Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 136


__ADS_3

Angel, Alexa dan Darell terus menunggu kedatangan dan amarah Pieter seperti yang di harapkan. Namun lelaki yang telah fokus dengan pekerjaannya sama sekali tak memperdulikan ponsel pribadi yang berbunyi. Ketika Ia bekerja, hanya ponsel bisnis miliknya lah yang akan di prioritaskan.


" Dia bahkan tak membukanya " gumam batin Angel melihat ponsel miliknya.


Rasa sedikit kecewa karena juga gagal membuat Kakaknya cemburu, ditunjukkan oleh Angel dengan ekspresi begitu kuat. Ia lantas menghubungi suaminya untuk meminta ijin ke rumah Pieter, dan diijinkan jika dirinya membawa satu pengawal.


Tak lama Angel bersiap usai mendapat persetujuan suaminya. Bergegas gadis dengan celana jeans dan jaket kulit hitam itu memacu motor sport kesayangannya dengan diikuti pengawal di belakang. Sementara Alexa yang merasa putus asa terus dihibur oleh Darell dan meyakinkan jika lelaki yang Ia cintai pasti juga masih mencintainya.


Tak sampai satu jam, motor Angel sudah memasuki halaman rumah Pieter dimana seorang penjaga bergegas membuka pagar begitu melihat Nyonya muda nya datang. Tanpa menunggu lama, motor sport putih itu ia letakkan di depan tempat parkir yang masih tertutup di halaman rumah Kakaknya.


Langkah nya cepat mengarah ke ruang kerja Kakaknya usai bertanya lebih dulu pada pelayan dimana keberadaan lelaki dingin itu. Pintu tertutup di lantai bawah langsung dibuka, setelah Ia mengetuk dan diberi ijin untuk masuk oleh lelaki di balik meja kerja menatap layar laptop tersebut.


" Oh Angel, ternyata Kamu. Apa yang membawamu kemari? bukankah Kamu bilang akan ke sekolah tadi? " tengok Pieter ke arah gadis yang sudah melangkahkan kaki menghampirinya.


" Apa Kakak tidak perduli lagi dengan Alexa?! apa ini yang Kakak bilang jika mencintainya?! kenapa Kakak begitu dingin? apa tidak ada sedikitpun rasa peduli padanya?! " tegas Angel sedikit berteriak karena rasa jengkel dalam batinnya mengingat ekspresi kecewa Alexa.


" Angel, Kakak sedang sibuk sekarang jadi jangan bertingkah seperti ini " santai lelaki yang sudah kembali fokus pada laptop di hadapannya.


" Aku kecewa denganmu Kak, sangat kecewa " ucap Angel menurunkan nada bicara menunjukkan rasa kecewa teramat besar.


" Apa yang Kamu mau sekarang? apa Kamu mau Aku menikahinya hari ini? akan Aku lakukan jika itu membuatmu senang" tatap tajam Pieter ke arah Angel.


" Aku membencimu Kak, Aku tidak menyangka jika Kamu orang seperti ini, bahkan Kamu tega menyakiti orang yang Kamu cintai. Dia sudah berjuang untukmu bertahun tahun, tidak bisakah Kamu tunjukkan sedikit rasa cintamu padanya? " kecewa Angel menggelengkan kepala dan beranjak pergi.


Dengan cepat Angel meninggalkan ruang kerja Kakaknya dengan perasaan kecewa yang begitu kuat mendera batinnya. Lelaki yang terkejut dengan ucapan Adiknya bergegas mengejar dan menarik pergelangan gadis yang sudah hendak menaiki motor itu.


" Akan Aku lakukan apapun untukmu, tapi jangan bilang jika Kamu membenciku " ucap Pieter menahan kepergian Adiknya.


Walau dunia menentang dan menganggapnya tak masuk akal dengan perasaan sayang itu pada Angel, Ia tak pernah perduli karena memang Ia begitu tulus menyayangi gadis yang di anggapnya Adik. Ucapan kebencian juga rasa kecewa Angel melukai perasaan Kakak yang tak ingin kembali merasakan kesendirian lagi.


