
Tengah malam Pieter masih terjaga di ruang tamu, usai menemani istrinya hingga lelap. Telpon sudah terhubung dengan Darell, untuk sama sama berusaha mengendalikan keadaan. Pemberitaan sudah terlalu luas menyebar dan menyudutkan nama Brandon. Tuan muda yang sudah di anggap sebagai pemburu gadis muda dengan banyak cemoohan di internet tertuju padanya.
Tak tahu darimana media bisa cepat mengetahui usia Angel, dan menganggap jika pernikahan Brandon dengan Angel yang masih berusia 17 tahun saat itu sebagai sebuah ketidak adilan pada seorang gadis remaja. Banyak tanggapan masyarakat memaksa untuk sebuah perpisahan dari pasangan yang saling mencintai itu.
Saham perusahaan pun terpengaruh cepat akan adanya pemberitaan buruk Brandon. Adanya internet membuat semua seakan begitu cepat menyebar, walau hanya dalam hitungan menit. Baik Pieter ataupun Darell, sama sama terus berupaya menghentikan agar tak semakin membuat hancur keadaan juga seluruh perusahaan Brandon.
" Kau belum tidur? " terkejut Pieter melihat sahabatnya duduk bergabung.
" Aku tidak bisa tidur dalam keadaan sekarang " santai Brandon usai melihat sendiri nilai saham perusahaannya.
" Tenanglah, Aku dan Darell akan berusaha yang terbaik " ucap Pieter.
" Sudahlah, terlalu banyak orang yang ingin melihatku hancur dan memanfaatkan kondisi ini. Aku rela kehilangan segalanya untuk mempertahankan Angel, karena Aku masih bisa memulai bisnis lagi nanti " ucap Brandon tanpa menyadari istrinya sudah mendengar di balik pintu kamar.
Angel memang tak benar benar tidur, karena pemikiran akan nasib suaminya. Sehingga Ia bisa merasakan ketika suaminya itu beranjak perlahan dari atas ranjang. Angel juga sempat melihat sendiri ekspresi wajah suaminya ketika menatap ipad miliknya.
Mendengar perkataan suami juga Kakaknya, Angel semakin merasa bersalah akan apa yang sudah terjadi. Kaki kembali dilangkahkan menuju ranjang, dan meraih ponsel yang sedari tadi sudah di matikan atas perintah Kakaknya. Matanya mulai berkaca kaca dalam hati yang hancur, melihat banyak pemberitaan tentang suaminya di internet. Ia pun membaca sendiri akan banyaknya komentar buruk pada orang yang sangat dicintainya.
****
Pagi hari ketika semua tertidur, sengaja Angel keluar untuk mendatangi sebuah kantor media yang gencar memberitakan suaminya dengan begitu buruk. Ia mengetahui alamat tempat yang hendak di tuju dengan taksi itu melalui informasi di internet.
Angel tak ingin suaminya jatuh dan hancur hanya karena dirinya. Perusahaan yang sudah membesarkan nama suaminya, juga tak ingin dilihatnya runtuh begitu saja karena sebuah pemberitaan. Angel baru memahami akan kekuatan media, yang mampu menghancurkan segalanya dengan cepat. Untuk itu melalui media juga, Angel berniat mengembalikan segalanya seperti semula.
Enam jam usai kepergian Angel, dering ponsel di samping tubuh Pieter membuatnya terperanjat dari tidur lelap bersama istrinya. Panggilan dari Darell cepat Ia angkat, untuk mengetahui kabar akan usaha mereka semalam.
" Bagaimana? " tanya Pieter begitu sambungan telpon sudah terhubung.
__ADS_1
" Semua sudah stabil, tapi itu bukan karena Kita. Semua karena Nyonya Angel " jelas Darell tak di mengerti Pieter yang langsung mengubah posisinya duduk.
" Apa maksudmu? " tak mengerti Pieter.
" Lihatlah internet sekarang " ucap Darell langsung ditutup oleh Pieter tanpa mengatakan apapun.
Hampir seluruh media yang kemarin sibuk memberitakan buruk tentang Brandon, telah menghapus semua artikel yang mereka terbitkan. Bahkan mereka juga mengucapkan permintaan maaf pada Tuan muda tersebut. Nilai saham sempat merosot, kini sudah kembali pada posisi semula. Ia pun melihat foto Adiknya dalam pemberitaan, dan segera mencari video terkait.
" Alexa, bangun " cepat Pieter membangunkan istrinya.
" Apa Kak? Aku masih mengantuk " parau Alexa walau sudah pukul 12 siang.
" Bangunkan Brandon, ada hal penting. Cepatlah! " seru Pieter tak berani membangunkan sendiri sahabatnya, karena pasti akan marah ketika tidurnya terganggu.
Alexa dengan malas beranjak dari tempat tidur dan keluar untuk membangunkan Kakaknya, sementara Pieter lebih dulu ke kamar mandi membersihkan muka lalu menyusul ke depan menunggu sahabatnya terbangun.
" Brandon, lihatlah ini? " ucap Pieter langsung menunjukkan video sudah lebih dulu di putar.
Dalam video dimana Angel mengatakan jika dirinya tak memiliki hubungan apapun dengan Brandon, membuat lelaki masih berdiri itu geram. Angel juga mengatakan jika apa yang telah di ucapkan Brandon kemarin hanya untuk melindungi dirinya, dari Papa yang ingin menjualnya. Angel menceritakan segala perbuatan baik lelaki yang ingin Ia jaga nama baiknya itu, hingga membuat semua masyarakat menyanjung Brandon akan sikap baiknya.
