Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 188


__ADS_3

Setelah makan, keduanya berjalan kelaur rumah dengan Darell sudah menunggu daritadi, namun tak berani masuk dan mengganggu acara makan Tuan mudanya. Saling memeluk erat tak ingin melepaskan, keduanya sama sama merasa berat berpisah usai kabar bahagia menghampiri rumah tangga mereka. Lembut bibir saling beradu tidak perduli dimanapun mereka, karena memang takkan ada yang berani menatap ke arah keduanya.


" Aku pergi, jaga dirimu dan anak anak Kita. Sampaikan salamku pada Maya juga Alexa " ucap Brandon dengan tubuh masih saling mendekat.


" Jaga dirimu " sahut Angel mengangguk.


" Darell, laporkan padaku apapun yang dilakukan Tuanmu selama 24 jam. Aku ingin laporan setiap jam, kalau Dia telat makan dan hanya sibuk bekerja maka patahkan tangannya, mengerti ?! " ucap Angel ke arah Darell menggunakan nada bicara sauminya ketika memerintah, di iringi senyuman Brandon lalu mencubit pipi istrinya.


" Baik Nyonya " jawab Darell tersenyum.


Brandon tetap tersenyum menggelengkan kepala tiap kali Angel harus menirukan dirinya saat berbicara ataupun bersikap. Terdengar lucu dengan nada tegas yang dibuat buat dalam suara lembutnya. Mencium seluruh wajah juga perut istrinya, Brandon melangkah ke arah mobil dengan Darell siap membuka pintu.


" Ingat patahkan tangannya jika melawan, dan laporkan tiap jam padaku ! " teriak Angel ke arah Dareel.


" Baik Nyonya " jawab Darell mengangguk sedikit membungkukkan tubuh sembari tersenyum.


" Dasar Haidar " gumam Brandon menggelengkan kepala juga tersenyum sembari masuk ke dalam mobil.


Menunggu hingga mobil yang dikendarai suaminya pergi, Angel tetap berdiri di teras rumah melambaikan tangan. Brandon tetap tersenyum melihat ke arah istriny amelalui spion mobil. Hatinya tak kuasa menahan keinginan untuk kembali dan memeluk, namun tak bisa dilakukannya karena waktu yang terus berjalan.


Setelah mobil berwarna putih itu menghilang dari hadapannya, Angel kembali ke dalam rumah dengan perasaan sendu juga kehilangan. takkan ada lagi sikap manja juga perdebatan untuk waktu yang tak pasti, dan sangat Ia rindukan hal itu untuk segera kembali.


Olivia yang baru selesai bersiap, menghampiri putrinya yang tengah membereskan tempat makan sauminya, segera Olivia meraih dan memberikannya pada pelayan.


" Jangan terlalu lelah, jangan melakukan apapun " ucap lembut Olivia di balas senyum putrinya.


" Apa suamimu sudah berangkat ? " tanya wanita sudah siap bersama pakaian kerjanya.

__ADS_1


" Sudah Ma, baru saja berangkat. Dia tidak mau mengganggu lainnya dan hanya menitipkan salam " ucap Angel.


" Baiklah, Mama juga harus ke kantor pagi, jadi Kamu tetap di rumah. Ingat untuk tidak melakukan apapun, duduk saja menonton TV ya " lembut Olivia berkata.


" Iya Mama " senyum Angel.


Pieter, Alex dan Queby sudah terlihat segar dan rapi. Ketiganya turun dengan Pieter menggendong putrinya. Menyapa Olivia dengan mencium pipi Mamanya bergantian dengan Alexa. Olivia meraih tubuh Quenby dan meminta keduanya untuk menikmati sarapan.


" Apa Brandon sudah berangkat ?" tanya Pieter berdiri di hadapan Adik yang baru saja dicium keningnya.


" Sudah Kak, Dia berangkat bersama Darell " senyum Angel.


" Kenapa tidak berpamitan denganku ? apa itu di sebut Kakak?" kesal Alexa cemberut.


" Dia pikir, Kamu masih tidur makanya tidak mau mengganggu. Apa kalian mau pulang sekarang ?" jawab Angel seraya bertanya.


" tidak apa apa, ada pelayan juga penjaga disini. Nanti Viena juga akan kembali selama Kakakmu pergi " lembut Angel menjawab.


" Baiklah, jika ada apa apa cepat hubungi Kakak " ucap Pieter lalu duduk di meja makan.


Angel menyusul Olivia kedalam kamar tengah menjaga Quenby dan membiarkan Alexa juga Pieter menikmati sarapan mereka berdua. Di dalam kamar, Queby sudah nyaman di atas ranjang besar milik neneknya, bersama wanita cantik menunggu dirinya sambil menyiapkan tas kerja. Di meja makan, Pieter memulai obrolan bersama Alexa dengan menikmati makan bersama.


