Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 104


__ADS_3

Dengan cepat Brandon menagkap kebohongan Adiknya dan memilih untuk duduk di sofa tempat Alexa meringkuk. Matanya tak henti melirik ke arah Adiknya yang sudah banyak mengeluarkan butiran keringat di wajah namun masih coba terus bertahan.


Napas yang Ia buang kasar seraya memiringkan tubuh dengan kaki menyilang menghadapa Adiknya yang sudah terlihat amat tak nyaman.


" Jadilah pintar sebelum membohongi Kakak" seru Brandon membulatkan mata Alexa yang masih meringkuk menghadap sandaran sofa mengembangkan senyum Poeter yang begitu memahami insting kuat sahabatnya.


" Buka! " tambah Brandon tegas menyadari jika Adiknya tak oernah tahan dengan rasa gerah dari kecil.


" Kakak sudah tahu? " tanya Alexa dengan cengengesan mengembangkan senyum keduanya.


" Apa Kakak terlihat begitu bodoh?! cepat buka keringatmu sudah banyak! " tegas Brandon membantu Adiknya bangun dan membuka resleting jaket tebal yang masih membalut tubuh Alexa.


" Kakak, jangan mengirimku pulang " manja Alexa menatapa Brandon yang berusaha membuka resleting jaket.


" Iya, tinggallah bersama Angel di rumah temani Dia " lirih Brandon karena sejak dulu sudah meminta Adiknya untuk tinggal yang dengan cepat membuat Alexa terperanjat bahagia didiringi senyuman Pieter yang sudah mulai memainkan ponselnya lagi untuk menutupi rasa bahagia juga senyumnya.


" Kakak memang terbaik " ucap Alexa menekan kedua sisi wajah Brandon.


Brandon memeluk tubuh Adiknya yang membungkuk ke arahnya dengan girang karena diijinkan menetap. Ia sendiri juga amat bahagia karena selama beberapa tahun meinta Adiknya tinggal dan sellu ditolak drngan alasan pekerjaan serta kuliah hingga kamar kosong di samping kamarnya ditempati oleh Angel ketika pertama kali tinggal dirumahnya.


Dengan ekspresi wajah masih begitu bahagia bisa mendapatkan cintanya juga tetap tinggal, Alexa melepas semua jaket yang sudah di buka resletingnya oleh Brandon lalu menghempaskan jaket tersebut di sandaran tangan.


" Pieter, apa Kau tidak kerja?! " tegas Brandon melihat sahabatnya masih berbalut pakaian begitu santai sambil menyingakan kaki memainkan ponsel.


" Kerja, ini masih pagi " sahut Pieter tanpa mengalihkan pandangan dari artikel yang Ia baca melalui ponsel.


" Kalau di ajak bicara itu lihat orangnya! " teriak Brandon tak suka jika berbicara dengan orang yang tak menatap matanya.


Pieter mengembangkan senyumnya lalu mematikan ponsel dan meraih kopi yang ada di meja. Matanya tiba tiba membulat hebat melihat Alexa menyandarkan kepala pada pundak Kakaknya dengan hanya mengenakan tanktop hitam hingga kulit putinya terlihat bercahaya karena sinar matahari yang menyusup melalui jendela menyinari kulit dengan bulir keringat.


" Apa Kau anak kecil?! minumlah dengan hati hati! " tegur Brandon berjalan menghampiri sahabatnya yang tersedak hingga batuk lalu memukul ringan punggung sahabatnya.


" Ada apa dengan wajahmu?! " tegur Brandon yang masih berdiri di samping sahabatnya dengan wajah merah padam serta ekspresi gugup.


" Terimakasih " singkat Pieter merasa baikan.


" Ah sudah Aku mau lihat istriku " seru Brandon beranjak pergi meninggalkan Alexa dan Pieter di ruang tamu.

__ADS_1


Selepas kepergian sahabatnya, Pieter membuka tutup leher kaos yang Ia kenakan untuk memberikan sedikit udara oada wajah dab tubuhnya yang terasa panas melihat pemandangan di hadapannya tadi. Meski sudah sering melihat Alexa dengan pakaian seperti itu bahkan jyga oernah melihat gadis tersebut memakain bikini dulu, namun kini Ia merasa sangat canggung dan gugup tak seperti sebelumnya.


" Kakak kenapa? " tanya Alexa sudah duduk di samping Pieter yang terkejut karena tak menyadari jika gadis dengan balutan tanktop hitam dan celana panjang itu sudah duduk di samping tubuhnya.


" Tidak " singkat lelaki yang tak ingin menoleh ke arah sanoing tubuhnya dengan tetap membuang muka ke arah lain.


" Apa Kakak sakit? " tanya Alexa memegang kedua sisi wajah Pieter dengan berdiri membungkuk di hadapan lelaki yang memejamkan mata itu.


" Wajah Kakak hangat dan merah sekali " tambah Alexa khawatir.


" Tuhan, anak ini benar benar akan membuatku gila " gumam Pieter frustasi dalam hati dengan teeus memejamkan matanya.


" Tunggu Aku ambilkan obat, sepertinya di kamar Kak Angel ada obat " ucap Alexa.


" Jangan, ada Kakakmu di dalam " sahut Pieter mencegah Alexa agar tak mengganggu sahabat juga Adiknya.


