Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 117


__ADS_3

" Eh bukankah ini Dio? " seru Angel begitu Ia datang.


" Tante.... " berlari bocah kecil dari pangkuan Pieter menghampiri gadis dengan dress pink berenda yang berdiri di samping suaminya dengan tangan melingkar pada pingang Angel.


Dio memeluk Angel yang pernah Ia temui satu kali sewaktu ikut Viena ketika putra nya sakit. Dengan penuh kasih sayang, Angel mengusap lembut rambut bocah yang memeluk pahanya dengan senyum.


" Kemari " Brandon menarik pinggang istri nya untuk duduk di pangkuan usai Dio kembali pada Pieter.


" Malu " lirih Angel menolak dengan senyum mengembang semua orang.


" Tidak ada tempat duduk lagi, lagipula mereka sudah tahu Kita menikah jadi tidak perlu malu " ucap lelaki yang kini masih menahan pinggang istri nya yang duduk menyamping.


" Tidak apa-apa nak, Daddy suka melihat kalian seperti ini " senyum Adiyaksa mengembang begitu bahagia melihat putranya bersikap manis.


" Bukan Daddy yang suka, tapi Kakak yang suka. Lagian Dia belum mandi pakai peluk peluk istri, jorok " gerutu Alexa melingkarkan tangan pada Adiyaksa manja dengan memunggungi Pieter juga Viena.


" Kita lihat saja apa yang akan dilakukan Kakak ipar mu sebentar lagi " senyum Brandon melirik istrinya yang sudah mulai tergoda hidungnya untuk mencium aroma di lpada lehernya.


" Benarkan? " tambah lelaki dengan senyum lebar itu ketika Angel mulai tak bisa menahan menciumi aroma tubuh nya hingga membuat Alexa bergidik jijik.


" Ih Kak Angel jorok banget sih, Dia belum mandi Kak! " tegur Alexa di senyumi oleh Adiyaksa juga Brandon.


" Ini bawaan bayi Alexa, kalau tidak di penuhi bisa bisa Kakak di suruh tidur di kolong jembatan " tersenyum gemas Brandon menceritakan kebiasaan istrinya yang selalu marah ketika tak mampu mencium aroma kesukaannya.


Walau harus menahan malu, namun Angel tetap bergelayut pada leher suami nya sambil terus mencium aroma keringat bercampur parfum begitu lekat pada leher putih lelaki yang sengaja memiringkan kepala untuk mempermudah hidung mancung istrinya.


" Oh ya, mumpung semua di sini Aku mau jawab semua pertanyaan Daddy " ucap Alexa penuh keyakinan di tatap oleh semua orang penuh tanya, namun tetap menundukkan wajah dingin Pieter.


Dengan menarik napas dalam, dan segala pertimbangan Alexa sengaja menjawab semua pertanyaan Adiyaksa di depan Pieter. Karena Ia merasa lelah dengan semua sikap Pieter, Ia merasa sangat di permainkan hingga harus menggunakan kembali nama Darell demi membalas rasa sakit hati nya, pada lelaki yang tak menatapnya sama sekali.

__ADS_1


" Daddy, Kakak, Aku siap menikah dengan Darell dan akan kembali bersama nya " jelas Alexa membulatkan semua mata yang masih menatap nya, dan dengan cepat Pieter mengangkat kepala melihat Alexa penuh rasa terkejut.


" Apa?! " terkejut Angel mendengar ucapan Adik ipar nya dengan langsung mengangkat kepala, karena Ia tahu jika Alexa dan Pieter sudah pernah terlihat tidur bersama.


" Angel! Aku bisa tuli! " protes lelaki dengan meniup genggaman tangan dan di arahkan ke telinga bergantian.


" Maaf sayang, Aku terkejut " sesal Angel mengusap telinga Brandon lembut.


" Alexa, bukankah Kamu bilang akan tinggal dengan ku? kenapa kalian tidak menikah di sini dan tinggal di sini? " sedih Angel karena Alexa pergi membuatnya tak memiliki teman lagi karena home schooling yang di pilihkan suaminya.


" Maaf Kak, Aku tidak bisa menepati janjiku untuk tinggal. Aku ingin menjalani hidup baru bersama Darell, Aku mencintai nya dan ingin selalu bersama nya " jelas Alexa dengan sengaja meskipun Ia tak memiliki rasa apapun pada Darell kecuali rasa sayang sebagai sahabat dekat.


Mendengar ucapan Alexa, begitu menyakitkan bagi lelaki yang menundukkan wajah sambil memangku bocah kecil itu. Rasa seakan tersayat begitu kuat Ia rasakan dalam hati. Pieter tak menyangka gadis yang hampir menyerahkan segalanya tadi tiba tiba berubah.


Pieter meminta Viena untuk memandikan Dio karena hari mulai gelap, sementara Dia yang tak sanggup lagi mendengar perkataan menyakitkan Alexa memilih pergi untuk melihat persiapan acara bakar bakar malam ini. Dimana sudah ada Olivia yang mengatur taman bersama beberapa pengawal di luar.


Perasaan dipermainkan oleh Pieter meneguhkan Alexa dengan tak melihat sedikitpun ke arah lelaki yang sudah berjalan keluar itu, diiringi tatapan Angel seolah mengerti mengapa Kakak nya memutuskan pergi.


" Benar Alexa, kalian saudara tapi tak pernah hidup bersama. Biarkan Kakak mu menjagamu juga, lagipula Kakak ipar mu sudah terlalu bahagia dengan mu tinggal bersama nya " tambah Adiyaksa.


