Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 105


__ADS_3

Pieter yang langsung membersihkan diri begitu samoai kamar tak henti mengomel tentang nama pada ponsel Alexa yang tertulis begitu indah dengan photo lelaki menaikki motor sport muncul pada layar ponsel berwarna gold itu.


Sementara Angel mulai meladeni suaminya yang manja dengan terus menggelayut pada pundak istrinya hingga mendapat tatapan sinis Alexa sambil menerima panggilan dari Darell.


" Alexa, pergi sana! " seru Brandon merasa tak leluasa bermanja pada istrinya.


" Tidak mau! " tegas Alexa sudah menutup telpon dan melipat kedua tangan bersandar pada sofa memasang wajah jengkel.


" Kakak bilang pergi ya pergi! " tegas Brandon kembali.


" Ijinin Aku ikut dulu! " seru gadis yang masih diam mematung dengan ekspresi jengkel nya.


" Biarkan Dia ikut, lagian Daddy juga kan ada di puncak sama Mama " seru Angel membulatkan mata kedua saudara yang menatap tajam ke arah mata Angel.


" Ha? " seru Alexa dan Brandon bersamaan ke arah calon ibu muda yang memundurkan tubuhnya terkejut.


" Kakak bilang Daddy ke puncak dengan tante Oliv? " tanya gadis yang kini sudah beranjak membungkuk di samping Brandon dengan mata membulat.


" I.. i.. iya " sahut Angel merasa ngeri dengan tatapan kedua orang yang seakan ingin mengeluarkan kedua bola mata mereka.


" Wah Daddy, luar biasa " gerutu Brandon dengan ekspresi wajah tidak menyangka sambil menggelengkan kepala.


Kedua orang yang sama sama melipat kedua tangan di depan dada dengan tubuh bersandar berdampinganitu , mulai menggelengkan kepala seirama dengan mata melukiskan rasa tak percaya.


" Kalian kenapa? " polos Angel menatap heran pada keduanya bahkan seperti cermin karena ekspresi juga gerakan yang sama.


" Alexa, berangkat! " ucap Brandon tegas.


" Siap Kak! " sahut Alexa mengangkat jempol sambil melirik ke arah Brandon seraya mengangguk.


" Aneh " gerutu Angel lirih masih terus memperhatikan keduanya.

__ADS_1


Brandon menghubungi Santos agar membawakan beberapa pakaiannya juga Angel ke rumah Olivia untuk mereka menginao bersama. Sementara koper Alexa sudah ada di dalam bagasi mobil Kakaknya karena seharusnya Ia pergi ke bandara hari ini. Alexa meminta pelayan untuk mengambilkan kopernya agar bisa mengganti pakaian.


" Angel, sebelum berangkat Aku mau ngobrol dulu " ucap Brandon membingungkan istrinya.


" Apa? bukankah ini sudah ngobrol? " sahut Angel bernada polos.


" Bukan denganmu, tapi dengan anak anak Kita! " tegas lelaki yang sudah mengusap perut buncit istrinya dengan menaik turunkan alis ke arah Angel yang masih tidak mengerti.


" Ya sudah Kamu ngobrol saja, mereka juga masih di sini " sahut polos Angel mulai memakan makanan dalam toples yang Ia raih dari atas meja.


Perlahan Brandon menarik toples yang sudah di pangku iatrinya dan menggendong tubuh Angel ke dalam kamar usai memperingatkan Alexa agar tak masuk ke kamar dan di mengerti oleh Adiknya.


" Mesum " gerutu Alexa lirih melihat tingkah laku Kakaknya.


Sampainya kamar tak ada kunci tersebut, Brandon langsung menikmati bibir istri yang sudah begitu Ia rindukan.


" Apa ini Kamu sebut ngobrol? " tanya Angel mendorong tubuh suaminya dengan birahi sudah mulai tumbuh.


" Apa lagi?! " tegas Brandon kembali menikmati bibir istrinya dengan tangan mulai perlahan membuka setiap apa yang menutup tubuh berisi di bawahnya dengan menyisakan sedikit jarak.


Sementara Alexa hendak mengganti baju namun tak memiliki tempat memutuskan untuk menumpang di kamad Pieter. Langkahnya begitu cepat berjalan menaiki anak tangga dengan membawa serta satu stel pakaian yang Ia dekap di dadanya sebelum ada yang melihat.


" Kak....." lirih Alexa sambil mengetuk pintu kamar Pieter pelan.


" Apa? " sahut lelaki dengan handuk masih melilit pada pinggangnya membuat Alexa tertegun dengan tubuh tegap serta perut sixpack di hadapannya.


Tubuh dengan aroma mint sabun yang begitu sexy tanpa balutan apapun membuat Alexa menatapnya naik turun tanpa henti tanpa menyadari jika lelaki yang menaikkan tangannya di pinggir pintu tersebut terus menatapnya.