Mata yang tak sengaja melihat kedua benda besar yang seakan mengintip keluar dari balik tangtop hitam tersebut membuatnya menelan ludahnya kasar lalu menarik tangan Alexa duduk di sampingnya agar tak bisa lagi melihat benda menggiurkan itu.


" Apa Kamu tidak membawa baju ganti? " tanya Pieter menatap lurus ke depan.


" Alexa, bisakah jangan memakai pakaian seperti ini? " tanya Pieter menoleh ke arah wajah Alexa.


" Kenapa? Aku sudah biasa memakai seperti ini asalkan tidak keluar rumah, memang ada yang salah? " polos Alexa terbiasa dengan lingkungan hidup di luar negri yang begitu bebas sama halnya dengan Brandon juga Pieter yang lama tinggal di luar negri dari mereka kecil.


" Aku benar benar bisa lepas kontrol kalau Kamu seperti ini " jelas Pieter lirih mengembangkan senyum Alexa.


" Baguslah, berarti sekarang Kakak menganggap Aku perempuan bukan anak kecil lagi " seru Alexa tersenyum dengan wajah manja ke arah Pieter.


Masih dengan senyum yang mengembang, Alexa melingkarkan tangan pada perut Pieter yang langsung melingkarkan tanggannya pada pinggang gadis yang sudah nyaman bersandar pada dadanya. Sikap manja Alexa kini amat disukai oleh lelaki yang terus mengukir senyum di wajah tampannya.


" Alexa, pacar Kamu telpon! " teriak Brandon dari dalam kamar ketika ponsel milik Adiknya berdering saat Ia merebahkan diri di atas ranjang menunggu istrinya membuatkan kopi dan sontak membuat keduanya menjauh.


Bergegas Alexa berlari ke kamar Angel untuk mengambil ponselnya yang sudah di pegang oleh Brandon dan berpapasan dengan Alexa lalu berjalan ke ruang tamu bersama. Ia meletakkan ponsel yang sudah mati di atas meja diiringi tatapan tajam Pieter ke arahnya.


" Siapa sweet heart? " tanya Brandon membulatkan mata Alexa yang menatap ke arah lelaki dengan tatapan tajam di hadapannya.


" Iya itu semalam terus bunyi panggilan yang sama, lebih baik Kamu telpon balik " sahut Angel yang datang dengan membawa satu cangkir kopi untuk suaminya.

__ADS_1


" Itu bunyi lagi " tambah Angel melihat ponsel Alexa menyala di atas meja yang langsung dilihat oleh Pieter panggilan dari sweet heart dan langsung membuatnya membuang napas kasar.


" Biarkan saja " ucap Alexa menghindari pandangan tajam dari Pieter yang menunjukkan ekspresi wajah tak suka.


" Mama kemana? " tanya Pieter ke arah Angel menutupi rasa cemburunya.


" Mama tadi pagi pagi sudah pergi sama Viena Kak " jelas Angel yang duduk di samping Brandon seketika mengingatkan Pieter akan janji yang Ia buat untuk mengantar Olivia ke puncak pagi ini dan langsung menghubungi Olivia.


" Angel, Kakak harus pergi ke puncak hari ini mungkin kembali tiga hari lagi. Apa Kamu mau tinggal disini atau pulang lebih dulu? " ucap Pieter usai menghubungi Olivia dan hendak menemani Mamanya di sana karena suatu keperluan.


" Aku ikut ya Kak " pinta Angel lirih.


" Tidak boleh! Kamu sedang hamil! "tegas Brandon.


" Sayang, please.... " manja Angel memainkan mata yang menjadi senjata andalannya.


" Iya oke, Kita ke puncak sekarang " jawab Brandon tak mampu menolak keinginan istrinya ketika sudah menunjukkan ekspresi mematikan.


" Ye... terimakasih sayang, cinta kamu " seru Angel memeluk suami yang tersenyum diiringi senyuman Pieter melihat kebahagiaan Adiknya.


" Aku? " tanya Alexa memelas.


" Kamu diam dirumah!" tegas Brandon memurungkan wajah Alexa.


" Kakak.... " ucap Alexa dengan memasang ekspresi seperti Angel membuat Kakaknya bergidik dan memunggungi Adiknya.


Alexa terus merengek ingin ikut karena Pieter juga ikut ke puncak. Ia terus memanggil manggil Brandon dengan seruan Kakak yang Ia buat dengan nada begitu manja sambil menarik bagian belakang kemeja lelaki yang masih memunggungi dirinya memeluk Angel yang tersenyum melihat tingah lucu Alexa namun membuat Pieter yang masih cemburu tetap diam tanpa berkutik sedikitpun.


" Angkat telponmu! berisik! " tegas Brandon mendengar kembali nada dering Alexa yang cepat Ia jawab dengan tatapan Pieter yang semakin memperlihatkan rasa tak sukanya.


" Kemana? " tanya Brandon melihat Pieter beranjak dari duduk.


" Mandi! gerah! " teriak Pieter sambil berjalan berlalu tak ingin mendengarkan Alexa berbicara dengan teman lelakinya di telpon.


" Apa Dia pikir Aku tuli " gerutu Brandon kesal diiringi tawa istrinya.


Alexa terus berbicara dengan temannya di ujung telpon tanpa menyadari jika lelaki yang baru menyatakan perasaannya itu tengah merasa cemburu dan jengkel.

__ADS_1


__ADS_2