
Lelaki yang sudah merasa kecanduan dengan alkohol, mencoba untuk kuat tanpa adanya alkohol membasahi tenggorokannya. Kecemasan ringan yang Ia rasakan ketika tiba tiba tak menyentuh alkohol sebisa mungkin untuk di sembunyikan dari Angel yang selalu menemani dirinya.
Kepala yang begitu berat serta kecemasan semakin menjadi tak mampu lagi untuk Ia tahan dan ingin minum kembali. Ketika tengah malam saat Angel sudah terlelap dan hanyut dalam mimpi indah, Lelaki dengan piyama abu tua tersebut mengendap turun dari ranjang dimana istrinya lelap dengan selimut menutupi tubuh sintalnya. Perlahan Brandon keluar dari kamar menuju mini bar yang berada lurus dengan arah tangga rumah. Tangan yang mulai meraih botol whisky dan satu buah gelas whisky tersedia di meja mini bar tersebut. Tenggorokan yang sudah tak sabar ingin dibasahi dengan macallan rare cask black yang langsung di buka oleh Brandon dan menuangkannya ke dalam gelas yang sudah Ia beri beberapa es batu di dalamnya.
Ia menikmati satu gelas minumannya dengan duduk di mini bar yang hanya menyala beberapa lampu kecil saja di sana. Meski sudah berjanji dan berusaha untuk tak kembali minum, tubuh yang terbiasa dengan alkohol membuatnya tak mampu menepati semua janji yang Ia buat pada istrinya.
Angel yang menyadari suaminya tak ada di samping tubuhnya, perlahan turun ke bawah mencari suami yang tengah menikmati setiap tegukan whisky di tangannya. Angel mengambil satu buah gelas dan mengisinya dengan whisky lalu meneguknya tepat di samping suami yang membulatkan mata menatap ke arah Angel, meski merasa mual dengan aroma minuman tersebut Ia tetap melakukan hal itu. Tangan Brandon menarik gelas yang sudah di minum sedikit oleh Angel dan membantingnya ke lantai dengan tatapan marah.
" Apa Kamu gila? Kamu sedang hamil " teriak Brandon menarik keras gelas berisi whisky dari tangan Angel.
" Kamu mau minum kan? Kita minum bersama dan lihat siapa yang akan lebih dulu tiada, Aku, Kamu atau anak ini " tegas Angel sedikit emosi meraih gelas Brandon yang masih tersisa sedikit minuman di dalamnya.
Dengan cepat Brandon meraih kembali gelas yang telah berhasil di raih oleh Angel dari hadapannya lalu mendekap erat tubuh istrinya yang berdiri tepat di samping Ia duduk.
" Maafkan Aku, jangan minum lagi Angel " seru Brandon mendekap erat istrinya.
" Kamu sudah janji tidak akan minum lagi, kenapa Kamu masih minum? " sahut Angel lirih di pundak Brandon.
" Aku hanya belum terbiasa Angel dan meminumnya sedikit, maaf tidak akan Aku ulangi lagi " ucap Brandon menyesal.
" Tidak perlu berhenti jika Kamu tidak bisa, Aku akan menemani Kamu minum setiap hari " ucap Angel seraya mengancam suaminya.
__ADS_1
" Tidak Angel, Aku tidak akan minum lagi. Jangan siksa diri Kamu dan anak Kita demi orang sepertiku " sahut Brandon lalu melepaskan pelukannya dari Angel dan membawa istrinya kembali ke kamar.
Angel merebahkan dirinya dengan bantuan Brandon yang meletakkan kepala di perut bawah istrinya sambil melingkarkan tangan pada paha perempuan yang memilih untuk menyandarkan tubuh di atas tumpukan bantal sebagai sandaran. Angel membelai lembut rambut suaminya yang memeluk tubuh bawahnya dengan penyesalan.
" Tidurlah " seru Angel membelai lembut rambut suaminya.
Brandon yang masih menyesali perbuatannya hingga membuat Angel harus minum meski hanya sedikit tak menjawab perkataan Angel dan mencoba untuk memejamkan matanya demi menghilangkan rasa ingin minum yang masih mendera tubuhnya. Sedangkan Angel memilih untuk terjaga agar suaminya tak bisa meninggalkannya dan kembali minum. Ia membiarkan suaminya tidur dengan kepala yang bersandar pada perut bawahnya.
