Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 185


__ADS_3

" Mommy, i want you " bisik lelaki masih memeluk istrinya.


" Sayang, apa tidak bisa menahannya sehari saja? " senyum Angel bertanya, cepat dibalas gelengan kepala oleh Brandon.


" Ke kamar, Aku mau Kamu " manja Brandon dengan wajah sok imut.


" Disini saja " sahut Angel malas melangkahkan kaki.


" Tidak mau, disini tempat tidurnya jelek dan murah " sahut Brandon dibalas tatapan juga senyuman tak percaya istrinya.


Tangan sudah berada di samping tubuh, diraih Brandon dan menuntun untuk pergi ke kamar mereka. Tuan muda selalu mementingkan kenyamanan itu, sudah merubah semua yang ada di kamar istrinya, terutama tempat tidur.


Brandon tidak menyukai ranjang milik Angel yang di sediakan Olivia, dan selalu mengeluh punggungnya sakit tiap kali bangun tidur. Dalam kamar sudah terpenuhi akan barang barang mewah sesuai selera Brandon itu, ia mulai melakukan niat juga keinginannya.


" Baby, sorry " lembut Brandon mengusap perut istrinya sebelum melakukan apa yang diinginkan.


Tanpa aba aba juga ucapan apapun, ia melakukan apa yang menjadi kewajibannya. Lembut dan hati hati ia memperlakukan Angel, tanpa mau melukai anak anak mereka berdua. Melengkuh kenikmatan bersama dengan meluapkan rasa bahagia akan hadirnya buah hati mereka lagi. Peluh sudah memenuhi setiap tubuh keduanya, lalu merebahkan diri bersama dalam satu dekapan hangat di bawah selimut.


" Aku besok akan pergi ke Singapore untuk beberapa hari, mungkin satu minggu juga lebih. Jadi tetaplah tinggal bersama Maya, jaga anak Kita baik baik. Aku tidak mau terjadi apapun pada kalian " tulus laki laki memeluk istrinya itu.


" Sayang, Aku mual " lirih Angel menutupi mulut dan hidungnya.


" Ya, dan Aku harus mandi lagi. Kenapa Kamu tidak hamil seperti dulu saja yang suka bau keringatku? " memelas Brandon menjauhkan tubuh dari istrinya.


Meraih kaos suaminya dilantai, dan mengenakannya, Angel berlari ke arah kamar mandi untuk melegakan perut tengah amat mual tersebut. Sendirinya merasa lelah harus mual tiap kali selesai menjalankan kewajiban bersama. Sebelum mengetahui kehamilan istrinya, Brandon sempat marah juga tersinggung. Namun kini ia bisa menerima apapun protes dari Angel, walau harus kesal sendiri.


" Sudah? " tanya Brandon dari kejauhan.

__ADS_1


Angel menutup hidung dan mulutnya rapat, berjalan melewati tubuh suaminya.


" Kenapa Kamu hany pakai itu? " tanya Angel melihat suaminya hanya mengenakan pakaian dalam.


" Aku mau mandi, repot kalau harus memakai pakaian dulu " santai laki laki berjalan masuk ke kamar mandi.


" Jangan pakai pakaianmu! " teriak Brandon dari dalam kamar mandi.


Masih mengenakan kaos suaminya yang lumayan besar hingga paha, Angel merebahkan diri menunggu suaminya selesai mandi. Mengirim pesan pada Kakaknya sembari menunggu, Angel merindukan lelaki yang kini masih betah di kamar membaca buku bersama Alexa memberikan ASI pada Quenby.


Angel menanyakan kenapa Kakaknya tak turun ke bawah sama sekali dari sore, namun Pieter hanya menjawab jika dirinya tengah menjaga putrinya dan tak tega meninggalkan. Tetap tak mengetahui apapun, Angel menanyakan tentang kepergian suaminya ke Singapore. Namun malah mengejutkan Pieter karena tak tahu akan hal itu.


Usai mendapat kabar dari Adiknya, cepat Pieter menghubungi Darell menanyakan apa yang teejadi. Karena Ia tahu jika Brandon hanya memantau perusahaan dari Indonesia, semenjak menikah dengan Angel. Hanya sesekali ketika mengadakan meeting penting, Brandon akan pergi ke luar negri.


Dalam sambungan telpon, Darell tidak mengatakan apapun yang terjadi karena Pieter sudah bebas tugas, dan hanya datang untuk ke kantor seperti karyawan lainnya. Tapi Darell hanya mengatakan jika perusahaan ada dalam masalah, namun tak menerangkan apapun. Hal itu cukup membuat Pieter benar benar tak berguna.


