
"Darell, panggil Viena" perintah Brandon.
"Baik, Tuan" sahut laki laki tengah pemanasan di dekat Pieter itu dan berjalan masuk.
Berjalan ke arah rumah, dan berpapasan dengan Viena. Wanita tengah memakai celana pendek menunjukkan kaki jenjang mulas serta kaos hitam itu, menatap Darell yang mengamatinya dari atas ke bawah. Meski sudah pernah melihat Viena berpakaian bebas, namun melihatnya dengan celana hotpant terasa berbeda dan mulai menaikkan bibir sebelah kanan tersenyum.
"Hot mama" nakal Darell berbisik.
"Mau lebih hot?"santai Viena menjawab dan melewati tubuh Darell menuju ke arah taman untuk berlatih.
"Singa betinaku" gumam Darell menyusul Viena ke taman.
Melanjutkan pemanasan bersama lainnya, Darell sengaja berada di antara Viena dan Pieter. Ia tahu jika Pieter pernah menyukai Viena, untuk itu is memisahkan jarak di antara keduanya agar tak ada salah paham dari Alexa nanti. Darell tahu betul bagaimana kecemburuan Alexa, apalagi pada Viena dulu.
Cukup dengan pemanasan, mereka mulai berlatih dengan Brandon melawan dua wanita begitu juga Pieter. Darell memilih berlatih dengan Viena dan menolak untuk melawan dua wanita lain, karena tak mau memiliki masalah dengan Viena.
Di dalam rumah, Alexa turun untuk mencari putrinya yang tadi dibawa Angel saat ia tengah marah. Melihat Quen bersama dengan Dio juga Olivia, Alexa menghampiri dan mencium putrinya seraya meminta maaf pada bocah kecil tengah naik kuda kudaan berwarna pink.
"Dimana lainnya?" tanya Alexa pada mertuanya.
"Siapa? Pieter? dia berlatih di depan bersama Tuan muda juga lainnya" jawab Olivia.
"Kak Angel?" tanya kembali Alexa.
"Di sedang bersama si kembar di dalam kamar tamu" jawab kembali Olivia tetap memegangi Quen dan Dio yang asik dengan kuda kudaan dari tadi.
"Aku melihat kak Angel sebentar maya" pamit Alexa di jawab anggukan kepala mertuanya.
__ADS_1
Memanggil pelayan untuk membantu mertuanya, Alexa memasuki kamar tamu tidak jauh dari kamar bermain. Di dalam sudah terlihat Angel meletakkan tubuh kedua putranya di atas kereta dorong.
"Kakak mau kemana?" tanya Alexa melihat kakak iparnya mulai mendorong kedua bayi kembarnya.
"Aku ingin membawa mereka menghirup udara di luar. Kamu mau ikut?" lembut Angel menjawab.
"Oke" sahut Alexa dan berjalan di belakang kakak ipar tengah mendorong kereta bayi dobel tersebut keluar.
Dadanya seolah mendidih begitu sampai teras dan melihat suaminya bersama dua wanita berlatih. Alexa terlihat geram mengamati dari teras rumah. Ekspresi itu jelas sangat terlukis pada wajahnya, dan di perhatikan Angel.
"Tenanglah, mereka hanya berlatih" ucap Angel menepuk lirih pundak Alexa.
"Mana berlatih? dia hanya menatap dada mereka saja!" kesal Alexa tetap memperhatikan.
Angel hanya tersenyum yang tak lama Pieter menyadari keberadaan istrinya begitu juga Brandon. Pieter tidak bisa menghentikan latihan, namun tatapannya tetap tertuju pada Alexa yang terlihat menyeramkan. Namun berbeda dengan Pieter, Brandon malah sengaja membuat istrinya agar cemburu.
"Cemburu lah sedikit saja, biar aku tahu kamu bukan hanya membenciku" batin Brandon melirik ke arah istrinya.
Brandon sengaja menyentuh pinggang lawannya ketika berlatih, melakukan gerakan gerakan pertarungan yang bisa membuat tubuhnya dekat dengan lawannya. Namun Pieter mencoba mengelak dan tak ingin menyentuh saat berlatih sampai harus terkena pukulan, dan memiliki kesempatan beristirahat.