Pagi hari Angel yang tak tidur semenjak tahu suaminya mencuri kesempatan untuk minum mencoba mengangkat kepala Brandon yang masih berada di atas perut bawahnya semalaman.
" Apa sakit? " seru Brandon dengan nada parau dan khawatir ketika tangan Angel berusaha mengangkat kepalanya yang membuatnya terbangun.
" Apa Kamu tidak tidur semalaman? " tanya Brandon melihat wajah lelah Angel yang langsung mengangguk.
" Aku takut Kamu akan minum lagi " ucap Angel lirih diiringi tatapan tak tega Brandon ke arahnya.
" Maafkan Aku, sekarang tidurlah tidak perlu membuatkan ku makan biar pelayan yang melakukannya " ucap Brandon meraih tubuh istrinya untuk merebah dengan posisi yang nyaman.
" Tidak perlu, lebih baik Kita berjalan di taman menghirup udara di sana " ajak Angel meski Ia sendiri merasa mengantuk, namun udara pagi akan sangat baik untuk suaminya membuat Angel mengesampingkan rasa kantuknya.
Wajah lelah Angel membuat Brandon menolak untuk pergi, namun karena istri yang terus memaksa akhirnya Ia menurut saja apa yang diinginkan oleh Angel.
__ADS_1
Usai membasuh wajah, mereka berjalan bersama menuruni anak tangga menuju ke taman rumah yang begitu luas dengan banyaknya pohon serta bunga menyejukkan udara pagi di sana. Angel mengajak suaminya berkeliling dengan saling bergandengan tangan dan terus melempar senyum ke arah Brandon.
Setelah satu jam berjalan, Brandon mengajak istrinya duduk yang sudah tersedia air minum di meja taman, sengaja di minta Santos agar pelayan menyediakan nya ketika tahu Tuan serta Nyonya nya sedang berjalan pagi.
" Udara di sini memang menyegarkan " seru Angel menghirup dalam aroma bunga yang terbawa bersama udara pagi hari.
" Iya, makanya Kamu bisa tertidur di sini " sahut Brandon yang duduk bersandar di samping agar Angel bisa menyandarkan punggung pada dada bidangnya yang Ia peluk dari belakang.
" Kamu tahu? " tanya Angel terkejut menoleh ke arah wajah suami yang tersenyum tampan.
" Aku melihatmu dari sana " ucap Brandon menunjuk ke arah balkon kamar.
" Penguntit " gumam Angel lirih dengan tersenyum lalu meletakkan tangan di atas tangan suaminya yang berada di perut datarnya.
" Nyaman " tambah Angel bergumam sambil memposisikan nyaman kepala di dada suaminya yang masih setia menjadi sandaran tubuhnya.
Udara pagi yang menyegarkan beserta dada bidang dan pelukan hangat Brandon membuat Angel merasa tenang hingga tanpa sadar mulai memejamkan mata yang begitu terasa mengantuk. Perasaan nyaman dan bahagia yang mendera Angel mengantarkannya pada tidur lelap beserta mimpi indah yang menghiasi.
Lelaki yang tersenyum ketika mendapati istrinya terlelap, membiarkan tubuhnya tetap menjadi sandaran ternyaman bagi Angel sambil terus melingkarkan tangan diperut istrinya.
Suara dering telfon rumah membuyarkan senyum bahagia Santos yang tanpa henti memperhatikan kemesraan sepasang suami istri yang di mabuk cinta tersebut. Seorang pelayan yang menghampiri Santos dengan membawa telfon rumah tanpa kabel untuk Ia serahkan pada Santos karena Pieter mencarinya untuk mengabarkan jika Angel dan Brandon harus bersiap untuk penerbangan sore ini, karena Pieter sudah mengatur jadwal honeymoon adik dan sahabatnya tersebut selama satu minggu masa liburan Angel agar bisa lebih mengeratkan hubungan mereka berdua.
__ADS_1