Amarah terlihat jelas dari mata Brandon, menggenggam erat ponsel sahabatnya hingga tangannya gemetar. Brandon tak menyangka jika istrinya malah mengatakan hal terbalik dari apa yang ingin Ia lakukan. Brandon ingin sekali mengakui Angel sebagai istrinya dan melangsungkan pernikahan, namun ucapan gadis yang tak rela melihat kehancuran suaminya itu, malah membuat usaha Brandon saat acara tunangan sia sia.
" Dimana Angel?! " tegas Brandon bertanya, masih tetap berdiri menggenggam ponsel.
" Bersama Darell, mereka sudah dalam perjalanan kemari " sahut Pieter, sudah meminta Darell menjemput Angel di tempat yang sudah Ia lacak melalui GPS pada ponsel Adiknya.
Kaki terus di langkahkan Brandon di ruang tamu tersebut menunggu istrinya. Tetap mondar mandir menahan amarah, Tuan muda yang tak pernah suka menunggu itu menghubungi kaki tangannya dan memerintahkan agar cepat sampai dengan nada tegas juga keras.
__ADS_1
Selama satu jam menunggu, Angel akhirnya datang bersama Darell memasuki apartemen. Senyum di kembangkan Angel ke arah suaminya, dan langsung menarik gadis dengan dress polkadot pink itu masuk ke kamar lain yang tak pernah di tempati. Darell dan Pieter, memilih keluar sebentar tak ingin mendengarkan pembicaraan keduanya dalam kamar tertutup, sedangkan Alexa masih tetap mengarungi mimpi di kamar Kakaknya.
" Apa ini?! apa Kamu benar benar ingin mengakhiri hubungan ini?! dan kapan Aku memberimu beasiswa sekolah ke luar negri?! siapa yang mengijinkan mu melakukan semua ini?! " tegas Brandon seraya berteriak pada istri yang sudah Ia hempaskan duduk di tepi ranjang.
" Aku tidak ingin mengakhiri hubungan Kita, Aku hanya tidak mau melihatmu hancur makanya melakukan semua ini. Aku juga ingin bersekolah di luar negri setelah lulus, agar Aku bisa membuktikan pada keluargamu kalau Aku pantas mendampingi mu " ucap Angel menjelaskan dengan wajah tertunduk.
" Apa Kamu pikir Aku akan mengijinkan mu pergi?! dan Aku juga tidak membutuhkan bantuan mu untuk semua ini! " bentak kuat Brandon membuat Angel tersentak kaget.
" Apa Kamu bahkan tidak memikirkan sedikitpun perasaanku saat Kamu memutuskan semua ini?! sudah Aku katakan untuk tetap di sisiku, kenapa Kamu tidak mengerti semua itu?! " bentak kembali Brandon dalam amarah juga sakit hati.
" Maafkan Aku " lirih Angel memeluk tubuh suaminya erat, untuk menenangkan emosi lelaki masih berdiri tersebut.
" Aku melakukannya untuk Kita, Aku mau menjadi istri yang layak untuk berdiri di sampingmu. Hanya beberapa tahun, dan Aku akan kembali lagi " lirih Angel masih mendekap suaminya.
" Beberapa tahun?! bahkan sehari terasa menyiksa saat Aku tidak bisa melihatmu Angel! Apa Kamu tidak bisa mengerti perasaanku sedikit saja?! " tegas Brandon mencoba melepas pelukan istrinya, namun semakin di eratkan oleh Angel.
" Aku mohon tenang lah " pinta lembut Angel.
Air mata gadis masih memeluk dengan erat itu, perlahan menurunkan emosi Brandon walau tak sekalipun membalas pelukan istrinya. Perlahan Angel membimbing suaminya duduk di tepi ranjang, dan mencoba membicarakan semua baik baik.
" Sayang dengar Aku, Kita masih bisa saling bertemu karena Kamu sewaktu waktu bisa mendatangiku. Biarkan Aku menjadi layak untuk mendampingi mu, Aku ingin keluargamu juga menerimaku sebagai seorang yang pantas menjadi anggota keluarga mereka. Saat Aku sudah menjadi seseorang yang memiliki sesuatu untuk ku banggakan, Kita bisa melangsungkan pernikahan dan mengumumkannya. Saat itu tiba, Aku yakin semua sudah lupa akan apa yang terjadi sekarang " panjang lebar Angel menjelaskan dengan memegang kedua sisi wajah suaminya.
" Aku tidak bisa jauh darimu, Aku sangat membutuhkan mu " lirih Brandon tulus.
" Aku tahu, Aku juga tidak bisa tapi Kita harus demi masa depan Kita " jawab Angel tulus.
Masih memegang dua sisi wajah suaminya, dengan pandangan saling mengutarakan perasaan masing masing. Angel mencium lembut bibir lelaki yang amat Ia cintai. Kecupan hangat, di ubah Angel dengan menikmati bibir suaminya dan di balas oleh lelaki yang sudah sangat merindukan istrinya itu.
__ADS_1
Sebuah hubungan suami istri, di pancing Angel untuk suaminya melakukan demi menghangatkan hubungan mereka yang sudah banyak terjadi masalah juga pertengkaran. Angel tak pernah malu ataupun ragu memulai hubungan itu, karena memang itu juga merupakan kewajiban dirinya sebagai seorang istri. Sudah lama hubungan tersebut tak mereka lakukan bersama, karena datang bulan juga perpisahan sementara mereka, dan menjadi lebih hangat ketika keduanya memulai kembali.