
Suami yang masih asik dengan acara berenang, terus saja sengaja membasahi tubuh Angel dengan cipratan air agar istrinya ikut bergabung di dalam kolam renang.
" Dingin " teriak Angel jengah ke arah suami tertawa dengan terus membuat tubuh istrinya basah.
" Apa Kamu akan terus diam sambil makan? kemari " sahut Brandon masih asik dengan cipratan air ke arah istrinya.
" Aku tidak pakai apa apa, di sana dingin " sahut Angel jengah dan berpindah tempat duduk.
Mendengar istrinya tak memakai apa apa di balik kimono nya, dengan cepat lelaki yang sudah tumbuh pikiran dewasa itu keluar dari kolam lalu mengangkat tubuh Angel yang meronta masuk ke dalam air bersama kimono membalut tubuh sintalnya.
" Bagaimana bisa anak SMA punya tubuh seperti ini " lirih Brandon berbisik dengan memeluk tubuh istrinya.
" Apa Kamu lupa kalau Aku hamil? kenapa Kamu terus menginginkannya? Kamu tidak takut anak Kita terluka di dalam? " seru Angel mengingatkan akan kondisinya karena memahami akan maksud dari lelaki yang sudah menciumi lehernya itu.
" Aku ingat, tapi Aku tidak bisa menahannya " sahut Brandon mengangkat tubuh istrinya hingga kaki Angel melingkar indah pada pinggang Brandon di dalam air.
" Kamu suami gila " gerutu Angel melingkarkan kedua lengan di leher suaminya demi menikmati bibir lembut yang menggoda tanpa henti.
Di dalam ruangan yang hanya di tempati mereka berdua tak pernah menyurutkan sedikitpun hasrat Brandon pada Angel meski tahu jika istrinya tengah hamil. Setiap waktu bersama mereka selalu membuatnya cepat naik hingga berulang menanamkan kembali benih cinta ke dalam rahim istrinya dengan begitu nikmat sampai kembali merasakan keindahan surga dunia bersama.
Usai kepuasan mereka rengkuh bersama, Brandon kembali mengangkat tubuh Angel untuk masuk ke dalam dan membilas tubuh mereka bersama sebelum melanjutkan kegiatan honeymoon bersama di luar.
__ADS_1
" Ponsel Kamu terus saja bunyi, angkatlah siapa tahu itu penting " ucap Angel mendengar dering ponsel Brandon dari Ia menikmati makan tadi.
" Palingan juga Kakakmu yang menyebalkan itu ingin mengganggu Kita " sahut Brandon mengeringkan tubuh Angel dengan handuk.
" Kakak bahkan lebih baik seribu persen darimu " sahut Angel tersenyum dengan tatapan jengah suaminya.
" Jangan banyak bicara, pakai pakaianmu sana sebelum Aku menghukum mu" jawab Brandon jengah melilitkan handuk besar menutupi tubuh istrinya.
Brandon melangkahkan kaki menuju meja kecil tempa Ia meletakkan ponsel miliknya yang masih terus berdering. "Mommy " tertulis seperti itu di layar ponsel hitam pribadinya yang dengan sengaja tak Ia angkat. Setelah melihat kilas ponselnya, Ia beranjak untuk menyusul istrinya yang tengah berganti pakaian.
" Apa Kita mau main banana boat? jet sky? parasailing? " tanya Angel tersenyum membayangkan asiknya permainan tersebut.
" Tidak semua " singkat Brandon sembari memakai pakaian.
" Taman bermain " singkat Brandon kembali.
Pikiran yang sudah terbayang akan serunya beberapa water sports tiba tiba hancur dengan kata taman bermain yang diucapkan suaminya seraya tersenyum mencubit pipi Angel dengan sangat gemas.
" Apa Kamu pikir Aku anak kecil yang Kamu ajak berkeliling taman bermain sambil makan es krim? " jengah Angel menghentakkan kaki dan berlalu duduk di atas sofa memasang wajah malas yang Ia tekuk.