" Kakak akan mengantarmu pulang, tidak baik bagimu pergi dalam keadaan seperti ini " tambah kembali Pieter pada Adiknya yang masih berdiam diri.

__ADS_1


Tanpa dipahami oleh Angel sekalipun jika Kakaknya bukanlah orang yang suka dipaksa melakukan apapun. Bahkan Ia merasa risih dengan semua yang dilakukan Alexa juga keluarganya yang seakan akan mendesak untu dirinya melakukan apa yang mereka inginkan. Meski mengikuti semua permainan itu, Ia juga begitu muak merasa semua kehidupannya sudah banyak berubah karena kehadiran Alexa.


Tak ada kenyamanan juga ketenangan setelah Ia mengakui perasaannya pada Alexa, bahkan Ia merasa sangat tertekan dengan adanya hubungan di antara keduanya. Jika saja Ia bisa mengembalikan waktu, mungkin takkan pernah dirinya mengungkapkan perasaan pada Alexa. Dan jika saja gadis itu tak selalu memancing dengan tubuhnya, Ia juga takkan melakukan hal bodoh dalam emosi yang membuatnya semakin terjebak.


" Kakak akan menikahinya, dan akan mengatakan itu pada suamimu hari ini " ucap lelaki yang masih berdiri memegang pergelangan tangan Adiknya.


" Aku tidak memaksamu melakukan itu, Aku hanya Kamu menyadari perasaanmu dan mengungkapkannya, tunjukan jika Kamu memang mencintainya jangan membuatnya terus kecewa " panjang lebar Angel.


" Aku tahu, untuk itu Aku akan menikahinya setelah Om Adi datang esok " tambah Pieter ingin mengakhiri semuanya, dan bertanggungjawab pada Alexa.


" Pulang bersama Kakak, biarkan sopir yang membawa motormu " tambah Pieter mengajak Adiknya lebih dulu masuk, agar Ia bisa berganti pakaian dan membereskan semua pekerjaannya.


Meskipun dirinya tak siap untuk sebuah pernikahan, namun hanya itu cara satu satunya yang mampu Ia ambil demi mempertahankan hubungan dengan Mama juga Adiknya. Kesepian selama bertahun tahun tanpa kasih sayang keluarga, tak mau lagi dirasakan olehnya. Kasih sayang Angel juga Olivia seakan terlalu berat untuk dilepaskan.


Jika menikahi Alexa mampu mempertahankan hubungan kekeluargaan, maka Ia siap mengorbankan apapun tanpa ingin memikirkannya lagi. Rasa lelah menghadapi sikap Alexa juga mendasari lelaki yang sudah melaju ke rumah sahabatnya itu untuk mengambil keputusan ini.


Tanpa satupun pembicaraan di antara Kakak beradik itu, Pieter terus melajukan kendaraan dengan cepat diikuti oleh pengawal Brandon juga sopir yang membawa motor Adiknya. Ingin rasanya Ia segera menyelesaikan masalah ini dengan begitu cepat, agar bisa meraih kembali ketenangan juga kebahagiaan akan kasih sayang yang batu Ia dapatkan dari seorang Mama dan Adik.


" Sayang, bukankah Kamu naik motor tadi? apa Kamu terluka? kenapa Kamu bisa di antar olehnya? " khawatir Brandon mengamati seluruh tubuh istrinya.


" Aku baik baik saja sayang, tidak ada yang perlu dikhawatirkan " senyum Angel pada suami dengan wajah masih terlihat khawatir.


" Brandon, Aku ingin bicara denganmu " ucap Pieter langsung begitu Ia berdiri di samping sahabatnya.


" Baiklah Kita masuk saja " ajak Brandon melihat wajah serius sahabatnya.


Di dalam rumah masih ada Alexa yang duduk di depan TV tanpa adanya Darell, karena lelaki tersebut diminta Brandon untuk menyelesaikan urusan surat surat Sasmita yang tak di selesaikan tuntas oleh Brandon, karena memutuskan pulang begitu mendapat telpon istrinya.


