
BACA JANGAN DI SKIP YA : Up setelah jumlah viewer dan like sama. Jadi like dulu baru baca jika masih mau ada up lanjutan.
Tidak ada penghinaan/tuduhan plagiat dan menyamakan dengan karya lain. Atau STOP tanpa pemberitahuan.
Terimakasih dan maaf sebelumnya.
(Biar kalian bisa menghargai kerja keras orang lain. Bukan banyak gaya dan menuntut, karena peraturan baru yang ada memaksa kita untuk mendapatkan like, rate, dan komentar tanpa hujatan. Sebagai tuntutan level yang dipengaruhi pop novel)
__________________________________________
"Apa? kamu bilang apa tadi? coba ulangi" menoleh ke arah suaminya dengan tatapan tidak percaya, Angel mengernyitkan kedua alis.
"Pergi dan tinggalkan anak anak" mengulangi ucapannya tetap dalam posisi nyaman, Brandon tampak santai dengan nada bicaranya.
"Kenapa? karena kamu sudah berhasil membawa empat orang perempuan cantik sekaligus, makanya mengusirku? baik! apapun yang kamu inginkan Tuan muda!" ucap Angel menekankan kata Tuan muda dengan sangat geram.
Brandon menarik napas dalam dan membuangnya perlahan, mendengar kata Tuan muda dari mulut istrinya. Ia sangat membenci ketika Angel memanggilnya seperti itu. Semua panggilan itu hanya mengingatkan dirinya akan malam telah berlalu beberapa tahun lalu, sebuah malam yang menginginkan Angel menjadi budak pemuas.
"Ya, mereka tidak hanya cantik tapi juga sangat seksi. Tubuh mereka benar benar bagus dengan dada sempurna" sengaja Brandon ingin tahu reaksi istrinya yang sudah melangkahkan kaki untuk pergi.
"Apa?" kembali Angel tidak percaya akan ucapan suaminya.
Melangkah ke arah suaminya, dan berdiri mengapit kedua kaki masih berada lurus di atas meja. Brandon sangat terkejut dan mengangkat kepala menatap istrinya dekat. Menelan Saliva kasar, melihat wajah cantik perempuan kini membuat jantungnya berlompatan.
"Buka matamu lebar lebar! bukan hanya mereka, tapi aku juga memiliki dada!" tegas Angel dan membuka dress menunjukkan dada, membulat seketika mata Brandon lagi lagi menelan kasar salivanya.
__ADS_1
"Dengar Tuan muda! saat anda memuji orang lain, perlu anda ingat jika istri anda juga memiliki apa yang mereka miliki!" menegaskan kembali kata katanya lalu beranjak setelah menaikkan kembali dress yang sempat di turunkan dengan kasar.
Tetap tertegun akan apa yang dilakukan istrinya, bunga bunga dalam hatinya serasa meledak bermekaran. Bibir kiri terangkat tersenyum, melihat ekspresi juga mendengar setiap kata istrinya. Perasaan bahagia melihat amarah telah ia nantikan lama, akhirnya bisa untuk dilihatnya kini. Sedikit gila karena mungkin semua lelaki membenci kecemburuan, tapi ia begitu berharap akan amarah dalam kecemburuan istrinya.
"Kenapa sangat menyenangkan mendapat amarah istri karena cemburu?" bergumam dengan tertawa dalam hatinya, Brandon seolah ingin meledak bahagia.
Angel melangkah keluar dan membanting pintu emosi. Bukannya mengejar, Brandon malah menghantam sofa karena bahagia. Tidak jelas apa yang ia rasakan, tapi benar benar sangat bahagia sampai tertawa berguling di atas sofa.
"Tertawa saja sepuasmu!" teriak Angel kesal, membuka pintu menghentikan suaminya seketika.
Berdeham untuk menegakkan kembali tubuhnya, wajah ia pasang dingin, Brandon mengembalikan posisi tubuh seperti semula. Lagi lagi Angel membanting pintu dan meninggalkan suaminya geram. Senyum semakin lebar terukir pada wajah tampan laki laki masih tak mengenakan kaos tersebut, walaupun sempat merasa bodoh akan sikap yang tadi terpergok istri yang tiba tiba kembali masuk.
"Mandi, dan buat dia marah lagi" bersenandung sambil memainkan tangan, berjalan ke arah kamar mandi.