Lelaki yang sudah bersiap dengan celana pendek sampai lutut dan kaos hitam itu menghembuskan napas kasar lalu tersenyum menghampiri istri kecil yang tengah jengkel dan duduk sambil melipat tangan di depan dada.
__ADS_1
" Angel, Kamu sedang hamil dan water sports bukan pilihan yang aman. Oke Kita ke taman safari saja " bujuk Brandon semakin membuat istrinya jengah.
" Kenapa tidak sekalian Kamu ajak ajak Aku membuat istana pasir di tepi pantai saja? " jengah Angel dengan nada ketus.
" Boleh juga, Kita bisa membuatnya di sekitar pantai sini tanpa pergi jauh jadi tidak membuatmu lelah " seru Brandon tersenyum seraya menggoda istrinya.
Angel membuang muka ke samping tak ingin melihat suami yang begitu menyebalkan menurutnya. Suami yang sudah mempersiapkan guide untuk acara liburan mereka dengan banyaknya tempat yang akan mereka kunjungi sengaja menggoda istrinya lebih dulu demi bisa membuatnya terlihat begitu bahagia nanti.
" Kita pergi sekarang, oke? " pinta Brandon membujuk istri kecilnya.
Dengan ketus dan malas, Angel mengenakan sepatu kets dan tas pundak kecil kesayangannya. Meski begitu jengkel Ia tetap mengikuti suaminya karena tak ingin menghabiskan liburan hanya di kamar.
" Kita makan dulu, Aku masih lapar dan Kamu juga belum makan " pinta Angel sembari berjalan bersama suaminya dengan bodyguard yang setiap menemani.
" Keinginan Ratu adalah perintah " goda Brandon menarik pinggang istri yang tersenyum dengan lirikan aneh ke arahnya.
Seorang tour guide yang Ia sewa siap mengantar mereka menikmati beberapa tempat indah nan romantis di pulau Bali dan akan menjadi sebuah kenangan terindah untuk mereka berdua.
***
Pieter dan Santos yang baru mendapat kabar dari orang kepercayaannya jika Sasmita langsung menuju ke Bali karena informasi dari pemilik resort yang sengaja menanyakan tentang kehadiran Sasmita juga Adiyaksa yang mungkin menyusul bersama Brandon ke Bali atau tidak sehingga Ia bisa menyiapkan ruang untuk mereka. Pieter yang langsung terbang ke Bali dengan dua orang pengawal karena Brandon yang sengaja mematikan ponsel ketika Sasmita terus menghubunginya membuat Pieter tak dapat menghubungi sahabatnya tersebut. Sementara ponsel Angel dalam mode silent di dalam tas.
__ADS_1
Sasmita yang begitu sampai bandara dan mengetahui keberadaan putranya bersama seorang gadis langsung bergegas mengajak semua orang berangkat ke Bali meski harus menunggu beberapa jam lebih dulu yang mungkin akan lebih cepat sampai Pieter daripada dirinya. Pieter tak memperhitungkan soal pemilik resort yang akan menghubungi sekretaris Sasmita untuk menjadikan mereka sebagai tamu istimewa resort nya itu. Dengan geram Ia akan membuat suatu perhitungan dengan pemilik tempat sahabatnya menginap begitu Ia selesai mengurus tentang Sasmita lebih dulu. Segala perlawanan yang Ia siapkan bersama Santos seketika sia sia hanya karena informasi dari pemilik resort yang membuat Pieter naik darah. Sebisa mungkin Ia harus mencegah Sasmita ataupun Sonya bertemu dengan Angel yang tak akan segan melukai fisik ataupun dengan perkataan begitu pedas seperti biasa mereka lakukan. Ponsel kedua orang yang begitu Ia khawatirkan tak bisa di hubungi semakin membuatnya begitu panik takut akan hal buruk yang akan menimpa Adiknya tak bisa lagi untuk di kendalikan mengingat emosi Angel dalam kehamilannya sekarang begitu cepat berubah dan gegabah.