
Setelah memastikan betul bahwa tak tercium sedikit bau alkohol dari tubuh serta napasnya, lelaki yang sudah berada di kamar mandi lebih dari satu jam tersebut mulai keluar dengan kimono handuk serta rambut basah yang Ia arahkan kebelakang semua. Langkah kaki santai mengantarkan lelaki dengan tubuh kekar tersebut menghampiri istri yang sudah terlelap dalam balutan kimono handuk serta rambut basah masih tergulung oleh handuk putih.
" Angel, ayo bangun makan dulu baru tidur lagi " seru Brandon menggoyangkan pelan tubuh dengan wajah begitu lelah di atas tempat tidur.
Rasa lelah yang mendera, membuatnya tak tergerak sekalipun meski suaminya sudah membangunkan beberapa kali hingga Ia harus membangunkan istrinya dengan cara lain agar cepat bangun dan makan. Brandon mencoba cara terakhir untuk membangunkan istrinya dengan mulai menyusupkan tangan kedalam kimono serta memainkan ujung dada Angel yang selalu berhasil untuk membangunkan istrinya. Desahan yang keluar dari bibir Angel menyunggingkan senyum gemas Brandon dengan semakin memainkan jarinya lembut hingga istrinya terbangun dan menatapnya sebal.
" Kamu suka? mau lanjut? " goda Brandon genit ketika istrinya sudah terbangun.
" Suka tapi Aku mengantuk mau tidur lagi " manja Angel yang tadi sempat merasa jengkel pada suaminya.
" Oke Kita tidur " seru Brandon semakin intens mempermainkan tubuh istrinya hingga menggeliat.
" Baik, baik Aku bangun sekarang " seru Angel menghentikan tangan nakal suaminya yang memasang wajah puas dengan tersenyum lebar.
__ADS_1
" Apa tidak ada cara lain untuk membangunkan " gerutu Angel beranjak dari tempat tidur meninggalkan suami yang terus melebarkan senyum gemas ke arahnya.
Makanan yang sudah sampai dan ditata rapi oleh Viena di atas meja dekat kolam renang atas permintaan Angel sebelum Ia tertidur mulai mereka nikmati bersama sambil berbincang tentang masa depan mereka berdua. Tawa bahagia keduanya menambah suasana kebersamaan yang terlihat begitu akrab dan romantis bersama lilin lilin menghiasi kolam renang serta taburan bunga mawar di sana.
Sementara di rumah Brandon sudah ada beberapa orang yang di utus oleh Sasmita mendekorasi rumah anaknya sebagai tempat di selenggarakan pernikahan Brandon juga Sonya. Santos yang sudah mencoba melarang mereka namun gagal mencoba menghubungi Pieter yang dengan cepat datang ke rumah Brandon meminta semua orang untuk membongkar apapun yang telah mereka pasang. Dengan beberapa bodyguard bertubuh besar siap menjadi algojo bagi siapapun yang tak mematuhi perkataan tangan kanan Brandon membuat semua orang tersebut ketakutan mulai membereskan semuanya.
" Apa kalian pikir ini taman anak anak sehingga bisa masuk seenaknya membuat hiasan bodoh seperti ini? " tegas Pieter melemparkan sisa bahan dekorasi yang belum terpasang.
" Dalam 10 menit jika masih belum beres Kalian semua akan tahu akibatnya! " tegas Pieter kembali seraya berteriak penuh amarah.
" Tidak ada perintah untuk membuat kekacauan di sini! apa Kalian tahu di rumah siapa Kalian sekarang huh? " tegas Pieter menatap dengan tatapan mematikan.
" Ti.. ti... tidak tahu Tuan, Kami hanya menjalankan tugas saja" jawab lelaki tersebut terbata dengan tubuh gemetar menghadapi Pieter dengan wajah tegas dan tubuh kekarnya.
__ADS_1
" Apa Kau pernah dengar tentang Alexander Brandon Haidar? " tanya Pieter penuh penekanan kuat sehingga membuat semua orang begitu merinding ketakutan ketika nama Brandon yang terkenal kejam dengan segala kekuasaannya itu di sebut.
