaskan diri dari suaminya dan beralih duduk di tepi kolam renang untuk menghirup udara segar di sana.
Suara ketukan pintu dari Viena serta pelayan resort yang membawa makanan mengurungkan langkah Brandon untuk mengejar istrinya. Ia meminta mereka berdua meletakkan sarapan di dekat kolam karena istrinya sedang ada di sana. Setelah meletakkan semua, Viena kembali keluar bersama pelayang yang lebih dulu Ia sudah mencicipi makanan untuk Tuan serta Nyonya nya atas perintah Pieter.
" Makanlah, setelah ini Kita akan pergi jalan " seru Brandon menghampiri Angel di dekat kolam renang.
" Iya " singkat Angel tanpa menatap suaminya yang melepas kimono di samping tubuh Angel untuk berenang agar istrinya tak lagi bersedih dengan pemikiran tentangnya yang minum di dalam kamar mandi.
" Kenapa Kamu pakai itu? " tanya Angel terkejut dengan suaminya yang hanya mengenakan pakain dalam saja.
" Aku mau berenang " singkat Brandon meletakkan kimono di atas kursi.
" Pakai celana pendek sana " pinta Angel lirih mengembangkan senyum suaminya.
" Kenapa? Kamu mau? " goda Brandon mendekat dengan sengaja berdiri tepat di hadapan istri yang membulatkan mata menatap ke arah bagian bawah suaminya tepat di depan wajah.
Suami yang menahan tawa itu dengan perlahan dan sengaja meraih tangan Angel dan Ia letakkan di atas miliknya.
" Dasar gila " seru Angel menarik kuat tangan dari suami yang masih berdiri di hadapannya dengan terkekeh.
__ADS_1
Brandon memasuki kolam dengan tefap mengembangkan senyum meninggalkan Angel yang menikmati makan dengan jengah seraya menggerutu.