
Karena tak ingin membuat gadis yang berjalan menuju tempat tidur itu marah dalam kekecewaan, Pieter sengaja mengejar dan menarik pergelangan tangan Alexa. Ia tak ingin membuat gadis dengan ekspresi muring itu menyimpulkan lain, hingga membuat dirinya sendiri salah paham.
" Jangan marah, semua demi kebaikan mu Alexa dan jangan berpikir macam macam karena Kamu benar benar cantik juga menarik " halus Pieter sudah memeluk tubuh Alexa.
" Apa Kakak mencintai ku karena kasihan? " tanya Alexa.
" Bukan, tapi Aku sadar kalau Ku juga mencintaimu sama seperti dirimu. Aku tulus Alexa " jelas lelaki dengan kedua tangan memegang kedua sisi wajah murung gadis di hadapan nya.
" Cium Aku " pinta Alexa ingin bukti jika memang lelaki di hadapannya benar benar mencintai nya bukan hanya kasihan.
" Apa itu bisa meyakinkan mu? " tanya Pieter di angguki oleh Alexa.
Kembali Pieter mendaratkan sebuah kecupan lembut diiringi segala perasaan yang Ia miliki pada Alexa, agar bisa meyakinkan nya jika perasaan cinta itu tulus Ia berikan padanya.
" Sudah? " tanya Pieter usai mendaratkan kecupan singkat pada bibir lembut Alexa.
Kedua telapak halus kini mulai memgang kedua sisi wajah tampan lelaki yang Ia tarik sedikit membungkuk, untuk leluasa Ia nikmati bibirnya dengan begitu lembut. Meski Pieter adalah lelaki pertama yang Ia ijinkan mengambil ciuman pertamanya, namun seringnya Ia melihat orang orang di lingkungan tinggal nya melakukan hal itu membuat Alexa begitu lincah memainkan setiap gerakan bibirnya.
Tubuh membungkuk lelaki dengan tangan mukai memegang kedua sisi pinggang Alexa itu, mendorong pelan tubuh dengan balutan pakaian dalam itu hingga membentur ranjang hingga merebahkan tubuh Alexa tanpa melepaskan bibir yang sudah menyatu.
Badan tegap itu mulai menempatkan diri di atas tubuh yang sudah mulai Ia mainkan dadanya dengan birahi memuncak, diiringi napas memburu nikmat Alexa di sela kegitan bibir mereka.
Dering telpon dari Darell mengejutkan kedua orang yang sudah mulai hanyut dalam birahi mereka masing masing, dan dengan cepat Pieter meraih ponsel dengan nama sweet heart serta foto lelaki yang berada di atas ranjang.
" Pacarmu " singkat Pieter memberikan ponsel gold tersebut pada Alexa dan berlalu pergi.
__ADS_1
Rasa cemburu kembali timbul dalam diri Pieter yang juga merasa beruntung akan adanya panggilan masuk yang membuat dirinya tersadar akan hasrat yang sudah sampai kepala.
" Untung saja " gumam lirih Pieter bergegas masuk kamar untuk mendinginkan tubuhnya.
Sementara Alexa di dalam kamar mengangkat telpon Darell, seraya berbicara dengan nada tidak enak pada Darell karena telah membuat Pieter terlihat amat jengkel.
Pieter memilih mengunci pintu kamarnya dari dalam, memilih untuk menyegarkan diri dan beristirahat agar tak kembali bertemu Alexa, takut akan mengulang apa yang terjadi di antara mereka.
Sebelum menyegarkan diri, Ia lebih dulu menghubungi Olivia jika akan tidur lebih awal tanpa menunggu Mama nya dengan dalih dirinya sedang sangat lelah usai menemouh perjalanan jauh.
" Darell...Darell... Darell.. " gerutu Pieter jengkel dengan dada sesak penuh rasa cemburu sambil berendam dalam bathup yang sudah Ia penuhi dengan air dingin serta busa sabun.
Pikirannya benar benar kalut mengingat apa yang sudah Ia lakukan pada Alexa hingga hampir melakukan hubungan lebih. Perasaan yang juga tengah begitu ingin meledak dengan rasa cemburu, membuatnya betah berlama lama berendam dalam bathup sambil meletakkan kedua lengan pada sisi atas kepala yang menatap ke arah langit kangit kamar mandi.