Alexa hanya diam dalam semua bujukan Daddy juga Kakak nya yang begitu tulus. Namun Ia juga tak mampu untuk tinggal dan melihat lelaki yang Ia cintai bahagia bersama wanita lain. Alexa sudah pernah membulatkan tekad untuk melepaskan Pieter bersama kebahagiaannya, namun segala harapan baru di berikan lelaki itu membuatnya kembali berharap. Kebimbangan mendera dirinya begitu kuat kini tak mampu memutuskan apapun karena ucapan penuh harap Brandon dan Adiyaksa.


" Kamu pikirkan dulu baik baik " ucap kembali Adiyaksa melihat putrinya termenung dalam wajah menunduk.


Adiyaksa mengajak Brandon untuk keluar, agar Alexa bisa berpikir tanpa adanya tekanan. Lelaki yang masih memangku istrinya itu, mengiyakan ajakan Adiyaksa karena melihat ekspresi bingung pada wajah Alexa membuat nya tak tega.


" Kakak keluar dulu " pamit Brandon usai menurunkan Angel dan membantunya duduk.


" Baby, kalau Mommy mau keluar dan bantu bantu, Kalian tendang Mommy sekuat nya oke! " tegas lelaki tampan yang membungkuk mengusap lembut perut istrinya, diiring senyum manis Angel mencubit pipi Brandon gemas.

__ADS_1


Brandon meninggalkan Alexa bersama Angel usai memcium lembut bibir juga perut istrinya, menyusul Adiyaksa yang lebih dulu keluar. Angel mulai mendekati Alexa yang duduk pada sofa panjang, untuk menenangkan Adik ipar nya sembari menggenggam satu tangan Alexa penuh kasih sayang.


" Alexa, Aku tahu Darell hanya sahabat baik mu dan Kamu hanya mencintai Kak Pieter. Lalu kenapa Kamu mengatakan hal itu? apa Kamu benar benar ingin pergi dan melupakan semua yang terjadi di antara kalian? " lirih Angel lembut mengejutkan Alexa dengan langsung mengangkat kepala menatap Angel.


" Bagaimana Kak Angel tahu semua? " terkejut Alexa dengan mata membulat.


" Aku pernah mendengarmu bicara bersama Darell di kamar, dan Aku juga pernah melihat mu tidur bersama Kak Pieter di rumah Mama. Tenang saja, tidak ada yang tahu hal ini, Aku akan menyimpannya rapat rapat " jelas Angel tersenyum lalu di peluk oleh Alexa.


" Aku bingung Kak, Aku tidak ingin pergi tapi keadaan memaksaku untuk pergi. Aku tidak sanggup lagi melihat Kak Pieter bersama Viena, Aku lelah mengejar dan berjuang tapi tak di hargai " tangis Alexa memeluk Kakak ipar yang begitu lembut mungasap punggungnya penuh kasih sayang.


" Aku paham Alexa, sekarang Kakak sedang bimbang dengan perasaan nya sendiri. Kenapa Kamu tak mencoba membuat nya mengerti perasaan nya saja? " ucap Angel menemukan ide untuk Alexa dalam pikiran nya.


" Maksud Kak Angel? " penasaran gadis dengan mata membulat kembali menatap wajah cantik kalem Kakak iparnya.


" Alexa, Kita anggap saja cinta itu seperti seseorang yang memakan nasi, jika Ia tidak makan maka Ia akan terus mencari agar bisa memakannya. Sama seperti Kak Pieter yang terbiasa dengan cintamu, perhatianmu, dan perjuanganmu. Jangan berikan Dia semua itu dan bersikap dingin lah, seolah Kamu tak mencintainya lagi maka Aku yakin Ia akan bisa menyadari perasaannya dan memperjuangkan untuk mendapatkanmu " panjang lebar Angel menjelaskan ide di kepalanya pada Alexa.


" Kak, Kamu benar benar luar biasa. Pantas saja Kamu bisa menahlukkan harimau seperti Kakakku " senyum Alexa mengembang.


" Jika perlu buatlah Dia cemburu dengan bantuan Darell untuk memaksa nya sadar " tambah Angel semakin membuat Alexa bangga dengan nasehat Kakak ipar nya.


" Kak, terimakasih banyak. Aku tidak tahu harus berkata apa lagi, ide Kak Angel benar benar cemerlang " puji Alexa kembali memeluk Kakak iparnya.


Tanpa mereka sadari, tatapan Brandon juga Adiyaksa masih menuju ke arah kedua gadis yang sudah mulai tersenyum dengan saling memeluk di atas sofa. Meski hanya melihat nya dari jauh, kedua lelaki dengan tangan saling tos itu begitu yakin jika kelembutan Angel mampu membuat pikiran Alexa jernih dan akan memikirkan lagi keputusannya untuk pergi.


" She's my wife " bangga Brandon bergumam dan tersenyum.


" But she's too perfect for you " goda Adiyaksa tersenyum berlalu pergi meninggalkan senyum putra nya.


" Tidak sepenuhnya salah " gumam Brandon mengangkat kedua pundak lalau menyusul Adiyaksa.

__ADS_1


Rasa kagum Brandon semakin bertambah setiap harinya, melihat Angel begitu sabar dan penyayang pada semua orang. Bahkan rasa cintanya pada Angel semakin memuncak, kala gadis itu mampu membuatnya begitu menikmati hidup penuh warna kini. Senyum, tawa, manja, marah semua begitu di sukai Brandon tanpa ingin melihat perbedaan usia mereka, hingga Ia semakin takut kehilangan ibu dari kedua anaknya.


__ADS_2