Viena yang pagi tadi sempat kesal dengan Darell karena berada dekat dengannya ketika ia terbangun, melampiaskannya dalam latihan. Tapi Darell malah berulang kali mengunci tangan Viena dan mencium lehernya. Terus saja mencuri kesempatan, Darell berlatih seolah hanya ada dirinya dan Viena di sana, karena memang tak ada yang memperhatikan.
***
Tiga jam berlatih dan Alexa juga Angel sudah masuk ke dalam dari tadi menikmati acara TV bersama menjaga Dio dan Quen, sedangkan Olivia terhubung video call bersama sekretarisnya untuk masalah pekerjaan di dalam kamar bersama kedua cucu tampannya yang terlelap. Pieter dan Brandon menghampiri keduanya dan melihat apakah mereka marah atau tidak.
"Alexa, kamu sudah mandi?" basa basi Pieter bertanya.
__ADS_1
"Untuk apa kamu peduli?! sana lihat saja dada mereka diluar! mata keranjang!" tegas Alexa kesal.
"Kamu cemburu?" tanya Brandon.
"Tentu saja! kenapa? apa tidak boleh aku cemburu melihat suamiku bersama wanita lain?!" jengkel Alexa melirik tajam kakaknya.
"Aku hanya berlatih, tidak melakukan apapun" memelas Pieter menjelaskan, tidak di perdulikan Alexa yang terus menonton TV.
"Diam!" tegas Alexa, membuat suaminya menelan saliva nya kasar sambil mata membulat.
"Alexa, aku mohon jangan seperti ini. Aku tidak melakukan apapun dan juga tidak melihat apapun" berjongkok Pieter mencoba menjelaskan namun tetap saja Alexa diam tanpa ingin perduli lagi.
"Kamu mau aku ambilkan minum?" lembut Angel bertanya pada suaminya.
"Tidak butuh!" tegas Brandon dan pergi ke kamarnya.
"Tidak bisa apa sedikit saja dia seperti Alexa, cemburu, marah, memaki! dasar menyebalkan!" mengumpat Brandon dalam hati.
Pieter sibuk membujuk Alexa, dan Angel mengajak Dio dan Quen untuk bersama pelayan bermain. Karena Viena, Darell, Yulia, Via, Ria dan Qila masih berlatih menembak di ruang khusus bawah tanah. Setelah mengantarkan keduanya, Angel menyusul suaminya ke atas karena sangat aneh dengan sikap suaminya hari ini.
"Kamu mau langsung mandi? aku siapkan pakaianmu dulu" ucap Angel begitu masuk, dan melihat laki laki tanpa kaos itu tengah duduk di sofa meluruskan kaki di atas meja.
"Tidak perlu! pergi saja! aku tidak membutuhkanmu!" tegas Brandon memejamkan mata bersandar pada sandaran punggung sofa dengan kepala menghadap langit langit kamar.
"Sebenarnya ada apa denganmu hari ini? kamu marah marah tidak jelas, kemudian bersikap manja, kenapa? apa lagi salahku? meninggalkanmu untuk membantuku tadi? aku tidak mau menyiksamu karena tidak bisa memberi apa yang kamu inginkan" panjang lebar perempuan tengah berdiri di samping sofa itu berucap.
Brandon hanya menarik napas dalam dan membuangnya kasar. Tetap pada posisinya, Brandon tidak menggubris lontaran kata istrinya. Tetap terluka akan ucapan Pieter tentang Angel, ia hanya diam saja merasakan sakit hatinya. Ia begitu yakin kalau Angel memiliki perasaan yang sama, tapi ucapan Pieter meruntuhkan segala pemikiran yang ia tahu sendiri jika istrinya tak pernah terlihat cemburu.
__ADS_1
"Sudahlah, percuma bicara denganmu kalau sudah seperti ini. Hubungi pelayan saat kamu butuh sesuatu" ucap Angel sembari membuang napas kasar.
"Kalau bertahan denganku selama ini hanya karena hutang budi untuk pengobatan maya, maka pergilah dan anggap semua impas. Tidak ada gunanya melanjutkan hubungan dengan perasaan benci dan hutang budi, tinggalkan Nathan dan Nicho bersamaku, pergilah dengan tangan kosong" santai Brandon tetap pada posisinya, menghentikan langkah Angel yang ingin menyiapkan air untuk mandi suaminya.