" Aku akan menikahi Alexa setelah Om Adi dan Mama datang, Aku harap Kau merestui pernikahan ini " ucap Pieter langsung pada intinya, mengejutkan Brandon juga Alexa yang bergegas menghampiri ketiganya.


" Apa Kau serius? apa alasanmu mengambil keputusan begitu mendadak? " terkejut Brandon di samping istrinya yang hanya diam saja.

__ADS_1


" Aku serius, Aku ingin bertanggung jawab karena telah mengambil kesuciannya. Aku rasa lebih cepat akan lebih baik " jelas Pieter dengan wajah serius menatap ke arah sahabat yang duduk di hadapannya.


" Baiklah, tapi Aku ingin kalian tinggal disini setelah menikah " jawab Brandon meyakini jika ada sesuatu yang terjadi hingga sahabatnya mengambil keputusan seperti itu, terlebih sikap diam Angel semakin menguatkan pikirannya.


" Baik, terimakasih " singkat Pieter.


" Bicaralah dengan Alexa " pungkas Brandon mengajak istrinya ke kamar.


Tak ingin bertanya tentang pertanggung jawaban yang dimaksud Pieter, karena Ia sudah apa itu Brandon langsung menyetujui keinginan lelaki yang sudah duduk bersama Alexa di ruang tengah. Wajah serius namun mata menyiratkan sebuah amarah mampu ditangkap jelas oleh Brandon dari wajah sahabatnya, untuk itu Ia tak ingin bertanya apapun yang membuat Pieter harus meluapkan amarah.


" Apa terjadi sesuatu antara Kamu dan Pieter? " tanya Brandon sambil membuka jas untuk berganti pakaian bersama istrinya.


" Aku sudah bersalah, Aku memaksanya untuk mengungkapkan perasaannya pada Alexa dan meminta Alexa untuk bersandiwara bersama Darell" sesal Angel sambil menggantung jas milik suaminya.


Brandon begitu datang langsung mengecek rekaman CCTV karena ingin mengetahui istrinya pergi dengan pengawal atau tidak, namun malah melihat istrinya mengatur Adik juga pegawainya lalu memotret keduanya.


" Sayang, mungkin Kamu belum mengenal Pieter dengan baik. Dia bukan orang yang bisa menunjukkan perasaannya, Dia juga orang yang paling tidak suka di paksa. Untuk itu Aku tidak pernah memaksanya bertanggung jawab, dan meminta bantuan Darell agar perlahan Ia mulai berpikir bahwa Alexa juga penting baginya " jelas lembut Brandon memegang kedua sisi wajah istrinya.


" Maafkan Aku, Aku hanya tidak menyukai sikapnya pada Alexa, Aku juga tidak ingin membuat Alexa bersedih " sesal tangis Angel langsung di peluk suaminya penuh kasih sayang.


" Sudahlah, paling tidak ini bisa menjadi pelajaran agar Kamu tidak mengambil sikap dengan emosi " coba Brandon menenangkan seorang yang sangat Ia cintai.


" Biarkan mereka menikah dan tinggal di sini, dengan begitu Aku bisa memastikan jika Alexa akan mendapat kebahagiaan bukan kesengsaraan " tambah Brandon ingin terus mengawasi sahabatnya.


" Jangan menangis lagi, Kamu sangat jelek saat menangis " bujuk kembali suami dengan perasaan tak tega melihat istrinya menangis karena alasan apapun.


" Sayang apa Kamu tahu? Aku sangat lapar, Aku belum sarapan dan langsung pergi tadi " goda Brandon langsung membuat Angel melepas pelukan dan tersenyum.


" Aku juga lapar " senyum keduanya mengembang.


Brandon sengaja tak turun dan membiarkan keduanya bicara, Ia menghubungi telpon yang ada di dapur dan meminta pelayan mengantarkan makan ke kamar, karena juga ingin menghabiskan waktu berdua saja dengan istri tercintanya tanpa ada yang mengganggu.

__ADS_1


__ADS_2