" Kakakmu sedang dalam masalah di perusahaan, tapi Aku tidak tahu apa itu " ucap lirih Pieter dengan pandangan lurus ke depan.


" Kenapa tidak bertanya pada Kak Brandon atau Darell saja? mungkin Darell akan memberitahu " jawab Alex, langsung di jawab gelengan kepala suaminya.


" Aku sudah menghubungi Darell, tapi Dia tidak bisa memberitahu. Darell hanya anak buah dan akan mematuhi semua peraturan perusahaan, Di tidak akan pernah membocorkan apapun " terang Pieter menjelaskan.


" Kalai begitu biar Aku yang tanya pada Kak Brandon saja " usul Alexa tetap memangku Queby yang masih menikmati ASI.


" Tidak, Kakakmu tidak akan menjawab apapun jika itu urusan pekerjaan. Dia tidak akan mencampurkan urusan keluarga juga pekerjaan " jelas Pieter lagi.


" Tapi Kamu keluarganya, hanya sedikit lalai di pekerjaan lalu Kamu tidak di sapa. Itu sama saja mencampuri urusan pekerjaan juga pribadi kan? " polos Alexa, langsung Pieter mengubah posisi menghadqp istrinya.

__ADS_1


" Dia membekukanku karena Aku lalai dalam perusahaan juga tugas lain, Dia juga kecewa dalam masalah pribadi. Jadi kesalahanku bukan hanya di pekerjaan, tapi juga dalam keluarga. Itu akan sulit mengembalikannya " jelas Pieter panjang lebar dalam nada sendu.


Alexa meraih tangan suaminya untuk menguatkan, keduanya tahu seberapa kuat prinsip Brandon dan tak mudah baginya merubah. Tanggung jawab besar dalam semua perusahaan, memang telah lalai di kerjakan Pieter sampai mengalami penurunan saldo dan berhasil di kembalikan oleh Darell dan Brandon bersama.


Menjaga Angel dari Kenan juga Carlos serta keluarganya, di ambil Pieter sebagai tanggung jawab seorang Kakak bukan lagi pekerjaan, semenjak Angel menjadi Adiknya. Namun tugas itu juga lali di kerjakan, dan menganggap Pieter hanya fokus pada kehidupan pribadinya sendiri, tanpa mau peduli akan hal lainnya. Tugas menjaga Carlos yang menjadi perkerjaan, juga lalai dilaksanakan hingga membuat Brandon benar benar kecewa.


Satupun pekerjaan dianggapnya tak bisa di kerjakan baik oleh Pieter, yang dulu sangat dipercaya. Namun usai pernikahan, semua berubah begitu saja dan mall yang Ia pegang pun mengalami kerugian tak sedikit, juga perusahaan properti miliknya. Meeting tidak pernah di hadiri semenjak Alexa mengandung, pertemuan dengan klien pun tidak terlaksana dengan baik dan bahkan meminta orang dalam perusahaan mewakili.


Pieter hanya duduk diam menghadap istrinya, tidak tahu harus apa dan berbicara pada siapa. Sementara di kamar Angel, Brandon sudah selesai dengan acara mandinya dan melihat istrinya sudah bermain game dalam selimut.


" Bukankah Aku bilang jangan pakai pakaianmu. kenapa Kmu memakai pakaian juga?! " tegas Brandon bertanya usai membuka selimut istrinya.


" Aku memakai pakaianmu, bukan pakaianku " senyum Angel, di balas hembusan napas kasar juga gelengan kepala dengan tangan masih memegang selimut.


Brandon naik ke atas ranjang, dan menempatkan wajah tepat di hadapan perut Angel yang sudah lebih dulu di naikkan kaosnya. Bibirnya tak henti menciumi perut istrinya, yang kemarin kemarin sempat di maki karena terlihat buncit.


" Aku bahagia Angel " tulus lelaki dengan wajah masih berada di atas perut istrinya.


" Aku juga bahagia, Aku berjanji akan menjaga mereka " tulus Angel membelai rambut suaminya.


" Kita akan menjaga mereka bersama, bukan hanya Kamu. Setelah kembali dari Singapore, Aku tidak akan pernah meninggalkan kalian lagi. Kalian harus mendapatkan semua yang terbaik, Aku tidak mau sesuatu terjadi pada kalian " tulus kembali Brandon tetap pada posisinya.


" I love you " ucap Angel penuh perasaan.


" I love you more " senyum Brandon menatap istrinya.


" I love you even more and more " senyum Angel membelai wajah suaminya, dengan menggigit kecil bibir bawah.

__ADS_1


" I know " senyum kembali Brandon dan mencium lembut bibir Angel.


__ADS_2