Masih menari nari sendiri dengan perasaan girang, memutar tubuh tanpa menghentikkan tangan membuat irama. Bibirnya bersiul tanpa nada, namun sangat dinikmati oleh dirinya sendiri. Tingkahnya terhenti saat mendengar pintu kamar kembali terbuka, menoleh ke arah perempuan yang berdiri di tengah pintu. Mengarah menatap wajah semakin kesal dari sebelum keluar tadi, Brandon ingin terbahak namun harus ditahan dan memasang wajah tenangm
"Bukannya mengejarku, malah menari nari dan bersiul! sebahagia itu kamu saat aku pergi?!" kesal Angel menghentakkan kaki kanan ke atas lantai, semakin ingin membuat Brandon tertawa lepas akan bahagia.
"Untuk apa? pergi sana, aku mau mandi dan berkencan. Untuk apa aku mengejarmu? buang buang tenaga" kembali Brandon berucap sengaja.
"Menyebalkan!" berjalan cepat ke arah suaminya, menarik lengan dan menggigitnya kuat.
"Aaaaaa, sakit!" teriak Brandon hingga berjinjit, Angel meliriknya tajam menunjukkan amarah.
"Aku membecimu, membencimu, membencimu! membencimu!" melirik tajam sambil berteriak kencang, semakin membahagiakan untuk Brandon, walau harus mengorbankan tangan kesakitan.
__ADS_1
Mengatupkan bibir menahan tawa, Brandon mengarahkan wajah ke arah samping. Dadanya seolah ingin meledak, tertawa sepuasnya melihat amarah yang telah lama di tunggu. Lebih parah dari saat ia dulu mencium wanita lain di hadapan istrinya, dan juga lebih menyenangkan.
"Hus, hus.." berseru mengayunkan kaki mengusir istrinya pergi seperti mengusir seekor kucing, semakin membuat Angel kesal menekuk wajah.
Menghentakkan kuat kakinya kesal, Angel menatap tajam pada suaminya dan pergi berlalu. Bergumam sendiri memaki laki laki sudah tak sanggup menahan tawanya sendiri.
Perasaan sangat puas dan bahagia menemani acara mandi Brandon usai kepergian Angel. Tersenyum sendiri di bawah guyuran air shower. Memegang dada dan menggelengkan kepala, tetap indah senyumnya terukir.
Di bawah, Angel menghempaskan diri duduk di samping Alexa yang masih di bujuk suaminya. Alexa dan Pieter terheran melihat perempuan sangat kesal dan melipat tangan di depan dada.
"Kenapa Angel?" tanya Pieter tetap berjongkok di samping istrinya dari tadi, tidak di perbolehkan berdiri ataupun berpindah duduk sedikitpun.
"Dia mengusirku dari rumah, dia bilang sudah memiliki empat orang cantik dan seksi disini, dan memintaku pergi meninggalkan kedua anakku!" cerita Angel sembari mendengus kesal, mengejutkan Alexa dan Pieter.
"Apa?!" seru Alexa dan Pieter bersamaan, membulatkan mata ke arah Angel bernada terkejut.
"Sudahlah!" singkat Angel kesal, meletakkan kepala pada sandaran tangan sofa dengan tangan masih di depan dada.
"Kamu dengar kan? Brandon yang menginginkan mereka, bukan aku" ucap Pieter membela diri dengan wajah meyakinkan ke arah istrinya.
"Kalian berdua sama!" tegas Angel dan Alexa berteriak, mendebarkan jantung Pieter karena terkejut.
"Diamlah Pieter, atau kau akan di makan hidup hidup oleh adik dan istrimu" menasehati dirinya sendiri dengan bergumam dalam hati.
Kaki terasa kesemutan lama berjongkok, rela ditahan Pieter karena tak mau mendengar ledakan lagi dari keduanya. Alexa dan Angel tetap dengan wajah kesal, sama sama bersandar di sofa.
__ADS_1
Beberapa jam Brandon sudah turun dengan wajah segar dan ceria. Mengenakan celana panjang krem sampai atas mata kaki, juga kaos oblong berwarna hitam, Brandon menghampiri sahabatnya yang belum boleh beranjak.
Duduk melipat kaki di sofa single dekat sahabatnya berjongkok, Brandon menaikkan kedua alis berisyarat menanyakan apa yang terjadi. Pieter juga membalas dengan isyarat mata melirik pada Angel dan Alexa lalu memainkan tangan membentuk seperti mulut dan membuka tutup berulang, menandakan kedua perempuan masih duduk memakan camilan itu cerewet.