Pieter membuang napasnya kasar sambil menggelengkan kepala melihat gadis di hadapannya hanya mematung tanpa mengatakan apapun. Lelaki yang masih merasa cemburu itu menutup kembali pintu membiarkan Alexa dengan rasa takjubnya tetap berada di luar.


Suara pintu tertutup seketika menyadarkan gadis dengan pikiran dewasa tersebut dan langsung membuka kembali pintu di hadapannya bergegas untuk masuk.

__ADS_1


" Apa Kamu sudah sadar? " tanya Pieter masih berbalut handuk di pinggangdan berdiri di depan kaca untuk mengeringkan rambut basahnya menggunakan handuk di sana.


" Kakak pikir Aku pingsan " gerutu Alexa memperhatikan punggung putih Pieter sambil menggigit bibir bawahnya.


" Ada apa kemari? bukankah Kamu sedang terpon dengan pacarmu tadi? " tanya Pieter santai membuka pintu almari dan mencari pakaian untuk Ia kenakan.


" Sudah, sekarang Aku mau menumpang ganti baju. Kakak sedang di kamar kak Angel dan melarangku masuk " polos Alexa mengejutkan Pieter yang langsung menoleh keras ke arahnya.


" Sudah? apa tadi benar benar pacarmu? " tanya Pieter menatap Alexa tajam dengan melipat kedua tangan bersandar di almari.


" Maksudku sudah menelponnya " sahut Alexa berjalan menuju kamar mandi.


Langkah kaki yang Ia percepat menghadang langkah Alexa dan langsung melipat kebelakang kedua tangan gadis yang Ia dorong ke dinding perlahan.


" Ka.. ka.. kakak mau apa? " seeu Alexa terbata menundukkan pandangan dari tatapan tajam Pieter yang menundukkan wajah ke arah Alexa.


" Apa Kamu sekarang mempermainkanku? " tanya Pieter mendekatkan tubuh pada Alexa hingga kedua benda yang terus mengintip keluar itu menempel pada dada polos Pieter dengan aroma minta sabun begitu kuat.


" A.. a.. apa maksud Kakak? " tanya Alexa tak mengerti dengan perasaan begitu gugup serta jantung berdetak kencang.


" Kenapa? apa Kamu gugup? " tanya lirih Pieter masih menundukkan wajah untuk melihat Alexa yang memalingkan wajah dengan menarik dalam napasnya.


Rambut sampai bahu yang sudah tersisip ketelinga dengan wajah berpaling, menunjukkan leher putih jenjang milik gadis dengan mata terpejam paksa yang masih bersandar di dinding dengan tubuh begitu dekat hingga Ia bisa mendengar detak jantung lelaki di hadapannya.


Melihat leher jenjang serta bahu yang hanya menggantung satu tali tanktop berwarna hitam itu seakan memiliki sebuah magnet yang menarik dekat wajah Pieter. Bibir begitu ingin mencium lembut keindahan dihadapnnya segera Ia sadarkan agar tak terlalu melewati batas hubungan yang baru mereka jalani.


" Ganti pakaianmu " lirih Pieter di telinga Alexa dengan nada lembut menyadarkan dirinya juga Alexa yang langsung bisa bernapas normal kembali.


Pieter memundurkan tubuh dan melepaskan kedua tangan Alexa agar gadis yang menatap dalam matanya itu bisa segera pergi mengganti pakaian sebelum Ia menjadi gila karena ke seksian Alexa yang begitu dekat.


Bergegas Alexa pergi menuju kamar mandi dengan mendekap erat pakaian yang Ia bawa. Dada yang masih berdegup kencang itu mengiringi rasa panas yang begitu kuat mendera seluruh tubuh dan wajahnya hingga berkeringat dan memutuskan untuk menyegarkan dirinya lebih dulu begitu sampai di dalam kamar mandi.

__ADS_1


" Hampir saja " gumam Pieter lirik menyandarkan punggung ke dinding seraya memegangi dada dengan detak jantung melompat lompat.


Setiap kata dan tingkah polos Alexa seakan menjadi sebuah kunci yang terus membuka pikiran pikiran dewasa dalam benak Pieter. Dengan cepat Ia mengenakan pakaian dan turun ke bawah meninggalkan Alexa di dalam kamar mandi sendiri kardna tak ingin berada satu ruangan tertutup yang akan kembali membuatnya berfantasi akan sebuah perbuatan dewasa. Pieter sendiri meeasa aneh juga heran pada dirinya, karena tak pernah sedikitpun Ia memiliki keinginan untuk menyentuh perempuan bahkan hanya mencium ataup memegang tangan, tapi dengan Alexa Ia selalu ingin dekat dan berimajinasi ke arah hubungan tak sepantasnya ada dalam benaknya.


__ADS_2