" Semalam Brandon memanggilku dan memberikan beberapa dokumen kepemilikan perusahaan juga mall pada Quin, Dia juga memberikan surat kuasa untuk Aku mengelolanya " jelas Pieter baru sempat mengatakan.


" Lalu ?" terkejut Alexa ke arah suaminya.


" Dia memberikan itu untuk Quin, juga membebaskanku dari pekerjaan sekarang " tambah Pieter menjelaskan.

__ADS_1


" Alexa, Aku tidak mau menerimanya karena Kita sudah menerima banyak dari Brandon. Aku tidak ingin menerima apapun lagi, jadi bisakah Kita mengembalikannya? bolehkan AKu tetap menjadi  bwahan Kakakmu saja ?" kembali Pieter menambahkan.


" Apapun keputusanmu pasti Aku mendukungnya, Aku yakin Kamu memutuskan segalanya dengan pertimbangan juga pemikiran matang. Aku tidak peduli entah Kamu menjadi bawahan ataupu karyawan biasa, itu tidak mengubah jika Kamu adalah suamiku dan Papa dari anakku " jelas Alexa menatap tulus.


" Terimakasih " senyum Pieter merasa lega.


Sikap dewasa yang ditunjukkan Alexa semenjak kehadiran Quenby, membuat Pieter mudah mengatakan apapun, meski harus dengan perlahan. Tapi Alexa sudah mulai bisa memahami dan menyikapi setiap masalah dengan sikap dewasanya.


Kedewasaan yang selalu di harapkan Pieter dari Alexa, membuatnya mencintai lebih istrinya. Walaupun terkadang tetap harus menjabarkan dengan gamblang semua pembicaraannya, Pieter menghadapi hal tersebut dengan hati hati dan perlahan seperti saran Brandon dulu.


Beberapa waktu berlalu, Brandon sudah berangkat bersama Darell menggunakan jet pribadinya. Dokumen dokumen siap Ia pelajari dalam perjalanan. Semua data milik Kenan sudah bisa di dapatkan Darell, atas siapa sisapa saja yang terlibat dalam upaya menjatuhkan Brandon kali ini.


Darell hampir tidak tidur hanya untuk mencari semua data dan informasi terkait Kenan juga komplotan yang sudah bergabung siap menghancurkan Brandon. Tapi tidak pernah di perhitungkan Kenan juga lainnya jika tak semudah apa yang mereka pikirkan ketika berusaha melawan juga menghancurkan seseorang yang memiliki kekuasaan juga pengaruh besar dalam dunia bisnis tersebut.


Sementara di Singapore, Kenan baru mendengar keberangkatan Brandon langsung memaki Richo yang kala itu tengah mengabarkan di dalam kamar hotel tempat Kenan menginap. kenan yang baru selesai menyegarkan diri, merasa mendidih ketika mendengar kehadiran Brandon.


" Bagaimana bisa Dia mengetahui semua secepat ini ?! apa saja yang Kau lakukan ?! " amarah Kenan pada Ricko tegas.


" Maafkan Saya Tuan, Saya kurang memperhitungkan hal ini, Saya akan mecoba mengatasi segalanya " jawab Ricko bersalah.


" Bodoh! apa yang bisa Kau lakukan jika Brandon sendiri yang turun tangan ?! siapkan rencana kedua Kita sekarang ! " tegas Kenan masih dalam amarah.


" ba,baik Tuan " ucap Ricko dan meninggalkan bosnya.


" Brengsek! belum Aku mendapatkan apapun, kenapa Dia bisa mengetahui semuanya?! Aku benar benar meremehkannya, Aku kira ketika Ia sibuk dengan Carlos juga Clara maka Dia akan lalai dalam pekerjaan, ternyata tidak! dasar sial Kau Brandon! Aku tidak akan melepasmu kali ini, karena sudah merebut Angel juga Clara dari ku, Kau harus merasakan bagaimana sakitnya kehinlangan! jika tidak, Kau harus bersiap mati untuk rasa sakit yang Ku rasakan! " gumam Kenan, terpancar amarah begitu besar dalam binar matanya.


Kekuasaan juga luasnya informan yang tersebar milik Brandon, memang tak pernah bisa di lawan oleh semua musuhnya. Bahkan kesiapan sebelum badai dari beberapa orang terlatih pun, tidak pernah mereka ketahui. Karena Brandon tak pernah menempatkan orang sembaranagan dalam setiap negara dimana perusahaannya terbangun kokoh.

__ADS_1


Memahami jika musuhnya sangat banyak, juga siap menghancurkan dirinya kapanpun. Penguasa kerajaan bisnis itu telah benar benar menyiapkan benteng yang sangat kuat dan siap menghancurkan siapapun yang mencoba menghancurkan dirinya. Ia tak pernah memilih orang orang dengan kemampuan renadah untuk menjadi orangnya, Ia selalu mempekerjaan orang dengan kemampuan di atas rata rata, untuk siap melawan siapapun tanpa harus turun tangan sendiri.


__ADS_2