" Maafkan Kami Tuan, Kami tidak tahu apa apa. Tolong jangan beritahu hal ini pada Tuan muda, ampuni Kami " pinta semua orang memohon dengan bersimpuh di lantai melipat kedua tangan mereka penuh permohonan.
" Lekas bereskan! cepat! " tegas Pieter melipat tangan di atas dada dengan terus menatap tajam ke arah orang orang yang dengan cepat membongkar tiap dekorasi yang terpasang.
Pieter memiliki tingkat emosi dan kekejaman lebih dari Brandon, namun Ia hanya menggunakannya di saat saat yang di butuhkan karena mampu mengontrol dirinya sendiri tidak seperti Brandon yang mudah terpancing emosinya. Pieter dan Brandon bisa menjadi sahabat yang saling memahami satu sama lain karena sifat dan sikap mereka hampir sama persis hanya cara melampiaskan yang berbeda dari keduanya. Untuk itu Brandon menjadikan sahabatnya sebagai tangan kanan yang amat Ia percaya karena sahabatnya itu mampu mengatasi semua masalah dengan mudah tanpa harus menggunakan kekerasan jika tak di butuhkan, namun tak segan untuk melukai siapapun yang coba melawan seperti hal nya Carlos yang masih di jaga ketat oleh Pieter dan anak buah Brandon sampai lelaki kejam tersebut menyadari akan kesalahannya dan tak pernah lagi mencoba untuk berulah kembali. Brandon ataupun Pieter tak memiliki niat lebih dari itu pada Carlos mengingat jika Dia adalah ayah kandung dari Angel, jika tidak mungkin sudah sejak lama Brandon menghabisi Carlos dengan tangannya sendiri.
" Panggil semua kemari " seru Pieter memerintahkan kepada salah satu penjaga rumah Brandon memanggil semua penjaga di rumah mewah nan besar tersebut setelah lebih dulu menyuruh orang orang yang telah mengacak acak rumah Brandon pergi dengan ancaman yang Ia berikan.
" Bersiaplah, esok Mereka akan datang dan Kita jalankan sesuai rencana " ucap Pieter sopan pada Santos yang sudah Ia terangkan tentang apa yang harus dilakukannya ketika orang tua Brandon datang bersama Sonya serta orang tuannya.
" Baik Tuan " sahut Santos membungkukkan tubuhnya sedikit seperti biasa.
__ADS_1
Para pengawal serta penjaga rumah yang sudah berkumpul bersama pelayan mulai diberikan instruksi oleh Pieter mengenai apa yang harus mereka lakukan kepada beberapa orang yang akan datang dengan masalah esok hari. Pieter merasa jika akan ada badai amat besar setelah kedatangan Sasmita bersama Sonya serta orang tuanya dan tak pernah khawatir dengan Adiyaksa karena Ayah dari Brandon itu memiliki sifat seperti Angel dengan hati tulus yang mudah sekali iba selalu membela siapapun yang benar dan tak membiarkan siapapun ditindas begitu saja. Pieter sudah menyiapkan beberapa benteng kuat untuk menghadapi Sasmita juga Sonya serta orang tuanya. Ia mempersiapkan semua dengan benar benar matang hanya dalam waktu singkat.
Di sisi lain Brandon dan Angel masih asik dengan acara honeymoon mereka berdua yang mulai berpindah ke atas ranjang melakukan sebuah hubungan panas yang sangat mereka nantikan bersama setelah istrinya meminum vitamin dari dokter. Brandon tak mampu lagi menahan keinginan setiap kali dekat dengan Angel walau hanya sekedar mencium ataupun memegang beberapa bagian sensitif istrinya dengan nakal. Brandon yang lebih dulu berkonsultasi dengan Dokter mengenai hubungan suami istri yang selalu Ia inginkan, Brandon melakukannya lebih lembut dari biasanya karena tak ingin sesuatu yang buruk terjadi ketika Ia bermain seperti sebelum Ia tahu jika Angel tengah hamil. Kewajiban sebagai suami Ia jalankan dengan penuh gairah dan kebahagiaan hari ini tanpa memikirkan apapun tentang esok karena sudah menyerahkan semua tanggungjawab pada Pieter yang Ia yakin mampu mengendalikan semua lebih baik.