Pukul 21.30 Olivia baru kembali bersama Adiyaksa dan menghampiri Brandon yang asik merebahkan kepala pada pangkuan istrinya, serta Alexa duduk melipat kedua kaki di samping Kakak iparnya.
" Tidak nak, tadi Kakakmu menghubungi Mama katanya Dia ingin tidur lebih dulu karena lelah. Mungkin sekarang Dia sudah tertidur " jelas Olivia masih berdiri di hadapan putrinya.
" Oh, pantas Aku tidak melihatnya dari tadi " sahut Angel dengan tangan masih mengusap lembut rambut suaminya.
" Apa Dia masih marah? " gumam Alexa dalam hati menyimak obrolan Olivia dengan Angel tentang lelaki yang tadi sempat terbuai dalam kehangatan bersamanya.
Usai menjawab pertanyaan putrinya, Olivia pamit untuk ke kamar membersihkan diri nya. Adiyaksa menggeser kaki Brandon karena ingin duduk bersama merebahkan punggung yang terasa lelah usai mengenalkan Olivia dengan beberapa klien yang mungkin bisa membantu wanita dengan karir baru nya dalam dunia bisnis.
" Berhenti manja pada istrimu, Dia pasti lelah sekarang" ucap Adiyaksa merebahkan punggung serta kepala pada sandaran sofa.
__ADS_1
" Dari tadi itu Dad, sampai risih Aku melihat nya " sahut Alexa dengan mata tertuju pada pinsel masih mencoba mengirim pesan pada Pieter.
" Kenapa Kamu yang protes? Angel saja suka " jengkel Brandon pada Adiknya.
" Kak Angel tidak suka, tapi Dia malas mendengar amarah Kakak " sahut Alexa santai tanpa memalingkan mata dari layar pinsel.
" Benar itu, Daddy saja bosan mendengar Dia marah marah " goda Adiyaksa menyeringai.
" Tidak apa apa Daddy, kalau tidak seperti ini Dia akan membuat masalah dengan pengawal nanti " sahut Angel tersenyum ikut menggoda suaminya yang memajukan bibir dengan wajah berekspresi jengkel.
Dengan duduk di antara istri juga Daddy nya, Brandon mulai menyandarkan sisi wajah di atas dada istrinya dengan terus mengusap lembut perut buncit Angel. Tatapan sinis dengan bergidik di tujukan Alexa melihat tingkah Kakaknya, yang bahkan tak segan bertingkah manja meski ada dirinya juga Adiyaksa.
" Alexa, besok pagi temani Kakak jogging " pinta Brandon menuruti keinginan istrinya untuk mendapat keringat.
" Iya tapi jam 5, kalau lebih dari itu Aku tidak mau " sahut Alexa.
" Daddy juga ikut besok " tambah Adiyaksa yang hanpir tiap hari selalu jogging.
" Asik, besok habis jogging Kita makan masakan Kak Angel " sahut Alexa tersenyum lebar menyukai masakan kakak ipar nya.
" Oke " sahut Angel menyetujui keinginan Alexa.
Setelah merasa mengantuk, mereka kembali memasuki kamar masing masing. Villa pribadi Brandon yang memiliki banya kamar itu mampu menampung semua orang, dimana para pengawal di minta nya untuk tinggak di villa pribadi Adiyaksa dengan berganti berjaga.
Di kamar, Alexa mulai terbayang akan perlakuan Pieter terhadapnya hingga menimbulkan rasa seakan tersengat listrik di dalam diri nya. Tubuh yang tak pernah terjamah siapapun, kini sudah bisa merasakan bagaimana hangatnya sentuhan lembut Pieter yang seakan masih bisa Ia rasakan.
__ADS_1
Dengan berguling guling di atas tempat tidur kesal karena lelaki yang menyentuhnya tak sekalipun mengangkat telpon ataupun membalas pesannya. Ingin sekali Ia menghampiri ke kamar Pieter namun tak berani mengingat lelaki tersebut pergi dengan wajah kesal terlukis begitu jelas.