Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 198


__ADS_3

Hai Readers, dukung karya baru Saya ya, judulnya ** TAKDIR CINTA VANIA ** sama novel ** CINTA AULIA ** ( kisah lanjutan dari novel suamiku seorang duda).


Terima kasih, semoga berkenan mendukung semua karya saya.


___________________________________


Seperti janjinya, sore hari Brandon sudah bersiap bersama dengan Angel. Mereka hendak pergi melihat rumah baru yang disiapkan untuk kedua calon anaknya nanti. Pembangunan rumah dengan desainnya sendiri, akan menjadi kado untuk istri serta kedua anaknya.


Keduanya keluar kamar dan berpamitan pada Olivia. Mereka terlihat bahagia bersama, dengan sela sela jari saling mengisi. Kaki mulai melangkah beriringan ke arah depan, namun harus terhenti ketika perempuan dengan celana hotpant berlari ke arahnya.


"Kakak!" teriak Alexa berlari, langsung melompat memeluk.


Saking bahagianya bisa melihat wajah kakaknya, Alexa langsung saja melompat seperti anak kanguru dalam pelukan kakaknya. Brandon cepat melepas tangan dari Angel untuk menahan tubuh adiknya, agar tak terlalu menekan pada dada. Meski luka luar itu telah kering, namun dada sering kali masih merasakan nyeri.


"Bisakah kamu datang dengan cara baik baik? kenapa caramu selalu saja ekstrem?" tanya laki laki masih memeluk pinggang adiknya.


"Aku merindukanmu, sangat merindukanmu" manja Alexa.


"Jangan mengendusku!" ucap Brandon memperingatkan, langsung dilepaskan oleh Alexa namun tetap bergelayut pada tengkuk kakaknya.


"Kak, aku merindukanmu dan itu bukan mengendus. Tubuhmu kenapa selalu segar seperti ini? aku menyukainya" santai Alexa menjawab, melebarkan senyum Angel.


"Kalau bukan kakakku, pasti sudah aku terkam" cengengesan Alexa, membuat Brandon cepat melepaskan tangan dari pinggang adiknya dan bergidik ngeri.


"Kenapa kakak menjauh? aku masih ingin memelukmu" memelas Alexa dengan tangan terangkat lurus.


"Menjauh sana, setiap kali kamu peluk kenapa aku sangat takut" bergidik Brandon di balik tubuh istrinya, memajukan bibir Alexa.


"Wah, kak Angel kenapa perutmu sangat besar? aku dulu hamil tidak seperti ini, badanmu juga sangat gemuk" membulat Alexa mengamati kakak ipar yang hanya tersenyum.

__ADS_1


"Alexa, kenapa kamu meninggalkan Quen di dalam mobil? selalu saja seperti itu" ucap Pieter masuk dengan menggendong putrinya, tanpa menatap kedalam.


"Ah, aku lupa" sahut Alexa.


"Bodoh, dengan anak sendiri lupa" gerutu Brandon, langsung menyentak Pieter dan mengangkat pandangan.


"Brandon?" seru Pieter melangkah cepat dan memeluk sahabatnya.


"Apa kau juga ingin mengendusku?" goda Brandon, langsung dilepaskan Pieter.


"Ha?" tidak mengerti Pieter.


"Sudahlah, duduk sana dan pegang istrimu jangan sampai lepas" ucap laki laki dengan meraih tubuh keponakannya untuk di gendong.


"Maya, aku lapar" manja Alexa langsung ketika melihat mertuanya datang menghampiri.


"Kemari, aku baru saja membuat kue" senyum Olivia, cepat Alexa melingkarkan tangan pada mertuanya.


"Angel, tubuhmu gemuk sekali?" ucap Pieter sama terkejutnya dengan Alexa.


"Kakak, kenapa kamu sejujur itu? paling tidak satu dari kalian menyebutku kurus apa salahnya?" jawab Angel, dibalas senyuman Pieter tetap memperhatikan.


"Kamu memang seperti dua gajah jadi satu" sahut Brandon menggoda, dilirik jengkel istrinya.


"Duduklah, aku tidak tega melihatmu berdiri. Apa kakimu sanggup menahan tubuh besarmu?" ucap Pieter makin membuat Angel jengkel.


"Mama...." seru Angel.


"Ah tidak hanya bercanda" cepat Pieter berucap, mengembangkan senyum Brandon tetap menggendong Quen.

__ADS_1


Menuntun pelan adiknya untuk duduk dan membantunya perlahan, Pieter tidak bisa mempercayai matanya melihat tubuh besar adiknya. Memang sampai kehamilan sekarang tubuh Angel mengalami peningkatan berat badan cukup banyak, sampai wajahnya terlihat bulat.


Brandon tetap berdiri dan menggendong Quen, tersenyum melihat Pieter terus mengamati tubuh Angel. Alexa yang tadi ke dalam, sudah kembali dengan satu toples berisi kue kering serta satu piring penuh makanan, bersama Olivia membawa minum untuk semua.


Dengan dua tangan membawa makanan, Alexa duduk di samping Angel dan Olivia menyapa putranya usai meletakkan minum di meja. Pieter menatap ke piring yang tengah di bawa Alexa, lalu memindahkan ke arah kue yang dibawa.


"Kamu akan menghabiskan itu semua?" tanya Pieter ke istrinya.


"Oh" singkat Alexa mulai melahap makanan.


"Lihatlah tubuh Angel, apa kamu mau seperti itu?" ucap kembali Pieter, melebarkan senyum Olivia juga Brandon.


"Kakak!" jengkel Angel menatap kakaknya yang senyum senyum menggaruk tengkuk.


"Pieter, Angel tidak gemuk. Kenapa kamu memakai contoh adikmu sendiri?" ucap Olivia lembut.


"Iya tidak gemuk tapi melebar" santai Brandon menggoda, menggelakkan tawa Alexa, Olivia dan Pieter.


"Aduh lihatlah dia saat marah, mulutnya tidak akan berhenti mengunyah" tambah Brandon melihat Angel meraih toples berisi kue kering masih hangat dan dimasukkan kedalam mulut, sembari wajah tertekuk kesal.


"Kebiasaan lama, saat gugup mengunyah dan saat kesal juga mengunyah" tawa Pieter, di tepuk lirih lengannya oleh Olivia.


"Tenang kak Angel, ini hanya sementara. Setelah melahirkan kita cari laki laki normal bersama, oke?" ucap Alexa dengan mulut penuh, ditendang lirih kakinya oleh Brandon dan dilempar kue oleh Pieter.


"Saranmu boleh juga, lihatlah mereka apa pantas di sebut sebagai suami? lama lama kita akan di dipenggal" ucap Angel ke arah Alexa yang tersenyum menganggukan kepala.


Brandon langsung duduk di samping istrinya, menyentil kening perempuan tengah memangku toples tersebut. Olivia hanya tertawa kecil menggelengkan kepala melihat perdebatan perdebatan ringan keempatnya bersama.


"Lihatlah Ma, dia selalu saja menyentil keningku seperti ini" adu Angel menggoda suaminya.

__ADS_1


"Itu untuk menyadarkan pikiran bodohmu" sahut Brandon menatap ke arah istri tengah mengusap kening nya.


__ADS_2